Saat ini tengah marak di dunia maya “bocoran” informasi seputar database email milik anggota TNI AD beserta password akun tersebut. Database itu didapat oleh kelompok hacker Anonymous asal Indonesia yang mengambilnya dari situs resmi Angkatan Darat.
Adalah pengguna Twitter dengan nick anonymouSabu yang pertamakali menyebutkan bahwa rekan-rekannya di #opIndonesia telah menayangkan hasil penerobosan mereka ke laman http://www.tniad.mil.id.
“Our brothers at #opIndonesia dropping another dump for the indonesians: pastebin.com/ax26qcm2 tniad.mil.id #antisec #anonymous,” tweet anonymouSabu, pada akunnya, di Twitter.
Dari pantauan POLICE LINE, 10 Agustus 2011, terdapat 109 alamat email dan password yang berhasil diambil oleh hacker dari situs tersebut.
Selain di Twitter, para hacker juga menggelar kampanye mereka di situs-situs media sosial lain seperti di YouTube, Facebook, dan lewat kanal IRC. Para hacker ini menentang rencana pemerintah yang berupaya untuk melakukan sensor terhadap konten Internet.
Sebelum ini, database email dan password milik anggota TNI AD tersebut sempat diposting di salah satu thread di forum Kaskus. Namun tak berapa lama thread tersebut langsung dihapus.
Saat dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Brigadir Jenderal Wiryantoro belum mengetahui informasi adanya pembobolan situs resmi TNI Angkatan Darat yang beralamat di www.tni.mil.id itu. Wiryantoro akan berkoordinasi dengan divisi terkait.
"Kami belum bisa mengeluarkan pernyataan resmi. Tapi saya akan koordinasi dulu dengan Direktorat Informasi dan Komunikasi TNI Angkatan Darat," kata Wiryantoro saat dihubungi,Rabu 10 Agustus 2011.
Selengkapnya >>>
Database Email TNI AD Dihack
Banyak Instansi Abaikan Serangan Hacker
Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, mengatakan bahwa saat ini telah banyak serangan yang dilakukan aktivis peretas (hacktivist), terhadap situs resmi pemerintah. Kemenkominfo pun memperingatkan semua pihak untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya keamanan nasional akibat serangan dalam dunia maya.
"Saya menyayangkan sikap-sikap yang terlalu mengabaikan bahaya-bahaya serangan yang terjadi di dunia maya. Ini sudah merupakan masalah serius di seluruh dunia," kata Tifatul, dalam keterangan pers yang diterima.
Tifatul kemudian mencontohkan sejumlah serangan terhadap situs resmi yang ada di dunia. Misalnya, serangan terhadap situs resmi pemerintah Esthonia, Iran, Swiss, Malaysia, dan lembaga-lembaga seperti Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA), media Fox News, dan Google.
"Bahkan di dalam negeri, lembaga pemerintah situsnya pernah diserang. Seperti, Mabes Polri, Lemhanas, TNI, Pertamina, tidak luput pula situs Kemenkominfo," tutur Tifatul.
Tifatul kemudian menjelaskan, berdasarkan penelusuran Kemenkominfo, masih banyak lembaga dan kementerian negara yang belum membangun sistem keamanan komputer yang baik. Bahkan, cenderung mengabaikan aspek-aspek keamanan sistem informasi.
Padahal, menurut Tifatul, serangan para peretas dapat berskala luas tanpa batas. Lemahnya keamanan bisa mengakibatkan lumpuhnya sistem teknologi-informasi milik pemerintah dan lembaga negara. "Masa ada situs lembaga yang passwordnya adalah 123. Ditempel pula di atas meja," ujar Tifatul.
Selengkapnya >>>
Menteri Tifatul Mengaku Jago Meretas
Sebelum meraih predikat politisi terpopuler di jagat maya, mantan Presiden PKS ini sudah sering menghiasi pemberitaan dengan berbagai pernyataan kontroversialnya – baik secara lisan maupun tertulis lewat kicauannya di twitter. Tifatul sendiri mengaku tidak mencoba menjadi sosok yang kontroversial. Ia hanya senang melontarkan humor untuk menyegarkan suasana.
Ia bercerita tentang banyak hal. Dari mulai hebatnya pengaruh sosial media di era globalisasi saat ini, generasi alay yang mendominasi jagat maya, soal Nazaruddin, sampai cyber war. Terkuak pula bahwa Menkominfo satu ini ternyata jago me-hack akun orang lain. Berikut wawancara dengan Tifatul di Kantor Kominfo.
Anda pernah mengatakan, sosial media perlu dikontrol, meski bukan dalam arti membatasi. Hal ini lantas memancing kontroversi dan kritik dari sejumlah kalangan.
Saya tidak pernah katakan akan mengontrol sosial media. Itu salah persepsi. Saya katakan waktu itu, pada kampanye ‘Internet Sehat dan Aman’ di SD Menteng, “Bapak, Ibu guru, para orang tua murid, tolong semua mengontrol dan mengawasi pengguna internet dan sosial media oleh murid-muridnya. Mereka perlu dibimbing, karena internet mempunyai sisi negatif selain ada sisi positifnya."
Jadi saya tidak pernah mengatakan akan mengontrol sosial media. Dari sekian banyak yang memuat kutipan saya saat itu, ada satu situs berita yang salah mengutip. Mungkin salah persepsi atau salah dengar. Tapi lantas kutipan yang salah itu dimuat dan dikutip lagi oleh media elektronik. Padahal media elektronik itu sendiri ada saat saya memberi sambutan di SD Menteng. Saya lihat kamera-kamera mereka kok. Sifat pemberitaan kita memang begitu ya, yang aneh-aneh memang selalu jadi headline.
Bagaimana perasaan Anda dinobatkan menjadi politisi Indonesia paling populer di dunia maya?
Biasa saja, karena motivasi saya masuk sosial media lebih kepada ingin mendalami, dunia apa sebenarnya itu. Saya ingin berkenalan dan bertegur sapa dengan netizen dan para blogger untuk mengetahui pemikiran mereka, dan supaya tahu isu apa yang sedang ramai diperbincangankan. Jangan sampai sebagai Menkominfo, saya tidak tahu-menahu soal itu.
Saya kan baru masuk menjadi pengguna sosial media pada Oktober 2009, setelah saya diangkat menjadi menteri. Jadi kalau sekarang ada survei begitu (politisi terpopuler di dunia maya), saya tidak menduga. Kan sosial media juga baru populer dua tahun belakangan ini. Sebelumnya, orang-orang tidak begitu akrab dengan sosial media. Lama-lama, pengguna facebook saja sudah mencapai 36 juta, bahkan ada yang mengklaim 39 juta. Jadi, ada warga yang disebut ‘netizen’ yang tidak boleh diabaikan oleh siapapun. Netizen ini bahkan punya pengaruh di bidang politik, ekonomi, dan sosial.
Tweet-tweet saya biasanya 95 persen memberikan dorongan semangat dan informasi, sedangkan 5 persen sisanya baru berisi ucapan yang agak nyelekit sebagai humor. Humor juga sesekali perlu, supaya menarik, karena kalau serius terus, kita jadi bosan. Misalnya, pada satu hari Minggu, saya membuat 3 gol saat bermain futsal di Medan. Lalu saya nge-tweet “Lady Gaga ketiban sukun, nggak olahraga badan pun tambun.” Jadi itu hanya sarana komunikasi saya.
Wasekjen PKS, Mahfudz Siddiq, pernah mengatakan bahwa untuk populer memang perlu sedikit kontroversial. Beberapa tweet Anda sempat menuai kontroversi. Apakah itu memang sengaja?
Saya tidak pernah mencari kontroversi mengenai diri saya kok.
Tapi Anda pernah nge-tweet dalam bahasa alay?
Mengenai alay itu, setelah disurvei, ternyata 64 persen pengguna twitter adalah remaja, dan mereka memang berjiwa alay – anak layangan. Saya tadinya juga nggak ngerti soal alay ini. Saya lalu tanya ke anak saya. Kemudian saya coba lakukan pancingan atau tes. Saya tweet “JAn64n 4d4 Du5t4 d1 4ntar4 K1ta. k4L4u b3nC1, b1l4ng b3nC1. k4l4U CiNt4, b1l4Ng C1Nt4. J4N64n B1ArK4n hat1mu tertU5uK 53mB1lu... hE3x?” Saya tulis itu dalam bentuk kalimat alay. Kalimat alay kan dicampur dengan angka-angka. Ternyata itu malah jadi trending topic.
Menurut saya, orang bebas menggunakan bahasa apa saja di dunia twitter. Bahasa daerah juga banyak digunakan kok. Tapi faktanya anak alay ternyata mayoritas di situ. Jadi yang saya tetap harus connect dengan mereka. Apalagi, saya banyak mendapat respon bila nge-tweet menyangkut remaja dan olahraga. Misalnya begitu saya nge-tweet soal futsal, saya mendapat mention banyak sekali.
Kita juga perlu komunikasi dengan para remaja untuk memberi arahan dan nasehat. Saya saja terkejut ketika ponakan saya yang masih SD bilang, dia follow saya di twitter. Saya kaget juga banyak yang follow. Saya jadi tidak berani macam-macam.
Punya pengalaman tak enak dengan dunia maya?
Saya sering di-bullying, bahkan hampir setiap malam. Kadang ada bullying yang pedas sekali. Kalau bullying itu bisa saya luruskan, ya diluruskan. Apapun, itulah uniknya twitter. Karena hanya terdiri dari 140 karakter, kalau keliru memilih diksi, jadi susah, karena nyebarnya sangat cepat. Bisa ada persepsi yang salah. Maka, biasanya untuk menjelaskan secara lengkap, saya menggunakan facebook. Kan twitter saya ada link ke facebook. Jadi di facebook saya jelaskan lebih rinci. Di facebook kan lebih jarang orang salah paham. Mau tulis seribu karakter juga oke di situ.
Kapan waktu paling enak untuk nge-tweet?
Saya paling sering nge-tweet di kendaraan, di mobil. Yang jelas tidak pernah di tengah rapat kabinet. Rapat kabinet itu serius.
Apakah popularitas Bapak di dunia maya berpengaruh kepada PKS sebagai partai asal Anda?
Saya nggak tahu. Yang jelas, mungkin karena saya adalah kader PKS yang cukup dikenal di dunia maya, maka banyak masalah PKS ditanyakan kepada saya. Padahal saya bukan lagi Presiden PKS, bukan lagi pengurus harian. Saya hanya anggota Majelis Syuro-nya saja. Tapi tetap saja, masalah Misbakhun pun ditanyakan ke saya.
Tidak berniat memanfaatkan popularitas Anda untuk maju menjadi capres?
Saya kan mantan Presiden (partai), masa nyapres lagi, hahaha... Nggaklah, kejauhan. Kalau Presiden Dunia Maya bolehlah. Saya juga nggak kenal siapa sebenarnya para penduduk dunia maya itu. Saya tidak tahu apakah mereka the real voters di dunia nyata. Itu tidak bisa dikuantifikasi. Lagipula, saya secara pribadi lebih senang jadi orang biasa yang tidak terlalu menonjol.
Di dunia maya kan tidak ada hierarki sosial. Semua flat – sama. Mau menteri kek, apa kek. Banyak juga yang menyapa saya “Eh, loe Tifatul! Apa aja kerja loe?” Sering itu. Jadi, saya tidak minta disanjung-sanjung orang. Untuk tegasnya, saya nggak gr-gr amat. Saya tidak menyangka dan tidak berencana seperti ini (populer). Menurut saya, itu pernak-pernik sosial media. Terima kasih kepada follower yang rajin mengikuti saya. Kita hidup kan memang harus bertegur sapa dan saling memberi masukan.
Anda dulu pernah meminta RIM (Research In Motion – perusahaan pembuat ponsel dan penyedia layanan BlackBerry) untuk mendirikan server di Indonesia guna kepentingan penyelidikan penegak hukum kita. Bagaimana kelanjutannya sekarang? Apalagi belakangan marak soal BBM Nazaruddin.
Sebenarnya RIM sudah memenuhi sejumlah tuntutan kita seperti membuka kantor cabang di Indonesia, membuka pusat-pusat service di sini, menutup situs-situs dan konten-konten negatif di antaranya pornografi, merekrut tenaga kerja Indonesia, dan menggunakan produk-produk pengembang lokal Indonesia. Tapi masalah server, ini masih dalam tahap negosiasi.
Menurut saya, whatever-lah soal negosiasi itu. Yang jelas kita harus punya peluang untuk melakukan penyadapan terhadap terduga atau tersangka pelaku kejahatan. Jangan sampai BBM menjadi sarana berkembangnya terorisme, jaringan obat bius, bahkan menjadi fasilitas bagi para koruptor yang kabur-kabur itu. Jangan sampai orang bebas melakukan kejahatan di Indonesia.
Seluruh operator yang ada di Indonesia wajib memberi kesempatan penegak hukum, baik KPK, polisi, atau kejaksaan, untuk menyadap terkait kepentingan penegakan hukum. Itu implikasi dari Undang-undang Informasi Transaksi Elektronik, dan itu sudah berlangsung dengan operator lain. Tapi tidak dengan BlackBerry.
Jadi kita tidak bisa melacak BBM Nazaruddin?
Jelas, kecuali diberikan akses dari RIM di Kanada.
Tapi lewat fasilitas teknologi lain, keberadaan Nazaruddin bisa dilacak?
Sangat bisa. Secara teknologi, kalau kita terima sms dari orang, kita kan tahu sms itu dari mana. Lalu seperti saat Nazaruddin melakukan telewicara live di televisi. Itu bisa dicari asalnya dari mana. Misalnya menggunakan sarana komputer, kan ketahuan link-nya. Tapi kami (Kominfo) tidak bisa melakukan pelacakan. Kewenangan itu ada di aparat penegak hukum. Jadi menurut saya, kepolisian dan KPK harus bergerak cepat. Kalau kami ini bukan aparat penegak hukum. Kami aparat teknis.
Selama ini memang sejumlah penjahat ditangkap berkat kerja sama dengan Kominfo. Jadi kerja sama itu sudah jalan. Untuk Nazaruddin, kita tunggu saja bagaimana dari kepolisian (ada permintaan atau tidak). Yang jelas, secara teknologi, mencari dia bukan persoalan yang rumit.
Soal cyber war, bagaimana tingkat keamanan infrastruktur web di Indonesia?
Bukan cuma rawan, tapi kesadaran masyarakat Indonesia sendiri lemah. Terus terang, banyak kelemahan di kementerian dan lembaga. Saya sering beri peringatan. Website kepolisian pernah di-hack. Lemhanas, Pertamina, TNI AD juga pernah. Bahkan Kominfo sekali pun.
Parahnya, ketika saya mencoba menginvestigasi sebuah lembaga – tidak perlu saya sebutkan nama lembaganya, ada yang menggunakan password ‘123’, ditempel pulapassword-nya di meja. Padahal password ‘123’ adalah password sementara yang dipakaiinstaller ketika meng-install komputer. Supaya ketika baru di-install, mudah meng-up grade-nya. Tapi password ‘123’ itu nanti harus diubah. Eh, malah tidak diubah. Begitu diserang hacker, kacau semua. Ingat, bagi para hacker, kode rumit saja bisa dibuka, apalagi ‘123.’ Di sinilah kesadaran kita lemah.
Perlu diketahui, Estonia pernah lumpuh tiga pekan gara-gara software-nya diserang hacker. Lampu di sana mati, bank-bank tidak bisa transaksi, orang tidak bisa ambil uang di bank. Akibatnya, toko-toko di sana dijarah. Baru tiga pekan Estonia berhasil pulih. Selanjutnya, pendiri WiliLeaks Julian Assange yang punya akun bank di Swiss, akun banknya di-hack. Dia pun tak bisa ambil uang di situ. Contoh lain, reaktor nuklir Iran yang seharusnya diluncurkan pada tahun 2009, terpaksa ditunda setahun gara-gara sistem kontrol reaktor nuklir itu di-hack.
Begitu juga di Malaysia, sebulan lalu, '.my' di-hack, mati semua, beberapa pekan baru pulih. Di Amerika Serikat, Google, Fox News, bank-bank, lembaga keuangan di-hack. Di Singapura dan negara-negara lain juga. Jadi menurut saya, cyber war dan cyber crime ini gawat. Satu setengah bulan lalu, Mabes Polri kan menangkap 139 Warga Negara Asing asal China dan Taiwan karena melakukan kejahatan cyber. Di Myanmar juga ada penangkapan serupa.
Apa umumnya motivasi para hacker?
Pertama, motivasi ekonomi. Di era informasi ini, jualan informasi sangat laku. Dia (hacker) bisa masuk, menjalar ke dalam, baca dulu, lantas copy informasi itu. Saya saja bisa (nge-hack). Kemarin saya praktekkan di Bandung. Pak Leks, Sekda Bandung, lagi main twitter, lantas saya hack. Kena. Saya bisa baca semua isi twitter-nya, saya tahu apapassword-nya. Saya catat itu. Jadi, kapan-kapan saya bisa masuk ke twitter dia. Itu contohnya. Hacker belum tentu merusak, tapi menjual informasi demi keuntungan. Ingat, di Amerika Serikat pernah diungkapkan, 60 persen hacker ternyata anggota FBI.
Kedua, motivasi politik. Ada hacker yang tidak suka dengan kebijakan-kebijakan tertentu. Mereka lantas melawan. Misalnya, mereka tidak suka kebijakan yang dikeluarkan AS, maka mereka menyerang Pentagon. Pada kasus WikiLeaks, ketika Julian Assange ditangkap dan dicekal di mana-mana, hacker bergerak. Mereka melihat ada ketidakadilan, dan solidaritas mereka kuat. Bisa juga karena mereka ingin melakukan black campaign.
Ketiga, motivasi pribadi atau kelompok. Bisa saja dia coba menguji kekuatan suatu sistem. Semua sistem software yang dibuat orang kan tidak ada yang sempurna. Selalu ada yang disebut dengan crack – celah. Makanya software itu harus selalu di-up date. Virus kan dibuat oleh para hacker. Handphone saya saja pernah di-hack. Saya buka satu sms, malah hilang semua sms. Waduh, ada saja kelakuan orang. Mungkin dia iseng. Yang jelas, tidak ada program yang sempurna. Selalu ada hole – lubang. Maka kita harus waspada, tidak boleh abai. Perang saat ini adalah perang informasi. Selengkapnya >>>
'80% Situs Pemerintahan Mudah Dibajak'
Beberapa situs milik Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), dan pemerintah kota Palembang telah disusupi oleh hacker yang berhasil menemukan celah dalam situs tersebut.
Modus penyerangan yang dilakukan para peretas yang menyerang situs pemerintah itu pun bisa digolongkan modus lama dan sederhana, yakni menggunakan teknik SQL injection.
Dan konon masih banyak lagi situs dengan domain .go.id yang memiliki tingkat keamanan rendah sehingga bisa diserang dengan metode serupa.
"Sekitar 80% situs pemerintah itu nggak keurus, dari 33 provinsi 26 di antaranya malah sudah bisa dijebol," klaim salah satu hacker.
Untuk membuktikan perkataannya, hacker yang pernah tergabung dalam grup #antihackerlink itu juga memberikan salah satu contoh situs pemerintahan lainnya, seperti jambiprov.go.id.
Hanya dengan memasukkan beberapa script khusus, maka pengunjung bisa mendapatkan detail user yang tersimpan dalam server situs tersebut. Cukup mudah memang, padahal ini merupakan situs yang cukup penting. Selengkapnya >>>
Situs KBRI Pakistan Diserang 'Hacker Turki'
Untungnya adegan itu hanya gambar yang ditempelkan, secara tidak sah tentunya, pada halaman depan situs Kedutaan Besar Republik Indonesia di Islamabad, Pakistan (kbri-islamabad.go.id).
Dari tampilan aksi yang dilakukan, bisa diduga pelaku berasal dari Turki. Kelompok-kelompok tertentu di Turki memang dikenal gemar melakukan vandalisme online seperti ini.
Biasanya aksi kelompok yang kerap digeneralisir sebagai 'hacker turki' ini dilakukan secara massal. Jadi, jangan dulu menduga-duga ada muatan politik atau ideologi terhadap Indonesia dari aksi ini.
Penelusuran di Zone-H, situs yang mencatat aksi web defacement di dunia, juga menunjukkan indikasi yang sama. Kelompok bernama 1923-Turk, yang menstempel halaman depan situs KBRI itu, sedang melakukan aksi massal pada berbagai server di dunia. Selengkapnya >>>
Server WordPress Dibobol
Hal ini diungkapkan pendiri WordPress, Matt Mullenweg, dalam blog resminya. "Automattic (perusahaan di balik WordPress) jadi korban pembobolan low-level alias root di beberapa server kami," tulis Matt,
Menurutnya, ada kemungkinan data apapun yang ada di server itu telah berhasil diakses oleh pelaku.
"Kami sedang meneliti dan mengkaji log serta rekaman data dari kejadian itu untuk melihat sejauh mana informasi yang terekspos, dan kami mengamankan ulang jalur-jalur yang digunakan," ujarnya.
Matt memperkirakan source code yang ada di dalam server itu telah disalin. Meski WordPress bersifat Open Source, Matt menuturkan ada hal-hal sensitif di dalam server dari kode Automattic dan rekanan.
Saran Matt bagi pengguna WordPress, seperti dituliskannya, hanyalah apa yang sudah pernah mereka sarankan sebelumnya. Ini termasuk memperkuat password, menggunakan password yang berbeda-beda untuk setiap situs yang dipakai dan mengubah password yang masih sama.
"Penyelidikan kami masih berlangsung dan butuh waktu. Seperti sudah saya katakan, kami mengambil langkah yang tegas untuk mencegah insiden serupa di masa depan," ia menandaskan. Selengkapnya >>>
'k1ll.th3.tv,' Identitas Penjebol Situs Polri?

Situs Polri yang dijebol meninggalkan sebuah jejak. 'k1ll@th3.tv', yang tertera pada akhir laman bisa jadi merupakan identitas peretas yang membobol dan mendeface situs resmi www.polri.go.id.
Ketika ditelusuri langsung ke alamat tersebut, Kamis (16/5/2011) memang hanya menemukan sebuah laman bergambar sebuah televisi dengan layar pecah di ujung kanan bawahnya.
Namun, ketika dicoba ditelusuri melalui Google, ditemukan kata k1ll.th3.tv yang mengarahkan ke sebuah situs jejaring sosial bernama Nahnumuslim.
Saat dikunjungi, k1ll.th3.tv sepertinya digunakan sebagai nama akun di situs tersebut. Di dalamnya hanya ditemukan 2 buah postingan yang isinya sama persis dengan menyertakan link yang mengarah ke situs Polri yang sudah di deface.
Isi tulisan dalam postingan itu adalah: "pembangkit semangat http://www.polri.go.id/backend/index.html http://ppid.polri.go.id/backend/index.html
http://www.polri.go.id/backend/index.html,"
Seperti dikutip dari keterangan waktunya, kedua tulisan tersebut diketahui diposting pada 16 Mei 2011, pada pukul 05:58 dan 16 May 2011, pada 06:01.
Pada tab info di laman profilnya ditemukan informasi bahwa k1ll.th3.tv telah bergabung dengan Nahnumuslim sejak 30 April 2011. Sedangkan ketika menuju tab Group, ada 4 akun yang diikuti, diantaranya Cyberjihad dan Barisan Mujahidah.
Pantauan www.police-line.tk pukul 17.00 WIB, Senin (16/5/2011) situs Mabes Polri di www.polri.go.id tidak bisa diakses seperti biasanya. Namun, ketika memasukan alamat http://www.polri.go.id/backend/index.html pada address bar di browser, pengunjung akan menemukan sejumlah tulisan dan sebuah video yang terselip berjudul Doa Hamba Allah yang Prihatin dengan Kondisi Umat Islam.
Video itu berisi doa yang dibacakan Syaikh Muhammad Al Mohaisany yang merupakan Imam Masjid Masjidil Haram di Makah, Arab Saudi dan menampilkan gambar para mujahidin, termasuk pimpinan Al Qaeda, Osama bin Laden yang baru saja tewas tertembak.
Selengkapnya >>>
Polri Belum Mengetahui Motif Pembobolan Situsnya
Hingga saat ini Polri belum bisa memastikan apa motif sebenarnya pelaku yang membobol atau meretas situs resmi milik Polri. Polri juga belum menyimpulkan apakah pelaku terkait satu jaringan tertentu.
Hal itu disampaikan oleh Kadiv Humas Polri, Irjen Anton Bachrul Alam,, di Jakarta, Senin (16/5/2011). Saat ditanya apakah Polri sudah bisa mengetahui apa motif dan siapa pelaku pembobol situs miliknya, Anton mengatakan saat ini masih didalami. "Motifnya belum diketahui secara pasti, juga apa pesan yang hendak disampaikan dengan tindakan ini. Saat ini pelaku masih tengah diselidiki," ucapnya.
Mantan Kapolda Jawa Timur ini juga belum bisa memastikan apakah pelaku terkait dengan jaringan terorisme atau orang-orang yang bersimpatik terhadap jaringan tersebut. "Belum bisa dipastikan, pelaku masih dilidik. Mungkin ingin membenturkan Polri, dengan upaya pemberantasan terorisme," tutupnya.
Sebelumnya situs Polri (www.polri.go.id) di-hack oleh seseorang yang mengajak pejuang Islam untuk bangkit. Ketika situs Polri dibuka, tampilan muka situs tersebut kosong, tapi tidak ada pesan error atau kejanggalan. Namun bila menuliskan http://www.polri.go.id/backend/index.html pada adress bar di browser, pengunjung dibawa pada sebuah halaman berlatar belakang hitam yang berisi tampilan foto dua orang berbaju khas kearab-araban mengibarkan bendera. Ada juga tulisan sebuah kalimat "Tiada tuhan kecuali Allah - Muhammad hamba dan utusan Allah". Selain itu ada juga tulisan "Bangkitlah singa-singa Islam!" yang terletak di bawahnya.
Selanjutnya di bawah foto dan tulisan terdapat link video yang telah dipublikasi di situs Youtube dengan judul 'Doa Hamba Allah yang Prihatin dengan Kondisi Umat Islam'. Doa tersebut diambil dari doa Syaikh Muhammad Al-Mohaisany, Imam Masjidil Haram, Mekkah. Di bawah link video tersebut terdapat arti doa tersebut dalam bahasa Indonesia.
Selengkapnya >>>
Situs Polri Gampang Dibobol
Pakar teknologi informatika Ruby Alamsyah mengakui Polri memiliki kelemahan dalam mengelola situs miliknya, sehingga mudah dibobol oleh hacker.
"Menurut saya, Polri sebagai sebuah institusi penegak hukum di Indonesia yang tugas utamanya melindungi masyarakat, kurang memiliki consern terhadap IT security. Faktor keamanan mungkin tidak menjadi konsentrasi utama mereka," ujar Ruby, Senin (16/5/2011).
Ruby juga mengaku bahwa sebetulnya selain situs Polri, kebanyakan situs badan pemerintah memiliki kelemahan dalam kemananan untuk menangkal hacker. Menurut Ruby, orang yang mengerti teknologi informasi banyak yang mengetahui bahwa situs-situs resmi itu memiliki kelemahan. Namun, sangat jarang orang yang berminat untuk membobol.
"Secara teknis, banyak situs pemerintah yang memang mudah dihack. Yang tahu juga banyak, tapi yang iseng sedikit. Soalnya lebih banyak yang tahu konsekuensinya (jika melakukan pembobolan)," tegas Ruby.
Sebelumnya diberitakan, Polri mengakui situs resminya telah dibobol atau diretas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Polri akan mengusut pembobol situs resminya ini.
"Kita akan selidiki dan cari siapa pelakunya," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Anton Bachrul Alam.
Anton mengakui, pihaknya baru mengetahui hari ini jika situs resminya diretas oleh pihak yang menurutnya ingin membenturkan Polri, dengan upaya pemberantasan terorisme.
Pembobol situs Polri itu mengajak pejuang Islam untuk bangkit. Ketika situs Polri dibuka, tampilan muka (www.polri.go.id) situs tersebut kosong, tapi tidak ada pesan error atau kejanggalan. Namun bila menuliskan http://www.polri.go.id/backend/index.html pada adress bar di browser, pengunjung dibawa pada sebuah halaman berlatar belakang hitam yang berisi tampilan foto dua orang berbaju khas kearab-araban mengibarkan bendera. Ada juga tulisan sebuah kalimat "Tiada tuhan kecuali Allah - Muhammad hamba dan utusan Allah". Selain itu ada juga tulisan "Bangkitlah singa-singa Islam!" yang terletak di bawahnya.
Selanjutnya di bawah foto dan tulisan terdapat link video yang telah dipublikasi di situs Youtube dengan judul 'Doa Hamba Allah yang Prihatin dengan Kondisi Umat Islam'. Doa tersebut diambil dari doa Syaikh Muhammad Al-Mohaisany, Imam Masjidil Haram, Mekkah. Di bawah link video tersebut terdapat arti doa tersebut dalam bahasa Indonesia.
Selengkapnya >>>
Hacker Sengaja Rusak Situs Polri
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam mengatakan bahwa adanya perubahan pada situs www.polri.go.id baru diketahuinya dan ini merupakan ulah oknum yang sengaja ingin merusak.
Anton mengatakan tengah menyelidiki kasus tersebut. ia mengaku baru mengetahui pembajakan terhadap situs Polri. Anton meminta masyarakat bersabar dan proaktif memberikan informasi. "Yang jelas kalau itu berubah bukan dari kita. Ada pihak yang sengaja mengacaukan situs kita," ungkap Anton Bachrul Alam melalui pesan singkat kepada www.police-line.tk, Selasa (17/5/2011).
Anton mengatakan tengah menyelidiki kasus tersebut. ia mengaku baru mengetahui pembajakan terhadap situs Polri. Anton meminta masyarakat bersabar dan proaktif memberikan informasi.
Diketahui, situs Mabes Polri dijebol hacker. Halaman situs tersebut di-deface oleh hacker yang belum diketahui identitasnya. Laman tersebut adalah tulisan 'Tiada tuhan kecuali Allah - Muhammad hamba dan utusan Allah' dengan latar belakang warna hitam.
Di laman yang diretas itu juga disisipkan sebuah video berjudul Doa Hamba Allah yang Prihatin dengan Kondisi Umat Islam yang diambil dari situs Youtube. Video yang disisipkan itu berisi doa yang dibacakan Syaikh Muhammad Al Mohaisany yang merupakan Imam Masjid Masjidil Haram di Makah, Arab Saudi.
Ada juga gambar dua orang pria yang tampak memakai baju ala pejuang jihad sambil memegang bendera bertuliskan huruf arab.
Selengkapnya >>>
HAH! Situs Polri di-HACK???
Ketika situs Polri dibuka, situs akan otomatis mengarahkan ke sebuah alamat http://www.polri.go.id/backend/index.html. Namun dalam pantauan Police-Line, Senin (16/5/2011), situs Polri tersebut tidak bisa diakses sama sekali alias blank. Hanya saja, link itu masih bisa diakses dengan cara mengetik link tersebut langsung.
Di alamat tersebut, barulah terlihat bahwa situs lembaga penegak hukum tersebut telah diretas. Di situ hanya ada latar berwarna hitam dengan sebuah foto dua orang berbaju khas kearab-araban mengibarkan bendera. Ada juga tulisan sebuah kalimat "Tiada tuhan kecuali Allah - Muhammad hamba dan utusan Allah". Selain itu ada juga tulisan "Bangkitlah singa-singa Islam!" yang terletak di bawahnya.
Selanjutnya di bawah foto dan tulisan terdapat link video yang telah dipublikasi di situs Youtube dengan judul 'Doa Hamba Allah yang Prihatin dengan Kondisi Umat Islam'.
Doa tersebut diambil dari doa Syaikh Muhammad Al-Mohaisany, Imam Masjidil Haram, Mekkah. Di bawah link video tersebut terdapat arti doa tersebut dalam bahasa Indonesia.
Selengkapnya >>>
Hacker Jual Murah Situs Pemerintah AS
Ternyata, di kalangan para peretas (hacker), situs-situs pemerintahan AS dihargai begitu murah. Menurut laporan terbaru dari firma keamanan komputer Imperva, kontrol terhadap situs-situs pemerintahan AS diperjualbelikan mulai dari harga US$33-US$499 (Rp 300 ribu sampai Rp 4,5 juta).
Seperti dikutip dari situs ComputerWorld, pada sebuah forum 'bawah tanah' yang merupakan pasar gelap di kalangan hacker, Imperva menemukan adanya jual beli beberapa situs web pemerintah AS, termasuk situs milik kalangan militer.
Di antaranya adalah situs Pharmacoeconomic Center milik Departemen Pertahanan AS yang menganalisa penggunaan obat-obatan bagi militer, dan veteran AS. Lalu ada situs negara bagian Utah AS dan Michigan, situs pemerintahan Italia, maupun beberapa situs universitas di AS.
Tak hanya menjual situs pemerintah, para peretas juga mengobral beberapa informasi rahasia yang mereka curi dari berbagai situs hanya seharga US$20 (180 ribu) untuk 1000 informasi rahasia tadi.
Biasanya informasi ini diperlukan para spammer atau penipu online untuk melancarkan aksi-aksinya. Sejauh ini, Bar-Yosef mengatakan ada sekitar 16 situs pemerintahan dan 300 ribu data rahasia orang yang diperjualbelikan di forum itu.
Hacker Jual Murah Situs Pemerintah AS
Situs negara bagian, departemen pertahanan, dan militer AS dijual murah oleh para peretas.
SENIN, 24 JANUARI 2011, 12:24 WIB Indra Darmawan
Hacker menjual murah kontrol terhadap situs-situs pemerintahan AS (identityfraudnews.com)
BERITA TERKAIT
China, Surga Bagi Para Hacker
Intelijen AS Interogasi Hacker Wikileaks
Situs ITS Punya Celah
Hacker Pembobol 114.000 Data iPad Dicokok FBI
Hacker Penjebol Email Palin Dibui 20 Tahun
Ternyata, di kalangan para peretas (hacker), situs-situs pemerintahan AS dihargai begitu murah.
Menurut laporan terbaru dari firma keamanan komputer Imperva, kontrol terhadap situs-situs pemerintahan AS diperjualbelikan mulai dari harga US$33-US$499 (Rp 300 ribu sampai Rp 4,5 juta).
Seperti dikutip dari situs ComputerWorld, pada sebuah forum 'bawah tanah' yang merupakan pasar gelap di kalangan hacker, Imperva menemukan adanya jual beli beberapa situs web pemerintah AS, termasuk situs milik kalangan militer.
"Anda bisa membeli akses administrator situs-situs tersebut dengan mudah," ujar Noa Bar-Yosef, Senior Security Strategis Imperva. Padahal, semua itu adalah situs penting.
Di antaranya adalah situs Pharmacoeconomic Center milik Departemen Pertahanan AS yang menganalisa penggunaan obat-obatan bagi militer, dan veteran AS. Lalu ada situs negara bagian Utah AS dan Michigan, situs pemerintahan Italia, maupun beberapa situs universitas di AS.
Tak hanya menjual situs pemerintah, para peretas juga mengobral beberapa informasi rahasia yang mereka curi dari berbagai situs hanya seharga US$20 (180 ribu) untuk 1000 informasi rahasia tadi.
Biasanya informasi ini diperlukan para spammer atau penipu online untuk melancarkan aksi-aksinya. Sejauh ini, Bar-Yosef mengatakan ada sekitar 16 situs pemerintahan dan 300 ribu data rahasia orang yang diperjualbelikan di forum itu.
Bar-Yosef memperkirakan, hacker mampu mencuri data rahasia tersebut menggunakan serangan yang disebut SQL Injection. Biasanya laman web yang menyediakan boks pencarian atau form pengisian, bisa diserang, karena boks tersebut akan berhubungan langsung dengan database.
Menurutnya, tidak perlu keahlian teknis yang mendalam untuk melakukan hal itu. Bahkan hacker pemula yang biasa disebut dengan istilah 'script kiddies', bisa melakukan serangan jenis ini.
Namun, serangan SQL Injection bisa berakibat fatal. Misalnya pada kasus jebolnya sistem pembayaran milik perusahaan Heartland dan 7-Eleven oleh peretas bernama Albert Gonzalez.
Selengkapnya >>>
Hacker Nonaktifkan 100 Mobil
Februari lalu, Omar Ramos-Lopez dipecat dari agen penjual mobil Texas Auto Centre dan dia sangat marah. Akibatnya dia bertindak nekat. Ramos-Lopez melampiaskan kemarahannya itu dengan menyelusup masuk ke dalam sistem yang memungkinkan dia membuat kendaraan-kendaraan tidak berfungsi dari jarak jauh.
Laman Gizmodo melaporkan bahwa Ramos-Lopez menggunakan peranti lunak (software) bernama Webtech Plus. Software ini memungkinkan agen penjual mematikan sistem kendaraan atau membuat klakson mobil terus berbunyi jika pembeli terlambat membayar cicilan.
Ramos-Lopez sukses membuat lebih dari seratus mobil tidak berfungsi. Awalnya, mantan manajer Ramos-Lopez, Martin Garcia mengira kejadian tersebut merupakan gangguan teknis."Kami menerima keluhan dari 100 pelanggan," ujar Garcia seperti dikutip laman Christian Science Monitor.
Ramos-Lopez menggunakan kata kunci milik rekan kerjanya untuk memasuki sistem Webtech Plus. Dia menonaktifkan banyak mobil dan menyalakan beberapa klakson. Sejumlah pemilik mobil terpaksa memanggil mobil derek atau meninggalkan kendaraannya di rumah atau kantor.
"Omar memang mahir menggunakan komputer," ujar Garcia.
Kepolisian Austin telah menangkap Ramos-Lopez. Pemuda berusia 20 tahun itu dikenai pasal penerobosan keamanan komputer. Juru bicara Kepolisian Austin, Veneza Aguinaga mengatakan perbuatan Ramos-Lopez membuat banyak orang kehilangan penghasilan.
Selengkapnya >>>
Hacker Geohot Berdamai dengan Sony
Masih ingat penjebol konsol Sony PS3? Ya, dialah Goerge Hotz alias 'Geohot'. Perseteruan lawas antara Hotz dengan Sony, akhirnya berakhir damai. Seperti dilansir dari PC Magazine, Sony dan Geohot sepakat mengakhiri kasus mereka yang sempat naik ke meja hijau. Keduanya bahkan membuat pernyataan bersama ke media. Surat persetujuan ini diteken kedua belah pihak.
"Motivasi awal kami melakukan litigasi ini adalah untuk melindungi properti intelektual dan konsumen kami. Kami percaya perdamaian akan menjadi keputusan permanen demi mencapai tujuan ini," ujar Riley Russel, General Counsel Sony Computer Electronics America (SCEA), dalam pernyataan tertulisnya.
Sementara Hotz mengaku lega kasus hukumnya telah terselesaikan. "Saya tidak pernah bermaksud membuat masalah bagi pengguna atau membuat pembajakan menjadi semakin mudah," kata dia.
Sebelum ini, SCE mendaftarkan gugatannya kepada Hotz, bersama Hector Martin Cantero, Sven Peter, dan beberapa orang lainnya, yang dicurigai bagian dari kelompok hacker FailOverFlow. Sony gerah terhadap kelompok ini karena mereka mempublikasikan root key dari PS 3, sehingga orang-orang bisa memiliki root access terhadap konsol PS3 tanpa memerlukan media eksternal.
SCEA menggugat Hotz dengan pasal pelanggaran, dan penipuan komputer, Digital Millenium Copyright, hukum pelanggaran hak cipta berlaku di California, pelanggaran kontrak, dan beberapa pelanggaran lainnya.
Hingga kini, langkah Sony mempermasalahkan hacking PS3 ke pengadilan sendiri masih mengalami protes dan boykot dari kelompok hacker Anonymous.Anonymous, kelompok hacker yang pernah melakukan advokasi kepada pendiri WikiLeaks Julian Assange dan perjuangan oposisi Mesir lewat internet.
Selengkapnya >>>
Alasan Grup Hacker Dukung Pembobol PlayStation 3
Kelompok hacker bernama Anonymous rela pasang badan demi pembobol PlayStation 3, GeoHot. Bukan tanpa alasan, melainkan demi membela beberapa poin yang mereka anggap benar.
Nama kelompok peretas Anonymous mulai mencuat pasca penutupan situs Wikileaks. Sejak itu grup ini mulai menyerang beberapa situs yang dianggap tidak membela kepentingan masyarakat. Sebut saja penyerangan situs Amazon usai mendepak Wikileaks, dilanjutkan dengan penyerangan ke Mastercard dan Visa.
Kisruh antara Sony dengan GeoHot pun tampaknya menarik simpatik Anonymous. Grup hacker ini berjanji akan melakukan pembalasan terhadap Sony dengan menyerang ke beberapa situs milik raksasa elektronik tersebut.
"Kita tidak bisa, dan tidak akan membiarkan Sony untuk menyensor informasi. Jika kita membeli sesuatu, itu akan menjadi milik kita. Kita bebas memperlakukannya dengan cara apapun yang kita suka," tulis Anonymous Seperti yang dikutip detikINET dari pastebin, Senin (4/4/2011).
Selain itu Anonymous juga menuliskan beberapa poin di balik aksi dukungan mereka terhadap GeoHot, antara lain:
Jailbreak di iPhone adalah legal, dan pengadilan pun menolak ini diperkarakan.
Tuntutan terhadap modifikasi Xbox 360 juga ditolak pengadilan, padahal kasusnya sama dengan GeoHot.
GeoHot harusnya di pengadilan sipil, bukan di pengadilan pidana.
Hakim coba memidahkan persidangan dari New Jersey (tempat tinggal GeoHot) ke California, di mana posisi Sony akan lebih kuat.
Modifikasi yang dilakukan GeoHot hanya mengembalikan fitur kompatibilitas PS3 terhadap Linux yang sejak pertama ada.
GeoHot tidak pernah menggunakan layanan PlayStation Network karena ia tidak setuju dengan perjanjian di dalamnya.
Selengkapnya >>>
Koneksi Internet Mesir Hidup Lagi
Setelah empat lima hari 'log out' dari sambungan internet, Mesir kini telah online kembali. Seperti dikutip dari situs CNet, pemerintah Mesir telah memulihkan kembali sambungan internetnya. "Penyedia-penyedia layanan internet Mesir telah mengembalikan koneksi internet pada 11.29 waktu Kairo (16.29 wib)," ujar firma pemantau internet Renesys, dalam blog resmi mereka.
Kini, beberapa situs di Mesir, termasuk Kedubes AS di Kairo, Bank Sentral Mesir, maupun Bursa Saham Mesir, sudah dapat diakses.
Tak ayal lagi, kegiatan Twitter seputar tema 'Egypt kini juga meningkat. "Internet telah normal kembali di Mesir! AKHIRNYA!" kata Dalia Ziada, salah seorang aktivis kemanusaiaan yang berlokasi di Kairo.
Setelah lima hari putus hubungan dengan internet, kini Dalia kebanjiran email di kota inbox-nya. "Oh Tuhan, Saya mendapat lebih dari 500 e-mail!"
Pemulihan koneksi internet ini dilakukan setelah Presiden Hosni Mubarak menyatakan untuk tidak mencalonkan diri lagi pada pemilu mendatang. Mubarak sendiri tetap enggan untuk mundur saat ini.
Sebelumnya, Mesir memutuskan koneksi internet sejak Jumat pekan lalu. Hal itu ditempuh sebagai bagian dari upaya pemerintah menangkal gerakan oposisi yang menggunakan Facebook dan Twitter sebagai media komunikasi mereka.
Selengkapnya >>>
Hacker Buat Akses Internet Darurat di Mesir
Upaya pemerintah Mesir memblokir internet di negaranya untuk melumpuhkan jalur komunikasi kelompok oposisi, memunculkan upaya-upaya kelompok aktivis internasional untuk memulihkan koneksi internet di negara itu.
Kelompok aktivis internet Telecomix serta kelompok hacker Anonymous dikabarkan berupaya untuk membangun kembali infrastruktur internet darurat di Mesir dengan membangun akses point internet sendiri dan memanfaatkan saluran kabel telepon luar negeri.
Seperti dikutip dari Forbes, sejak Kamis malam waktu setempat, Mesir memang telah memblokir akses internet dari empat penyedia internet (ISO) terbesar mereka: Link Egypt, Vodafone/ Raya, Telecom Egypt, dan Etisalat Misr.
Bahkan, tak hanya koneksi internet, Mesir juga memblokir layanan SMS di negaranya. Hal itu dilakukan oleh pemerintah, karena selama ini kelompok oposisi memanfaatkan jejaring sosial untuk melakukan komunikasi dan koordinasi dalam melaksanakan aksi-aksi mereka.
Akibatnya, beberapa aktivis Mesir kini memanfaatkan radio amatir untuk saling berkomunikasi. "Internet tidak berfungsi, mobil polisi terbakar. Hari ini menandai hari besar bagi sejarah Mesir," ujar seorang warga Mesir yang menggunakan sandi Morse lewat radio amatir.
Namun, setidaknya hingga kini jaringan telepon kabel di Mesir tetap bisa berfungsi. Oleh karenanya, kelompok hacker Anonymous, bahkan sempat mengirimkan dokumen-dokumen bocoran WikiLeaks tentang kekejaman dan kebrutalan rezim Hosni Mubarak melalui faksimili, ke sekolah-sekolah di Mesir.
Mereka menghimpun database nomor faksimili milik perusahaan dan sekolah-sekolah di Mesir dengan cara mencarinya di mesin pencari Google. Selain itu, Telecomix juga memantau saluran radio amatir, untuk membangun komunikasi dengan kelompok oposisi lokal.
“Kami berdiri di belakang rakyat kecil yang tengah berjuang melawan pemerintahnya. Kami percaya, orang-orang perlu melihat kebenaran, karena kini mayoritas Internet Mesir mati sehingga publik tidak bisa mengakses informasi vital ini,” kata salah satu sumber dari kelompok Anonymous.
Sebelumnya, hacker Anonymous dikenal sebagai kelompok hacker yang membela situs pembocor rahasia WikiLeaks dan melakukan serangan terhadap pihak-pihak yang dianggap memusuhi WikiLeaks, seperti PaypPal, Visa, atau MasterCard.
Sebelum pemerintah Mesir memblokir akses internet, Anonymous juga sempat menargetkan serangan Distributed Denial of Service (DDoS) terhadap situs-situs pemerintahan Mesir, khususnya situs Kementrian Komunikasi dan Teknologi Informatika Mesir.
Selengkapnya >>>
Hacker Anonymous Dukung Oposisi Mesir
Ingat kelompok hacker yang gigih membela situs pembocor rahasia WikiLeaks? Kini para peretas yang menamakan diri mereka sebagai kelompok Anonymous, turut ambil bagian dalam memanasnya tensi politik di Mesir. Kali ini, Anonymous menyatakan akan mendukung perjuangan kelompok oposisi Mesir.
Melalui siaran pers yang disebarkan secara luas, mereka mengancam untuk membombardir situs-situs pemerintah Mesir karena dianggap menghalang-halangi kebebasan informasi di negara itu.
Seperti diketahui sebelumnya, Mesir memang memblokir Facebook, Twitter, bahkan akses layanan BlackBerry di negaranya untuk meredam perjuangan kaum oposisi.
"Anonymous ingin agar Anda menyediakan akses bebas bagi media tanpa sensor di seluruh penjuru negeri. Bila Anda mengabaikan permintaan ini, kami tak segan-segan untuk menyerang situs-situs pemerintah, dan kami juga akan membuat media internasional melihat kenyataan pahit yang Anda lakukan kepada masyarakat."
Seperti dikutip dari situs milik firma keamanan komputer Sophos, target utama Anonymous adalah situs milik Kementerian Komunikasi dan Informatika Mesir.
Seperti halnya serangan yang sempat dilancarkan terhadap PayPal, operasi yang dinamakan Operation Egypt kali ini juga mengandalkan pola penyerangan Distributed Denial of Service (DDoS), yakni dengan membanjiri situs target dengan banyak trafik, dalam waktu seketika.
Tentu saja, karena sejak dini hari waktu setempat akses Internet di Mesir diblokir, para hacker pun tak bisa melancarkan aksi mereka membombardir situs-situs pemerintah Mesir.
Sementara itu, pemerintah Inggris kemarin kembali menangkap lima orang yang dicurigai mendukung aksi kelompok Anonymous dalam melancarkan serangan mereka ke situs-situs seperti PayPal dan Amazon. Kelima orang yang diciduk polisi itu berusia antara 15-26 tahun.
Selengkapnya >>>
Terus Didemo, Mesir Blok Facebook dan Twitter
Pemerintah Mesir memblokir akses internet ke Facebook dan Twitter di wilayah mereka. Pasalnya, kedua laman jejaring sosial itu telah menjadi andalan para aktivis untuk mengerahkan massa menentang rezim Presiden Hosni Mubarak secara serentak di penjuru Mesir dalam beberapa hari terakhir.
Demonstrasi anti Mubarak terus berlangsung Rabu waktu setempat, kendati pemerintah sudah melarang massa untuk berkumpul dan berunjuk rasa seperti yang mereka lakukan Selasa lalu.
Menurut stasiun berita MSNBC, pemerintah Mesir mulai memblokir akses ke Facebook dan Twitter pada Rabu, 26 Januari 2011, sehari setelah digelar aksi demonstrasi terbesar di negara itu. Warga kini mulai mengeluhkan sulitnya akses ke Facebook. Keluhan telah disampaikan ke markas Facebook di Amerika Serikat.
“Kami mengetahui laporan adanya gangguan pelayanan, namun kami tidak menemukan adanya perubahan berarti pada lalu lintas jaringan di Mesir,” ujar Andrew Noyes, manajer komunikasi kebijakan publik Facebook.
Menurut laporan dari Herdict.org, sebuah laman yang dikelola oleh Universitas Harvard untuk memantau aksesibilitas internet di seluruh dunia, layanan Twitter di Mesir mengalami gangguan. Laporan ini telah dibenarkan oleh Twitter berdasarkan konfirmasi yang dilansir dari laman PCMag.
“Kami mengkonfirmasikan bahwa Twitter diblokir di Mesir pada pukul 8 pagi hari ini (Rabu, 26 Januari 2011). Pemblokiran berdampak pada Twitter dan berbagai aplikasinya,” ujar Twitter pada akun @twitterglobalpr.
“Kami yakin keterbukaan informasi dan pandangan akan memberikan keuntungan pada masyarakat dan membuat pemerintah lebih baik dalam berhubungan dengan rakyat,” lanjut Twitter lagi.
Dengan lima juta penggunanya, Mesir adalah pengguna jejaring sosial terbesar di antara negara-negara Arab. Menurut kantor berita Associated Press, jejaring sosial adalah alat utama para pengunjuk rasa dalam berkomunikasi dan mengumpulkan massa.
Salah satu grup di Facebook yang mendapatkan banyak pengikut adalah “Kami semua Khaled Said”, merujuk nama seorang pengunjuk rasa yang tewas dipukuli polisi keamanan. Pada Selasa, grup ini telah mendapatkan 90.000 pengikut yang menyatakan protesnya terhadap pemerintah.
Berkat ajakan unjuk rasa yang diposting di dua jejaring sosial ini, ribuan orang turun ke jalan pada Selasa dan terus berlanjut pada Rabu. Enam orang dilaporkan tewas di Kairo dan Suez pada bentrokan antara pengunjuk rasa dengan pasukan keamanan.
Selengkapnya >>>
Warga Liberia Tipu Janda Rp5 M Lewat Facebook
Keberadaan situs jejaring sosial seperti Facebook kini menjadi media paling populer dan digandrungi setiap orang, mulai sekadar mencari teman hingga jodoh. Namun, di sisi lain, Facebook kerap menjadi alat bagi pelaku kejahatan untuk melakukan aksinya, seperti penipuan.
Bahkan, berbagai modus kejahatan melalui Facebook mulai berkembang. Yang tergolong baru yakni penipuan yang mengincar janda-janda melalui situs jejaring sosial.
Seperti yang terjadi pada RN, perempuan pengusaha kaya yang tertipu oleh lelaki berkewarganegaraan Liberia berinisial MRGG (45). Akibatnya, RN tertipu hingga Rp5 miliar.
"Pelaku, MRGG, memang mengincar para perempuan, terutama janda yang memiliki akun Facebook," kata Kepala Satuan Cyber Crime Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, AKBP Hermawan, di Jakarta, Rabu 2 Februari 2011.
Modus yang dilakukan pelaku, menurut dia, awalnya sebatas perkenalan dengan tersangka. Singkat cerita, korban yang merupakan janda itu, kemudian meminta pelaku mengenalkannya dengan seorang pria untuk dijadikan istri.
Untuk lebih meyakinkan korban, tersangka kemudian membuat akun di Facebook dengan nama Josh. Di Facebook itu, tersangka memasang foto-foto lelaki berkulit putih yang bertampang keren dan gagah. Hal itu dilakukan agar korban merasa yakin dan memilih untuk segera berkenalan.
Tidak hanya itu, Hermawan melanjutkan, pelaku juga memasang foto lelaki kulit putih itu bersama anaknya. Upaya itu untuk memperlihatkan seolah-olah pria yang penyayang anak, sehingga korban tertarik.
Setelah itu, korban dan tersangka menjalin komunikasi yang intensif melalui chatting. Tersangka pun mengeluarkan rayuan gombalnya agar mendapatkan semua keinginannya. Bahkan, tersangka berjanji akan menikahi korban, meskipun keduanya tidak pernah bertemu sekali pun.
Tersangka kemudian mengaku membutuhkan uang banyak karena harus masuk ke rumah sakit. Bahkan, pelaku meminta anak kecil untuk berteriak meminta tolong kepada korban, melalui handphone. "Itu dilakukan agar korban semakin percaya," ujar dia.
Karena merasa iba dan mulai mencintai pelaku, korban akhirnya mempercayai dan rela mengeluarkan uang senilai total Rp5 miliar.
"Uang itu ada yang sebagian ditransfer ke bank di Thailand dan ada yang diambil langsung oleh tersangka dengan berpura-pura menjadi kurir 'Josh'," jelas dia.
Karena merasa telah tertipu, korban kemudian melaporkan perbuatan tersangka ke Polda Metro Jaya pada Januari 2011.
Polisi akhirnya berhasil mengamankaan tersangka di rumahnya di Centex, Ciracas, Jakarta Timur pada Rabu 2 Februari 2011. Dari tersangka, polisi menyita uang tunai senilai total Rp260 juta terdiri atas mata uang euro, bath, dolar AS, dan rupiah.
Selain itu, polisi menyita sebuah laptop, iPad, dan sejumlah handphone.
Tersangka, menurut Kasat, telah melakukan aksinya sejak 2006. Hal itu dikuatkan adanya beberapa bukti transfer uang ke rekeningnya sejak 2006.
Polisi menduga, kegiatan penipuan tersangka merupakan sindikat. Hingga kini, polisi masih mengejar satu teman tersangka berinisial Br yang pernah melakukan penipuan modus sama senilai Rp8 juta terhadap wanita janda asal Indonesia. "Teman-temannya ada di Indonesia, Bangkok, dan Malaysia," ujarnya.
Selain itu, pihaknya akan mengeluarkaan red notice bagi daftar pencarian orang (DPO) yang berkewarganegaraan Liberia tersebut. Tersangka yang kini ditahan juga akan dicekal.
Untuk mengantisipasi modus kejahatan itu, Kasat meminta kepada masyarakat pengguna Facebook untuk tidak mudah menambah atau selektif jika ada seseorang yang ingin berteman melalui jejaring sosial itu. "Jangan add orang yang belum dikenal. Bisa jadi itu para pelaku kejahatan yang tengah mengincar korbannya," tuturnya.
Selengkapnya >>>
-
Genderang perang antar hacker Indonesia dengan Malaysia rupanya telah ditabuh. Setelah, sebelumnya dua kelompok dari yadoyy666 (Indonesia) d...
-
Para hacker menggunakan keahliannya dalam komputer untuk melihat, menemukan dan memperbaiki kelemahan sistem keamanan dalam sebuah sistem ko...
-
Terorisme cyber merupakan aktivitas para teroris di dunia maya. Kehadiran kelompok teroris dengan menggunakan internet sebagai kendaraannya ...
-
Hacker memperingatkan, situs resmi milik Universitas Trisakti ternyata dapat dengan mudah ditembus dari luar, termasuk situs-situs seluruh f...
-
Sophos, perusahaan spesialis IT memperingatkan bahwa hacker berusaha mengeksploitasi masalah yang terjadi pada produk antivirus McAfee yang ...
-
Situs mikroblogging Twitter diduga sempat jadi korban aksi pihak yang menamakan diri 'Turkish Hackers'. Pada saat kejadian, situs ya...
