Tampilkan postingan dengan label Chrome. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Chrome. Tampilkan semua postingan

Facebook Mesin Spionase AS

Pendiri situs pembocor rahasia WikiLeaks, Julian Assange, ternyata tak mempercayai jejaring sosial. Dia bahkan mengatakan bahwa Facebook dan Twitter bukan alat yang bisa berguna untuk melangsungkan 'revolusi politik'.



Seperti dilansir situs Silicon Alley Insider, dalam sebuah wawancaranya dengan situs RT, Assange tegas-tegas mengatakan Facebook adalah "mesin mata-mata menakutkan yang pernah ditemukan".

"Facebook adalah database tentang orang yang paling komprehensif, lengkap dengan rekan-rekan mereka, nama-nama mereka, lokasi-lokasi mereka, serta komunikasi terhadap masing-masing mereka," ujar Assange.

Semuanya, Assange menambahkan, bisa diakses oleh agen intelijen AS. Sebab, kata Assange lagi, Facebook, Google, Yahoo, semua organisasi papan atas itu, membuat situs mereka dengan antarmuka yang bisa digunakan oleh intelijen AS.

"Sekarang, apakah berarti Facebook memang dijalankan oleh intelijen AS? Tidak, tidak seperti itu, Tapi sederhananya, intelijen AS mampu melakukan tekanan politik maupun hukum kepada mereka," kata Assange.

Jadi, setiap kali kita menambahkan seseorang ke dalam daftar teman, kata Assange, kita mempermudah pekerjaan intelijen AS dalam membangun database yang lengkap, dengan gratis.

"Sangat mahal untuk mereka (intelijen AS) untuk merekam data setiap orang satu per satu, jadi mereka membuat agar proses ini dilakukan secara otomatis.
Selengkapnya >>>

Hacker Gagal Tembus Google Chrome

Setiap browser utama di dunia tahun ini menjadi korban serangan para hacker dalam kompetisi hacking Pwn2Own yang berlangsung di Vancouve, Kanada.

Di ajang tersebut, hacker yang berhasil mengambil alih kontrol komputer lewat celah keamanan di browser diganjar hadiah 10 ribu dolar AS. Adapun untuk hacker yang sukses menembus iPhone ataupun ponsel Android mendapat kompensasi sebesar 15 ribu dolar AS.

30 Maret 2010, seluruh browser utama dunia dapat ditembus dalam hitungan menit. Termasuk browser terbaru yakni Internet Explorer 8, Firefox, dan Apple Safari.

Meski demikian, ada satu browser yang gagal ditembus oleh para maniak komputer tersebut. Google Chrome. Browser ini semakin mendapatkan reputasi baik sebagai browser yang handal. Pasalnya, para peneliti dan hacker yang terjun di kompetisi yang sama tahun sebelumnya, juga gagal menembus Chrome.

Selain Chrome, sistem operasi Android juga ternyata sangat tangguh dan tak dapat ditembus. Bandingkan dengan iPhone yang bisa dihack hanya dalam hitungan 20 detik saja.

Hasil uji coba pada kompetisi ini bukan berarti menandakan bahwa Google Chrome ataupun Android 100 persen aman. Akan tetapi artinya bahwa browser dan sistem operasi Google itu bukanlah target yang paling mudah ditembus.

Pangsa pasar ataupun jumlah hadiah juga bukanlah alasan mengapa para peneliti celah keamanan tersebut tidak fokus ke produk Google. Alasan peserta tidak terlalu fokus untuk meng-hack produk-produk Google adalah karena produk kompetitornya lebih mudah diatasi.
Selengkapnya >>>