Microsoft mengaku adanya celah keamanan di browser Internet Explorer yang menyebabkan terjadinya serangan cracker (hacker jahat) terhadap para pengguna Internet Explorer 6.Oleh karenanya, Microsoft menyarankan beberapa tip agar pengguna terhindar dari program-program jahat yang ingin mengeksploitasi celah keamanan tersebut.
"Kami menyadari akan adanya serangan terbatas terhadap kelemahan yang terdapat di IE 6. Hingga saat ini kami belum menemukan kasus yang sama terjadi di IE 7 maupun IE 8," kata Public Relation Manager Microsoft Indonesia Mona Monika kepada VIVAnews melalui surat elektronik.
Sementara program tambalan belum tersedia, Microsoft menyarankan pengguna IE untuk melakukan penyetelan keamanan Internet di browser IE ke tingkat tinggi. "Berdasarkan investigasi kami, pengguna perlu melakukan setting internet Zone Security ke level High, sehingga akan memproteksi pengguna dari masalah ini," kata Mona.
Ia menerangkan, penyetelan Internet Zone Setting dapat ditemukan di bagian Tools, lalu ke Internet Options kemudian ke mengubah tingkat Security ke opsi 'High'. Hingga kini, Microsoft memang belum mengeluarkan program tambalan (patch) untuk mengatasi celah keamanan pada browser Internet Explorer tersebut.
Namun, Mona menjelaskan, Microsoft sedang melakukan investigasi secara aktif atas serangan yang telah terjadi, bahkan bekerja sama dengan Google, serta para peminpin mitra bisnis untuk mengatasi hal tersebut.
Celah keamanan di IE ini sendiri mulai mengemuka sejak Google mengaku mendapat serangan dari para peretas asal China dan mengancam untuk hengkang dari negara Panda itu.
Serangan-serangan hacker China juga memanfaatkan celah keamanan Internet Explorer ini dan berupaya mencuri informasi dari akun Gmail aktivis-aktivis HAM negara itu. Akibat celah tersebut, Jerman dan Perancis menganjurkan warganya tak menggunakan Internet Explorer.
Menurut Microsoft, dengan celah keamanan ini, seorang cracker dapat menyembunyikan program jahat di sebuah website - baik personal maupun website umum - yang mengijinkan user generated content.
Bila Seorang pemakai internet mengakses website tersebut, maka sang cracker bisa mengakses komputernya dari jauh. Salah satu hal yang dapat dilakukan oleh sang cracker adalah pencurian ID. "Oleh karena itu, disarankan pengguna untuk berhati-hati dalam melakukan browsing ke website-website yang tidak dikenal." kata Mona.
Apalagi kode-kode eksploit yang bisa memanfaatkan celah keamanan IE, telah beredar di situs-situs, milis-milis, forum, milik komunitas peretas.
"Kami sedang melakukan investigasi yang sangat aktif serta melakukan kerjasama dengan berbagai pihak guna melindungi pelanggan dan pengguna produk kami," Mona melanjutkan.
Selengkapnya >>>
Waspadai Situs Tak Dikenal
Trojan di Balik Pengecas Baterai Energizer
Sebuah trojan dilaporkan mengancam komputer pengguna yang menggunakan pengecas baterai USB Energizer Duo. Keberadaan trojan itu berhasil dideteksi berkat analisa dari perusahaan keamanan komputer Symantec.
Menurut Symantec, trojan telah aktif selama sekitar tiga tahun menginfeksi komputer-komputer Windows. Trojan itu dapat masuk ke komputer melalui software yang digunakan untuk pengecas baterai Energizer tersebut.
Trojan adalah program yang beroperasi secara sembunyi-sembunyi dalam sebuah komputer, dan memberikan celah kepada komputer lain untuk bisa mengakses komputer yang terkontaminasi secara remote.
Temuan trojan ini membuat Energizer untuk mengumumkan penghentian pemasaran produk pengecas baterai dan memindahkan situs yang menyediakan unduhan software bagi pengecas baterai. Energizer bahkan menghimbau kepada konsumen untuk meng-uninstal software versi Windows yang telah mereka unduh.
Energizer tidak menjelaskan bagaimana backdoor trojan bisa masuk ke dalam software. Namun, menurut US-CERT (badan keamanan komputer resmi AS), software installer untuk pengecas baterai Energizer Duo menempatkan file UsbCharger.dll pada direktori aplikasi dan file Arucer.dll pada direktori Windows system32.
Ketika software UsbCharger mengeksekusi, maka software memanfaatkan komponen UsbCharge.dll, UsbCharger.dll mengeksekusi Arucer.dll, dan mengkonfigurasi Arucer.dll untuk mengekskusi secara otomatis, saat Windows mulai dinyalakan.
Masalahnya, Arucer.dll adalah backdoor (pintu masuk) yang membolehkan sistem remote yang tak berwenang, mengakses ke ddalam komputer melalui TCP port 7777.
"Penyerang akan mampu mengendalikan sistem dari jarak jauh, termasuk kemampuan untuk mengumpulkan daftar direktori, mengirim dan menerima file, dan mengeksekusi program," kata US-CERT.
Untuk menangkal trojan ini, pengguna dapat masuk ke direktori Windows system32, kemudian menghapus Arucer.dll. Namun sistem perlu direstart sebelum file secara resmi dihapus. Cara lain, pengguna bisa mengenyahkan software UsbCharger secara keseluruhan.
Arucer.dll akan tetap tersimpan pada direktori system32, tapu mekanisme untuk mengeksekusi kode di DLL tidak akan ada lagi. Cara terakhir, adalah memblok akses [port] 7777/tcp agar koneksi luar ke backdoor bisa dihindari.
Selengkapnya >>>
Cara Meng-Update-kan Status Teman Facebook Kalian
Pernahkah kalian berpikir untuk meng-update-kan status teman Facebook kalian tanpa harus membobol akun Facebook-nya ???
Kejadian serupa begitu marak akhir - akhir ini, dan sebagian pengguna Facebook menganggap itu adalah VIRUS. Sebenarnya itu semua hanya kumpulan script IFRAME dari Link update status Facebook versi mobile http://m.facebook.com/
Berikut adalah source code IFRAME yang saya maksud :
nb : silahkan edit "message.value" di atas sesuai dengan keinginan anda
How to use :
1. Copy paste script di atas ke notepad, trus save as .php atau .html [misal : status.php atau status.html]. Jangan lupa pada 'save as type' pilih "All Files"]
2. Cari hostingan gratisan, sebagai bahan percobaan dan upload file .php/.html tadi ke hostingan
3. Setelah anda upload, coba klik/eksekusi pada browser sendiri link/url dimana posisi file tersebut anda upload.
4. Buka halaman PROFIL Facebook anda, apabila status anda terupdate sendiri setelah anda meng-klik url/link tadi berarti anda berhasil.
Selengkapnya >>>
Ada Trojan di Balik Iklan Yahoo dan Google
Hati-hati saat tertarik dengan iklan online. Sebab, kini banyak malware (malicious software atau program jahat) yang bersembunyi di balik berbagai iklan online.
Temuan terakhir dari para peneliti dari perusahaan anti virus Avast yang dikutip dari situs CNet, mengungkap malware-malware yang memanfaatkan celah keamanan di berbagai platform aplikasi iklan milik Yahoo, Fox, dan Google.
Para pakar keamanan Avast mengatakan bahwa Platform iklan yang paling banyak dirasuki malware adalah Yahoo Yield Manager dan Fimserve milik Fox Audience Network, yang diperkirakan mencapai lebih dari 50 persen dari iklan online yang terinfeksi.
Dalam jumlah yang lebih kecil, platform Google DoubleClick dan MySpace juga ditumpangi malware. "Ini bukan pemain kecil yang telah terinfeksi malware, melainkan server iklan yang terhubung dengan Google dan Yahoo," kata Lyle Frink, Manajer bidang Humas dari Avast.
Malware ditemukan di iklan-iklan yang menggunakan Java Script yang oleh Avast dinamakan 'JS:Prontexi'. Menurut pakar keamanan Avast Jiri Sejtko, script itu adalah program Trojan, yang mengincar sistem Windows.
Trojan itu mencari yang memiliki celah keamanan Adobe Reader, Adobe Acrobat, Java, QuickTime, dan Flash. Walaupun pengguna komputer tak mengeklik link apapun, trojan ini bakal langsung menginfeksi sebuah komputer, sesaat setelah browser memuat (loading) iklan yang telah dirasuki malware.
Iklan-iklan yang telah terinfeksi trojan itu telah berseliweran di dunia maya sejak Desember lalu. Menurut data Avast, ada sekitar 2,6 juta komputer pelanggan yang telah dirasuki trojan ini. Hampir 530 ribu di antaranya mendapatkannya dari iklan Yield Manager, dan 16.300 lainnya dari Google DoubleClick.
Perwakilan Yahoo mengatakan pihaknya tengah menyelidiki masalah ini, namun belum bisa memberikan banyak informasi. "Kami telah mengidentifikasi masalah ini dan sedang berusaha untuk melumpuhkannya di sistem kami," kata Yahoo kepada CNet.
Juru bicara Google juga mengaku telah menemukan malware di iklannya dan tengah memperbaiki masalah ini. "Saat sistem otomatis kami berhasil mengidentifikasi masalah ini, kami langsung berhenti mengoperasikan iklan yang telah terkena malware, dan kami akan terus memperbaiki sistem keamanan kami," kata juru bicara Google.
Praktek penyisipan malware melalui iklan memang mulai marak. Praktek ini disebut juga sebagai malvertising (malicious advertising). Sebelum ini, beberapa iklan di New York Times, TechCrunch, Drudge Report, dan WhitePages.com juga sempat kerasukan malware.
Selengkapnya >>>
Virus Stuxnet Hantui Iran dan Indonesia
Worm trojan Stuxnet yang mengincar sistem kontrol industri, SCADA, ternyata paling banyak menyerang komputer di negara Iran.
Seperti dikutip dari situs BusinessWeek, berdasarkan data dari firma keamanan Symantec, hampir 60 persen dari sistem yang terinfeksi worm Stuxnet berada di Iran.
Sementara Indonesia dan India menjadi negara berikutnya yang menjadi tujuan serangan worm ini dengan prosentase komputer terinfeksi 18 persen dan 8 persen.
Stuxnet pertama kali ditemukan pada bulan lalu oleh sebuah perusahaan keamanan asal Belarusia bernama VirusBlokAda, dan menyerang software otomatisasi yang banyak digunakan di bidang industri (pabrik-pabrik), bernama SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition).
Worm ini menyerang melalui USB drive yang terinfeksi. Ia memanfaatkan celah keamanan di Windows dan sertifikat digital yang cukup ternama untuk menjebol data-data rahasia perusahaan dari sistem SCADA dan mengirimnya ke internet.
"Ini adalah bukti bahwa W32.Stuxnet dibuat dan didistribusikan untuk maksud pencurian dokumen infrastruktur kritikal di beberapa organisasi di negara tertentu," kata Vikram, Thakur, dari Symantec, pada blog resmi perusahaannya.
Kendati penyebaran worm ini tidak terlalu masif, tapi diperkirakan antara 15 ribu hingga 20 ribu komputer telah terinfeksi. Symantec berhasil mengarahkan server pusat worm ini ke komputernya, dan dalam tiga hari saja, sebanyak 14 ribu alamat IP berusaha untuk terhubung dengan server pusat worm ini.
Symantec mengaku tak begitu mengerti mengapa Iran, Indonesia, dan India menjadi negara yang paling banyak terimbas. Namun menurut Symantec, siapapun yang membuat worm ini memang mengincar perusahaan-perusahaan yang berada di wilayah tersebut.
Dari tanggal yang tertera pada digital signature yang dimunculkan oleh worm ini, kata Levy, malware ini telah ada sejak Januari lalu. Saat itu, Siemens didesak untuk menarik divisi usahanya di Iran oleh LSM pro-Israel bernama Stop the Bomb. Desakan terhadap Siemens muncul bersamaan dengan peringatan 65 tahun pembebasan kamp Auschwitz.
"Walaupun Iran adalah salah satu negara yang paling terinfeksi, mungkin juga hal itu disebabkan karena negara itu adalah tempat di mana mereka jarang memiliki antivirusnya saat ini," kata Elias Levy, Senior Technical Director, Symantec Security Response, kepada BusinessWeek.
Siemens telah memposting sebuah software gratis yang mampu memindai keberadaan worm ini, dan hingga kini telah diunduh lebih dari 1500 kali.
Selengkapnya >>>
China, Surga Bagi Para Hacker
China agaknya merupakan 'surga' bagi para hacker. Pasalnya negara itu memiliki banyak marketplace atau toko virtual terbuka yang khusus memperjualbelikan software jahat alias malware (malicious software).
Seperti dikutip dari situs PCWorld, menurut salah seorang pakar keamanan yang berbicara pada konferensi hacker Black Hat Defcon di Texas AS, tool-tool yang dibutuhkan untuk melakukan hacking dengan harga murah dan bisa dikustomisasi, bisa diperoleh dengan mudah di China.
"Para peretas (hacker) di China mengembangkan malware hampir seperti produk software komersial," ujar Val Smith, pendiri firma keamanan komputer Attack Research, dikutip dari PCWorld.
Seperti halnya software komersial, produk-produk malware yang mereka tawarkan dilengkapi dengan nomor seri, iklan produk, persetujuan lisensi, hingga layanan dukungan 24 jam. Menurut Smith, komunitas hacker di marketplace ini sangat besar, dan banyak malware yang tersedia juga sudah sangat canggih.
Tak seperti di AS di mana para peretas memperjualbelikan tool-tool hacking secara diam-diam, di China kebanyakan malware bisa didapatkan dengan mudah secara terbuka, bahkan lewat mesin pencari Baidu.com
Konsumen bisa mendapat tool-tool tadi dengan harga kurang dari US$20 atau berlangganan menjadi anggota untuk mendapatkan update dan suplai tool-tool baru secara berkala. Mereka juga bisa memilih tool hacker apa yang mereka inginkan, mulai dari tool pencurian data, capture screen, keystroke logger, atau jenis hacking lainnya.
Para pembeli juga dapat menjajal program-program malware itu sebelum membeli. Bahkan program malware tadi juga bisa dilengkapi dengan tool statistik yang mampu mendeteksi sampai sejauh mana tingkat penyebaran infeksi yang disebabkan oleh program tersebut.
Selengkapnya >>>
Polisi Paparkan Detail Kasus di Twitter
Greater Manchester Police, salah satu unit kepolisian terbesar di Inggris, memaparkan setiap kasus yang mereka tangani lewat jejaring sosial Twitter.
Diluncurkan menjelang pemangkasan biaya operasional, proyek ini digunakan untuk menegaskan beban tugas yang dihadapi kepolisian dalam periode 24 jam.
Sebagai contoh, dalam 10 jam, polisi telah menerima 1.000 panggilan dari masyarakat. Angka itulah yang akan di-tweet oleh Greater Manchester Police lewat tiga akun Twitter yang mereka siapkan.
“Proyek ini bertujuan untuk menjelaskan pada publik kompleksitas yang dihadapi oleh kepolisian di masa modern,” kata Peter Fahy, Kepala Polisi Greater Manchester, seperti dikutip dari Hexus, 17 Oktober 2010. “Sayangnya, seringkali kerja kepolisian tidak dihargai,” ucapnya.
Polisi, kata Fahy, seringkali dilihat hanya melakukan tugas sederhana, seperti mengejar perampok lalu meringkusnya. “Sebenarnya itu hanya menjadi bagian kecil dari pekerjaan yang harus kami tangani,” ucap Fahy.
Sebagai gambaran, panggilan yang masuk ke polisi sangat luas, mulai dari kecelakaan lalu lintas, perampokan, hacking, sampai kehilangan anak, dan balas dendam.
“Banyak pekerjaan yang kami lakukan terkait dengan masalah sosial dan kesehatan, seperti anak hilang, orang dengan masalah kesehatan mental, dan kekerasan rumah tangga,” ucap Fahy. “Pekerjaan ini tidak mendapat perhatian, padahal itu merupakan bagian besar dari tugas yang kami lakukan," ucapnya.
Tweet dari Greater Manchester Police dapat diikuti di akun @gmp24_1, @gmp24_2, dan @gmp24_3.
Selengkapnya >>>
Symantec Norton Internet Security 2011
Tiap Oktober, Symantec menghadirkan rilis terbaru dari bundel aplikasi pengamanan mereka yakni Norton Anti Virus (NAV) dan Norton Internet Security (NIS). Oktober kali ini vendor tersebut menghadirkan NAV dan NIS 2011.
Seperti diketahui, Norton Internet Security merupakan bundel aplikasi pengamanan yang lebih lengkap dibanding Norton Anti Virus. Fitur seperti perlindungan saat melakukan transaksi online, penangkal hacking, parental control, dan pemberitahuan tentang situs penipuan merupakan fitur yang tidak disediakan pada NAV tetapi terdapat di NIS.
Jika dibandingkan dengan Norton 360, NIS juga sudah cukup lengkap. Anda yang tidak membutuhkan fasilitas seperti optimalisasi kinerja PC serta layanan backup otomatis dan penyimpanan online hingga 2GB cukup memilih Norton Internet Security. Lalu, apa yang menarik dari versi 2011 ini?
Fitur
Pada menu utama aplikasi pengamanan PC dan pelindung identitas saat online terbaru ini, di bagian bawah, terdapat peta Dunia. Yang menarik, peta tersebut bukanlah sekadar pajangan, melainkan peta interaktif.
Bila Anda klik di bagian manapun di peta tersebut, maka Norton Internet Security 2011 akan menyediakan daftar urutan kota-kota yang menghadirkan ancaman terbesar di kawasan yang Anda klik tadi.
Bila Anda klik pada Map Details, maka akan memuncul informasi virus, trojan, ataupun malware lainnya yang sedang marak menyerang di bagian running text di bawah. Jika diklik di bagian info>> lalu klik View Details>> pada menu yang muncul, maka informasi seputar malware tersebut akan dipaparkan lengkap. Syaratnya, Anda perlu terhubung ke Internet agar database informasi malware tersebut dapat diambil dari server Symantec.
Yang menarik, jika Anda ingin melakukan pemindaian, selain melakukan pemindaian pada komputer, Anda juga bisa melakukan scanning pada link-link yang ada di Wall Facebook Anda. Caranya, klik Scan Now, lalu pilih Scan Facebook Wall. Setelah itu Anda akan diminta untuk login ke akun Facebook Anda.
Setelah mendapatkan izin, Norton Internet Security akan memindai link-link yang ada di wall Facebook Anda. Ia akan mengabarkan apakah link tersebut aman atau berbahaya untuk Anda klik. Fitur ini cukup bermanfaat mengingat saat ini banyak sekali kasus pencurian identitas lewat jejaring sosial ataupun metode social engineering lainnya.
Selain memindai link, Norton Internet Security 2011 juga memindai setiap file yang akan didownload oleh pengguna. Tujuannya adalah untuk mencegah bisa aplikasi atau file yang didownload merupakan aplikasi berbahaya (malware). Meski demikian, aplikasi ini tidak sampai melakukan pemindaian terhadap file yang diunduh menggunakan aplikasi download accelerator semacam Internet Download Manager.
Kinerja
Uji coba terhadap Norton Internet Security kami lakukan pada notebook Acer Aspire 4315 berprosesor Intel Celeron 560 kecepatan 2,13GHz dengan memori sebesar 2,5GB dan menggunakan sistem operasi Windows 7 Ultimate.
Saat instalasi, proses pemasangan bundel pengamanan berukuran 523MB ini sendiri hanya memakan waktu 46,9 detik. Berikut ini kondisi komputer sebelum dan sesudah diinstalasikan Norton Internet Security 2011.
Saat pengujian, kami mencoba melakukan pemindaian terhadap data sebesar 1GB yang terdiri dari 2.429 file dokumen dengan berbagai format seperti RTF, XLS, PDF, EML, ZIP, JPG, 3GP, dan MP3.
Meski proses pemindaian sendiri dapat diselesaikan dalam waktu 2 menit 38,7 detik, akan tetapi Symantec tidak menginformasikan berapa perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pemindaian. Meski tampak sepele, namun fasilitas seperti itu akan bermanfaat saat pengguna akan melakukan pemindaian dan meninggalkan komputernya. Proses full search juga menguras resource cukup banyak, khususnya bila komputer yang dimiliki kurang mumpuni.
Di Indonesia, Norton Internet Security 2011 sudah dipasarkan dengan harga kisaran Rp449.550 untuk lisensi tiga PC dan Rp269.550 untuk lisensi satu PC. Harga tersebut mencakup layanan untuk menggunakan produk, menerima update dan dukungan teknis selama setahun.
Pengguna Norton Internet Security dan Norton AntiVirus 2007 atau produk yang lebih baru dengan pembelian yang sah dapat menerima update produk terbaru melalui layanan berlangganan. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Norton Update Center.
Kelebihan:
- Kemampuan memindai URL termasuk di jejaring sosial untuk mencegah masuknya malware secara diam-diam
Kekurangan:
- Tidak memindai file yang didownload lewat download manager.
Selengkapnya >>>
Penipu Curi Uang Pemakai iTunes Lewat PayPal
Sejumlah pengguna melaporkan bahwa mereka dikenai tagihan sebesar ribuan dolar AS akibat penipuan. Tagihan tersebut dikenakan pada akun iTunes lewat PayPal.
Seorang juru bicara Apple mengungkapkan pada San Jose Mercury News bahwa perusahaannya menyadari akan adanya masalah tersebut.
“Di antara sejumlah perbaikan keamanan pada iTunes, kini pengguna perlu melakukan beberapa kali entri terhadap kode pengamanan kartu kredit,” kata juru bicara tersebut, seperti dikutip dari Apple Insider, 24 Agustus 2010.
Akan tetapi, kata juru bicara tersebut, jika kartu kredit atau password akun iTunes pengguna dicuri dan digunakan di iTunes, Apple menyarankan pengguna untuk menghubungi institusi keuangan terkait untuk memblokir kartu kredit. “Kami juga merekomendasikan pengguna untuk langsung mengganti password akun iTunes-nya,” ucapnya.
Pertengahan tahun ini, iTunes diserang oleh pengembang dan penipu akun. Sejumlah pengembang aplikasi memanfaatkan celah yang ada di sana untuk mendongkrak ranking penjualan mereka. Ketika itu, Apple menyebutkan, ada 400 akun yang dibajak dari sekitar 150 juta pengguna aktif iTunes.
Pekan ini, Apple juga mempertebal keamanan akun Apple ID mereka yang juga digunakan di iTunes. Kini pengguna harus melakukan verifikasi terhadap informasi akun mereka saat mereka login ke perangkat baru, dan password akun iTunes baru harus setidaknya memiliki 8 karakter yang memiliki kombinasi huruf kapital.
Selengkapnya >>>
14% Aplikasi iPhone Gratis Bisa Curi Kontak
Menurut survei yang dilakukan Lookout, perusahaan pengamat keamanan terhadap sekitar 300 ribu aplikasi, baik untuk iPhone dan Android, terungkap bahwa 14 persen di antara aplikasi gratis yang ada di App Store memiliki kemampuan untuk mengakses daftar kontak milik pengguna iPhone.
Angkanya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan aplikasi untuk Android, di mana delapan persen dari aplikasi yang diuji coba ternyata memiliki kemampuan untuk melihat ke dalam daftar kontak pada handset.
“Sebagian dari masalah disebabkan smartphone tidak memberitahukan pengguna terhadap data yang dikumpulkan oleh aplikasi yang sedang berjalan,” kata Dean Takahashi, pengamat dari VentureBeat, seperti dikutip dari Apple Insider, Rabu 18 Agustus 2010.
iPhone, menurut Takahashi, hanya memberitahukan pengguna saat aplikasi ingin menggunakan informasi lokasi mereka. “Dan meski ponsel Android memberikan banyak peringatan saat aplikasi diinstalasikan, pengguna umumnya mengabaikannya karena ingin segera mencobanya,” ujarnya.
Dari survei yang dilakukan, Lookout juga menemukan bahwa 47 persen aplikasi gratis Android menyertakan kode pihak ketiga seperti mobile ads dan pelacak analytics. Di iPhone angkanya lebih rendah, yakni hanya 23 persen.
Selain itu, tercatat bahwa 64 persen aplikasi di Android Market merupakan aplikasi gratis. Sebagai perbandingan, di Apple App Store, hanya 28 persen saja aplikasi yang tidak meminta bayaran dari penggunanya.
Selengkapnya >>>
Microsoft: Komputer Bervirus Dilarang Browsing
Menurut Scott Charney, seorang peneliti keamanan Microsoft, komputer yang mengandung virus seharusnya diblokir dari internet dan masuk ke karantina sampai mereka mendapatkan sertifikat ‘sehat’.
Dalam proposal yang diajukan oleh tim komputasi Microsoft, koneksi pengguna yang komputernya mengandung virus harus dibatasi untuk mencegah virus menyebar ke komputer lainnya.
“Sama seperti orang yang tidak mendapatkan vaksinasi. Ia membahayakan kesehatan orang lain,” kata Scott Charney, Corporate Vice President Computing Team Microsoft, seperti dikutip dari Sydney Morning Herald, 11 Oktober 2010.
Komputer yang tak terlindungi atau terkena virus membahayakan komputer lain dalam lingkungan komputer tersebut. “Intinya, kita perlu meningkatkan dan menjaga kesehatan perangkat milik konsumen yang terhubung ke internet untuk mencegah risiko yang lebih besar,” ucap Charney.
Charney menyebutkan, komputer harus memiliki sertifikat ‘bersih dan sehat’ sebelum diperkenankan terhubung ke internet. Jika perbaikan untuk komputer yang terkena virus sudah tersedia, komputer yang terkena virus akan dikabari untuk diminta mendownload solusi atau meng-update antivirus mereka.
Untuk itu, dalam proposal yang diajukan, Chavney menyebutkan bahwa setiap PC harus punya fungsi darurat di mana pengguna tetap bisa melakukan aktivitas tertentu. “Sama seperti layanan darurat untuk ponsel,” ucapnya.
Sebelum ini, sejumlah penyedia layanan internet di Amerika Serikat dan Eropa sudah berkali-kali mempertimbangkan untuk memblokir komputer bervirus dari internet. Akan tetapi langkah ini belum juga dilakukan karena sangat mahal dan hanya memberikan sedikit keuntungan bagi mereka.
Selengkapnya >>>
Cuma 20 Detik, Data-data iPhone Bisa Dibobol
Untuk pertama kalinya sejak diluncurkan pada 2008, sistem operasi iPhone 2.0 berhasil dijebol. Tak main-main, hanya dalam waktu 20 detik, dua pakar keamanan berhasil mendemokan bagaimana cara menjebol pesan-pesan SMS di handset iPhone, melalui lubang keamanan browser Safari di ponsel pintar itu.
Pada acara kontes hacking 'Pwn2Own' yang digelar di Vancouver baru-baru ini, Vincenzo Lozzo dari University of Luxembourg dan Ralf Phillipp Weinmann dari Zynamics mem-by-pass kode sinyal dan teknologi data preventions di ponsel yang biasanya bertugas mencegah sinyal dari sembarang sumber untuk bisa beroperasi di ponsel.
Untuk melakukan hal ini, keduanya memasukkan kode jahat melalui sebuah website, menggunakan teknik pengkodean yang dikenal dengan nama 'return-into-libc', atau 'return-oriented-programming'.
"Sejauh yang saya tahu, ini adalah demonstrasi pertama di publik, penggunaan teknik 'return-into-libc' di platform ARM (teknologi prosesor yang digunakan di iPhone-red)," kata Thomas Dullien, seorang pengamat dari Zynamics, dikutip dari TGDaily.
Dengan teknik tadi, Lozzo dan Weinmann berhasil mengakses seluruh database SMS di iPhone, mulai dari sent message, received message, bahkan deleted messages.
Bahkan teknik yang sama juga bisa digunakan untuk mengekstrak daftar nomor kontak, database email, foto-foto di galeri, dan tak ketinggalan juga file-file musik dari iTunes.
Dengan kesuksesannya menjebol iPhone, Lozzo dan Weinmann diganjar hadiah kontes senilai US$ 15 ribu (sekitar Rp 136 juta). Penyelenggara kontes pun berencana melaporkan celah keamanan di iPhone kepada pihak Apple.
Selengkapnya >>>
Tips Amankan Akun Twitter dan Facebook Anda
Belakangan ini perampasan user name dan password akun email, situs jejaring sosial dan media sosial lainnya lewat cara penipuan (phising) kian marak. Bahkan menurut data Symantec Spam & Phising Report November 2010, kejahatan phising naik 80 persen dibanding bulan sebelumnya.
Umumnya, pelaku menyebarkan link yang dibuat sedemikian rupa sehingga tidak mencurigakan bagi penerimanya di berbagai jejaring atau media sosial. Jika korban mengklik link tersebut, maka pelaku dapat dengan mudah mencuri data-data pribadi korban, termasuk user name dan password.
Berikut ini beberapa tips yang disarankan oleh Symantec, untuk menghindari agar akun Twitter, Facebook, atau email Anda tidak diserobot oleh orang lain yang tidak berkepentingan.
Yang sebaiknya dilakukan:
1. Berhenti berlangganan dari milis jika Anda tidak ingin menerima pesan lagi dari milis tersebut.
2. Ketika mendaftar untuk menerima email, periksa juga item-item tambahan apa saja yang Anda inginkan bersamaan dengan email yang dikirimkan.
3. Seleksi secara ketat situs-situs mana saja yang pantas Anda beritahukan alamat email Anda.
4. Hindari mengabarkan alamat email Anda di dunia maya. Pertimbangkan pilihan alternatif- misalnya, gunakan alamat email yang berbeda saat mendaftar pada milis tertentu, gunakan beberapa alamat email untuk berbagai tujuan berbeda, atau buat akun email sekali pakai.
5. Ikuti petunjuk yang disediakan oleh administrator, laporkan spam jika ada opsi untuk melakukannya.
6. Hapus semua spam.
7. Hindari mengklik pada link mencurigakan dalam email atau pesan IM, karena bisa saja akan menghubungkan ke situs palsu. Ketik manual alamat situs langsung pada kolomnya di browser lebih aman dibanding percaya pada link dalam pesan.
8. Pastikan bahwa sistem operasi selalu dimutakhirkan dengan update terbaru, dan gunakan software keamanan yang mumpuni.
Yang sebaiknya tidak Dilakukan:
1. Membuka lampiran dari email yang tidak dikenal. Lampiran ini dapat menginfeksi komputer Anda.
2. Membalas spam. Biasanya alamat emailnya dipalsukan, dan membalas email spam akan menghasilkan spam-spam lain.
3. Mengisi formulir dalam pesan yang meminta informasi pribadi atau keuangan atau kata sandi (password). Perusahaan bonafid tidak mungkin meminta informasi pribadi pelanggan lewat email. Jika ragu, hubungi perusahaan yang bersangkutan lewat mekanisme lain seperti menghubungi layanan kontak pelanggan.
4. Membuka pesan spam.
5. Membeli produk atau jasa dari pesan spam.
6. Meneruskan peringatan virus apapun yang anda terima melalui email.
Selengkapnya >>>
Hacker Peras Selebriti Papan Atas
Dua hacker Jerman berhasil mengakses komputer milik lebih dari 50 artis pop terkemuka, termasuk Justin Timberlake dan Lady Gaga. Mereka berupaya mencuri lagu-lagu yang belum dirilis dan mengirimkan ancaman berbau pemerasan.
Pasangan hacker tersebut, menurut kepolisian Jerman, menggunakan program sederhana berupa trojan yang dapat menerobos masuk ke jaringan komputer pribadi. Mereka kemudian mencuri ratusan dokumen termasuk musik, kartu kredit, email dan foto.
Menurut pihak berwajib, dua hacker ini berusaha memeras Kesha, meski penyanyi papan atas AS berusia 24 tahun itu tidak memberikan uang yang diminta. Caranya, mereka mengancam akan menyebarkan foto artis tersebut yang sedang tak berbusana dan beradegan intim.
Bangga dengan keberhasilan yang diraih, kedua pelaku kemudian menyombongkan diri di forum dan menyatakan berhasil melakukan hacking terhadap selebritis papan atas.
“Pada dasarnya, kasus ini merupakan penerobosan dan publikasi ilegal serta memata-matai menggunakan Trojan,” kata Rolf Haferkamp, jaksa penuntut, seperti dikutip dari Independent, 3 Desember 2010. “Tidak ada yang spesial dari sisi metode yang digunakan. Hanya membutuhkan sedikit pengetahuan dan ketekunan untuk berhasil melakukan kriminal seperti ini,” ucapnya.
Tuduhan kejahatan ini terungkap setelah penggemar Kelly Clarkson mengabari penyanyi asal AS, seputar lagu-lagunya yang belum dirilis namun sudah tersedia di Internet. Ia kemudian menginformasikan pada polisi dan mendorong penyelidikan yang melibatkan FBI dan German Federal Police Service.
Meski dua hacker tersebut – satu berusia 17 tahun dari Duisburg dan seorang lagi berusia 23 tahun asal Wessel – belum dihukum, sejumlah laporan menyebutkan bahwa mereka telah mengakui perbuatannya pada polisi.
Sven Kilthau-Lander, Director of Public Relations di Jerman yang bertanggungjawab atas publikasi artis seperti Lady Gaga dan Rihanna menyebutkan, kejadian ini merupakan hal yang sangat menakutkan. “Kini tidak ada yang bisa merasa aman di manapun ia berada,” ucapnya.
Kilthau-Lander juga menyebutkan, akibat hacking tersebut, sejumlah penyanyi memajukan jadwal peluncuran album musik mereka.
Selengkapnya >>>
Keamanan, Instrumen Utama Aplikasi Web

Internet banking, e-pemerintah, dan semacamnya membutuhkan keamanan aplikasi Web. Era komputasi awan mendorong seluruh industri untuk mentransformasikan jaringannya ke tingkat yang lebih ringkas dan efisien. Beberapa industri ritel, seperti Internet banking, e-pemerintah, dan industri lainnya berbasis komputasi awan membutuhkan kesadaran lebih tentang pentingnya keamanan aplikasi Web.
Di sela Web Application Security Conference 2010, Indra Utoyo, chief information officer Telkom mengatakan bahwa kegagalan dalam keamanan aplikasi Web dapat memiliki konsekuensi serius bagi perusahaan.
"Seperti misalnya kerugian finansial atau bocornya informasi yang ujung-ujungnya juga mengakibatkan kerugian signifikan sebuah perusahaan," kata Indra dalam keterangan resmi ITSEC Asia, Senin 13 Desember 2010.
Menurut Indra, mengamankan aplikasi Web memang tidak mudah. Namun, pengembang aplikasi Web umumnya kurang ahli dalam bidang keamanan dan seringkali tidak mengerti jika aplikasi Web memerlukan investasi yang signifikan.
"Intinya, untuk mengamankan aplikasi Web dibutuhkan kesadaran keamanan pada semua tingkatan dalam perusahaan, mulai dari pengembang, eksekutif, sampai pengguna," tuturnya.
Sementara itu, Marek Bialoglowy, Chief Technology Officer ITSEC Asia menuturkan bahwa pengamanan aplikasi Web seperti Internet Banking, e-government, adalah instrumen yang sangat penting. Senada dengan Indra, untuk mengamankan aplikasi web bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan. Sebabnya, masih banyak perusahaan-perusahaan raksasa yang menjadi korban retas (hacking) melalui aplikasi Web.
"Para pengembang aplikasi Web perlu mendapatkan pengembangan teknologi keamanan pada apa yang mereka bangun. Itulah sebabnya konferensi ITSec Asia diadakan sebagai salah satu wadah bertukar informasi," kata Bialoglowy.
Untuk diketahui, konferensi Web App Sec 2010 diselenggarakan oleh ITSEC Asia untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya keamanan aplikasi web, termasuk Internet Banking, e-pemerintah, atau dalam komputasi awan. Forum ini memang memfokuskan diri pada aspek keamanan dari seluruh instrumen yang ada dalam aplikasi Web.
Terdapat enam pembicara pakar yang turut berpartisipasi dalam konferensi ini, termasuk Indra Utoyo, Marek Bialoglowy, Nor Ramzani Abdul Rahim (chief technical director PT Scan Nusantara), Ruhimat (CISA Manager-Veda Praxis) ,Sheran Gunasekera (Zenzonsult), Michael Sargent (Technical Advisor PT Scan Nusantara), Ariesto Kosasih.
Selengkapnya >>>
Sebelum Kontes Hacking Mozilla Perbaiki Firefox
Beberapa hari sebelum kontes hacking terhadap celah keamanan browser internet dimulai, Mozilla buru-buru menambal browser Firefox mereka.
Menurut Mozilla, Firefox 3.6.2 yang dihadirkan memperbaiki celah keamanan seputar dekompresi font yang bisa dieksploitasi untuk mengganggu browser pengguna lalu menjalankan kode tertentu di sistemnya.
Sebelum ini, Mozilla terus berada dalam tekanan untuk memperbaiki bug tersebut setelah ditemukan sebulan sebelumya oleh Evgeny Legerov, seorang peneliti keamanan asal Rusia. Ia menyertakan bug Firefox tersebut pada hacking tool bernama VulnDisco yang dijual sebagai add-on untuk Canvas, perangkat uji coba penetrasi software.
Tim dari Mozilla sendiri diperkirakan baru akan menghadirkan perbaikan tersebut pekan depan. Akan tetapi mereka mempercepat penambalan untuk menghindari kode yang dibuat Legerov disalah gunakan.
Meski demikian, seperti VIVAnews kutip dari PCWorld, 24 Maret 2010, Mozilla menyatakan celah tersebut hanya ada di Firefox 3.6, tidak pada browser sebelumnya.
Saat mengumumkan celah keamanan pada Firefox tersebut, Legerov menyatakan bahwa masalah itu mempengaruhi Firefox yang berjalan di Windows XP dan Vista. Adapun masalahnya disebutkan ada pada cara Mozilla mengimplementasikan standar font berbasis web yang disebut Web Open Font Format.
Perbaikan yang dihadirkan Mozilla tersebut beredar saat hacker sedang bersiap-siap untuk bersaing dalam kontes tiga hari di konferensi keamanan CanSecWest, di Vancouver, Kanada.
Di sana, peserta akan mencoba masuk ke laptop lewat celah keamanan yang harus mereka temukan pada browser Firefox, Internet Explorer, Safari, dan Chrome. Pemenang akan membawa pulang laptop yang berhasil mereka tembus, dan juga uang tunai sebesar 10 ribu dolar AS.
Selengkapnya >>>
Situs Mastercard dan Visa Diserang Hacker
Situs internet perusahaan kartu kredit terkemuka, Mastercard dan Visa, sempat diserang para peretas (hacker), Rabu 8 Desember 2010 waktu setempat. Serangan terjadi setelah perusahaan itu memblokir aliran sumbangan ke laman pembocor rahasia AS, WikiLeaks.
Menurut laman harian Telegraph, serangan para peretas itu bernama "Operasi Payback." Sebelumnya, kalangan peretas yang bersimpati dengan WikiLeaks bertekad akan melakukan perang di dunia maya (cyber war) bila laman yang didirikan Julian Assange itu mendapat serangan bertubi-tubi dari berbagai pihak karena sepak terjangnya mengungkap rentetan informasi sensitif berupa memo diplomatik rahasia AS.
Operasi itu dilakukan oleh kelompok peretas yang dikenal dengan julukan Anonymous (tanpa nama), dan diduga beranggotakan 1.500 hingga 2.000 orang. Mereka menyerbu laman Mastercard dan Visa sehingga sempat sulit diakses oleh kalangan awam. Namun, saat coba diakses VIVAnews pada Kamis pagi, 9 Desember 2010, laman Mastercard kembali berfungsi normal, begitu pula dengan laman Visa, yang kembali bisa diakses walau butuh waktu cukup lama.
Serangan hacker terjadi setelah Mastercard dan Visa menyatakan tidak lagi memproses sumbangan dari publik kepada WikiLeaks. "Kami akan menyerang apapun atau siapapun yang mencoba menyensor WikiLeaks, termasuk perusahaan miliaran dolar," demikian pernyataan Anonymous.
Sementara itu, jurubicara Mastercard, menyatakan bahwa laman mereka kembali normal dan bisa melayani pelanggan setelah mendapat serbuan akses dalam waktu bersamaan sehingga membuat laman tersebut berfungsi lambat.
Jurubicara Visa juga mengaku bahwa laman mereka, tidak seperti biasa, sempat sulit diakses. "Kami minta maaf atas ketidaknyamanan para pengguna kartu kredit. Namun, ini tidak berdampak apapun atas transaksi dengan Visa," tutur jurubicara itu.
Selengkapnya >>>
Video Hacker WikiLeaks tentang Perang Cyber
Setelah seorang remaja 16 tahun ditahan oleh polisi Belanda karena dituduh mendukung serangan terhadap situs MasterCard dan PayPal, tak lama kemudian situs kepolisian dan situs resmi Kejaksaan Belanda dilaporkan tumbang.
Seperti dikabarkan oleh kantor berita China Xinhua yang mengutip laporan media Belanda, situs kepolisian Belanda lumpuh karena serangan yang dilancarkan para peretas. Seorang juru bicara kepolisian Belanda membenarkan serangan tersebut.
Sementara para jaksa penuntut pemerintah Belanda hingga kini juga masih menyeldiki masalah yang menimpa situs mereka. Media lokal Belanda mengatakan bahwa serangan tersebut adalah respon atas penangkapan remaja 16 tahun yang dicokok akibat menyerang situs Mastercard, Visa, dan PayPal.
Menurut CBC, media Belanda menyebut para aktivis hacker (hacktivist), yang menamakan diri sebagai Anonymous, adalah kelompok yang mengaku bertanggung jawab terhadap berbagai serangan terhadap situs-situs yang dianggap memusuhi situs pembocor dokumen rahasia WikiLeaks.
Melalui sebuah operasi yang mereka namakan Operation Payback, kelompok hacker ini memproklamirkan perang terhadap 'musuh-musuh' WikiLeaks. Kepada Russia Today, salah seorang perwakilan kelompok Anonymous angkat bicara.
Perwakilan hacker itu antara lain menegaskan bahwa mereka akan berjuang membersihkan nama WikiLeaks. Oleh Karenanya, mereka menyerang situs-situs yang membekukan akun WikiLeaks, seperti MasterCard, Visa, dan PayPal.
"Kami lakukan serangan ini karena perusahaan-perusahaan ini telah menghentikan pendanaan WikiLeaks, merampas dana dari WikiLeaks, walaupun belakangan PayPal bersedia mengembalikannya secara terpaksa," kata hacker itu kepada Russia Today.
Menurutnya, mereka berhasil melumpuhkan situs-situs itu dengan penyerangan Distributed Denial of Service (DDoS) yaitu menghujani situs dengan trafik agar situs tersebut sibuk dan tidak bisa diakses oleh pihak lain.
Dengan sebuah program sederhana, kata dia, seseorang yang bukan ahli internet bisa membantu kelompok Anonymous melancarkan serangan mereka. Kini Anonymous mengklaim memiliki lebih dari 9 ribu orang yang secara sukarela mendukung misi mereka.
Ia juga mengatakan tidak akan menyerang situs Amazon, yang sebelumnya menghentikan jasa hosting server bagi WikiLeaks. "Kami bukan kelompok yang berbahaya, kami beraksi berdasarkan upaya kami membela kebebasan berpendapat dan menyebarkan informasi, dan menyerang Amazon kami nilai terlalu berlebihan," katanya.
Yang tak kalah penting, hacker Anonymous itu mengatakan, serangan mereka terhadap situs-situs itu bukan hanya untuk kesenangan semata melainkan untuk kebebasan informasi.
"Kami melakukan serangan ini karena situs-situs ini melawan WikiLeaks. Perusahaan-perusahaan semacam ini melakukan permainan yang kejam terhadap publik, kami akan membuat mereka kalah. Mereka akan kalah di setiap waktu." Selengkapnya >>>
Ikut Serang Paypal, Remaja Ditahan Polisi
Seorang anak remaja berusia 16 tahun asal Belanda ditangkap oleh yang berwajib dengan tuduhan penyerangan terhadap situs-situs MasterCard dan PayPal.
Anak tersebut dianggap telah melakukan penyerangan terhadap situs-situs tadi dengan melakukan serangan Distributed Denial of Service (DDoS).
Serangan itu sendiri dilakukan atas motif dukungan anak tersebut kepada WikiLeaks, dan pendirinya Julian Assange, yang belum ini ditangkap di Inggris.Remaja yang namanya tidak disebutkan itu dicokok dan kemudian diinterogasi tim kriminal teknologi tinggi kepolisian nasional Belanda. Ia mengakui perbuatannya.
Seperti dikutip dari situs firma keamanan komputer Sophos, komputer milik remaja nahas ini telah disita oleh polisi rencananya, pengadilan Rotterdam di Belanda akan mengadili remaja ini pada Jumat mendatang.
Sebelumnya, dua stasiun TV Belanda melaporkan bahwa polisi Belanda juga sempat menyambangi kantor LeaseWeb dan EvoSwitch dua perusahaan yang diyakini menyediakan layanan internet kepada kelompok hacker Anonymous.
Kelompok Anonymous adalah kelompok peretas yang belum lama ini memproklamirkan operasi penyerangan terhadap 'musuh-musuh' WikiLeaks dengan nama nama Payback Operation.
Operasi penyerangan yang dilancarkan para hacker memang sempat melumpuhkan situs-situs MasterCard, VISA, PayPal. Tak hanya itu, operasi ini juga telah melumpuhkan beberapa situs seperti Swiss Bank Post Finance, situs milik penuntut Julian Assange di Swedia (www.aklagare.se), penyedia domain EveryDNS, pengacara dua wanita yang mengklaim kejahatan seksual Assange (advbyra.se) serta situs tokoh-tokoh yang secara terbuka memusuhi WikiLeaks seperti Sarah Palin dan Senator Lieberman.
Menurut firma keamanan Pandalabs Security, operasi ini telah melumpuhkan situs-situs tadi selama lebih dari 94 jam downtime.
Selengkapnya >>>
Hacker 'WikiLeaks' Lumpuhkan Server PayPal
Server situs layanan pembayaran online PayPal sempat lumpuh dan tidak bisa diakses setidaknya selama 1 jam 20 menit. Menurut situs TheNextWeb, kemungkinan besar ini disebabkan oleh serangan para peretas pendukung situs WikiLeaks.

Diperkirakan, tumbangnya server PayPal disebabkan oleh serangan Distributed Denial of Service (DDoS) yang dilancarkan oleh para pendukung WikiLeaks. Tumbangnya layanan PayPal menyusul situs MasterCard dan VISA yang sebelumnya juga sempat dilumpuhkan para peretas.
Sejak beberapa hari lalu, para pendukung WikiLeaks memang telah mengincar PayPal karena penyedia layanan pembayaran online milik eBay itu membekukan secara permanen akun WikiLeaks beserta rekening sebesar 60 ribu Euro karena menganggap situs tersebut telah melanggar syarat penggunaan PayPal.
Belakangan, tekanan dari para pendukung WikiLeaks membuat PayPal berpikir ulang untuk membekukan sisa uang di rekening PayPal. Lewat postingan di blognya, PayPal berniat untuk melepas sisa rekening WikiLeaks di PayPal.
"Akun WikiLeaks akan tetap dilarang, namun PayPal akan melepas semua sisa dana yang ada di rekening WikiLeaks," kata PayPal.
Menurut PayPal di blognya, keputusan mereka memang selalu akan dikaitkan dengan isu politik, hukum, dan debat tentang kebebasan berpendapat.
"Namun, tidak ada satupun dari faktor-faktor tadi mempengaruhi keputusan kami. Pertimbangan kami hanya apakah WikiLeaks berlawanan dengan peraturan dan kebijakan penggunaan kami," kata PayPal.
Tapi, kepada situs DailyMail, seorang pejabat PayPal mengakui bahwa salah satu sebab situsnya menghentikan layanannya kepada WikileLeaks adalah karena adanya tekanan dari Departemen Luar Negeri AS.
"Deplu mengatakan kepada kami bahwa mereka melakukan berbagai aktivitas ilegal activities. Itu dilakukan langsung," kata Vice President PayPal Osama Bedier. Menurutnya, Deplu menyatakan WikiLeaks ilegal pada 27 November lalu.
Sementara, para hacker pendukung WikiLeaks yang menamakan diri mereka Anonymous, secara terbuka mengakui serangan DDoS yang mereka lancarkan kepada beberapa 'musuh' WikiLeaks.
"Selama ini kami tidak banyak berafiliasi dengan WikiLeaks, namun kini kami berjuang untuk tujuan yang sama. Kami menginginkan transparansi dan melawan penyensoran. Oleh karenanya kami ingin meningkatkan kesadaran kepada semua orang untuk menyerang pihak-pihak yang melawan kebebasan dan demokrasi," kata Anonymous di situs mereka.
"Kami akan menemukan dan menyerang siapapun yang berdiri menentang WikiLeaks dan kami akan mendukung WikiLeaks untuk memenuhi apapun yang mereka butuhkan."
Selengkapnya >>>
-
WikiLeaks membuat gempar lewat keberaniannya membocorkan puluhan ribu dokumen rahasia milik Amerika Serikat. Bukan belakangan ini saja, situ...
-
Seorang karyawan Google dikecam karena secara sengaja merilis kode program yang bisa mengeksploitasi celah keamanan yang dimiliki platform W...
-
Isu-isu keamanan pada tahun 2010 dunia maya tampaknya masih terjadi dengan berbagai metode yang lebih halus dan canggih. Pengembangan penget...
-
Komputer adalah salah satu media untuk menjelajahi dunia maya. Dalam komputer adalah beberapa informasi yang bisa kita pelajari, terutama me...
-
Hacker kembali membidik sejumlah situs yang menggunakan platform WordPress. Serangan kali ini mempengaruhi website yang disimpan di berbagai...
-
Dari jajak pendapat yang dilakukan kepada 563 perusahaan di Amerika, 73% mengaku sistemnya pernah di-hacked. Sedangkan 18% lainnya menyataka...
