Tampilkan postingan dengan label Underground. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Underground. Tampilkan semua postingan

Waspadai Serangan Hacker Anonymous ke Indonesia


Serangan cyber yang melanda Malaysia beberapa waktu lalu memaksa Indonesia untuk pasang kuda-kuda. Ancaman serupa dikhawatirkan terjadi di Tanah Air oleh grup hacker yang menamakan diri sebagai Anonymous.

Wakil Ketua Indonesia Security Incident Response Team On Internet Infrastructure (ID-SIRTII), M. Salahuddien pun mengaku bahwa pihaknya telah mengeluarkan imbauan kepada para penyelanggara jasa internet (ISP) agar waspada.

"Melihat apa yang terjadi di Malaysia jadi kita sudah ingatkan kepada para penyelenggara (ISP-red) agar waspada dengan meningkatkan keamanan," tukas pria yang biasa disapa Didin Pataka ini.

Menurutnya, beberapa waktu sebelum Anonymous menyerbu Malaysia, Negeri jiran itu sempat mendapat kiriman spam alias email sampah dalam jumlah besar.

"Jadi trennya itu setelah serbuan spam, normal sebentar, baru serangan dilancarkan," tukas Didin.

Program jahat (malware) yang digunakan Anonymous juga diyakini tidak dibuat oleh grup hacker tersebut. Namun cuma dimodifikasi dari sumber yang sudah ada.

Sebelumnya, puluhan website milik pemerintah Malaysia dihajar dalam gelombang serangan cyber oleh hacker. Setidaknya 51 website menjadi target dan gangguan terjadi pada 41 website yang disasar.

Kejadian yang menyasar situs berakhiran .gov.my itu diumumkan langsung oleh otoritas Malaysian Communications and Multimedia Commission (MCMC).

Diduga kuat pelaku serangan adalah grup hacker Anonymous. Terlebih sebelumnya ada peringatan dari kelompok hacker yang sudah cukup tenar ini untuk menyerang website pemerintah setempat.

Anonymous mengancam akan menyerang karena tidak setuju dengan kebijakan sensor internet Malaysia. Sebelumnya, kelompok ini juga menyabotase beberapa website di Turki terkait alasan serupa.
Selengkapnya >>>

'80% Situs Pemerintahan Mudah Dibajak'


Jebolnya satu persatu situs pemerintah menimbulkan sebuah pertanyaan. Seberapa amankah situs dengan domain .go.id tersebut? Ternyata 80% di antaranya diklaim mudah dibajak.

Beberapa situs milik Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), dan pemerintah kota Palembang telah disusupi oleh hacker yang berhasil menemukan celah dalam situs tersebut.

Modus penyerangan yang dilakukan para peretas yang menyerang situs pemerintah itu pun bisa digolongkan modus lama dan sederhana, yakni menggunakan teknik SQL injection.

Dan konon masih banyak lagi situs dengan domain .go.id yang memiliki tingkat keamanan rendah sehingga bisa diserang dengan metode serupa.

"Sekitar 80% situs pemerintah itu nggak keurus, dari 33 provinsi 26 di antaranya malah sudah bisa dijebol," klaim salah satu hacker.

Untuk membuktikan perkataannya, hacker yang pernah tergabung dalam grup #antihackerlink itu juga memberikan salah satu contoh situs pemerintahan lainnya, seperti jambiprov.go.id.

Hanya dengan memasukkan beberapa script khusus, maka pengunjung bisa mendapatkan detail user yang tersimpan dalam server situs tersebut. Cukup mudah memang, padahal ini merupakan situs yang cukup penting.
Selengkapnya >>>

Regulator Internet Dunia Rekrut Dedengkot Hacker


Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) mengambil langkah taktis dalam memperkuat basis kemampuannya. Organisasi yang mengatur alamat internet dunia itu merekrut salah seorang dedengkot hacker.

Adapun sang hacker veteran yang digaet ICANN adalah Jeff Moss. Di ranah underground, Moss dikenal dengan sebutan Dark Tangent dan merupakan pendiri konferensi keamanan komputer Black Hat.

Moss direncanakan bakal mulai berkantor di kantor ICANN di Washington DC pada Jumat waktu setempat dengan jabatan vice president & chief security officer.

"Saya tak memiliki pilihan lain dengan kemampuan ancaman keamanan internet yang luar biasa serta bagaimana mempertahankan diri dan melawannya selain nama Jeff Moss," ujar Chief Executive ICANN Rod Beckstrom.

"Dia memiliki pengetahuan mendalam yang hanya bisa didapat dari pengalamannya di medan tempur dalam melawan ancaman cyber," imbuhnya.

Moss pun menyambut gembira tugas barunya ini. Ia mengaku tak sabar untuk segera beraksi dan membawa kemampuannya di ICANN.

"Organisasi ini harus mengkoordinasikan alamat internet dunia sehingga posisinya menjadi pemimpin dalam mengidentifikasi dan meng-handle segala ancaman online dalam ranah sistem nama domain yang dapat berimbas kepada 2 miliar pengguna internet dunia," lanjutnya.
Selengkapnya >>>