Tampilkan postingan dengan label I-net. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label I-net. Tampilkan semua postingan

Database Email TNI AD Dihack

Saat ini tengah marak di dunia maya “bocoran” informasi seputar database email milik anggota TNI AD beserta password akun tersebut. Database itu didapat oleh kelompok hacker Anonymous asal Indonesia yang mengambilnya dari situs resmi Angkatan Darat.


Adalah pengguna Twitter dengan nick anonymouSabu yang pertamakali menyebutkan bahwa rekan-rekannya di #opIndonesia telah menayangkan hasil penerobosan mereka ke laman http://www.tniad.mil.id.

“Our brothers at #opIndonesia dropping another dump for the indonesians: pastebin.com/ax26qcm2 tniad.mil.id #antisec #anonymous,” tweet anonymouSabu, pada akunnya, di Twitter.

Dari pantauan POLICE LINE, 10 Agustus 2011, terdapat 109 alamat email dan password yang berhasil diambil oleh hacker dari situs tersebut.

Selain di Twitter, para hacker juga menggelar kampanye mereka di situs-situs media sosial lain seperti di YouTube, Facebook, dan lewat kanal IRC. Para hacker ini menentang rencana pemerintah yang berupaya untuk melakukan sensor terhadap konten Internet.

Sebelum ini, database email dan password milik anggota TNI AD tersebut sempat diposting di salah satu thread di forum Kaskus. Namun tak berapa lama thread tersebut langsung dihapus.
Saat dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Brigadir Jenderal Wiryantoro belum mengetahui informasi adanya pembobolan situs resmi TNI Angkatan Darat yang beralamat di www.tni.mil.id itu. Wiryantoro akan berkoordinasi dengan divisi terkait.

"Kami belum bisa mengeluarkan pernyataan resmi. Tapi saya akan koordinasi dulu dengan Direktorat Informasi dan Komunikasi TNI Angkatan Darat," kata Wiryantoro saat dihubungi,Rabu 10 Agustus 2011.
Selengkapnya >>>

Banyak Instansi Abaikan Serangan Hacker


Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, mengatakan bahwa saat ini telah banyak serangan yang dilakukan aktivis peretas (hacktivist), terhadap situs resmi pemerintah. Kemenkominfo pun memperingatkan semua pihak untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya keamanan nasional akibat serangan dalam dunia maya.

"Saya menyayangkan sikap-sikap yang terlalu mengabaikan bahaya-bahaya serangan yang terjadi di dunia maya. Ini sudah merupakan masalah serius di seluruh dunia," kata Tifatul, dalam keterangan pers yang diterima.

Tifatul kemudian mencontohkan sejumlah serangan terhadap situs resmi yang ada di dunia. Misalnya, serangan terhadap situs resmi pemerintah Esthonia, Iran, Swiss, Malaysia, dan lembaga-lembaga seperti Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA), media Fox News, dan Google.

"Bahkan di dalam negeri, lembaga pemerintah situsnya pernah diserang. Seperti, Mabes Polri, Lemhanas, TNI, Pertamina, tidak luput pula situs Kemenkominfo," tutur Tifatul.

Tifatul kemudian menjelaskan, berdasarkan penelusuran Kemenkominfo, masih banyak lembaga dan kementerian negara yang belum membangun sistem keamanan komputer yang baik. Bahkan, cenderung mengabaikan aspek-aspek keamanan sistem informasi.

Padahal, menurut Tifatul, serangan para peretas dapat berskala luas tanpa batas. Lemahnya keamanan bisa mengakibatkan lumpuhnya sistem teknologi-informasi milik pemerintah dan lembaga negara. "Masa ada situs lembaga yang passwordnya adalah 123. Ditempel pula di atas meja," ujar Tifatul.
Selengkapnya >>>

Menteri Tifatul Mengaku Jago Meretas


Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, pekan ini dinobatkan situs Famecount menjadi salah satu politisi dunia paling populer di dunia maya. Ia berada di peringkat 24 dunia, dan merupakan yang teratas di Indonesia.

Sebelum meraih predikat politisi terpopuler di jagat maya, mantan Presiden PKS ini sudah sering menghiasi pemberitaan dengan berbagai pernyataan kontroversialnya – baik secara lisan maupun tertulis lewat kicauannya di twitter. Tifatul sendiri mengaku tidak mencoba menjadi sosok yang kontroversial. Ia hanya senang melontarkan humor untuk menyegarkan suasana.

Ia bercerita tentang banyak hal. Dari mulai hebatnya pengaruh sosial media di era globalisasi saat ini, generasi alay yang mendominasi jagat maya, soal Nazaruddin, sampai cyber war. Terkuak pula bahwa Menkominfo satu ini ternyata jago me-hack akun orang lain. Berikut wawancara dengan Tifatul di Kantor Kominfo.

Anda pernah mengatakan, sosial media perlu dikontrol, meski bukan dalam arti membatasi. Hal ini lantas memancing kontroversi dan kritik dari sejumlah kalangan.
Saya tidak pernah katakan akan mengontrol sosial media. Itu salah persepsi. Saya katakan waktu itu, pada kampanye ‘Internet Sehat dan Aman’ di SD Menteng, “Bapak, Ibu guru, para orang tua murid, tolong semua mengontrol dan mengawasi pengguna internet dan sosial media oleh murid-muridnya. Mereka perlu dibimbing, karena internet mempunyai sisi negatif selain ada sisi positifnya."

Jadi saya tidak pernah mengatakan akan mengontrol sosial media. Dari sekian banyak yang memuat kutipan saya saat itu, ada satu situs berita yang salah mengutip. Mungkin salah persepsi atau salah dengar. Tapi lantas kutipan yang salah itu dimuat dan dikutip lagi oleh media elektronik. Padahal media elektronik itu sendiri ada saat saya memberi sambutan di SD Menteng. Saya lihat kamera-kamera mereka kok. Sifat pemberitaan kita memang begitu ya, yang aneh-aneh memang selalu jadi headline.

Bagaimana perasaan Anda dinobatkan menjadi politisi Indonesia paling populer di dunia maya?
Biasa saja, karena motivasi saya masuk sosial media lebih kepada ingin mendalami, dunia apa sebenarnya itu. Saya ingin berkenalan dan bertegur sapa dengan netizen dan para blogger untuk mengetahui pemikiran mereka, dan supaya tahu isu apa yang sedang ramai diperbincangankan. Jangan sampai sebagai Menkominfo, saya tidak tahu-menahu soal itu.

Saya kan baru masuk menjadi pengguna sosial media pada Oktober 2009, setelah saya diangkat menjadi menteri. Jadi kalau sekarang ada survei begitu (politisi terpopuler di dunia maya), saya tidak menduga. Kan sosial media juga baru populer dua tahun belakangan ini. Sebelumnya, orang-orang tidak begitu akrab dengan sosial media. Lama-lama, pengguna facebook saja sudah mencapai 36 juta, bahkan ada yang mengklaim 39 juta. Jadi, ada warga yang disebut ‘netizen’ yang tidak boleh diabaikan oleh siapapun. Netizen ini bahkan punya pengaruh di bidang politik, ekonomi, dan sosial.

Tweet-tweet saya biasanya 95 persen memberikan dorongan semangat dan informasi, sedangkan 5 persen sisanya baru berisi ucapan yang agak nyelekit sebagai humor. Humor juga sesekali perlu, supaya menarik, karena kalau serius terus, kita jadi bosan. Misalnya, pada satu hari Minggu, saya membuat 3 gol saat bermain futsal di Medan. Lalu saya nge-tweet “Lady Gaga ketiban sukun, nggak olahraga badan pun tambun.” Jadi itu hanya sarana komunikasi saya.

Wasekjen PKS, Mahfudz Siddiq, pernah mengatakan bahwa untuk populer memang perlu sedikit kontroversial. Beberapa tweet Anda sempat menuai kontroversi. Apakah itu memang sengaja?
Saya tidak pernah mencari kontroversi mengenai diri saya kok.

Tapi Anda pernah nge-tweet dalam bahasa alay?
Mengenai alay itu, setelah disurvei, ternyata 64 persen pengguna twitter adalah remaja, dan mereka memang berjiwa alay – anak layangan. Saya tadinya juga nggak ngerti soal alay ini. Saya lalu tanya ke anak saya. Kemudian saya coba lakukan pancingan atau tes. Saya tweet “JAn64n 4d4 Du5t4 d1 4ntar4 K1ta. k4L4u b3nC1, b1l4ng b3nC1. k4l4U CiNt4, b1l4Ng C1Nt4. J4N64n B1ArK4n hat1mu tertU5uK 53mB1lu... hE3x?” Saya tulis itu dalam bentuk kalimat alay. Kalimat alay kan dicampur dengan angka-angka. Ternyata itu malah jadi trending topic.

Menurut saya, orang bebas menggunakan bahasa apa saja di dunia twitter. Bahasa daerah juga banyak digunakan kok. Tapi faktanya anak alay ternyata mayoritas di situ. Jadi yang saya tetap harus connect dengan mereka. Apalagi, saya banyak mendapat respon bila nge-tweet menyangkut remaja dan olahraga. Misalnya begitu saya nge-tweet soal futsal, saya mendapat mention banyak sekali.

Kita juga perlu komunikasi dengan para remaja untuk memberi arahan dan nasehat. Saya saja terkejut ketika ponakan saya yang masih SD bilang, dia follow saya di twitter. Saya kaget juga banyak yang follow. Saya jadi tidak berani macam-macam.

Punya pengalaman tak enak dengan dunia maya?
Saya sering di-bullying, bahkan hampir setiap malam. Kadang ada bullying yang pedas sekali. Kalau bullying itu bisa saya luruskan, ya diluruskan. Apapun, itulah uniknya twitter. Karena hanya terdiri dari 140 karakter, kalau keliru memilih diksi, jadi susah, karena nyebarnya sangat cepat. Bisa ada persepsi yang salah. Maka, biasanya untuk menjelaskan secara lengkap, saya menggunakan facebook. Kan twitter saya ada link ke facebook. Jadi di facebook saya jelaskan lebih rinci. Di facebook kan lebih jarang orang salah paham. Mau tulis seribu karakter juga oke di situ.

Kapan waktu paling enak untuk nge-tweet?
Saya paling sering nge-tweet di kendaraan, di mobil. Yang jelas tidak pernah di tengah rapat kabinet. Rapat kabinet itu serius.

Apakah popularitas Bapak di dunia maya berpengaruh kepada PKS sebagai partai asal Anda?
Saya nggak tahu. Yang jelas, mungkin karena saya adalah kader PKS yang cukup dikenal di dunia maya, maka banyak masalah PKS ditanyakan kepada saya. Padahal saya bukan lagi Presiden PKS, bukan lagi pengurus harian. Saya hanya anggota Majelis Syuro-nya saja. Tapi tetap saja, masalah Misbakhun pun ditanyakan ke saya.

Tidak berniat memanfaatkan popularitas Anda untuk maju menjadi capres?
Saya kan mantan Presiden (partai), masa nyapres lagi, hahaha... Nggaklah, kejauhan. Kalau Presiden Dunia Maya bolehlah. Saya juga nggak kenal siapa sebenarnya para penduduk dunia maya itu. Saya tidak tahu apakah mereka the real voters di dunia nyata. Itu tidak bisa dikuantifikasi. Lagipula, saya secara pribadi lebih senang jadi orang biasa yang tidak terlalu menonjol.

Di dunia maya kan tidak ada hierarki sosial. Semua flat – sama. Mau menteri kek, apa kek. Banyak juga yang menyapa saya “Eh, loe Tifatul! Apa aja kerja loe?” Sering itu. Jadi, saya tidak minta disanjung-sanjung orang. Untuk tegasnya, saya nggak gr-gr amat. Saya tidak menyangka dan tidak berencana seperti ini (populer). Menurut saya, itu pernak-pernik sosial media. Terima kasih kepada follower yang rajin mengikuti saya. Kita hidup kan memang harus bertegur sapa dan saling memberi masukan.

Anda dulu pernah meminta RIM (Research In Motion – perusahaan pembuat ponsel dan penyedia layanan BlackBerry) untuk mendirikan server di Indonesia guna kepentingan penyelidikan penegak hukum kita. Bagaimana kelanjutannya sekarang? Apalagi belakangan marak soal BBM Nazaruddin.
Sebenarnya RIM sudah memenuhi sejumlah tuntutan kita seperti membuka kantor cabang di Indonesia, membuka pusat-pusat service di sini, menutup situs-situs dan konten-konten negatif di antaranya pornografi, merekrut tenaga kerja Indonesia, dan menggunakan produk-produk pengembang lokal Indonesia. Tapi masalah server, ini masih dalam tahap negosiasi.

Menurut saya, whatever-lah soal negosiasi itu. Yang jelas kita harus punya peluang untuk melakukan penyadapan terhadap terduga atau tersangka pelaku kejahatan. Jangan sampai BBM menjadi sarana berkembangnya terorisme, jaringan obat bius, bahkan menjadi fasilitas bagi para koruptor yang kabur-kabur itu. Jangan sampai orang bebas melakukan kejahatan di Indonesia.

Seluruh operator yang ada di Indonesia wajib memberi kesempatan penegak hukum, baik KPK, polisi, atau kejaksaan, untuk menyadap terkait kepentingan penegakan hukum. Itu implikasi dari Undang-undang Informasi Transaksi Elektronik, dan itu sudah berlangsung dengan operator lain. Tapi tidak dengan BlackBerry.

Jadi kita tidak bisa melacak BBM Nazaruddin?
Jelas, kecuali diberikan akses dari RIM di Kanada.

Tapi lewat fasilitas teknologi lain, keberadaan Nazaruddin bisa dilacak?
Sangat bisa. Secara teknologi, kalau kita terima sms dari orang, kita kan tahu sms itu dari mana. Lalu seperti saat Nazaruddin melakukan telewicara live di televisi. Itu bisa dicari asalnya dari mana. Misalnya menggunakan sarana komputer, kan ketahuan link-nya. Tapi kami (Kominfo) tidak bisa melakukan pelacakan. Kewenangan itu ada di aparat penegak hukum. Jadi menurut saya, kepolisian dan KPK harus bergerak cepat. Kalau kami ini bukan aparat penegak hukum. Kami aparat teknis.

Selama ini memang sejumlah penjahat ditangkap berkat kerja sama dengan Kominfo. Jadi kerja sama itu sudah jalan. Untuk Nazaruddin, kita tunggu saja bagaimana dari kepolisian (ada permintaan atau tidak). Yang jelas, secara teknologi, mencari dia bukan persoalan yang rumit.

Soal cyber war, bagaimana tingkat keamanan infrastruktur web di Indonesia?
Bukan cuma rawan, tapi kesadaran masyarakat Indonesia sendiri lemah. Terus terang, banyak kelemahan di kementerian dan lembaga. Saya sering beri peringatan. Website kepolisian pernah di-hack. Lemhanas, Pertamina, TNI AD juga pernah. Bahkan Kominfo sekali pun.

Parahnya, ketika saya mencoba menginvestigasi sebuah lembaga – tidak perlu saya sebutkan nama lembaganya, ada yang menggunakan password ‘123’, ditempel pulapassword-nya di meja. Padahal password ‘123’ adalah password sementara yang dipakaiinstaller ketika meng-install komputer. Supaya ketika baru di-install, mudah meng-up grade-nya. Tapi password ‘123’ itu nanti harus diubah. Eh, malah tidak diubah. Begitu diserang hacker, kacau semua. Ingat, bagi para hacker, kode rumit saja bisa dibuka, apalagi ‘123.’ Di sinilah kesadaran kita lemah.

Perlu diketahui, Estonia pernah lumpuh tiga pekan gara-gara software-nya diserang hacker. Lampu di sana mati, bank-bank tidak bisa transaksi, orang tidak bisa ambil uang di bank. Akibatnya, toko-toko di sana dijarah. Baru tiga pekan Estonia berhasil pulih. Selanjutnya, pendiri WiliLeaks Julian Assange yang punya akun bank di Swiss, akun banknya di-hack. Dia pun tak bisa ambil uang di situ. Contoh lain, reaktor nuklir Iran yang seharusnya diluncurkan pada tahun 2009, terpaksa ditunda setahun gara-gara sistem kontrol reaktor nuklir itu di-hack.

Begitu juga di Malaysia, sebulan lalu, '.my' di-hack, mati semua, beberapa pekan baru pulih. Di Amerika Serikat, Google, Fox News, bank-bank, lembaga keuangan di-hack. Di Singapura dan negara-negara lain juga. Jadi menurut saya, cyber war dan cyber crime ini gawat. Satu setengah bulan lalu, Mabes Polri kan menangkap 139 Warga Negara Asing asal China dan Taiwan karena melakukan kejahatan cyber. Di Myanmar juga ada penangkapan serupa.

Apa umumnya motivasi para hacker?
Pertama, motivasi ekonomi. Di era informasi ini, jualan informasi sangat laku. Dia (hacker) bisa masuk, menjalar ke dalam, baca dulu, lantas copy informasi itu. Saya saja bisa (nge-hack). Kemarin saya praktekkan di Bandung. Pak Leks, Sekda Bandung, lagi main twitter, lantas saya hack. Kena. Saya bisa baca semua isi twitter-nya, saya tahu apapassword-nya. Saya catat itu. Jadi, kapan-kapan saya bisa masuk ke twitter dia. Itu contohnya. Hacker belum tentu merusak, tapi menjual informasi demi keuntungan. Ingat, di Amerika Serikat pernah diungkapkan, 60 persen hacker ternyata anggota FBI.

Kedua, motivasi politik. Ada hacker yang tidak suka dengan kebijakan-kebijakan tertentu. Mereka lantas melawan. Misalnya, mereka tidak suka kebijakan yang dikeluarkan AS, maka mereka menyerang Pentagon. Pada kasus WikiLeaks, ketika Julian Assange ditangkap dan dicekal di mana-mana, hacker bergerak. Mereka melihat ada ketidakadilan, dan solidaritas mereka kuat. Bisa juga karena mereka ingin melakukan black campaign.

Ketiga, motivasi pribadi atau kelompok. Bisa saja dia coba menguji kekuatan suatu sistem. Semua sistem software yang dibuat orang kan tidak ada yang sempurna. Selalu ada yang disebut dengan crack – celah. Makanya software itu harus selalu di-up date. Virus kan dibuat oleh para hacker. Handphone saya saja pernah di-hack. Saya buka satu sms, malah hilang semua sms. Waduh, ada saja kelakuan orang. Mungkin dia iseng. Yang jelas, tidak ada program yang sempurna. Selalu ada hole – lubang. Maka kita harus waspada, tidak boleh abai. Perang saat ini adalah perang informasi.
Selengkapnya >>>

Waspadai Serangan Hacker Anonymous ke Indonesia


Serangan cyber yang melanda Malaysia beberapa waktu lalu memaksa Indonesia untuk pasang kuda-kuda. Ancaman serupa dikhawatirkan terjadi di Tanah Air oleh grup hacker yang menamakan diri sebagai Anonymous.

Wakil Ketua Indonesia Security Incident Response Team On Internet Infrastructure (ID-SIRTII), M. Salahuddien pun mengaku bahwa pihaknya telah mengeluarkan imbauan kepada para penyelanggara jasa internet (ISP) agar waspada.

"Melihat apa yang terjadi di Malaysia jadi kita sudah ingatkan kepada para penyelenggara (ISP-red) agar waspada dengan meningkatkan keamanan," tukas pria yang biasa disapa Didin Pataka ini.

Menurutnya, beberapa waktu sebelum Anonymous menyerbu Malaysia, Negeri jiran itu sempat mendapat kiriman spam alias email sampah dalam jumlah besar.

"Jadi trennya itu setelah serbuan spam, normal sebentar, baru serangan dilancarkan," tukas Didin.

Program jahat (malware) yang digunakan Anonymous juga diyakini tidak dibuat oleh grup hacker tersebut. Namun cuma dimodifikasi dari sumber yang sudah ada.

Sebelumnya, puluhan website milik pemerintah Malaysia dihajar dalam gelombang serangan cyber oleh hacker. Setidaknya 51 website menjadi target dan gangguan terjadi pada 41 website yang disasar.

Kejadian yang menyasar situs berakhiran .gov.my itu diumumkan langsung oleh otoritas Malaysian Communications and Multimedia Commission (MCMC).

Diduga kuat pelaku serangan adalah grup hacker Anonymous. Terlebih sebelumnya ada peringatan dari kelompok hacker yang sudah cukup tenar ini untuk menyerang website pemerintah setempat.

Anonymous mengancam akan menyerang karena tidak setuju dengan kebijakan sensor internet Malaysia. Sebelumnya, kelompok ini juga menyabotase beberapa website di Turki terkait alasan serupa.
Selengkapnya >>>

'80% Situs Pemerintahan Mudah Dibajak'


Jebolnya satu persatu situs pemerintah menimbulkan sebuah pertanyaan. Seberapa amankah situs dengan domain .go.id tersebut? Ternyata 80% di antaranya diklaim mudah dibajak.

Beberapa situs milik Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), dan pemerintah kota Palembang telah disusupi oleh hacker yang berhasil menemukan celah dalam situs tersebut.

Modus penyerangan yang dilakukan para peretas yang menyerang situs pemerintah itu pun bisa digolongkan modus lama dan sederhana, yakni menggunakan teknik SQL injection.

Dan konon masih banyak lagi situs dengan domain .go.id yang memiliki tingkat keamanan rendah sehingga bisa diserang dengan metode serupa.

"Sekitar 80% situs pemerintah itu nggak keurus, dari 33 provinsi 26 di antaranya malah sudah bisa dijebol," klaim salah satu hacker.

Untuk membuktikan perkataannya, hacker yang pernah tergabung dalam grup #antihackerlink itu juga memberikan salah satu contoh situs pemerintahan lainnya, seperti jambiprov.go.id.

Hanya dengan memasukkan beberapa script khusus, maka pengunjung bisa mendapatkan detail user yang tersimpan dalam server situs tersebut. Cukup mudah memang, padahal ini merupakan situs yang cukup penting.
Selengkapnya >>>

Menyikapi Situs yang Diobrak-abrik Hacker


Akhir-akhir ini marak terjadi penyerangan (penyusupan) ke situs pemerintah bahkan situs POLRI juga tidak luput dari serangan tersebut. Mengenai alasan mengapa situs-situs tersebut diserang menurut saya bukanlah suatu yang layak dibahas secara Telematika karena bila bicara mengenai alasan maka topik bahasannya bisa dari A sampai Z, begitupun kemungkinan pelakunya bisa si A sampai si Z.

Sebenarnya yang perlu dilakukan cukup fokus terhadap apa yang dihadapi dan mencari solusi sesuai tahapan yang benar. Kita tidak perlu sesali bila situs kena hack, justru itu menjadi feed-back bagi kita bahwa situs kita belum terlindungi dengan benar dan perlu ada pembenahan, perlu ada pembelajaran.

Lalu pertanyaan berikut adalah mengapa situs D,E & F yang kena incar bukan X,Y & Z?

Di luar dugaan kemungkinan adanya niatan dari pihak tertentu (non teknis) salah satu jawaban paling logis dalam dunia hacking adalah apabila suatu metoda berhasil membobol suatu situs maka cara yang termudah untuk kembali sukses membobol situs lain pasti dengan mencari situs yang menggunakan cara yang sama seperti yang berhasil dibobol sebelumnya tersebut, betul bukan?

Hal itu karena tantangan (baca: kebanggaan) membobol situs pemerintah bukanlah kepada "seberapa sulit" bisa melakukan penerobosan melainkan "seberapa banyak" yang berhasil dibobol.

Ironisnya kenyataan yang ada di lapangan justru sangat membuka peluang untuk itu karena walau proyek-proyek pengadaan situs menghabiskan biaya yang tidak sedikit tapi ternyata situs yang terpasang sering kali sangat rentan atau misal menggunakan framework dari sumber yang sama dan banyak di internet.

Dengan demikian pasti memiliki kerentanan yang sama dan lebih parahnya lagi sangat umum terjadi pada situs pemerintah bahwa kurangnya kesadaran untuk memelihara situs (melakukan patching, upgrade), ini yang lazim terjadi walau tentu tidak mengeneralisir bahwa semua pengelola situs pemerintah seperti ini.



Hal lain tapi tidak dipungkiri bahwa maraknya pembobolan ini sangat mungkin dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk menjadikan "musibah massal" ini sebagai alasan mendapat proyek perbaikan situs, jadi tetap mungkin saja (walau tidak bermaksud menuduh) suatu situs dibobol oleh orang dalam sendiri.

Adapun pembuktian pencarian pelaku pembobol apakah itu dilakukan orang dalam atau luar sepenuhnya menjadi tugas kepolisian yang tentu mungkin bisa terlacak dengan rekam jejak, log, analisa alur akses, pemeriksaan setting firewall (bila ada) dan sebagainya. Namun itu semua secara Telematika tidak terlalu berarti karena pada akhirnya hanya upaya pencari pelakunya. Ketemu atau tidak ketemu pelakunya toh situsnya sudah "terkapar" dan perlu dipulihkan.


Yang perlu dilakukan pengelola situs adalah selain membantu pihak kepolisian dengan memberikan berbagai informasi yang dibutuhkan (guna pelacakan pembobol) pengelola situs harus segera melakukan perbaikan situs agar dapat kembali melayani masyarakat.

Tanpa bermaksud menganggap remeh situs yang dimiliki pemerintah tapi pada umumnya isinya (walau dinamik) sekedar informasi elektronik mengenai lembaga / institusi / departemen yang bersangkutan dan belum sampai ke data penting dan hal lain yang kelak mengganggu operasional dan merugikan Negara.

Sehingga untuk pemulihan situs dengan karakter seperti ini bukanlah hal yang sulit dilakukan (bagi yang paham dan berpengalaman), tidak butuh berhari-hari dan tidak akan mengeluarkan dana banyak. Salah satu contoh logis, sejauh apapun yang bisa dilakukan si hacker namun secara fisik aksesibilitas terhadap server tentu 100% ada pada kuasa pengelola dan begitu pula super user password (atau admin password).

Itu sudah cukup menjadi kunci sukses utama dalam pemulihan. Misal ternyata bahkan akses ke Super User itupun telah diambil alih si hacker maka pengelola dapat mengatasi dengan mengganti harddisk dengan yang lain dan 100% pengaruh si hacker sudah musnah dari server tersebut. Tidak rumit bukan?




Formulasi Langkah 5 R


Selanjutnya pihak pengelola cukup melakukan langkah yang saya formulasikan dengan istilahkan 5R --agar mudah diingat-- yaitu Recovery, Rebuild, Restore, Resolve dan Retain sebagai berikut:


Recovery

Upaya pengambilan data bergerak yang mungkin ada dari sejak terakhir backup dilakukan termasuk diantaranya semua file yang bersifat log atau hal yang bisa membantu yang berwajib untuk melakukan pelacakan pelaku. Anggap pekerjaan ini membutuhkan 2 jam.


Rebuild

Ini adalah upaya pembangunan kembali struktur sistem bisa sekedar pada tingkat aplikasi web yang mungkin hanya beberapa menit saja. Misal keadaan yang terjadi sangat parah sehingga tahap ini harus dari tahap instalasi sistem operasi maka baik pada Linux atau Windows server tahap instalasi dan setting bisa dilakukan (secara tidak terburu-buru) diprakirakan menghabiskan waktu sekitar 2 jam.

Kemudian dilanjutkan dengan instalasi piranti lunak atau tools yang biasa digunakan, waktunya tergantung dari jumlah piranti yang diperlukan untuk direinstalasi. Dalam melakukan ini skala prioritas sangat berguna yakni utamakan yang penting dan sangat diperlukan segera ada dan selebihnya bisa dilakukan setelah tahapan 5R ini selesai.


Restore

Ini adalah pengembalian database dari file backup. Tentu keberhasilan ini tergantung dari kerajinan pengelola melakukan backup baik full-backup (Differential) maupun update-backup (Incremental). Apabila ternyata pengelola tidak memiliki backup maka saya pribadi lebih menganjurkan agar pengelola tersebut diberi sanksi yaitu diganti oleh pihak lain.

Mungkin hal itu terlihat sangat ekstrim tapi patut diketahui bahwa kelalaian melakukan backup adalah suatu hal yang tidak boleh ditolerir dengan alasan apapun dan menjadi tugas utama pengelola situs.

Dengan analogi sopir maka dia tidak boleh memarkir kendaraan pada lokasi yang retan kecelakaan atau kehilangan bukan? Dapat dikatakan anggaplah pengelola situs (server admin / db admin / web admin / webmaster dan segala posisi yang terkait dengan pekerjaan tersebut) utamanya digaji hanya untuk backup data dan selebihnya itu sekedar tugas tambahan J. Yang ingin ditekankan adalah apalah arti kerja berbulan-bulan apabila tidak dapat menyimpan pekerjaannya tersebut secara baik.

Tentu disini penting juga langkah rutin latihan restore, sebagai bagian dari DRP (Disaster Recovery Plan) bahwa data yang dibackup harus dipastikan dapat dipulihkan (restorable). Durasi pekerjaan ini tergantung dari besarnya backup yang dimiliki dan jenis restore yang dilakukan.


Resolve

Menuntaskan tahapan pemulihan dengan melakukan pengujian dan pemastian bahwa segalanya telah kembali normal (atau lebih baik dari kondisi sebelumnya) atau setidaknya pemulihan telah sampai pada tingkat yang dapat dipertanggungjawabkan atau diterima oleh pimpinan, lalu dipastikan sistem pelindung telah terpasang dan diaktifkan, patch yang diperlukan telah dipasang. Bila semua dinyatakan "SIAP" maka layanan ini bisa segera dibuka kembali.

Pada tahap ini sangat diperlukan adanya pencatatan mengenai apa yang dipasang, ditingkatkan, perbedaan dengan setting terdahulu. Sehingga apabila terjadi penyerangan berikut maka pengelola tidak perlu melakukan fall-back (atau kembali ke sistem sebelum tahap 5R) melainkan cukup mengulang tahapan 5R dengan benar, mungkin saja ada langkah yang terlupa atau ada langkah mendetil yang terlewati.


Retain

Secara parallel (karena situs telah dibuka kembali) dilakukan pengujian terhadap situs untuk dipastikan bahwa setidaknya situs tidak akan rubuh dengan modus operandi yang sama dan juga diuji dengan cara lainnya.



Tahap 5R ini bukan jaminan bahwa sistem akan lebih kuat karena dalam dunia ICT tidak ada istilah lebih kuat. Yang perlu diutamakan bukan sekedar keamanan (Secure) tetapi juga kecepatan (Speed), stabil (Stable) dan lancar (Smooth) keempat ini bisa diingat dengan istilah 4S (lagi-lagi ini bukan istilah baku namun agar mudah mengingatnya) dan perlu disadari dibalik sistem ICT tersebut adalah manusia yang mungkin lalai melakukan semua tahapan tersebut secara mendetil dan benar walau sudah diterapkan SOP (Standard Operating Procedure).

Sehingga control berupa check-recheck akan sangat membantu. Tahapan 5R ini setidaknya dapat memberikan panduan kepada pengelola situs untuk tidak panik lalu malah melakukan banyak langkah yang tidak perlu dan justru lupa pada skala prioritas manfaat dan kepentingan situs tersebut.

Semoga informasi ini bermanfaat untuk kita semua dan membuat liat lebih sering belajar dalam melakukan trouble shooting yang baik, dan pesan ini untuk kita semua termasuk untuk diri saya sendiri.

*Penulis: Abimanyu Wachdjoewidajat merupakan akademisi dari UIN Syarif Hidayatullah serta praktisi telematika. Ia bisa dihubungi melalui blog http://awam.multiply.com.
Selengkapnya >>>

Situs Disusupi, Kominfo Diminta Berkaca


Hacker yang menyusup ke halaman situs Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meninggalkan pesan khusus. Kementerian yang dipimpin Tifatul Sembiring itu diminta untuk berkaca dan segera membenahi situs tersebut.

Hacker yang berhasil menyusup situs yang beralamat di www.depkominfo.go.id itu sepertinya tidak memiliki niat jahat di balik aksinya. Buktinya, meski mendapatkan akes ke 'jantung' situs tersebut, pelaku hanya meninggalkan pesan kekecewaannya.

"Kenapa depkominfo.go.id yg menjadi target?

Silakan kunjungi link http://goo.gl/sEwEa dan baca baik2 sebelum kalian merasa kebakaran jenggot karena situs kalian di-hack dan mencoba menangkap pelakunya, ada baiknya kalian berkaca pada diri sendiri, benahi dahulu situsnya," tulis pelaku.

Situs yang beralamatkan di http://xxxxxx.depkominfo.go.id/xxx.txt, memang membocorkan banyak detail situs kominfo.

Masih berdasarkan keterangan di halaman tersebut, pelaku juga terlihat sudah mendapatkan usename berserta password para pengelola situs tersebut. Mulai dari administrator, reporter, dan beberapa user lainnya.

"Nice.. Sebuah IT team professionals yg katanya secara teknis mudah untuk menangkap seorang defacer melalui IP address ternyata menggunakan plaintext untuk passwordnya Hebat! Sungguh Hebat!," lanjut pelaku.
Selengkapnya >>>

Situs KBRI Pakistan Diserang 'Hacker Turki'


Di halaman depan Kedutaan Besar Republik Indonesia tampak tentara menyerbu sambil menodongkan senjata, pesawat tempur dengan bendera turki pun mengancam di kejauhan. Jika ini terjadi secara fisik, mungkin pemerintah Indonesia sudah panik.

Untungnya adegan itu hanya gambar yang ditempelkan, secara tidak sah tentunya, pada halaman depan situs Kedutaan Besar Republik Indonesia di Islamabad, Pakistan (kbri-islamabad.go.id).

Dari tampilan aksi yang dilakukan, bisa diduga pelaku berasal dari Turki. Kelompok-kelompok tertentu di Turki memang dikenal gemar melakukan vandalisme online seperti ini.

Biasanya aksi kelompok yang kerap digeneralisir sebagai 'hacker turki' ini dilakukan secara massal. Jadi, jangan dulu menduga-duga ada muatan politik atau ideologi terhadap Indonesia dari aksi ini.

Penelusuran di Zone-H, situs yang mencatat aksi web defacement di dunia, juga menunjukkan indikasi yang sama. Kelompok bernama 1923-Turk, yang menstempel halaman depan situs KBRI itu, sedang melakukan aksi massal pada berbagai server di dunia.
Selengkapnya >>>

Hacker Iran Bobol Situs Voice of America


Dedemit maya asal Iran dilaporkan telah berhasil menyusup dan melakukan aksi deface terhadap situs Voice of America (VoA). Pelaku dituding merupakan kaki tangan pemerintah Iran.

Iranian Cyber Army (ICA) -- demikian para pelaku menamakan diri mereka -- melakukan aksi usil tersebut. Aksi yang dilancarkan memang tak sampai merusak sistem situs VoA, namun cukup mengganggu lantaran mempermak tampilan corong informasi milik pemerintah AS tersebut.

Halaman muka situs yang beralamat di www.voanews.com tersebut ditempeli dengan gambar bendera Iran yang di sebelahnya ada senapan AK-47.

Kelompok tersebut juga meninggalkan pesan kepada Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton. "Do you want to hear the voice of oppressed nations will from heart of USA? Islamic world doesn't believe USA trickery. We call on you to stop interfering in Islamic countries," tulis ICA.

"We have proven that we can," pungkasnya, dalam situs VoA yang dipermak tersebut.

VOA adalah siaran multimedia (radio, televisi dan internet) milik pemerintah AS yang menyiarkan beragam program dalam 53 bahasa sejak tahun 1942. Berpusat di Washington DC, VOA memiliki ratusan koresponden dan jaringan stringer yang tersebar di seluruh dunia.

Adapun ICA merupakan kelompok peretas yang namanya sudah cukup terdengar gaungnya di kalangan underground. Aksi mereka yang terkenal adalah ketika membobol dan men-deface Twitter pada Desember 2009.

Kemudian pada Januari 2010, kelompok tersebut menyasar mesin pencari China, Baidu. ICA me-redirect pengguna yang ingin mengakses Baidu ke halaman yang memajang banner Iranian Cyber Army.

Cukup banyak memang aksi usil kelompok tersebut. Bahkan pengamat keamanan cyber sampai mencurigai mereka sebagai bagian dari kaki tangan pemerintah Iran.
Selengkapnya >>>

Punya Dana Miliaran, PSSI Tak Urus Situsnya


Jebolnya situs PSSI tentu saja terbilang memprihatinkan. Terlebih, jika mengetahui bahwa induk sepakbola nasional tersebut mendapat kucuran dana hingga miliaran rupiah tiap tahunnya.

"Admin situs PSSI masih bodoh juga ya, sudah dikasih tahu bug-nya (celah) tapi masih saja tidak di-patch (ditambal). Capek deh nih admin," gemas pelaku yang mengaku telah membobol situs PSSI.

Ya, setiap tahun berganti, PSSI dinilai bak mendapat durian runtuh. Di saat itulah, organisasi olahraga yang dituntut untuk segera melakukan revolusi tersebut mendapat pasokan dana segar dari berbagai sumber.

Menurut Apung Widadi peneliti ICW yang tergabung dalam Save Our Soccer, untuk tahun 2011 saja, PSSI diperkirakan mendapat dana Rp 90 miliar dari APBN, dari FIFA USD 300 ribu (pembagian keuntungan penyelenggaraan Piala Dunia 2010), lalu sponsorship Rp 45 miliar.

"Selama ini kan PSSI tidak pernah transparan dalam mempertanggungjawabkan anggaran," ujar Apung ketika diwawancara detikcom beberapa waktu lalu.

Memang, dana yang harus dikeluarkan PSSI untuk menjalankan roda kompetisi sepakbola Indonesia dan membiayai Timnas Garuda juga tak sedikit. Namun yang menjadi pertanyaan adalah, apakah dana miliaran yang mereka dapat tak ada sedikit pun yang dialokasikan untuk pembenahan situs webnya?

Padahal di era informasi sekarang ini keberadaan situs dari sebuah organisasi termasuk hal penting. Apalagi jika organisasi tersebut menjadi badan olahraga yang sangat digilai penduduk suatu negara, seperti Indonesia.

Di media inilah PSSI sejatinya dapat mendistribusikan informasi seputar sepakbola nasional hingga berpromosi. Namun jika tools ini saja tidak diurus, bagaimana bisa dioptimalkan?

Nah, kini ketika gelontoran gerakan yang menuntut Ketua Umum PSSI Nurdin Halid beserta kroni-kroninya mundur jelas situs PSSI bakal menjadi salah satu sasaran tembak para peretas untuk melampiaskan kekesalan.

Namun sayang, situs PSSI yang beralamat di www.pssi-football.com tersebut dianggap kurang menantang untuk dedemit maya Indonesia lantaran mudah sekali ditembus.

"Situs PSSI gampang dibobol, banyak sekali bug (celah). Kami bisa dengan mudah memasukan script ke dalam databasenya," klaim pelaku.
Selengkapnya >>>

Regulator Internet Dunia Rekrut Dedengkot Hacker


Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) mengambil langkah taktis dalam memperkuat basis kemampuannya. Organisasi yang mengatur alamat internet dunia itu merekrut salah seorang dedengkot hacker.

Adapun sang hacker veteran yang digaet ICANN adalah Jeff Moss. Di ranah underground, Moss dikenal dengan sebutan Dark Tangent dan merupakan pendiri konferensi keamanan komputer Black Hat.

Moss direncanakan bakal mulai berkantor di kantor ICANN di Washington DC pada Jumat waktu setempat dengan jabatan vice president & chief security officer.

"Saya tak memiliki pilihan lain dengan kemampuan ancaman keamanan internet yang luar biasa serta bagaimana mempertahankan diri dan melawannya selain nama Jeff Moss," ujar Chief Executive ICANN Rod Beckstrom.

"Dia memiliki pengetahuan mendalam yang hanya bisa didapat dari pengalamannya di medan tempur dalam melawan ancaman cyber," imbuhnya.

Moss pun menyambut gembira tugas barunya ini. Ia mengaku tak sabar untuk segera beraksi dan membawa kemampuannya di ICANN.

"Organisasi ini harus mengkoordinasikan alamat internet dunia sehingga posisinya menjadi pemimpin dalam mengidentifikasi dan meng-handle segala ancaman online dalam ranah sistem nama domain yang dapat berimbas kepada 2 miliar pengguna internet dunia," lanjutnya.
Selengkapnya >>>

Keamanan Informasi Dunia Maya


Seiring dengan berkembangnya dunia Teknologi Informasi ( TI ) dapat dikatakan pula berkembangnya dunia kejahatan didunia maya atau yang lebih dikenal dengan cyber crime. Banyak orang mengatakan bahwa kejahatan dunia maya hanya melakukan pembobolan user name atau bahkan hingga passwordnya. Banyak kasus yang telah terjadi pada dunia maya, tidak hanya pada pembobolan tabungan, namun hingga pada perdagangan manusia, bahkan adanya transaksi seks.

Berawal dari sebuah pertemanan pada dunia maya atau disebut dengan chating, dengan menggunakan beberapa macam nama aplikasi yang digunakan untuk berkomunikasi banyak orang. Mulai dari yahoo messenger hingga sekarang munculnya friendster, facebook dan twitter. Itu semua adalah aplikasi yang digunakan untuk berhubungan komunikasi banyak orang, yang diketahui bahwa seseorang yang kita kenal itu tidak diketahui keberadaannya.

Dengan seringnya seseorang menggunaka aplikasi tersebut maka banyaklah mengundang modus-modus kejahatan yang terjadi pada dunia maya. Berawal dengan menjadi teman kemudian saling berkomunikasi hingga terjadinya pertukaran informasi yang tadinya sangat privasi kemudian menjadi hal biasa untuk menjadi public. Kejahatan yang sudah banyak terjadi diantaranya yaitu adalah kasus penipuan hingga yang terparah adalah perdagangan manusia.

Sangat disayangkan sekali aplikasi yang tadinya digunakaan untuk menjalin sebuah pertemanan bahkan bisa mendapatkan pasangan. Dapat difungsikan sebagai kedok dunia kejahatan yang terjadi pada dunia Teknologi Informasi (TI) tepatnya pada dunia maya, yang menyagkut banyak hal terutama menyangkut pribadi.

Disarankan bagi para pengguna aplikasi dunia maya agar tidak mengumbar segala bentuk informasi mengenai data pribadi, karena dapat mengundang terjadinya kejahatan yang dapat menimpa anda. Untuk itu tidaklah memberikan informasi mengenai data diri anda kepada khalayak banyak atau bahkan untuk konsumsi public. Dalam penggunaan aplikasi harus dilandasi dengan etika serta moral yang patut dijunjung tinggi.
Selengkapnya >>>

What is Cybercrime ?


Cybercrime merupakan bentuk-bentuk kejahatan yang timbul karena pemanfaatan teknologi internet. Beberapa pendapat mengindentikkan cybercrime dengan computer crime. The U.S. Department of Justice memberikan pengertien computer crime sebagai:
“…any illegal act requiring knowledge of computer technology for its perpetration, investigation, or prosecution”.
(www.usdoj.gov/criminal/cybercrimes)

Pengertian tersebut identik dengan yang diberikan Organization of European Community Development, yang mendefinisikan computer crime sebagai:
“any illegal, unehtical or unauthorized behavior relating to the automatic processing and/or the transmission of data”.

Adapun Andi Hamzah (1989) dalam tulisannya “Aspek-aspek Pidana di Bidang komputer”, mengartikan kejahatan komputer sebagai:
”Kejahatan di bidang komputer secara umum dapat diartikan sebagai penggunaan komputer secara illegal”.

Dari beberapa pengertian di atas, secara ringkas dapat dikatakan bahwa cybercrime dapat didefinisikan sebagai perbuatan melawan hukum yang dilakukan dengan menggunakan internet yang berbasis pada kecanggihan teknologi komputer dan telekomunikasi.
Selengkapnya >>>

Kejahatan Teknologi Informasi


Kebutuhan akan teknologi Jaringan Komputer semakin meningkat. Selain sebagai media penyedia informasi, melalui Internet pula kegiatan komunitas komersial menjadi bagian terbesar, dan terpesat pertumbuhannya serta menembus berbagai batas negara. Bahkan melalui jaringan ini kegiatan pasar di dunia bisa diketahui selama 24 jam. Melalui dunia internet atau disebut juga cyberspace, apapun dapat dilakukan.

Segi positif dari dunia maya ini tentu saja menambah trend perkembangan teknologi dunia dengan segala bentuk kreatifitas manusia. Namun dampak negatif pun tidak bisa dihindari. Tatkala pornografi marak di media Internet, masyarakat pun tak bisa berbuat banyak.

Seiring dengan perkembangan teknologi Internet, menyebabkan munculnya kejahatan yang disebut dengan “CyberCrime” atau kejahatan melalui jaringan Internet. Munculnya beberapa kasus “CyberCrime” di Indonesia, seperti pencurian kartu kredit, hacking beberapa situs, menyadap transmisi data orang lain, misalnya email, dan memanipulasi data dengan cara menyiapkan perintah yang tidak dikehendaki ke dalam programmer komputer. Sehingga dalam kejahatan komputer dimungkinkan adanya delik formil dan delik materil.

Delik formil adalah perbuatan seseorang yang memasuki komputer orang lain tanpa ijin, sedangkan delik materil adalah perbuatan yang menimbulkan akibat kerugian bagi orang lain. Adanya CyberCrime telah menjadi ancaman stabilitas, sehingga pemerintah sulit mengimbangi teknik kejahatan yang dilakukan dengan teknologi komputer, khususnya jaringan internet dan intranet.
Selengkapnya >>>

Hacker VS Cracker


Hackers are like kids putting a 10 pence piece on a railway line to see if the train
can bend it, not realising that they risk de-railing the whole train
(Mike Jones: London interview).

Untuk mempelajari masalah keamanan, ada baiknya juga mempelajari
aspek dari pelaku yang terlibat dalam masalah keamanan ini, yaitu para
hackers and crackers. Buku ini tidak bermaksud untuk membahas secara
terperinci masalah non-teknis (misalnya sosial) dari hackers akan tetapi
sekedar memberikan ulasan singkat.

Istilah hackers sendiri masih belum baku karena bagi sebagian orang
hackers mempunyai konotasi positif, sedangkan bagi sebagian lain
memiliki konotasi negatif. Bagi kelompok yang pertama (old school), untuk
pelaku yang jahat biasanya disebut crackers. Batas antara hacker dan
cracker sangat tipis. Batasan ini ditentukan oleh etika. moral, dan integritas
dari pelaku sendiri. Untuk selanjutnya dalam buku ini kami akan
menggunakan kata hacker sebagai generalisir dari hacker dan cracker,
kecuali bila diindikasikan secara eksplisit.

Paul Taylor dalam disertasi PhDnya [47] mengungkapkan adanya tiga
kelompok, yaitu Computer Underground (CU), Computer Security Industry (CSI), dan kelompok akademis. Perbedaan antar kelompok ini kadangkadang
tidak tegas.

Untuk sistem yang berdomisili di Indonesia secara fisik (physical) maupun
lojik (logical) ancaman keamanan dapat datang dari berbagai pihak.
Berdasarkan sumbernya, acaman dapat dikategorikan yang berasal dari luar
negeri dan yang berasal dari dalam negeri. Acaman yang berasal dari luar
negeri contohnya adalah hackers Portugal yang mengobrak-abrik beberapa
web site milik pemerintah Indonesia.

Berdasarkan motif dari para perusak, ada yang berbasis politik, eknomi, dan
ada juga yang hanya ingin mencari ketenaran. Masalah politik nampaknya
sering menjadi alasan untuk menyerang sebuah sistem (baik di dalam
maupun di luar negeri). Beberapa contoh dari serangan yang menggunakan
alasan politik antara lain:

• Serangan dari hackers Portugal yang mengubah isi beberapa web site
milik pemerintah Indonesia dikarenakan hackers tersebut tidak setuju
dengan apa yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia di Timor Timur.
Selain mengubah isi web site, mereka juga mencoba merusak sistem
yang ada dengan menghapus seluruh disk (jika bisa).

• Serangan dari hackers Cina dan Taiwan terhadap beberapa web site
Indonesia atas kerusuhan di Jakarta (Mei 1998) yang menyebabkan etnis
Cina di Indonesia mendapat perlakukan yang tidak adil. Hackers ini
mengubah beberapa web site Indonesia untuk menyatakan ketidaksukaan
mereka atas apa yang telah terjadi.

• Beberapa hackers di Amerika menyatakan akan merusak sistem milik
pemerintah Iraq ketika terjeadi ketegangan politik antara Amerika dan
Irak.
Selengkapnya >>>

Teroris Dunia Maya


Terorisme cyber merupakan aktivitas para teroris di dunia maya. Kehadiran kelompok teroris dengan menggunakan internet sebagai kendaraannya merupakan sebuah fenomena baru dan hal ini mengalami peledakan pertumbuhan dalam 1 dasawarsa ini.

Estimasi tentang jumlah situs kelompok teroris yang aktif berbeda-beda, karena memang sangat sulit untuk mengukur dan mengawasinya. Tetapi dalam konsensus tahun 1996 hanya tercatat 100 website yang bernuansa teroris dan sampai hari ini telah tercatat lebih dari 5.000 website yang berbau teroris atau yang dicurigai sebagai situs teroris).

Hal ini berdasarkan penelitian dan tercantum dalam Foreign Terrorist Organisations, US Department of State, bahwa organisasi ini sudah melakukan kegiatan secara online dan berbagai bentuk aktifitas online juga.

Setelah peristiwa 9/11, pemerintah dan publik di seluruh dunia terbelalak dengan aksi para teroris dan tentu saja internet merupakan salah satu cara paling ampuh dalam melakukan koordinasi. Banyak artikel telah ditemukan dan diperiksa oleh intelijen terkait aktivitas teroris.

Media internet terbukti digunakan untuk koordinasi dari komputer Al-Qaeda di Afghanistan dan internet digunakan untuk mengumpulkan informasi intelijen dan tentu saja mengirimkan informasi tersebut dalam bentuk enkripsi (diacak).

Definisi teroris yang digunakan/dikumpulkan oleh penulis bahwa teroris adalah ‘Taktik bermotif politik yang melibatkan ancaman atau penggunaan kekuatan atau kekerasan dimana mengejar publisitas dan merupakan hal yang paling penting untuk mencapaiannya’. Saat ini publisitas yang paling besar pengaruhnya adalah internet dan teroris tersebut menggunakan media internet ini untuk melakukan propaganda dan komunikasi/koordinasi.

Pertumbuhan penggunaan internet oleh kelompok teroris merupakan salah satu kunci bahwa internet merupakan kunci penting dalam melakukan komunikasi di antara mereka, kemudahan akses bagi pengguna di seluruh dunia, keberhasilan internet menembus koridor hukum seperti sensor informasi berbeda-beda di sebuah negara, sangat cepat mengalir, ‘always on’, biaya murah, anonimitas dalam berkomunikasi dan tentu saja lingkungan multimedia.
Selengkapnya >>>

'k1ll.th3.tv,' Identitas Penjebol Situs Polri?


Situs Polri yang dijebol meninggalkan sebuah jejak. 'k1ll@th3.tv', yang tertera pada akhir laman bisa jadi merupakan identitas peretas yang membobol dan mendeface situs resmi www.polri.go.id.

Ketika ditelusuri langsung ke alamat tersebut, Kamis (16/5/2011) memang hanya menemukan sebuah laman bergambar sebuah televisi dengan layar pecah di ujung kanan bawahnya.

Namun, ketika dicoba ditelusuri melalui Google, ditemukan kata k1ll.th3.tv yang mengarahkan ke sebuah situs jejaring sosial bernama Nahnumuslim.

Saat dikunjungi, k1ll.th3.tv sepertinya digunakan sebagai nama akun di situs tersebut. Di dalamnya hanya ditemukan 2 buah postingan yang isinya sama persis dengan menyertakan link yang mengarah ke situs Polri yang sudah di deface.

Isi tulisan dalam postingan itu adalah: "pembangkit semangat http://www.polri.go.id/backend/index.html http://ppid.polri.go.id/backend/index.html

http://www.polri.go.id/backend/index.html,"

Seperti dikutip dari keterangan waktunya, kedua tulisan tersebut diketahui diposting pada 16 Mei 2011, pada pukul 05:58 dan 16 May 2011, pada 06:01.

Pada tab info di laman profilnya ditemukan informasi bahwa k1ll.th3.tv telah bergabung dengan Nahnumuslim sejak 30 April 2011. Sedangkan ketika menuju tab Group, ada 4 akun yang diikuti, diantaranya Cyberjihad dan Barisan Mujahidah.

Pantauan www.police-line.tk pukul 17.00 WIB, Senin (16/5/2011) situs Mabes Polri di www.polri.go.id tidak bisa diakses seperti biasanya. Namun, ketika memasukan alamat http://www.polri.go.id/backend/index.html pada address bar di browser, pengunjung akan menemukan sejumlah tulisan dan sebuah video yang terselip berjudul Doa Hamba Allah yang Prihatin dengan Kondisi Umat Islam.

Video itu berisi doa yang dibacakan Syaikh Muhammad Al Mohaisany yang merupakan Imam Masjid Masjidil Haram di Makah, Arab Saudi dan menampilkan gambar para mujahidin, termasuk pimpinan Al Qaeda, Osama bin Laden yang baru saja tewas tertembak.
Selengkapnya >>>

Polri Belum Mengetahui Motif Pembobolan Situsnya

Hingga saat ini Polri belum bisa memastikan apa motif sebenarnya pelaku yang membobol atau meretas situs resmi milik Polri. Polri juga belum menyimpulkan apakah pelaku terkait satu jaringan tertentu.

Hal itu disampaikan oleh Kadiv Humas Polri, Irjen Anton Bachrul Alam,, di Jakarta, Senin (16/5/2011). Saat ditanya apakah Polri sudah bisa mengetahui apa motif dan siapa pelaku pembobol situs miliknya, Anton mengatakan saat ini masih didalami. "Motifnya belum diketahui secara pasti, juga apa pesan yang hendak disampaikan dengan tindakan ini. Saat ini pelaku masih tengah diselidiki," ucapnya.

Mantan Kapolda Jawa Timur ini juga belum bisa memastikan apakah pelaku terkait dengan jaringan terorisme atau orang-orang yang bersimpatik terhadap jaringan tersebut. "Belum bisa dipastikan, pelaku masih dilidik. Mungkin ingin membenturkan Polri, dengan upaya pemberantasan terorisme," tutupnya.

Sebelumnya situs Polri (www.polri.go.id) di-hack oleh seseorang yang mengajak pejuang Islam untuk bangkit. Ketika situs Polri dibuka, tampilan muka situs tersebut kosong, tapi tidak ada pesan error atau kejanggalan. Namun bila menuliskan http://www.polri.go.id/backend/index.html pada adress bar di browser, pengunjung dibawa pada sebuah halaman berlatar belakang hitam yang berisi tampilan foto dua orang berbaju khas kearab-araban mengibarkan bendera. Ada juga tulisan sebuah kalimat "Tiada tuhan kecuali Allah - Muhammad hamba dan utusan Allah". Selain itu ada juga tulisan "Bangkitlah singa-singa Islam!" yang terletak di bawahnya.

Selanjutnya di bawah foto dan tulisan terdapat link video yang telah dipublikasi di situs Youtube dengan judul 'Doa Hamba Allah yang Prihatin dengan Kondisi Umat Islam'. Doa tersebut diambil dari doa Syaikh Muhammad Al-Mohaisany, Imam Masjidil Haram, Mekkah. Di bawah link video tersebut terdapat arti doa tersebut dalam bahasa Indonesia.
Selengkapnya >>>

Hacker Pembobol Situs Polri Belum Tentu Teroris

Peretasan atau pembobolan situs resmi Polri belum tentu dilakukan oleh teroris atau pihak yang menyimpan dendam terhadap polisi. "Belum tentu serangan ini diarahkan kepada situs polri, bisa saja random," ujar pakar teknologi informatika Ruby Alamsyah.

Situs Kepolisian Republik Indonesia yang beralamat polri.go.id, diduga telah diretas (hacked). Peretas mengajak pejuang Islam untuk bangkit. Ketika situs Polri dibuka, situs akan otomatis mengarahkan ke sebuah alamat http://www.polri.go.id/backend/index.html.

Namun dalam pantauan www.police-line.tk situs Polri tersebut tidak bisa diakses sama sekali alias blank. Hanya saja, link itu masih bisa diakses dengan cara mengetik link tersebut langsung.

Di alamat tersebut, barulah terlihat bahwa situs lembaga penegak hukum tersebut telah diretas. Di situ hanya ada latar berwarna hitam dengan sebuah foto dua orang berbaju khas kearab-araban mengibarkan bendera. Ada juga tulisan sebuah kalimat "Tiada tuhan kecuali Allah - Muhammad hamba dan utusan Allah". Selain itu ada juga tulisan "Bangkitlah singa-singa Islam!" yang terletak di bawahnya.

Menurut Ruby, dalam kasus pembobolan situs resmi Polri tersebut, bisa saja dilakukan oleh siapapun. Isi dan seruan yang tampil dalam layar hasil yang diubah hacker tersebut tidak mencerminkan pihak penyerangan terhadap situs penegak hukum itu.

"Mungkin ini diarahkan ke kelompok tertentu, mungkin ini akan banyak yang mengira dilakukan oleh pihak yang dendam terhadap polisi. Tapi dalam cyber crime semua ada jejaknya. Konten saja belum bisa mencerminkan si pelaku penyerangan," tegas Ruby.

Untuk itu Ruby mengimbau agar menungu hasil penyelidikan dan pembuktian jejak hacker tersebut untuk menentukan siapa dan apa motif pelaku pembobolan situs Polri tersebut.
Selengkapnya >>>

Hacker Sengaja Rusak Situs Polri

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam mengatakan bahwa adanya perubahan pada situs www.polri.go.id baru diketahuinya dan ini merupakan ulah oknum yang sengaja ingin merusak.

Anton mengatakan tengah menyelidiki kasus tersebut. ia mengaku baru mengetahui pembajakan terhadap situs Polri. Anton meminta masyarakat bersabar dan proaktif memberikan informasi. "Yang jelas kalau itu berubah bukan dari kita. Ada pihak yang sengaja mengacaukan situs kita," ungkap Anton Bachrul Alam melalui pesan singkat kepada www.police-line.tk, Selasa (17/5/2011).

Anton mengatakan tengah menyelidiki kasus tersebut. ia mengaku baru mengetahui pembajakan terhadap situs Polri. Anton meminta masyarakat bersabar dan proaktif memberikan informasi.

Diketahui, situs Mabes Polri dijebol hacker. Halaman situs tersebut di-deface oleh hacker yang belum diketahui identitasnya. Laman tersebut adalah tulisan 'Tiada tuhan kecuali Allah - Muhammad hamba dan utusan Allah' dengan latar belakang warna hitam.

Di laman yang diretas itu juga disisipkan sebuah video berjudul Doa Hamba Allah yang Prihatin dengan Kondisi Umat Islam yang diambil dari situs Youtube. Video yang disisipkan itu berisi doa yang dibacakan Syaikh Muhammad Al Mohaisany yang merupakan Imam Masjid Masjidil Haram di Makah, Arab Saudi.

Ada juga gambar dua orang pria yang tampak memakai baju ala pejuang jihad sambil memegang bendera bertuliskan huruf arab.
Selengkapnya >>>