Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, mengatakan bahwa saat ini telah banyak serangan yang dilakukan aktivis peretas (hacktivist), terhadap situs resmi pemerintah. Kemenkominfo pun memperingatkan semua pihak untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya keamanan nasional akibat serangan dalam dunia maya.
"Saya menyayangkan sikap-sikap yang terlalu mengabaikan bahaya-bahaya serangan yang terjadi di dunia maya. Ini sudah merupakan masalah serius di seluruh dunia," kata Tifatul, dalam keterangan pers yang diterima.
Tifatul kemudian mencontohkan sejumlah serangan terhadap situs resmi yang ada di dunia. Misalnya, serangan terhadap situs resmi pemerintah Esthonia, Iran, Swiss, Malaysia, dan lembaga-lembaga seperti Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA), media Fox News, dan Google.
"Bahkan di dalam negeri, lembaga pemerintah situsnya pernah diserang. Seperti, Mabes Polri, Lemhanas, TNI, Pertamina, tidak luput pula situs Kemenkominfo," tutur Tifatul.
Tifatul kemudian menjelaskan, berdasarkan penelusuran Kemenkominfo, masih banyak lembaga dan kementerian negara yang belum membangun sistem keamanan komputer yang baik. Bahkan, cenderung mengabaikan aspek-aspek keamanan sistem informasi.
Padahal, menurut Tifatul, serangan para peretas dapat berskala luas tanpa batas. Lemahnya keamanan bisa mengakibatkan lumpuhnya sistem teknologi-informasi milik pemerintah dan lembaga negara. "Masa ada situs lembaga yang passwordnya adalah 123. Ditempel pula di atas meja," ujar Tifatul.
Selengkapnya >>>
Banyak Instansi Abaikan Serangan Hacker
Kelompok Hacker Ajak Pemboikotan PayPal
Anonymous, kelompok hacker yang mendukung situs peniup peluit Wikileaks, mem-posting pernyataan resmi ajakan untuk memboikot situs layanan transfer dan pembayaran online, PayPal. Pernyataan resmi itu dibuat sebagai protes kepada PayPal, yang dianggap tidak adil karena menolak aksi donasi kepada Wikileaks melalui PayPal.
Bersama kelompok hacker lain, Lulzsec, Anonymous mem-posting ajakan boikot PayPal ini di sebuah situs text-sharing, Pastebin. Selain menolak digunakan untuk donasi Wikileaks, PayPal juga dianggap membantu aparat keamanan dalam melacak para hacker, yang kemudian ditahan.
"Alasannya sederhana, kami, rakyat, merasa terganggu dengan ketidakadilan tersebut. Kami tidak akan hanya duduk dan membiarkan kami dihancurkan oleh korporasi mana atau pemerintah mana pun," tulis pesan di situs Pastebin itu, seperti dikutip dari CNN.
"Kami tidak takut terhadap kalian, dan kami tak perlu kalian takutkan. Kami bukan teroris, tapi kalian (yang teroris)," lanjut pesan itu.
Sejak awal bulan ini penyelidik federal Amerika Serikat, FBI, setidaknya telah menahan 14 orang atas tuduhan meretas (hacking) situs PayPal. Aksi serangan oleh para hacker memang marak dilakukan setelah PayPal menolak donasi yang dikumpulkan Wikileaks.
Dalam pesan tersebut, FBI juga dikritik karena menahan orang-orang, hanya karena melakukan "operasi cyber modern yang etis". Menurut pesan itu, tidak adil menahan orang yang melakukan peretasan atau hacking atas dasar protes. Karena, aksi hack itu tidak dilakukan untuk mengambil keuntungan.
Aksi boikot ini kemudian mengajak orang-orang untuk menutup akun PayPal mereka. Anonymous dan Lulzsec juga meminta orang-orang untuk menyebar ajakan boikot PayPal ini di jejaring sosial, seperti Twitter.
Namun, hingga saat ini belum terlihat dampak dari ajakan para hacktivist (aktivis hacker) tersebut. "Kami tidak melihat ada perubahan dalam operasional kami," ucap juru bicara PayPal dalam email kepada CNN, kemarin.
Selengkapnya >>>
Waspadai Serangan Hacker Anonymous ke Indonesia
Serangan cyber yang melanda Malaysia beberapa waktu lalu memaksa Indonesia untuk pasang kuda-kuda. Ancaman serupa dikhawatirkan terjadi di Tanah Air oleh grup hacker yang menamakan diri sebagai Anonymous.
Wakil Ketua Indonesia Security Incident Response Team On Internet Infrastructure (ID-SIRTII), M. Salahuddien pun mengaku bahwa pihaknya telah mengeluarkan imbauan kepada para penyelanggara jasa internet (ISP) agar waspada.
"Melihat apa yang terjadi di Malaysia jadi kita sudah ingatkan kepada para penyelenggara (ISP-red) agar waspada dengan meningkatkan keamanan," tukas pria yang biasa disapa Didin Pataka ini.
Menurutnya, beberapa waktu sebelum Anonymous menyerbu Malaysia, Negeri jiran itu sempat mendapat kiriman spam alias email sampah dalam jumlah besar.
"Jadi trennya itu setelah serbuan spam, normal sebentar, baru serangan dilancarkan," tukas Didin.
Program jahat (malware) yang digunakan Anonymous juga diyakini tidak dibuat oleh grup hacker tersebut. Namun cuma dimodifikasi dari sumber yang sudah ada.
Sebelumnya, puluhan website milik pemerintah Malaysia dihajar dalam gelombang serangan cyber oleh hacker. Setidaknya 51 website menjadi target dan gangguan terjadi pada 41 website yang disasar.
Kejadian yang menyasar situs berakhiran .gov.my itu diumumkan langsung oleh otoritas Malaysian Communications and Multimedia Commission (MCMC).
Diduga kuat pelaku serangan adalah grup hacker Anonymous. Terlebih sebelumnya ada peringatan dari kelompok hacker yang sudah cukup tenar ini untuk menyerang website pemerintah setempat.
Anonymous mengancam akan menyerang karena tidak setuju dengan kebijakan sensor internet Malaysia. Sebelumnya, kelompok ini juga menyabotase beberapa website di Turki terkait alasan serupa. Selengkapnya >>>
Puluhan Situs Pemerintah Malaysia Dijebol Hacker
Berbagai website milik pemerintah Malaysia dihajar dalam gelombang serangan cyber oleh hacker. Setidaknya 51 website menjadi target dan gangguan terjadi pada 41 website yang disasar.
Kejadian itu diumumkan langsung oleh otoritas Malaysian Communications and Multimedia Commission (MCMC). Serangan ke website berakhiran .gov.my terjadi sekitar Rabu tengah malam waktu setempat.
"Malaysian Communications and Multimedia Commission dapat mengkonfirmasi bahwa memang benar ada upaya untuk melakukan hack di beberapa website," kata MCMC.
Menurut MCMC, pemulihan pada situs yang terkena serangan tidak membutuhkan waktu terlalu lama. Kebanyakan website diklaim telah pulih dari serangan tersebut.
Belum jelas siapa pelaku serangan ini, namun sebelumnya memang ada peringatan dari grup hacker Anonymous. Kelompok hacker yang sudah cukup tenar ini mengancam akan menyerang website pemerintah setempat.
Anonymous mengancam akan menyerang karena tidak setuju dengan kebijakan sensor internet Malaysia. Sebelumnya, kelompok ini juga menyabotase beberapa website di Turki terkait alasan serupa.
Menyikapi Situs yang Diobrak-abrik Hacker
Sebenarnya yang perlu dilakukan cukup fokus terhadap apa yang dihadapi dan mencari solusi sesuai tahapan yang benar. Kita tidak perlu sesali bila situs kena hack, justru itu menjadi feed-back bagi kita bahwa situs kita belum terlindungi dengan benar dan perlu ada pembenahan, perlu ada pembelajaran.
Lalu pertanyaan berikut adalah mengapa situs D,E & F yang kena incar bukan X,Y & Z?
Di luar dugaan kemungkinan adanya niatan dari pihak tertentu (non teknis) salah satu jawaban paling logis dalam dunia hacking adalah apabila suatu metoda berhasil membobol suatu situs maka cara yang termudah untuk kembali sukses membobol situs lain pasti dengan mencari situs yang menggunakan cara yang sama seperti yang berhasil dibobol sebelumnya tersebut, betul bukan?
Hal itu karena tantangan (baca: kebanggaan) membobol situs pemerintah bukanlah kepada "seberapa sulit" bisa melakukan penerobosan melainkan "seberapa banyak" yang berhasil dibobol.
Ironisnya kenyataan yang ada di lapangan justru sangat membuka peluang untuk itu karena walau proyek-proyek pengadaan situs menghabiskan biaya yang tidak sedikit tapi ternyata situs yang terpasang sering kali sangat rentan atau misal menggunakan framework dari sumber yang sama dan banyak di internet.
Dengan demikian pasti memiliki kerentanan yang sama dan lebih parahnya lagi sangat umum terjadi pada situs pemerintah bahwa kurangnya kesadaran untuk memelihara situs (melakukan patching, upgrade), ini yang lazim terjadi walau tentu tidak mengeneralisir bahwa semua pengelola situs pemerintah seperti ini.
Hal lain tapi tidak dipungkiri bahwa maraknya pembobolan ini sangat mungkin dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk menjadikan "musibah massal" ini sebagai alasan mendapat proyek perbaikan situs, jadi tetap mungkin saja (walau tidak bermaksud menuduh) suatu situs dibobol oleh orang dalam sendiri.
Adapun pembuktian pencarian pelaku pembobol apakah itu dilakukan orang dalam atau luar sepenuhnya menjadi tugas kepolisian yang tentu mungkin bisa terlacak dengan rekam jejak, log, analisa alur akses, pemeriksaan setting firewall (bila ada) dan sebagainya. Namun itu semua secara Telematika tidak terlalu berarti karena pada akhirnya hanya upaya pencari pelakunya. Ketemu atau tidak ketemu pelakunya toh situsnya sudah "terkapar" dan perlu dipulihkan.
Yang perlu dilakukan pengelola situs adalah selain membantu pihak kepolisian dengan memberikan berbagai informasi yang dibutuhkan (guna pelacakan pembobol) pengelola situs harus segera melakukan perbaikan situs agar dapat kembali melayani masyarakat.
Tanpa bermaksud menganggap remeh situs yang dimiliki pemerintah tapi pada umumnya isinya (walau dinamik) sekedar informasi elektronik mengenai lembaga / institusi / departemen yang bersangkutan dan belum sampai ke data penting dan hal lain yang kelak mengganggu operasional dan merugikan Negara.
Sehingga untuk pemulihan situs dengan karakter seperti ini bukanlah hal yang sulit dilakukan (bagi yang paham dan berpengalaman), tidak butuh berhari-hari dan tidak akan mengeluarkan dana banyak. Salah satu contoh logis, sejauh apapun yang bisa dilakukan si hacker namun secara fisik aksesibilitas terhadap server tentu 100% ada pada kuasa pengelola dan begitu pula super user password (atau admin password).
Itu sudah cukup menjadi kunci sukses utama dalam pemulihan. Misal ternyata bahkan akses ke Super User itupun telah diambil alih si hacker maka pengelola dapat mengatasi dengan mengganti harddisk dengan yang lain dan 100% pengaruh si hacker sudah musnah dari server tersebut. Tidak rumit bukan?
Formulasi Langkah 5 R
Selanjutnya pihak pengelola cukup melakukan langkah yang saya formulasikan dengan istilahkan 5R --agar mudah diingat-- yaitu Recovery, Rebuild, Restore, Resolve dan Retain sebagai berikut:
Recovery
Upaya pengambilan data bergerak yang mungkin ada dari sejak terakhir backup dilakukan termasuk diantaranya semua file yang bersifat log atau hal yang bisa membantu yang berwajib untuk melakukan pelacakan pelaku. Anggap pekerjaan ini membutuhkan 2 jam.
Rebuild
Ini adalah upaya pembangunan kembali struktur sistem bisa sekedar pada tingkat aplikasi web yang mungkin hanya beberapa menit saja. Misal keadaan yang terjadi sangat parah sehingga tahap ini harus dari tahap instalasi sistem operasi maka baik pada Linux atau Windows server tahap instalasi dan setting bisa dilakukan (secara tidak terburu-buru) diprakirakan menghabiskan waktu sekitar 2 jam.
Kemudian dilanjutkan dengan instalasi piranti lunak atau tools yang biasa digunakan, waktunya tergantung dari jumlah piranti yang diperlukan untuk direinstalasi. Dalam melakukan ini skala prioritas sangat berguna yakni utamakan yang penting dan sangat diperlukan segera ada dan selebihnya bisa dilakukan setelah tahapan 5R ini selesai.
Restore
Ini adalah pengembalian database dari file backup. Tentu keberhasilan ini tergantung dari kerajinan pengelola melakukan backup baik full-backup (Differential) maupun update-backup (Incremental). Apabila ternyata pengelola tidak memiliki backup maka saya pribadi lebih menganjurkan agar pengelola tersebut diberi sanksi yaitu diganti oleh pihak lain.
Mungkin hal itu terlihat sangat ekstrim tapi patut diketahui bahwa kelalaian melakukan backup adalah suatu hal yang tidak boleh ditolerir dengan alasan apapun dan menjadi tugas utama pengelola situs.
Dengan analogi sopir maka dia tidak boleh memarkir kendaraan pada lokasi yang retan kecelakaan atau kehilangan bukan? Dapat dikatakan anggaplah pengelola situs (server admin / db admin / web admin / webmaster dan segala posisi yang terkait dengan pekerjaan tersebut) utamanya digaji hanya untuk backup data dan selebihnya itu sekedar tugas tambahan J. Yang ingin ditekankan adalah apalah arti kerja berbulan-bulan apabila tidak dapat menyimpan pekerjaannya tersebut secara baik.
Tentu disini penting juga langkah rutin latihan restore, sebagai bagian dari DRP (Disaster Recovery Plan) bahwa data yang dibackup harus dipastikan dapat dipulihkan (restorable). Durasi pekerjaan ini tergantung dari besarnya backup yang dimiliki dan jenis restore yang dilakukan.
Resolve
Menuntaskan tahapan pemulihan dengan melakukan pengujian dan pemastian bahwa segalanya telah kembali normal (atau lebih baik dari kondisi sebelumnya) atau setidaknya pemulihan telah sampai pada tingkat yang dapat dipertanggungjawabkan atau diterima oleh pimpinan, lalu dipastikan sistem pelindung telah terpasang dan diaktifkan, patch yang diperlukan telah dipasang. Bila semua dinyatakan "SIAP" maka layanan ini bisa segera dibuka kembali.
Pada tahap ini sangat diperlukan adanya pencatatan mengenai apa yang dipasang, ditingkatkan, perbedaan dengan setting terdahulu. Sehingga apabila terjadi penyerangan berikut maka pengelola tidak perlu melakukan fall-back (atau kembali ke sistem sebelum tahap 5R) melainkan cukup mengulang tahapan 5R dengan benar, mungkin saja ada langkah yang terlupa atau ada langkah mendetil yang terlewati.
Retain
Secara parallel (karena situs telah dibuka kembali) dilakukan pengujian terhadap situs untuk dipastikan bahwa setidaknya situs tidak akan rubuh dengan modus operandi yang sama dan juga diuji dengan cara lainnya.
Tahap 5R ini bukan jaminan bahwa sistem akan lebih kuat karena dalam dunia ICT tidak ada istilah lebih kuat. Yang perlu diutamakan bukan sekedar keamanan (Secure) tetapi juga kecepatan (Speed), stabil (Stable) dan lancar (Smooth) keempat ini bisa diingat dengan istilah 4S (lagi-lagi ini bukan istilah baku namun agar mudah mengingatnya) dan perlu disadari dibalik sistem ICT tersebut adalah manusia yang mungkin lalai melakukan semua tahapan tersebut secara mendetil dan benar walau sudah diterapkan SOP (Standard Operating Procedure).
Sehingga control berupa check-recheck akan sangat membantu. Tahapan 5R ini setidaknya dapat memberikan panduan kepada pengelola situs untuk tidak panik lalu malah melakukan banyak langkah yang tidak perlu dan justru lupa pada skala prioritas manfaat dan kepentingan situs tersebut.
Semoga informasi ini bermanfaat untuk kita semua dan membuat liat lebih sering belajar dalam melakukan trouble shooting yang baik, dan pesan ini untuk kita semua termasuk untuk diri saya sendiri.
*Penulis: Abimanyu Wachdjoewidajat merupakan akademisi dari UIN Syarif Hidayatullah serta praktisi telematika. Ia bisa dihubungi melalui blog http://awam.multiply.com. Selengkapnya >>>
Situs KBRI Pakistan Diserang 'Hacker Turki'
Untungnya adegan itu hanya gambar yang ditempelkan, secara tidak sah tentunya, pada halaman depan situs Kedutaan Besar Republik Indonesia di Islamabad, Pakistan (kbri-islamabad.go.id).
Dari tampilan aksi yang dilakukan, bisa diduga pelaku berasal dari Turki. Kelompok-kelompok tertentu di Turki memang dikenal gemar melakukan vandalisme online seperti ini.
Biasanya aksi kelompok yang kerap digeneralisir sebagai 'hacker turki' ini dilakukan secara massal. Jadi, jangan dulu menduga-duga ada muatan politik atau ideologi terhadap Indonesia dari aksi ini.
Penelusuran di Zone-H, situs yang mencatat aksi web defacement di dunia, juga menunjukkan indikasi yang sama. Kelompok bernama 1923-Turk, yang menstempel halaman depan situs KBRI itu, sedang melakukan aksi massal pada berbagai server di dunia. Selengkapnya >>>
Hacker Iran Bobol Situs Voice of America
Iranian Cyber Army (ICA) -- demikian para pelaku menamakan diri mereka -- melakukan aksi usil tersebut. Aksi yang dilancarkan memang tak sampai merusak sistem situs VoA, namun cukup mengganggu lantaran mempermak tampilan corong informasi milik pemerintah AS tersebut.
Halaman muka situs yang beralamat di www.voanews.com tersebut ditempeli dengan gambar bendera Iran yang di sebelahnya ada senapan AK-47.
Kelompok tersebut juga meninggalkan pesan kepada Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton. "Do you want to hear the voice of oppressed nations will from heart of USA? Islamic world doesn't believe USA trickery. We call on you to stop interfering in Islamic countries," tulis ICA.
"We have proven that we can," pungkasnya, dalam situs VoA yang dipermak tersebut.
VOA adalah siaran multimedia (radio, televisi dan internet) milik pemerintah AS yang menyiarkan beragam program dalam 53 bahasa sejak tahun 1942. Berpusat di Washington DC, VOA memiliki ratusan koresponden dan jaringan stringer yang tersebar di seluruh dunia.
Adapun ICA merupakan kelompok peretas yang namanya sudah cukup terdengar gaungnya di kalangan underground. Aksi mereka yang terkenal adalah ketika membobol dan men-deface Twitter pada Desember 2009.
Kemudian pada Januari 2010, kelompok tersebut menyasar mesin pencari China, Baidu. ICA me-redirect pengguna yang ingin mengakses Baidu ke halaman yang memajang banner Iranian Cyber Army.
Cukup banyak memang aksi usil kelompok tersebut. Bahkan pengamat keamanan cyber sampai mencurigai mereka sebagai bagian dari kaki tangan pemerintah Iran. Selengkapnya >>>
Berbagai Bocoran WikiLeaks yang Bikin Heboh

Seperti dikutip dari laman Telegraph, berikut adalah sejumlah dokumen rahasia yang pernah dibocorkan ke laman publik yang dirintis jurnalis asal Australia Julian Assange.
1. Serangan Helikopter Apache di Irak
Sebuah rekaman video memperlihatkan perilaku sadis tentara Amerika Serikat di Irak. Dari atas helikopter Apache milik angkatan perang negara adidaya itu, para tentara menembak mati 15 orang, termasuk dua wartawan Reuters.
Gambar yang terekam lewat kamera di senjata helikopter itu dirilis laman WikiLeaks. Dari rekaman itu terdengar suara tawa tentara sambil mengatakan, "Mati kau!" Lalu terdengar pula, "Rekam, simpan gambar, simpan gambar."
Militer AS telah menolak memberi sanksi kepada tentaranya. Mereka berdalih mereka yang tertembak adalah para pemberontak dan wartawan yang nekat memasuki kawasan yang akan digempur tentara. Tentara juga berdalih bahwa sulit membedakan apakah wartawan itu membawa kamera atau senjata.
Salah satu kerabat wartawan Reuters yang tertembak menimpali, "Pertanyaan saya adalah bagaimana bisa pilot-pilot Amerika yang sangat terampil dengan teknologi informasi tidak bisa membedakan antara kamera dan rudal."
2. Email Sarah Palin
Menjelang Pemilihan Presiden Amerika, 2008, email pasangan kandidat Partai Republik John McCain, Sarah Palin, di-hack oleh kelompok dunia maya yang gencar berperang dengan Gereja Scientology. Dua email, daftar kontak, dan berbagai foto keluarga yang diposting ke WikiLeaks.
Dari WikiLeaks juga terungkap bahwa Palin telah menggunakan akun pribadi untuk mengurus kerja pemerintahannya. Palin diduga melakukannya untuk menghindari undang-undang yang berhak merekam aktivitas akun publik milik pejabat.
Dalam kampanyenya, McCain menganggap itu sebagai sebuah serangan mengejutkan terhadap privasi gubernur dan pelanggaran hukum.
3. Kitab Suci Gereja Scientology
Pada tahun 2008, WikiLeaks menerbitkan kompilasi 'kitab suci' Gereja Scientology. Termasuk di dalamnya sejumlah ajaran dan kegiatan gereja kontroversial itu. Pengacara Gereja Scientology meminta Wikileaks menarik publikasi itu. Namun, pengelola situs itu menolaknya.
4. Email Unit Penelitian Iklim
WikiLeaks menampilkan lebih 1.000 email yang dikirim dalam kurun 10 tahun oleh para staf di University of East Anglia's Climate Research Unit (RCU). Email ini menunjukkan bagaimana sejumlah ilmuwan melakukan rekayasa untuk memperkuat argumen bahwa pemanasan global nyata terjadi akibat ulah manusia.
Terkuak di WikiLeaks, seorang ilmuwan menulis di emailnya, "Saya baru saja membuat trik untuk menyelesaikan Mike's Nature (salah satu jurnal ilmiah), untuk menyembunyikan penurunannya."
Bocornya email-email semacam itu jelas membuat berang banyak pihak, terutama mereka yang menjunjung tinggi karya ilmiah. Itu dianggap sebagai skandal ilmiah terburuk. Pimpinan RCU, Profesor Phil Jones, akhirnya memutuskan mundur dari jabatannya sebagai bentuk pertanggungjawaban.
5. Data Pager Serangan 11 September
November tahun lalu, WikiLeaks mempublikasikan lebih 500 ribu pesan pager yang terkirim di wilayah Amerika Serikat pada hari serangan 11 September. Mulai dari pesan yang dikirim pejabat pemerintah, hingga orang biasa. Wikileaks mengatakan, publikasi pesan-pesan itu untuk mendapatkan gambaran lengkap tentang apa yang terjadi pada hari itu.
6. Daftar Hitam Internet di Australia
Tahun lalu, ketika pemerintah Australia merancang aturan agar pengguna internet tidak bisa melihat situs yang dianggap tidak cocok menurut pemerintah setempat, WikiLeaks membocorkan daftar situsnya. Ternyata bukan situs porno. Beberapa yang termasuk daftar tersebut adalah video-video YouTube, materi Wikipedia, situs agama pinggiran, bahkan situs agen perjalanan.
7. Standar Operasi Penjara Guantanamo
Pada 3 Desember 2007 silam, WikiLeaks menampilkan pedoman “Standar Prosedur Operasi Camp Delta”, salah satu blok sel di Guantanamo. Pedoman ini mengisyaratkan adanya kekerasan dan diskriminasi yang terjadi di penjara tersebut. Panduan itu menyebutkan tahanan tidak bisa mendapat akses ke Palang Merah sampai lebih dari empat pekan.
8. Dokumen Cegah Data Bocor ke WikiLeaks
Tahun lalu, militer Inggris mengeluarkan panduan untuk mencegah bocornya dokumen-dokumen resmi mereka ke WikiLeaks. Dalam dokumen tersebut wartawan dianggap sebagai ancaman keamanan. Beberapa pihak yang dianggap bisa membocorkan informasi rahasia adalah intelijen asing, penjahat, kelompok teroris, dan staf yang tidak puas.
Sebuah dokumen milik Pentagon yang juga bocor juga menyebutkan WikiLeaks sebagai ancaman bagi keamanan nasional.
Selengkapnya >>>
What is Cybercrime ?
Cybercrime merupakan bentuk-bentuk kejahatan yang timbul karena pemanfaatan teknologi internet. Beberapa pendapat mengindentikkan cybercrime dengan computer crime. The U.S. Department of Justice memberikan pengertien computer crime sebagai:
(www.usdoj.gov/criminal/cybercrimes)
Pengertian tersebut identik dengan yang diberikan Organization of European Community Development, yang mendefinisikan computer crime sebagai:
“any illegal, unehtical or unauthorized behavior relating to the automatic processing and/or the transmission of data”.
Adapun Andi Hamzah (1989) dalam tulisannya “Aspek-aspek Pidana di Bidang komputer”, mengartikan kejahatan komputer sebagai:
”Kejahatan di bidang komputer secara umum dapat diartikan sebagai penggunaan komputer secara illegal”.
Dari beberapa pengertian di atas, secara ringkas dapat dikatakan bahwa cybercrime dapat didefinisikan sebagai perbuatan melawan hukum yang dilakukan dengan menggunakan internet yang berbasis pada kecanggihan teknologi komputer dan telekomunikasi. Selengkapnya >>>
Kejahatan Teknologi Informasi
Kebutuhan akan teknologi Jaringan Komputer semakin meningkat. Selain sebagai media penyedia informasi, melalui Internet pula kegiatan komunitas komersial menjadi bagian terbesar, dan terpesat pertumbuhannya serta menembus berbagai batas negara. Bahkan melalui jaringan ini kegiatan pasar di dunia bisa diketahui selama 24 jam. Melalui dunia internet atau disebut juga cyberspace, apapun dapat dilakukan.
Segi positif dari dunia maya ini tentu saja menambah trend perkembangan teknologi dunia dengan segala bentuk kreatifitas manusia. Namun dampak negatif pun tidak bisa dihindari. Tatkala pornografi marak di media Internet, masyarakat pun tak bisa berbuat banyak.
Seiring dengan perkembangan teknologi Internet, menyebabkan munculnya kejahatan yang disebut dengan “CyberCrime” atau kejahatan melalui jaringan Internet. Munculnya beberapa kasus “CyberCrime” di Indonesia, seperti pencurian kartu kredit, hacking beberapa situs, menyadap transmisi data orang lain, misalnya email, dan memanipulasi data dengan cara menyiapkan perintah yang tidak dikehendaki ke dalam programmer komputer. Sehingga dalam kejahatan komputer dimungkinkan adanya delik formil dan delik materil.
Delik formil adalah perbuatan seseorang yang memasuki komputer orang lain tanpa ijin, sedangkan delik materil adalah perbuatan yang menimbulkan akibat kerugian bagi orang lain. Adanya CyberCrime telah menjadi ancaman stabilitas, sehingga pemerintah sulit mengimbangi teknik kejahatan yang dilakukan dengan teknologi komputer, khususnya jaringan internet dan intranet. Selengkapnya >>>
Teroris Dunia Maya
Estimasi tentang jumlah situs kelompok teroris yang aktif berbeda-beda, karena memang sangat sulit untuk mengukur dan mengawasinya. Tetapi dalam konsensus tahun 1996 hanya tercatat 100 website yang bernuansa teroris dan sampai hari ini telah tercatat lebih dari 5.000 website yang berbau teroris atau yang dicurigai sebagai situs teroris).
Hal ini berdasarkan penelitian dan tercantum dalam Foreign Terrorist Organisations, US Department of State, bahwa organisasi ini sudah melakukan kegiatan secara online dan berbagai bentuk aktifitas online juga.
Setelah peristiwa 9/11, pemerintah dan publik di seluruh dunia terbelalak dengan aksi para teroris dan tentu saja internet merupakan salah satu cara paling ampuh dalam melakukan koordinasi. Banyak artikel telah ditemukan dan diperiksa oleh intelijen terkait aktivitas teroris.
Media internet terbukti digunakan untuk koordinasi dari komputer Al-Qaeda di Afghanistan dan internet digunakan untuk mengumpulkan informasi intelijen dan tentu saja mengirimkan informasi tersebut dalam bentuk enkripsi (diacak).
Definisi teroris yang digunakan/dikumpulkan oleh penulis bahwa teroris adalah ‘Taktik bermotif politik yang melibatkan ancaman atau penggunaan kekuatan atau kekerasan dimana mengejar publisitas dan merupakan hal yang paling penting untuk mencapaiannya’. Saat ini publisitas yang paling besar pengaruhnya adalah internet dan teroris tersebut menggunakan media internet ini untuk melakukan propaganda dan komunikasi/koordinasi.
Pertumbuhan penggunaan internet oleh kelompok teroris merupakan salah satu kunci bahwa internet merupakan kunci penting dalam melakukan komunikasi di antara mereka, kemudahan akses bagi pengguna di seluruh dunia, keberhasilan internet menembus koridor hukum seperti sensor informasi berbeda-beda di sebuah negara, sangat cepat mengalir, ‘always on’, biaya murah, anonimitas dalam berkomunikasi dan tentu saja lingkungan multimedia. Selengkapnya >>>
-
Genderang perang antar hacker Indonesia dengan Malaysia rupanya telah ditabuh. Setelah, sebelumnya dua kelompok dari yadoyy666 (Indonesia) d...
-
Para hacker menggunakan keahliannya dalam komputer untuk melihat, menemukan dan memperbaiki kelemahan sistem keamanan dalam sebuah sistem ko...
-
Terorisme cyber merupakan aktivitas para teroris di dunia maya. Kehadiran kelompok teroris dengan menggunakan internet sebagai kendaraannya ...
-
Hacker memperingatkan, situs resmi milik Universitas Trisakti ternyata dapat dengan mudah ditembus dari luar, termasuk situs-situs seluruh f...
-
Sophos, perusahaan spesialis IT memperingatkan bahwa hacker berusaha mengeksploitasi masalah yang terjadi pada produk antivirus McAfee yang ...
-
Situs mikroblogging Twitter diduga sempat jadi korban aksi pihak yang menamakan diri 'Turkish Hackers'. Pada saat kejadian, situs ya...
