Tampilkan postingan dengan label Spam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Spam. Tampilkan semua postingan

Kejahatan Teknologi Informasi


Kebutuhan akan teknologi Jaringan Komputer semakin meningkat. Selain sebagai media penyedia informasi, melalui Internet pula kegiatan komunitas komersial menjadi bagian terbesar, dan terpesat pertumbuhannya serta menembus berbagai batas negara. Bahkan melalui jaringan ini kegiatan pasar di dunia bisa diketahui selama 24 jam. Melalui dunia internet atau disebut juga cyberspace, apapun dapat dilakukan.

Segi positif dari dunia maya ini tentu saja menambah trend perkembangan teknologi dunia dengan segala bentuk kreatifitas manusia. Namun dampak negatif pun tidak bisa dihindari. Tatkala pornografi marak di media Internet, masyarakat pun tak bisa berbuat banyak.

Seiring dengan perkembangan teknologi Internet, menyebabkan munculnya kejahatan yang disebut dengan “CyberCrime” atau kejahatan melalui jaringan Internet. Munculnya beberapa kasus “CyberCrime” di Indonesia, seperti pencurian kartu kredit, hacking beberapa situs, menyadap transmisi data orang lain, misalnya email, dan memanipulasi data dengan cara menyiapkan perintah yang tidak dikehendaki ke dalam programmer komputer. Sehingga dalam kejahatan komputer dimungkinkan adanya delik formil dan delik materil.

Delik formil adalah perbuatan seseorang yang memasuki komputer orang lain tanpa ijin, sedangkan delik materil adalah perbuatan yang menimbulkan akibat kerugian bagi orang lain. Adanya CyberCrime telah menjadi ancaman stabilitas, sehingga pemerintah sulit mengimbangi teknik kejahatan yang dilakukan dengan teknologi komputer, khususnya jaringan internet dan intranet.
Selengkapnya >>>

Penipu di Jejaring Sosial Pakai Umpan Baru

Menurut laporan terakhir Spam Report bulanan yang dirilis Symantec, dalam beberapa bulan belakangan, muncul tren situs penipuan (phising) yang memalsukan merek-merek jejaring sosial.

Dalam upayanya untuk mengelabui pengguna, penipu menggunakan banyak taktik dan umpan baru. Tujuannya agar dapat mengelabui pengguna sehingga mereka memberikan informasi pribadi mereka.

“Salah satu contohnya adalah website phishing dengan nama “Webcam” dan yang menyediakan gambar webcam di halaman phishing-nya,” sebut Symantec dalam laporannya.

Di sini, situs itu memberi kesan bahwa mereka menyediakan fasilitas webcam untuk pengguna agar dapat berinteraksi satu sama lain di jejaring sosial. Padahal, situs aslinya sebenarnya tidak menyediakan fasilitas itu.

Metode kedua, kata Symantec, penipu memanfaatkan pornografi sebagai umpan untuk mencuri data pribadi pengguna. Caranya, website phishing itu mengklaim bahwa situs jejaring sosial tertentu telah mengeluarkan edisi baru untuk pengguna dewasa.

“Jejaring sosial edisi ‘baru’ tersebut mengesankan bahwa pengguna dapat melihat video dewasa dari skandal-skandal terkenal yang diambil dari kamera tersembunyi,” kata Symantec. “Lebih lanjut, situs phisihing itu mengklaim bahwa pengguna juga bisa berinteraksi dan bergabung dalam chatting khusus dewasa,” sebut Symantec.

Pada metode penipuan ini, situs penipu menyatakan bahwa pengguna bisa mengetahui berita terbaru mengenai skandal-skandal aktris terkenal. Situs juga berisi gambar porno. Tampilan dan nuansa situs dibuat untuk meningkatkan daya tarik pornografi tersebut.

Metode ketiga, umpan yang digunakan adalah penawaran palsu berupa software untuk meng-hack (hacking software). Website penipu yang menggunakan metode ini menyediakan konten yang sudah dimodifikasi sehingga mirip seperti versi alternatif dari sebuah jejaring sosial yang ditujukan untuk hacker profesional.

“Phisher terus menggunakan bentuk-bentuk umpan baru dan berbeda yang semuanya memiliki tujuan yang sama. Membuat pengguna yakin bahwa mereka akan mendapatkan manfaat jika memberikan informasi dan login ke situs yang mereka buat,” sebut Symantec.

Namun demikian, Symantec menyebutkan, tentu saja jika pengguna menjadi korban dari penipuan itu, phisher akan berhasil mencuri informasi rahasia mereka untuk pencurian identitas.
Selengkapnya >>>

Software Pengaman untuk Twitter

Popularitas Twitter ataupun Facebook yang melejit belakangan ini tak lepas dari perhatian dan ancaman para hacker. Hal ini merangsang inisiatif seorang peneliti dari Israeli Security untuk menciptakan sejenis software update pengamanan (security vulnerability) untuk pengguna Twitter.

Aviv Raff, peneliti tersebut, berencana untuk mempublikasikan software pengamanan Twitter yang diupdate setiap hari selama Juli mendatang. Karena, disinyalirnya pada bulan tersebut para hacker akan menyerang Twitter lebih gencar.

“Nantinya, akan saya publikasikan segala update software pengaman terbaru Twitter melalui website twitpwn.com,” kata Raff dalam blognya, seperti VIVAnews kutip dari InformationWeek

“Ketika para hacker mulai menyarangkan varian-varian worm baru ke Twitter melalui celah tertentu, setidak-tidaknya kurang dari 24 jam saya akan publikasikan obatnya,” kata Raff, yang menganggap update harian tersebut sebetulnya sudah lebih dari cukup.
Sekadar diketahui, Raff merupakan peserta event inisiatif bertajuk “Month of Browser Bugs” pada Juli tiga tahun silam. Event tersebut dimaksudkan untuk merangsang perhatian publik terhadap ancaman pada browser Internet. Juli tahun ini, ia berambisi untuk memperlakukan hal yang sama pada Twitter melalui “Month of Twitter Bugs.”

Dalam posting blog sebelumnya, Raff memaparkan masalah pengamanan Twitter yang paling signifikan terletak pada API (application programming interface)-nya, yang sangat berpotensi menjadi wadah worm-worm baru. Mei silam, ia baru saja menciptakan sebuah kode untuk membendung serangan pada website twitpic.com, yang menggunakan Twitter API.

Tak hanya itu, kekhawatiran Raff dilatarbelakangi bertambah terusnya masalah keamanan yang dirundung Twitter. April lalu, diketahui worm Twitter yang dibuat oleh bocah 17 tahun telah 'mematikan' 190 akun dan menghasilkan sekitar 10.000 tweet spam.

Lebih ironis, Maret lalu, sekitar 750 akun Twitter di-hack dengan cybersquatting dan digunakan untuk mengirimkan spam.

Ketika itu, reaksi Twitter yang diwakili salah satu pendirinya, Biz Stone mengatakan, pihaknya akan segera mengaudit sekaligus mengembangkan layanan pengamanan tambahan. Namun, sampai saat ini belum ada tindak lanjut apa-apa dari pengelola situs mikroblog yang berusia tiga tahun itu.
Selengkapnya >>>

1 Juta Halaman Website Diserang

Lebih dari satu juta halaman website dilaporkan telah menjadi korban serangan dedemit maya. Pelaku menyuntikkan kode-kode pemrograman dan mengarahkan pengunjung situs tersebut ke situs penjualan software palsu.



Pakar keamanan yang dikutip detikINET dari Reuters, Sabtu (2/4/2011), menyebut serangan ini sebagai 'mass injection', dan tercatat sebagai serangan terbesar yang pernah ada untuk versi ini.

Websense, pihak yang mendeteksi serangan massal tersebut di awal minggu lalu menyebut aksi ini sebagai 'LizaMoon'.

Senior Manager lembaga riset keamanan Websense, Patrik Runald, mengatakan pengguna akan melihat bahwa telah di-redirect ketika mereka coba mengakses situs yang telah terinfeksi tersebut.

Namun sejauh ini, mereka yang menjadi target serangan dilaporkan masih sebatas situs-situs kecil. Belum ditemukan situs populer milik perusahaan atau pemerintah yang jadi korban.

Tidak dijelaskan dengan jelas siapa pelaku atau dari mana asal serangan ini, yang pasti ujung-ujungnya motif pelaku diduga terkait uang.

"Serangan seperti ini akan bertahan dalam jangka waktu lama. Sekali mereka masuk, maka akan tetap bertahan dengan kita. Serangan LizaMoon ini tidak akan hilang dalam satu hari," pungkas Runald.
Selengkapnya >>>

Warga Liberia Tipu Janda Rp5 M Lewat Facebook

Keberadaan situs jejaring sosial seperti Facebook kini menjadi media paling populer dan digandrungi setiap orang, mulai sekadar mencari teman hingga jodoh. Namun, di sisi lain, Facebook kerap menjadi alat bagi pelaku kejahatan untuk melakukan aksinya, seperti penipuan.


Bahkan, berbagai modus kejahatan melalui Facebook mulai berkembang. Yang tergolong baru yakni penipuan yang mengincar janda-janda melalui situs jejaring sosial.

Seperti yang terjadi pada RN, perempuan pengusaha kaya yang tertipu oleh lelaki berkewarganegaraan Liberia berinisial MRGG (45). Akibatnya, RN tertipu hingga Rp5 miliar.

"Pelaku, MRGG, memang mengincar para perempuan, terutama janda yang memiliki akun Facebook," kata Kepala Satuan Cyber Crime Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, AKBP Hermawan, di Jakarta, Rabu 2 Februari 2011.

Modus yang dilakukan pelaku, menurut dia, awalnya sebatas perkenalan dengan tersangka. Singkat cerita, korban yang merupakan janda itu, kemudian meminta pelaku mengenalkannya dengan seorang pria untuk dijadikan istri.

Untuk lebih meyakinkan korban, tersangka kemudian membuat akun di Facebook dengan nama Josh. Di Facebook itu, tersangka memasang foto-foto lelaki berkulit putih yang bertampang keren dan gagah. Hal itu dilakukan agar korban merasa yakin dan memilih untuk segera berkenalan.

Tidak hanya itu, Hermawan melanjutkan, pelaku juga memasang foto lelaki kulit putih itu bersama anaknya. Upaya itu untuk memperlihatkan seolah-olah pria yang penyayang anak, sehingga korban tertarik.

Setelah itu, korban dan tersangka menjalin komunikasi yang intensif melalui chatting. Tersangka pun mengeluarkan rayuan gombalnya agar mendapatkan semua keinginannya. Bahkan, tersangka berjanji akan menikahi korban, meskipun keduanya tidak pernah bertemu sekali pun.

Tersangka kemudian mengaku membutuhkan uang banyak karena harus masuk ke rumah sakit. Bahkan, pelaku meminta anak kecil untuk berteriak meminta tolong kepada korban, melalui handphone. "Itu dilakukan agar korban semakin percaya," ujar dia.

Karena merasa iba dan mulai mencintai pelaku, korban akhirnya mempercayai dan rela mengeluarkan uang senilai total Rp5 miliar.

"Uang itu ada yang sebagian ditransfer ke bank di Thailand dan ada yang diambil langsung oleh tersangka dengan berpura-pura menjadi kurir 'Josh'," jelas dia.

Karena merasa telah tertipu, korban kemudian melaporkan perbuatan tersangka ke Polda Metro Jaya pada Januari 2011.

Polisi akhirnya berhasil mengamankaan tersangka di rumahnya di Centex, Ciracas, Jakarta Timur pada Rabu 2 Februari 2011. Dari tersangka, polisi menyita uang tunai senilai total Rp260 juta terdiri atas mata uang euro, bath, dolar AS, dan rupiah.

Selain itu, polisi menyita sebuah laptop, iPad, dan sejumlah handphone.

Tersangka, menurut Kasat, telah melakukan aksinya sejak 2006. Hal itu dikuatkan adanya beberapa bukti transfer uang ke rekeningnya sejak 2006.

Polisi menduga, kegiatan penipuan tersangka merupakan sindikat. Hingga kini, polisi masih mengejar satu teman tersangka berinisial Br yang pernah melakukan penipuan modus sama senilai Rp8 juta terhadap wanita janda asal Indonesia. "Teman-temannya ada di Indonesia, Bangkok, dan Malaysia," ujarnya.

Selain itu, pihaknya akan mengeluarkaan red notice bagi daftar pencarian orang (DPO) yang berkewarganegaraan Liberia tersebut. Tersangka yang kini ditahan juga akan dicekal.

Untuk mengantisipasi modus kejahatan itu, Kasat meminta kepada masyarakat pengguna Facebook untuk tidak mudah menambah atau selektif jika ada seseorang yang ingin berteman melalui jejaring sosial itu. "Jangan add orang yang belum dikenal. Bisa jadi itu para pelaku kejahatan yang tengah mengincar korbannya," tuturnya.
Selengkapnya >>>

Internet dan SMS di Mesir Lumpuh Total

Beberapa saat sebelum kelompok oposisi melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran, Mesir dilanda pemblokiran akses layanan internet dan SMS.

Seperti dikutip dari situs Mashable, penyedia layanan internet besar di Mesir yang berbasis di Italia, Sebone, mengatakan bahwa sama sekali tidak ada trafik internet dari Mesir sejak 00.30 pagi waktu Mesir.

Beberapa reporter dan warga Mesir juga melaporkan hal yang sama, bahkan layanan SMS pun juga terblokir. Padahal, kelompok oposisi mengandalkan media sosial untuk mengorganisasikan rencana-rencana mereka.

Misalnya saja, melalui jejaring mikroblog Twitter, akan dapat dijumpai dengan mudah hashtag '#Jan25' yang mengacu pada komunikasi pada saat aksi unjuk rasa 25 Januari lalu.

"Saya curiga blokir internet ini hanya bagian kecil dari upaya pemerintah yang disiapkan untuk menangkal aksi oposisi Jumat ini," kata Ben Wederman, jurnalis CNN yang telah meliput di Mesir melalui tweetnya.

Pemerintah Mesir sendiri sebelumnya telah memblokir layanan Facebook dan Twitter di negaranya, namun langkah itu bisa diakali oleh para oposan dengan menggunakan situs proxy, software dan aplikasi mobile, maupun koneksi aman via Virtual Private Network.

Gerakan oposisi di Mesir sendiri terinspirasi oleh gerakan revolusi di Tunisia yang telah memaksa Presiden Zine El Abidine Ben Ali, yang telah berkuasa selama 23 tahun. Adapun di Mesir, pemerintahan Presiden Hosni Mubarak telah berkuasa selama 31 tahun sejak 1981.
Selengkapnya >>>

Tips Aman Belanja di Internet

Saat ini banyak sekali toko belanja online dengan koleksi barang yang berkualitas dan harganya lebih terjangkau. Hal ini tentu sangat memanjakan Anda yang tidak memiliki waktu ke pusat perbelanjaan untuk berbelanja.

Jika Anda melakukan belanja secara online, jangan hanya memperhatikan barang dan harga saja, karena yang tidak kalah penting adalah segi keamanannya. Agar belanja online yang lakukan aman, ikuti trik berikut.

1. Pilih situs atau laman belanja yang bereputasi baik
Berbelanjalah di laman yang memiliki reputasi baik, Anda bisa mengetahuinya dengan menanyakan pada teman atau melihatnya di internet. Baca dan pastikan terdapat kebijakan perlindungan privasi pelanggan. Jika tidak terdapat kebijakan tersebut, data Anda berisiko dijual atau dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

2. Gunakan nama dan password baru
Buatlah alamat e-mail khusus untuk berbelanja online. Jangan gunakan e-mail yang biasa Anda gunakan untuk bekerja, berhubungan dengan teman dan keluarga atau laman jejaring sosial. Hal itu untuk menghindari, kejahatan internet yang menggunakan data pribadi Anda.

3. Jangan berbagi komputer
Usahakan untuk tidak berbelanja menggunakan komputer yang digunakan banyak orang. Komputer yang paling baik untuk melakukan belanja online adalah komputer pribadi Anda. Hal itu karena komputer pribadi lebih terjamin perlindungannya dari virus, spyware, dan terdapat proteksi firewall.

Jika komputer yang Anda gunakan untuk berbelanja, juga digunakan orang lain, risiko terdapat spy software cukup tinggi. Data pribadi Anda terutama yang terkait keuangan untuk transaksi pembayaran bisa dicuri.

4. Hati-hati saat mengisi data
Laman belanja yang bereputasi baik tidak akan mengirimkan e-mail atau tampilan pop up, untuk meminta Anda mengonfirmasi akun yang telah dibuat, dengan login dalam tampilan tersebut. Jika Anda mendapatkan e-mail yang meminta Anda melakukan klik pada link untuk melakukan konfirmasi, tidak masalah.
Selengkapnya >>>

Pendukung Persita Berulah, Web Banten Dihack

Saat Police Line mengunjungi situs pemerintah provinsi Banten, ternyata tampilan situs sudah berubah (deface).


Alih-alih menampilkan informasi seputar provinsi Banten, pelaku hacking menuliskan kekesalan mereka terhadap pendukung sepakbola di Indonesia, khususnya pendukung Persita Tangerang.

“Teman kami, sahabat kami contoh dari satu atau mungkin ratusan korban dari anarkisme pendukung persita. Tetapi bukan hanya persita, tetapi hampir semua supporter sepakbola indonesia melakukan tindakan anarkisme. Apa tindakan anda sebagai pemimpin propinsi ini? Kami juga menyukai sepak bola, dan kami tidak melarang datangnya supporter sebagai penyemangat pemain di lapangan hijau, tetapi bukan anarkisme yang kami harapkan.

Tahukah anda bahwa supporter yang anarkis tersebut masih dibawah umur? Mungkin masih sekolah SD, SMP ataupun SMA? Mereka itu adalah penerus penerus propinsi ini. Mereka memang sedang senang-senangnya untuk menunjukkan bahwa mereka kuat, berani dan hebat. Kalau menunggu mereka sadar bahwa mereka adalah penerus penerus, kapan propinsi ini akan bangkit? Kami mengharapkan anda yang bertindak, dan tidak menunggu.

Kami sangat berharap anda sebagai penguasa bisa memberikan perintah untuk menertibkan supporter yang anarkisme tersebut, atau agar mereka jera hukum saja dengan hukuman yang seberat beratnya agar yang lain jera, dan banten menjadi contoh dari propinsi propinsi lain di Indonesia. Kondisi ini sangat kritis, mau dibawa kemana propinsi ini kalau pemimpinnya tidak peduli dan generasi muda anarkis. Perbantukan aparat kepolisian untuk mengawasi para supporter, kalau perlu perbantukan ABRI jika masih kurang personilnya.

Maaf atas cara kami dalam menuangkan keluhan kami, dan supaya anda tau bahwa propinsi ini memiliki sumber daya manusia yang tidak kalah dengan sumber daya manusia propinsi lainnya.

Untuk Teman kami, Sahabat Kami Dwi, Iksan, Adi dan kawan kawan, semoga cepat sembuh,” demikian tulis peretas situs tersebut.

Di situs tersebut, peretas juga memuat berita seputar keterlibatan supporter persita dalam tawuran dengan mahasiswa STMIK Rahardja saat ratusan pendukung klub sepak bola tersebut meninggalkan stadion, usai pertandingan melawan Persipasi Bekasi, Jumat lalu dan menyebabkan empat orang luka-luka.
Selengkapnya >>>

Virus Stuxnet Hantui Iran dan Indonesia

Worm trojan Stuxnet yang mengincar sistem kontrol industri, SCADA, ternyata paling banyak menyerang komputer di negara Iran.

Seperti dikutip dari situs BusinessWeek, berdasarkan data dari firma keamanan Symantec, hampir 60 persen dari sistem yang terinfeksi worm Stuxnet berada di Iran.

Sementara Indonesia dan India menjadi negara berikutnya yang menjadi tujuan serangan worm ini dengan prosentase komputer terinfeksi 18 persen dan 8 persen.

Stuxnet pertama kali ditemukan pada bulan lalu oleh sebuah perusahaan keamanan asal Belarusia bernama VirusBlokAda, dan menyerang software otomatisasi yang banyak digunakan di bidang industri (pabrik-pabrik), bernama SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition).

Worm ini menyerang melalui USB drive yang terinfeksi. Ia memanfaatkan celah keamanan di Windows dan sertifikat digital yang cukup ternama untuk menjebol data-data rahasia perusahaan dari sistem SCADA dan mengirimnya ke internet.

"Ini adalah bukti bahwa W32.Stuxnet dibuat dan didistribusikan untuk maksud pencurian dokumen infrastruktur kritikal di beberapa organisasi di negara tertentu," kata Vikram, Thakur, dari Symantec, pada blog resmi perusahaannya.

Kendati penyebaran worm ini tidak terlalu masif, tapi diperkirakan antara 15 ribu hingga 20 ribu komputer telah terinfeksi. Symantec berhasil mengarahkan server pusat worm ini ke komputernya, dan dalam tiga hari saja, sebanyak 14 ribu alamat IP berusaha untuk terhubung dengan server pusat worm ini.

Symantec mengaku tak begitu mengerti mengapa Iran, Indonesia, dan India menjadi negara yang paling banyak terimbas. Namun menurut Symantec, siapapun yang membuat worm ini memang mengincar perusahaan-perusahaan yang berada di wilayah tersebut.

Dari tanggal yang tertera pada digital signature yang dimunculkan oleh worm ini, kata Levy, malware ini telah ada sejak Januari lalu. Saat itu, Siemens didesak untuk menarik divisi usahanya di Iran oleh LSM pro-Israel bernama Stop the Bomb. Desakan terhadap Siemens muncul bersamaan dengan peringatan 65 tahun pembebasan kamp Auschwitz.

"Walaupun Iran adalah salah satu negara yang paling terinfeksi, mungkin juga hal itu disebabkan karena negara itu adalah tempat di mana mereka jarang memiliki antivirusnya saat ini," kata Elias Levy, Senior Technical Director, Symantec Security Response, kepada BusinessWeek.

Siemens telah memposting sebuah software gratis yang mampu memindai keberadaan worm ini, dan hingga kini telah diunduh lebih dari 1500 kali.
Selengkapnya >>>

Polisi Paparkan Detail Kasus di Twitter

Greater Manchester Police, salah satu unit kepolisian terbesar di Inggris, memaparkan setiap kasus yang mereka tangani lewat jejaring sosial Twitter.

Diluncurkan menjelang pemangkasan biaya operasional, proyek ini digunakan untuk menegaskan beban tugas yang dihadapi kepolisian dalam periode 24 jam.

Sebagai contoh, dalam 10 jam, polisi telah menerima 1.000 panggilan dari masyarakat. Angka itulah yang akan di-tweet oleh Greater Manchester Police lewat tiga akun Twitter yang mereka siapkan.

“Proyek ini bertujuan untuk menjelaskan pada publik kompleksitas yang dihadapi oleh kepolisian di masa modern,” kata Peter Fahy, Kepala Polisi Greater Manchester, seperti dikutip dari Hexus, 17 Oktober 2010. “Sayangnya, seringkali kerja kepolisian tidak dihargai,” ucapnya.

Polisi, kata Fahy, seringkali dilihat hanya melakukan tugas sederhana, seperti mengejar perampok lalu meringkusnya. “Sebenarnya itu hanya menjadi bagian kecil dari pekerjaan yang harus kami tangani,” ucap Fahy.

Sebagai gambaran, panggilan yang masuk ke polisi sangat luas, mulai dari kecelakaan lalu lintas, perampokan, hacking, sampai kehilangan anak, dan balas dendam.

“Banyak pekerjaan yang kami lakukan terkait dengan masalah sosial dan kesehatan, seperti anak hilang, orang dengan masalah kesehatan mental, dan kekerasan rumah tangga,” ucap Fahy. “Pekerjaan ini tidak mendapat perhatian, padahal itu merupakan bagian besar dari tugas yang kami lakukan," ucapnya.

Tweet dari Greater Manchester Police dapat diikuti di akun @gmp24_1, @gmp24_2, dan @gmp24_3.
Selengkapnya >>>

Symantec Norton Internet Security 2011

Tiap Oktober, Symantec menghadirkan rilis terbaru dari bundel aplikasi pengamanan mereka yakni Norton Anti Virus (NAV) dan Norton Internet Security (NIS). Oktober kali ini vendor tersebut menghadirkan NAV dan NIS 2011.

Seperti diketahui, Norton Internet Security merupakan bundel aplikasi pengamanan yang lebih lengkap dibanding Norton Anti Virus. Fitur seperti perlindungan saat melakukan transaksi online, penangkal hacking, parental control, dan pemberitahuan tentang situs penipuan merupakan fitur yang tidak disediakan pada NAV tetapi terdapat di NIS.

Jika dibandingkan dengan Norton 360, NIS juga sudah cukup lengkap. Anda yang tidak membutuhkan fasilitas seperti optimalisasi kinerja PC serta layanan backup otomatis dan penyimpanan online hingga 2GB cukup memilih Norton Internet Security. Lalu, apa yang menarik dari versi 2011 ini?

Fitur
Pada menu utama aplikasi pengamanan PC dan pelindung identitas saat online terbaru ini, di bagian bawah, terdapat peta Dunia. Yang menarik, peta tersebut bukanlah sekadar pajangan, melainkan peta interaktif.

Bila Anda klik di bagian manapun di peta tersebut, maka Norton Internet Security 2011 akan menyediakan daftar urutan kota-kota yang menghadirkan ancaman terbesar di kawasan yang Anda klik tadi.

Bila Anda klik pada Map Details, maka akan memuncul informasi virus, trojan, ataupun malware lainnya yang sedang marak menyerang di bagian running text di bawah. Jika diklik di bagian info>> lalu klik View Details>> pada menu yang muncul, maka informasi seputar malware tersebut akan dipaparkan lengkap. Syaratnya, Anda perlu terhubung ke Internet agar database informasi malware tersebut dapat diambil dari server Symantec.

Yang menarik, jika Anda ingin melakukan pemindaian, selain melakukan pemindaian pada komputer, Anda juga bisa melakukan scanning pada link-link yang ada di Wall Facebook Anda. Caranya, klik Scan Now, lalu pilih Scan Facebook Wall. Setelah itu Anda akan diminta untuk login ke akun Facebook Anda.

Setelah mendapatkan izin, Norton Internet Security akan memindai link-link yang ada di wall Facebook Anda. Ia akan mengabarkan apakah link tersebut aman atau berbahaya untuk Anda klik. Fitur ini cukup bermanfaat mengingat saat ini banyak sekali kasus pencurian identitas lewat jejaring sosial ataupun metode social engineering lainnya.

Selain memindai link, Norton Internet Security 2011 juga memindai setiap file yang akan didownload oleh pengguna. Tujuannya adalah untuk mencegah bisa aplikasi atau file yang didownload merupakan aplikasi berbahaya (malware). Meski demikian, aplikasi ini tidak sampai melakukan pemindaian terhadap file yang diunduh menggunakan aplikasi download accelerator semacam Internet Download Manager.

Kinerja
Uji coba terhadap Norton Internet Security kami lakukan pada notebook Acer Aspire 4315 berprosesor Intel Celeron 560 kecepatan 2,13GHz dengan memori sebesar 2,5GB dan menggunakan sistem operasi Windows 7 Ultimate.

Saat instalasi, proses pemasangan bundel pengamanan berukuran 523MB ini sendiri hanya memakan waktu 46,9 detik. Berikut ini kondisi komputer sebelum dan sesudah diinstalasikan Norton Internet Security 2011.

Saat pengujian, kami mencoba melakukan pemindaian terhadap data sebesar 1GB yang terdiri dari 2.429 file dokumen dengan berbagai format seperti RTF, XLS, PDF, EML, ZIP, JPG, 3GP, dan MP3.

Meski proses pemindaian sendiri dapat diselesaikan dalam waktu 2 menit 38,7 detik, akan tetapi Symantec tidak menginformasikan berapa perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pemindaian. Meski tampak sepele, namun fasilitas seperti itu akan bermanfaat saat pengguna akan melakukan pemindaian dan meninggalkan komputernya. Proses full search juga menguras resource cukup banyak, khususnya bila komputer yang dimiliki kurang mumpuni.

Di Indonesia, Norton Internet Security 2011 sudah dipasarkan dengan harga kisaran Rp449.550 untuk lisensi tiga PC dan Rp269.550 untuk lisensi satu PC. Harga tersebut mencakup layanan untuk menggunakan produk, menerima update dan dukungan teknis selama setahun.

Pengguna Norton Internet Security dan Norton AntiVirus 2007 atau produk yang lebih baru dengan pembelian yang sah dapat menerima update produk terbaru melalui layanan berlangganan. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Norton Update Center.

Kelebihan:
- Kemampuan memindai URL termasuk di jejaring sosial untuk mencegah masuknya malware secara diam-diam

Kekurangan:
- Tidak memindai file yang didownload lewat download manager.
Selengkapnya >>>

Penipu Curi Uang Pemakai iTunes Lewat PayPal

Sejumlah pengguna melaporkan bahwa mereka dikenai tagihan sebesar ribuan dolar AS akibat penipuan. Tagihan tersebut dikenakan pada akun iTunes lewat PayPal.
Seorang juru bicara Apple mengungkapkan pada San Jose Mercury News bahwa perusahaannya menyadari akan adanya masalah tersebut.
“Di antara sejumlah perbaikan keamanan pada iTunes, kini pengguna perlu melakukan beberapa kali entri terhadap kode pengamanan kartu kredit,” kata juru bicara tersebut, seperti dikutip dari Apple Insider, 24 Agustus 2010.

Akan tetapi, kata juru bicara tersebut, jika kartu kredit atau password akun iTunes pengguna dicuri dan digunakan di iTunes, Apple menyarankan pengguna untuk menghubungi institusi keuangan terkait untuk memblokir kartu kredit. “Kami juga merekomendasikan pengguna untuk langsung mengganti password akun iTunes-nya,” ucapnya.

Pertengahan tahun ini, iTunes diserang oleh pengembang dan penipu akun. Sejumlah pengembang aplikasi memanfaatkan celah yang ada di sana untuk mendongkrak ranking penjualan mereka. Ketika itu, Apple menyebutkan, ada 400 akun yang dibajak dari sekitar 150 juta pengguna aktif iTunes.

Pekan ini, Apple juga mempertebal keamanan akun Apple ID mereka yang juga digunakan di iTunes. Kini pengguna harus melakukan verifikasi terhadap informasi akun mereka saat mereka login ke perangkat baru, dan password akun iTunes baru harus setidaknya memiliki 8 karakter yang memiliki kombinasi huruf kapital.
Selengkapnya >>>

14% Aplikasi iPhone Gratis Bisa Curi Kontak

Menurut survei yang dilakukan Lookout, perusahaan pengamat keamanan terhadap sekitar 300 ribu aplikasi, baik untuk iPhone dan Android, terungkap bahwa 14 persen di antara aplikasi gratis yang ada di App Store memiliki kemampuan untuk mengakses daftar kontak milik pengguna iPhone.

Angkanya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan aplikasi untuk Android, di mana delapan persen dari aplikasi yang diuji coba ternyata memiliki kemampuan untuk melihat ke dalam daftar kontak pada handset.

“Sebagian dari masalah disebabkan smartphone tidak memberitahukan pengguna terhadap data yang dikumpulkan oleh aplikasi yang sedang berjalan,” kata Dean Takahashi, pengamat dari VentureBeat, seperti dikutip dari Apple Insider, Rabu 18 Agustus 2010.

iPhone, menurut Takahashi, hanya memberitahukan pengguna saat aplikasi ingin menggunakan informasi lokasi mereka. “Dan meski ponsel Android memberikan banyak peringatan saat aplikasi diinstalasikan, pengguna umumnya mengabaikannya karena ingin segera mencobanya,” ujarnya.

Dari survei yang dilakukan, Lookout juga menemukan bahwa 47 persen aplikasi gratis Android menyertakan kode pihak ketiga seperti mobile ads dan pelacak analytics. Di iPhone angkanya lebih rendah, yakni hanya 23 persen.

Selain itu, tercatat bahwa 64 persen aplikasi di Android Market merupakan aplikasi gratis. Sebagai perbandingan, di Apple App Store, hanya 28 persen saja aplikasi yang tidak meminta bayaran dari penggunanya.
Selengkapnya >>>

47% Penipuan Berkedok Facebook Berhasil

Rata-rata keberhasilan kampanye spam berkedok Facebook mencapai 47 persen. Artinya, nyaris separuh pengguna yang melihat spam bertajuk Facebook mengklik pada link yang ada untuk mengetahui lebih lanjut.

Penemuan tersebut diungkapkan oleh Sean Sullivan, seorang penasehat keamanan dari perusahaan antivirus F-Secure. Beberapa waktu belakangan ia telah meneliti seputar spam terkait jejaring sosial.

Seperti dikutip dari InformationWeek, 25 Agustus 2010, dua kampanye spam terakhir di Facebook, keduanya melibatkan ‘McDonald’ memanfaatkan link bit.ly untuk penyebarannya.

Dari statistik yang dikumpulkan Sullivan, tercatat bahwa kampanye spam tersebut secara total meraih 32 ribu klik dan sukses mendapatkan 15 ribu total ‘likes’ di situs jejaring sosial tersebut. “Dari sisi tingkat konversi klik menjadi like, salah satu link memiliki rata-rata 40 persen, dan link lainnya memiliki sekitar 48 persen,” kata Sullivan.

Untuk ukuran spam, Sullivan menyebutkan, angka 40 persen merupakan angka keberhasilan yang sangat bagus. “Jauh lebih bagus dibandingkan dengan persentase keberhasilan spam email biasa,” ucapnya.

“Kabar baiknya, meski spam tersebut masih beredar di Facebook, kini semakin sedikit pengguna yang tertipu,” sebut Sullivan. “Setelah banyak yang tertipu, pengguna mulai menyadari bahwa link pada Facebook tersebut merupakan spam,” sebutnya.
Selengkapnya >>>

Cuma 20 Detik, Data-data iPhone Bisa Dibobol

Untuk pertama kalinya sejak diluncurkan pada 2008, sistem operasi iPhone 2.0 berhasil dijebol. Tak main-main, hanya dalam waktu 20 detik, dua pakar keamanan berhasil mendemokan bagaimana cara menjebol pesan-pesan SMS di handset iPhone, melalui lubang keamanan browser Safari di ponsel pintar itu.

Pada acara kontes hacking 'Pwn2Own' yang digelar di Vancouver baru-baru ini, Vincenzo Lozzo dari University of Luxembourg dan Ralf Phillipp Weinmann dari Zynamics mem-by-pass kode sinyal dan teknologi data preventions di ponsel yang biasanya bertugas mencegah sinyal dari sembarang sumber untuk bisa beroperasi di ponsel.

Untuk melakukan hal ini, keduanya memasukkan kode jahat melalui sebuah website, menggunakan teknik pengkodean yang dikenal dengan nama 'return-into-libc', atau 'return-oriented-programming'.
"Sejauh yang saya tahu, ini adalah demonstrasi pertama di publik, penggunaan teknik 'return-into-libc' di platform ARM (teknologi prosesor yang digunakan di iPhone-red)," kata Thomas Dullien, seorang pengamat dari Zynamics, dikutip dari TGDaily.

Dengan teknik tadi, Lozzo dan Weinmann berhasil mengakses seluruh database SMS di iPhone, mulai dari sent message, received message, bahkan deleted messages.

Bahkan teknik yang sama juga bisa digunakan untuk mengekstrak daftar nomor kontak, database email, foto-foto di galeri, dan tak ketinggalan juga file-file musik dari iTunes.

Dengan kesuksesannya menjebol iPhone, Lozzo dan Weinmann diganjar hadiah kontes senilai US$ 15 ribu (sekitar Rp 136 juta). Penyelenggara kontes pun berencana melaporkan celah keamanan di iPhone kepada pihak Apple.
Selengkapnya >>>

Keamanan, Instrumen Utama Aplikasi Web


Internet banking, e-pemerintah, dan semacamnya membutuhkan keamanan aplikasi Web. Era komputasi awan mendorong seluruh industri untuk mentransformasikan jaringannya ke tingkat yang lebih ringkas dan efisien. Beberapa industri ritel, seperti Internet banking, e-pemerintah, dan industri lainnya berbasis komputasi awan membutuhkan kesadaran lebih tentang pentingnya keamanan aplikasi Web.

Di sela Web Application Security Conference 2010, Indra Utoyo, chief information officer Telkom mengatakan bahwa kegagalan dalam keamanan aplikasi Web dapat memiliki konsekuensi serius bagi perusahaan.

"Seperti misalnya kerugian finansial atau bocornya informasi yang ujung-ujungnya juga mengakibatkan kerugian signifikan sebuah perusahaan," kata Indra dalam keterangan resmi ITSEC Asia, Senin 13 Desember 2010.

Menurut Indra, mengamankan aplikasi Web memang tidak mudah. Namun, pengembang aplikasi Web umumnya kurang ahli dalam bidang keamanan dan seringkali tidak mengerti jika aplikasi Web memerlukan investasi yang signifikan.

"Intinya, untuk mengamankan aplikasi Web dibutuhkan kesadaran keamanan pada semua tingkatan dalam perusahaan, mulai dari pengembang, eksekutif, sampai pengguna," tuturnya.

Sementara itu, Marek Bialoglowy, Chief Technology Officer ITSEC Asia menuturkan bahwa pengamanan aplikasi Web seperti Internet Banking, e-government, adalah instrumen yang sangat penting. Senada dengan Indra, untuk mengamankan aplikasi web bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan. Sebabnya, masih banyak perusahaan-perusahaan raksasa yang menjadi korban retas (hacking) melalui aplikasi Web.

"Para pengembang aplikasi Web perlu mendapatkan pengembangan teknologi keamanan pada apa yang mereka bangun. Itulah sebabnya konferensi ITSec Asia diadakan sebagai salah satu wadah bertukar informasi," kata Bialoglowy.

Untuk diketahui, konferensi Web App Sec 2010 diselenggarakan oleh ITSEC Asia untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya keamanan aplikasi web, termasuk Internet Banking, e-pemerintah, atau dalam komputasi awan. Forum ini memang memfokuskan diri pada aspek keamanan dari seluruh instrumen yang ada dalam aplikasi Web.

Terdapat enam pembicara pakar yang turut berpartisipasi dalam konferensi ini, termasuk Indra Utoyo, Marek Bialoglowy, Nor Ramzani Abdul Rahim (chief technical director PT Scan Nusantara), Ruhimat (CISA Manager-Veda Praxis) ,Sheran Gunasekera (Zenzonsult), Michael Sargent (Technical Advisor PT Scan Nusantara), Ariesto Kosasih.
Selengkapnya >>>

Situs Mastercard dan Visa Diserang Hacker

Situs internet perusahaan kartu kredit terkemuka, Mastercard dan Visa, sempat diserang para peretas (hacker), Rabu 8 Desember 2010 waktu setempat. Serangan terjadi setelah perusahaan itu memblokir aliran sumbangan ke laman pembocor rahasia AS, WikiLeaks.

Menurut laman harian Telegraph, serangan para peretas itu bernama "Operasi Payback." Sebelumnya, kalangan peretas yang bersimpati dengan WikiLeaks bertekad akan melakukan perang di dunia maya (cyber war) bila laman yang didirikan Julian Assange itu mendapat serangan bertubi-tubi dari berbagai pihak karena sepak terjangnya mengungkap rentetan informasi sensitif berupa memo diplomatik rahasia AS.

Operasi itu dilakukan oleh kelompok peretas yang dikenal dengan julukan Anonymous (tanpa nama), dan diduga beranggotakan 1.500 hingga 2.000 orang. Mereka menyerbu laman Mastercard dan Visa sehingga sempat sulit diakses oleh kalangan awam. Namun, saat coba diakses VIVAnews pada Kamis pagi, 9 Desember 2010, laman Mastercard kembali berfungsi normal, begitu pula dengan laman Visa, yang kembali bisa diakses walau butuh waktu cukup lama.

Serangan hacker terjadi setelah Mastercard dan Visa menyatakan tidak lagi memproses sumbangan dari publik kepada WikiLeaks. "Kami akan menyerang apapun atau siapapun yang mencoba menyensor WikiLeaks, termasuk perusahaan miliaran dolar," demikian pernyataan Anonymous.

Sementara itu, jurubicara Mastercard, menyatakan bahwa laman mereka kembali normal dan bisa melayani pelanggan setelah mendapat serbuan akses dalam waktu bersamaan sehingga membuat laman tersebut berfungsi lambat.

Jurubicara Visa juga mengaku bahwa laman mereka, tidak seperti biasa, sempat sulit diakses. "Kami minta maaf atas ketidaknyamanan para pengguna kartu kredit. Namun, ini tidak berdampak apapun atas transaksi dengan Visa," tutur jurubicara itu.
Selengkapnya >>>

Video Hacker WikiLeaks tentang Perang Cyber

Setelah seorang remaja 16 tahun ditahan oleh polisi Belanda karena dituduh mendukung serangan terhadap situs MasterCard dan PayPal, tak lama kemudian situs kepolisian dan situs resmi Kejaksaan Belanda dilaporkan tumbang.



Seperti dikabarkan oleh kantor berita China Xinhua yang mengutip laporan media Belanda, situs kepolisian Belanda lumpuh karena serangan yang dilancarkan para peretas. Seorang juru bicara kepolisian Belanda membenarkan serangan tersebut.

Sementara para jaksa penuntut pemerintah Belanda hingga kini juga masih menyeldiki masalah yang menimpa situs mereka. Media lokal Belanda mengatakan bahwa serangan tersebut adalah respon atas penangkapan remaja 16 tahun yang dicokok akibat menyerang situs Mastercard, Visa, dan PayPal.

Menurut CBC, media Belanda menyebut para aktivis hacker (hacktivist), yang menamakan diri sebagai Anonymous, adalah kelompok yang mengaku bertanggung jawab terhadap berbagai serangan terhadap situs-situs yang dianggap memusuhi situs pembocor dokumen rahasia WikiLeaks.

Melalui sebuah operasi yang mereka namakan Operation Payback, kelompok hacker ini memproklamirkan perang terhadap 'musuh-musuh' WikiLeaks. Kepada Russia Today, salah seorang perwakilan kelompok Anonymous angkat bicara.

Perwakilan hacker itu antara lain menegaskan bahwa mereka akan berjuang membersihkan nama WikiLeaks. Oleh Karenanya, mereka menyerang situs-situs yang membekukan akun WikiLeaks, seperti MasterCard, Visa, dan PayPal.

"Kami lakukan serangan ini karena perusahaan-perusahaan ini telah menghentikan pendanaan WikiLeaks, merampas dana dari WikiLeaks, walaupun belakangan PayPal bersedia mengembalikannya secara terpaksa," kata hacker itu kepada Russia Today.
Menurutnya, mereka berhasil melumpuhkan situs-situs itu dengan penyerangan Distributed Denial of Service (DDoS) yaitu menghujani situs dengan trafik agar situs tersebut sibuk dan tidak bisa diakses oleh pihak lain.

Dengan sebuah program sederhana, kata dia, seseorang yang bukan ahli internet bisa membantu kelompok Anonymous melancarkan serangan mereka. Kini Anonymous mengklaim memiliki lebih dari 9 ribu orang yang secara sukarela mendukung misi mereka.

Ia juga mengatakan tidak akan menyerang situs Amazon, yang sebelumnya menghentikan jasa hosting server bagi WikiLeaks. "Kami bukan kelompok yang berbahaya, kami beraksi berdasarkan upaya kami membela kebebasan berpendapat dan menyebarkan informasi, dan menyerang Amazon kami nilai terlalu berlebihan," katanya.

Yang tak kalah penting, hacker Anonymous itu mengatakan, serangan mereka terhadap situs-situs itu bukan hanya untuk kesenangan semata melainkan untuk kebebasan informasi.

"Kami melakukan serangan ini karena situs-situs ini melawan WikiLeaks. Perusahaan-perusahaan semacam ini melakukan permainan yang kejam terhadap publik, kami akan membuat mereka kalah. Mereka akan kalah di setiap waktu."
Selengkapnya >>>

Ikut Serang Paypal, Remaja Ditahan Polisi

Seorang anak remaja berusia 16 tahun asal Belanda ditangkap oleh yang berwajib dengan tuduhan penyerangan terhadap situs-situs MasterCard dan PayPal.

Anak tersebut dianggap telah melakukan penyerangan terhadap situs-situs tadi dengan melakukan serangan Distributed Denial of Service (DDoS).

Serangan itu sendiri dilakukan atas motif dukungan anak tersebut kepada WikiLeaks, dan pendirinya Julian Assange, yang belum ini ditangkap di Inggris.Remaja yang namanya tidak disebutkan itu dicokok dan kemudian diinterogasi tim kriminal teknologi tinggi kepolisian nasional Belanda. Ia mengakui perbuatannya.

Seperti dikutip dari situs firma keamanan komputer Sophos, komputer milik remaja nahas ini telah disita oleh polisi rencananya, pengadilan Rotterdam di Belanda akan mengadili remaja ini pada Jumat mendatang.

Sebelumnya, dua stasiun TV Belanda melaporkan bahwa polisi Belanda juga sempat menyambangi kantor LeaseWeb dan EvoSwitch dua perusahaan yang diyakini menyediakan layanan internet kepada kelompok hacker Anonymous.

Kelompok Anonymous adalah kelompok peretas yang belum lama ini memproklamirkan operasi penyerangan terhadap 'musuh-musuh' WikiLeaks dengan nama nama Payback Operation.

Operasi penyerangan yang dilancarkan para hacker memang sempat melumpuhkan situs-situs MasterCard, VISA, PayPal. Tak hanya itu, operasi ini juga telah melumpuhkan beberapa situs seperti Swiss Bank Post Finance, situs milik penuntut Julian Assange di Swedia (www.aklagare.se), penyedia domain EveryDNS, pengacara dua wanita yang mengklaim kejahatan seksual Assange (advbyra.se) serta situs tokoh-tokoh yang secara terbuka memusuhi WikiLeaks seperti Sarah Palin dan Senator Lieberman.

Menurut firma keamanan Pandalabs Security, operasi ini telah melumpuhkan situs-situs tadi selama lebih dari 94 jam downtime.
Selengkapnya >>>

Hacker 'WikiLeaks' Lumpuhkan Server PayPal

Server situs layanan pembayaran online PayPal sempat lumpuh dan tidak bisa diakses setidaknya selama 1 jam 20 menit. Menurut situs TheNextWeb, kemungkinan besar ini disebabkan oleh serangan para peretas pendukung situs WikiLeaks.





Diperkirakan, tumbangnya server PayPal disebabkan oleh serangan Distributed Denial of Service (DDoS) yang dilancarkan oleh para pendukung WikiLeaks. Tumbangnya layanan PayPal menyusul situs MasterCard dan VISA yang sebelumnya juga sempat dilumpuhkan para peretas.

Sejak beberapa hari lalu, para pendukung WikiLeaks memang telah mengincar PayPal karena penyedia layanan pembayaran online milik eBay itu membekukan secara permanen akun WikiLeaks beserta rekening sebesar 60 ribu Euro karena menganggap situs tersebut telah melanggar syarat penggunaan PayPal.

Belakangan, tekanan dari para pendukung WikiLeaks membuat PayPal berpikir ulang untuk membekukan sisa uang di rekening PayPal. Lewat postingan di blognya, PayPal berniat untuk melepas sisa rekening WikiLeaks di PayPal.

"Akun WikiLeaks akan tetap dilarang, namun PayPal akan melepas semua sisa dana yang ada di rekening WikiLeaks," kata PayPal.

Menurut PayPal di blognya, keputusan mereka memang selalu akan dikaitkan dengan isu politik, hukum, dan debat tentang kebebasan berpendapat.

"Namun, tidak ada satupun dari faktor-faktor tadi mempengaruhi keputusan kami. Pertimbangan kami hanya apakah WikiLeaks berlawanan dengan peraturan dan kebijakan penggunaan kami," kata PayPal.

Tapi, kepada situs DailyMail, seorang pejabat PayPal mengakui bahwa salah satu sebab situsnya menghentikan layanannya kepada WikileLeaks adalah karena adanya tekanan dari Departemen Luar Negeri AS.

"Deplu mengatakan kepada kami bahwa mereka melakukan berbagai aktivitas ilegal activities. Itu dilakukan langsung," kata Vice President PayPal Osama Bedier. Menurutnya, Deplu menyatakan WikiLeaks ilegal pada 27 November lalu.

Sementara, para hacker pendukung WikiLeaks yang menamakan diri mereka Anonymous, secara terbuka mengakui serangan DDoS yang mereka lancarkan kepada beberapa 'musuh' WikiLeaks.

"Selama ini kami tidak banyak berafiliasi dengan WikiLeaks, namun kini kami berjuang untuk tujuan yang sama. Kami menginginkan transparansi dan melawan penyensoran. Oleh karenanya kami ingin meningkatkan kesadaran kepada semua orang untuk menyerang pihak-pihak yang melawan kebebasan dan demokrasi," kata Anonymous di situs mereka.

"Kami akan menemukan dan menyerang siapapun yang berdiri menentang WikiLeaks dan kami akan mendukung WikiLeaks untuk memenuhi apapun yang mereka butuhkan."
Selengkapnya >>>