Tampilkan postingan dengan label Perang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perang. Tampilkan semua postingan

Puluhan Situs Pemerintah Malaysia Dijebol Hacker

Berbagai website milik pemerintah Malaysia dihajar dalam gelombang serangan cyber oleh hacker. Setidaknya 51 website menjadi target dan gangguan terjadi pada 41 website yang disasar.



Kejadian itu diumumkan langsung oleh otoritas Malaysian Communications and Multimedia Commission (MCMC). Serangan ke website berakhiran .gov.my terjadi sekitar Rabu tengah malam waktu setempat.


"Malaysian Communications and Multimedia Commission dapat mengkonfirmasi bahwa memang benar ada upaya untuk melakukan hack di beberapa website," kata MCMC.

Menurut MCMC, pemulihan pada situs yang terkena serangan tidak membutuhkan waktu terlalu lama. Kebanyakan website diklaim telah pulih dari serangan tersebut.

Belum jelas siapa pelaku serangan ini, namun sebelumnya memang ada peringatan dari grup hacker Anonymous. Kelompok hacker yang sudah cukup tenar ini mengancam akan menyerang website pemerintah setempat.

Anonymous mengancam akan menyerang karena tidak setuju dengan kebijakan sensor internet Malaysia. Sebelumnya, kelompok ini juga menyabotase beberapa website di Turki terkait alasan serupa.
Selengkapnya >>>

Website Kemenbudpar Disusupi Hacker


Situs Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) yang beralamat di www.budpar.go.id disusupi hacker. Ketika disambangi, tampak ada keanehan dalam welcome page di website tersebut.

Link paling atas menampilkan tulisan 'This Website Has Been Hacked by m0rn!ngw00d'. Dan ketika diklik, tampaklah pesan bahwa situs ini telah digerayangi hacker.

Hacker penyerang mengaku berasal dari Malaysia. Ini mereka tulis dalam pesan tersebut yang menyatakan agar pengelola situs lebih memperhatikan soal sekuriti.

Terdapat pula gambar bendera Malaysia dalam halaman yang disusupi. Tidak jelas apakah si hacker benar-benar berasal dari negara tetangga itu atau tidak. Sampai saat ini, ulah sang hacker masih dapat disaksikan di website tersebut.
Selengkapnya >>>

Koneksi Internet Mesir Hidup Lagi

Setelah empat lima hari 'log out' dari sambungan internet, Mesir kini telah online kembali. Seperti dikutip dari situs CNet, pemerintah Mesir telah memulihkan kembali sambungan internetnya. "Penyedia-penyedia layanan internet Mesir telah mengembalikan koneksi internet pada 11.29 waktu Kairo (16.29 wib)," ujar firma pemantau internet Renesys, dalam blog resmi mereka.


Kini, beberapa situs di Mesir, termasuk Kedubes AS di Kairo, Bank Sentral Mesir, maupun Bursa Saham Mesir, sudah dapat diakses.

Tak ayal lagi, kegiatan Twitter seputar tema 'Egypt kini juga meningkat. "Internet telah normal kembali di Mesir! AKHIRNYA!" kata Dalia Ziada, salah seorang aktivis kemanusaiaan yang berlokasi di Kairo.

Setelah lima hari putus hubungan dengan internet, kini Dalia kebanjiran email di kota inbox-nya. "Oh Tuhan, Saya mendapat lebih dari 500 e-mail!"

Pemulihan koneksi internet ini dilakukan setelah Presiden Hosni Mubarak menyatakan untuk tidak mencalonkan diri lagi pada pemilu mendatang. Mubarak sendiri tetap enggan untuk mundur saat ini.

Sebelumnya, Mesir memutuskan koneksi internet sejak Jumat pekan lalu. Hal itu ditempuh sebagai bagian dari upaya pemerintah menangkal gerakan oposisi yang menggunakan Facebook dan Twitter sebagai media komunikasi mereka.
Selengkapnya >>>

Hacker Anonymous Dukung Oposisi Mesir

Ingat kelompok hacker yang gigih membela situs pembocor rahasia WikiLeaks? Kini para peretas yang menamakan diri mereka sebagai kelompok Anonymous, turut ambil bagian dalam memanasnya tensi politik di Mesir. Kali ini, Anonymous menyatakan akan mendukung perjuangan kelompok oposisi Mesir.

Melalui siaran pers yang disebarkan secara luas, mereka mengancam untuk membombardir situs-situs pemerintah Mesir karena dianggap menghalang-halangi kebebasan informasi di negara itu.

Seperti diketahui sebelumnya, Mesir memang memblokir Facebook, Twitter, bahkan akses layanan BlackBerry di negaranya untuk meredam perjuangan kaum oposisi.

"Anonymous ingin agar Anda menyediakan akses bebas bagi media tanpa sensor di seluruh penjuru negeri. Bila Anda mengabaikan permintaan ini, kami tak segan-segan untuk menyerang situs-situs pemerintah, dan kami juga akan membuat media internasional melihat kenyataan pahit yang Anda lakukan kepada masyarakat."

Seperti dikutip dari situs milik firma keamanan komputer Sophos, target utama Anonymous adalah situs milik Kementerian Komunikasi dan Informatika Mesir.

Seperti halnya serangan yang sempat dilancarkan terhadap PayPal, operasi yang dinamakan Operation Egypt kali ini juga mengandalkan pola penyerangan Distributed Denial of Service (DDoS), yakni dengan membanjiri situs target dengan banyak trafik, dalam waktu seketika.

Tentu saja, karena sejak dini hari waktu setempat akses Internet di Mesir diblokir, para hacker pun tak bisa melancarkan aksi mereka membombardir situs-situs pemerintah Mesir.

Sementara itu, pemerintah Inggris kemarin kembali menangkap lima orang yang dicurigai mendukung aksi kelompok Anonymous dalam melancarkan serangan mereka ke situs-situs seperti PayPal dan Amazon. Kelima orang yang diciduk polisi itu berusia antara 15-26 tahun.
Selengkapnya >>>

Internet dan SMS di Mesir Lumpuh Total

Beberapa saat sebelum kelompok oposisi melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran, Mesir dilanda pemblokiran akses layanan internet dan SMS.

Seperti dikutip dari situs Mashable, penyedia layanan internet besar di Mesir yang berbasis di Italia, Sebone, mengatakan bahwa sama sekali tidak ada trafik internet dari Mesir sejak 00.30 pagi waktu Mesir.

Beberapa reporter dan warga Mesir juga melaporkan hal yang sama, bahkan layanan SMS pun juga terblokir. Padahal, kelompok oposisi mengandalkan media sosial untuk mengorganisasikan rencana-rencana mereka.

Misalnya saja, melalui jejaring mikroblog Twitter, akan dapat dijumpai dengan mudah hashtag '#Jan25' yang mengacu pada komunikasi pada saat aksi unjuk rasa 25 Januari lalu.

"Saya curiga blokir internet ini hanya bagian kecil dari upaya pemerintah yang disiapkan untuk menangkal aksi oposisi Jumat ini," kata Ben Wederman, jurnalis CNN yang telah meliput di Mesir melalui tweetnya.

Pemerintah Mesir sendiri sebelumnya telah memblokir layanan Facebook dan Twitter di negaranya, namun langkah itu bisa diakali oleh para oposan dengan menggunakan situs proxy, software dan aplikasi mobile, maupun koneksi aman via Virtual Private Network.

Gerakan oposisi di Mesir sendiri terinspirasi oleh gerakan revolusi di Tunisia yang telah memaksa Presiden Zine El Abidine Ben Ali, yang telah berkuasa selama 23 tahun. Adapun di Mesir, pemerintahan Presiden Hosni Mubarak telah berkuasa selama 31 tahun sejak 1981.
Selengkapnya >>>

Situs Mastercard dan Visa Diserang Hacker

Situs internet perusahaan kartu kredit terkemuka, Mastercard dan Visa, sempat diserang para peretas (hacker), Rabu 8 Desember 2010 waktu setempat. Serangan terjadi setelah perusahaan itu memblokir aliran sumbangan ke laman pembocor rahasia AS, WikiLeaks.

Menurut laman harian Telegraph, serangan para peretas itu bernama "Operasi Payback." Sebelumnya, kalangan peretas yang bersimpati dengan WikiLeaks bertekad akan melakukan perang di dunia maya (cyber war) bila laman yang didirikan Julian Assange itu mendapat serangan bertubi-tubi dari berbagai pihak karena sepak terjangnya mengungkap rentetan informasi sensitif berupa memo diplomatik rahasia AS.

Operasi itu dilakukan oleh kelompok peretas yang dikenal dengan julukan Anonymous (tanpa nama), dan diduga beranggotakan 1.500 hingga 2.000 orang. Mereka menyerbu laman Mastercard dan Visa sehingga sempat sulit diakses oleh kalangan awam. Namun, saat coba diakses VIVAnews pada Kamis pagi, 9 Desember 2010, laman Mastercard kembali berfungsi normal, begitu pula dengan laman Visa, yang kembali bisa diakses walau butuh waktu cukup lama.

Serangan hacker terjadi setelah Mastercard dan Visa menyatakan tidak lagi memproses sumbangan dari publik kepada WikiLeaks. "Kami akan menyerang apapun atau siapapun yang mencoba menyensor WikiLeaks, termasuk perusahaan miliaran dolar," demikian pernyataan Anonymous.

Sementara itu, jurubicara Mastercard, menyatakan bahwa laman mereka kembali normal dan bisa melayani pelanggan setelah mendapat serbuan akses dalam waktu bersamaan sehingga membuat laman tersebut berfungsi lambat.

Jurubicara Visa juga mengaku bahwa laman mereka, tidak seperti biasa, sempat sulit diakses. "Kami minta maaf atas ketidaknyamanan para pengguna kartu kredit. Namun, ini tidak berdampak apapun atas transaksi dengan Visa," tutur jurubicara itu.
Selengkapnya >>>

Video Hacker WikiLeaks tentang Perang Cyber

Setelah seorang remaja 16 tahun ditahan oleh polisi Belanda karena dituduh mendukung serangan terhadap situs MasterCard dan PayPal, tak lama kemudian situs kepolisian dan situs resmi Kejaksaan Belanda dilaporkan tumbang.



Seperti dikabarkan oleh kantor berita China Xinhua yang mengutip laporan media Belanda, situs kepolisian Belanda lumpuh karena serangan yang dilancarkan para peretas. Seorang juru bicara kepolisian Belanda membenarkan serangan tersebut.

Sementara para jaksa penuntut pemerintah Belanda hingga kini juga masih menyeldiki masalah yang menimpa situs mereka. Media lokal Belanda mengatakan bahwa serangan tersebut adalah respon atas penangkapan remaja 16 tahun yang dicokok akibat menyerang situs Mastercard, Visa, dan PayPal.

Menurut CBC, media Belanda menyebut para aktivis hacker (hacktivist), yang menamakan diri sebagai Anonymous, adalah kelompok yang mengaku bertanggung jawab terhadap berbagai serangan terhadap situs-situs yang dianggap memusuhi situs pembocor dokumen rahasia WikiLeaks.

Melalui sebuah operasi yang mereka namakan Operation Payback, kelompok hacker ini memproklamirkan perang terhadap 'musuh-musuh' WikiLeaks. Kepada Russia Today, salah seorang perwakilan kelompok Anonymous angkat bicara.

Perwakilan hacker itu antara lain menegaskan bahwa mereka akan berjuang membersihkan nama WikiLeaks. Oleh Karenanya, mereka menyerang situs-situs yang membekukan akun WikiLeaks, seperti MasterCard, Visa, dan PayPal.

"Kami lakukan serangan ini karena perusahaan-perusahaan ini telah menghentikan pendanaan WikiLeaks, merampas dana dari WikiLeaks, walaupun belakangan PayPal bersedia mengembalikannya secara terpaksa," kata hacker itu kepada Russia Today.
Menurutnya, mereka berhasil melumpuhkan situs-situs itu dengan penyerangan Distributed Denial of Service (DDoS) yaitu menghujani situs dengan trafik agar situs tersebut sibuk dan tidak bisa diakses oleh pihak lain.

Dengan sebuah program sederhana, kata dia, seseorang yang bukan ahli internet bisa membantu kelompok Anonymous melancarkan serangan mereka. Kini Anonymous mengklaim memiliki lebih dari 9 ribu orang yang secara sukarela mendukung misi mereka.

Ia juga mengatakan tidak akan menyerang situs Amazon, yang sebelumnya menghentikan jasa hosting server bagi WikiLeaks. "Kami bukan kelompok yang berbahaya, kami beraksi berdasarkan upaya kami membela kebebasan berpendapat dan menyebarkan informasi, dan menyerang Amazon kami nilai terlalu berlebihan," katanya.

Yang tak kalah penting, hacker Anonymous itu mengatakan, serangan mereka terhadap situs-situs itu bukan hanya untuk kesenangan semata melainkan untuk kebebasan informasi.

"Kami melakukan serangan ini karena situs-situs ini melawan WikiLeaks. Perusahaan-perusahaan semacam ini melakukan permainan yang kejam terhadap publik, kami akan membuat mereka kalah. Mereka akan kalah di setiap waktu."
Selengkapnya >>>

Hacker 'WikiLeaks' Lumpuhkan Server PayPal

Server situs layanan pembayaran online PayPal sempat lumpuh dan tidak bisa diakses setidaknya selama 1 jam 20 menit. Menurut situs TheNextWeb, kemungkinan besar ini disebabkan oleh serangan para peretas pendukung situs WikiLeaks.





Diperkirakan, tumbangnya server PayPal disebabkan oleh serangan Distributed Denial of Service (DDoS) yang dilancarkan oleh para pendukung WikiLeaks. Tumbangnya layanan PayPal menyusul situs MasterCard dan VISA yang sebelumnya juga sempat dilumpuhkan para peretas.

Sejak beberapa hari lalu, para pendukung WikiLeaks memang telah mengincar PayPal karena penyedia layanan pembayaran online milik eBay itu membekukan secara permanen akun WikiLeaks beserta rekening sebesar 60 ribu Euro karena menganggap situs tersebut telah melanggar syarat penggunaan PayPal.

Belakangan, tekanan dari para pendukung WikiLeaks membuat PayPal berpikir ulang untuk membekukan sisa uang di rekening PayPal. Lewat postingan di blognya, PayPal berniat untuk melepas sisa rekening WikiLeaks di PayPal.

"Akun WikiLeaks akan tetap dilarang, namun PayPal akan melepas semua sisa dana yang ada di rekening WikiLeaks," kata PayPal.

Menurut PayPal di blognya, keputusan mereka memang selalu akan dikaitkan dengan isu politik, hukum, dan debat tentang kebebasan berpendapat.

"Namun, tidak ada satupun dari faktor-faktor tadi mempengaruhi keputusan kami. Pertimbangan kami hanya apakah WikiLeaks berlawanan dengan peraturan dan kebijakan penggunaan kami," kata PayPal.

Tapi, kepada situs DailyMail, seorang pejabat PayPal mengakui bahwa salah satu sebab situsnya menghentikan layanannya kepada WikileLeaks adalah karena adanya tekanan dari Departemen Luar Negeri AS.

"Deplu mengatakan kepada kami bahwa mereka melakukan berbagai aktivitas ilegal activities. Itu dilakukan langsung," kata Vice President PayPal Osama Bedier. Menurutnya, Deplu menyatakan WikiLeaks ilegal pada 27 November lalu.

Sementara, para hacker pendukung WikiLeaks yang menamakan diri mereka Anonymous, secara terbuka mengakui serangan DDoS yang mereka lancarkan kepada beberapa 'musuh' WikiLeaks.

"Selama ini kami tidak banyak berafiliasi dengan WikiLeaks, namun kini kami berjuang untuk tujuan yang sama. Kami menginginkan transparansi dan melawan penyensoran. Oleh karenanya kami ingin meningkatkan kesadaran kepada semua orang untuk menyerang pihak-pihak yang melawan kebebasan dan demokrasi," kata Anonymous di situs mereka.

"Kami akan menemukan dan menyerang siapapun yang berdiri menentang WikiLeaks dan kami akan mendukung WikiLeaks untuk memenuhi apapun yang mereka butuhkan."
Selengkapnya >>>

Pendukung WikiLeaks Kobarkan Perang Cyber

Tekanan yang terus menerus dialami oleh WikiLeaks dan pendirinya, memicu aksi balas dendam yang dilakukan oleh para hacktivist (aktivis hacker).Kelompok hacker pendukung pendiri WikiLeaks Julian Assange melakukan serangkaian serangan cyber terhadap beberapa pihak yang dianggap mengambil sikap bermusuhan.


Situs-situs web yang dianggap memusuhi WikiLeaks, seperti PayPal, Swiss Bank PostFinance (postfinance.ch), situs resmi penuntut umum Assange di Swedia (aklagare.se), dan situs senator Lieberman (lieberman.senate.gov) yang secara vokal menentang Assange, berhasil mereka lumpuhkan melalui inisiatif yang mereka namakan: Operation Payback.

"Tujuan Operation Payback bukan sekadar hacking untuk mencari keuntungan. Pada kasus ini, tujuan hacker adalah melumpuhkan layanan dan memprotes. Yang kami lihat di sini adalah serangan yang sangat fokus, untuk menjatuhkan server-server karena mengganggap ada ketidakadilan," ujar Noa Bar Yossef, pakar keamanan senior dari firma keamanan komputer Imperva, kepada PCWorld.

Pakar keamanan dari PandaBlogs Sean-Paul Correl, mengungkapkan akibat serangan Operation Payback, situs PayPalBlog.com sempat down selama 8 jam 15 menit. Serangan memakai metode Distributed Denial of Services (DDoS/ DoS).

Tidak seperti serangan DoS pada umumnya yang biasanya membombardir situs sasaran dengan ribuan atau bahkan ratusan ribu spam dari komputer-komputer PC yang telah ditulari dengan malware, menurut Bar Yossef, Operation Payback merekrut orang-orang dari dalam jaringan mereka untuk mengunduh kode program tertentu yang merupakan malware DoS itu sendiri.

Maka, tidak ada mesin komputer yang menjadi korban (atau disebut sebagai botnet) karena pemiliknya terlibat secara sadar menjadikan komputer mereka sebagai botnet dan alat untuk membungkam pihak-pihak yang memusuhi WikiLeaks.

Seperti diketahui, sebelumnya PayPal membekukan rekening WikiLeaks sebesar 60 ribu Euro karena menganggap situs pembocor rahasia ini telah menyalahi kebijakan syarat penggunaan.

Langkah yang sama, kemudian dilakukan oleh Swiss Bank Post Finance (layanan keuangan kantor pos Swiss), yang membekukan rekening dan aset WikiLeaks sebesar 31 ribu Euro. Akibat aksi pembekuan itu, setidaknya Assange dan WikiLeaks kehilangan sekitar 100 ribu Euro donasi dari orang-orang yang bersimpati.

Mastercard dan VISA juga telah menutup layanan penyaluran donasi terhadap WikiLeaks. Padahal, di saat yang sama, menurut editor teknologi situs Guardian Charles Arthur baik Mastercard dan VISA, sama sekali tidak membekukan layanan donasi terhadap gerakan berbau rasis seperti Ku Klux Klan.

"Drama WikiLeaks tentu akan menjadi semacam perang cyber. dan perang semacam ini secara virtual tak bisa dimenangkan. Internet begitu dinamis. Tak mungkin menutup sebuah organisasi seperti WikiLeaks yang memiliki dukungan begitu populer. Hosting dan opsi pendanaannya secara virtual tak mungkin dihentikan," kata pendiri Antiwar.com Eric Garris.
Selengkapnya >>>

'Hacker' Minta DPR tidak Melempem Soal Malaysia

Hacker dalam aksinya juga menampilkan lagu-lagu di situs Malaysia yang telah dibobol. Lagu itu juga menyentil anggota DPR agar tidak lunak pada Malaysia.

Sentilan lewat lagu itu juga bisa diakses di situs Malaysia yang sudah dibobol termasuk di http://karyawanmuda.com.my/indonesia.html.

“Dari Sabang sampai ujung Irian mari kita susun kekuatan. Kita teriak lantang buat negara yang gemar mencuri. Kalau berani jangan tanggung-tanggung.”

“Mereka tidak punya malu. Curi budaya tetangga. Dari Reog Jawa sampai Pendet Pulau Dewata. Lagu Rasa Sayang juga pulau Ambalat. Ngaku-ngaku serumpun tetapi gayanya minta ampun,” cuplikan lagu di situs yang dibajak tersebut.

Di situs itu hacker juga meninggalkan pesan "Serukan ke pelosok negeri bahwa kita akan bersatu melawan kehinaan. Kita masih memiliki gigi dan martabat yang kuat. Ayo Ganyang Malaysia.
Selengkapnya >>>

Roy Suryo Kecam 'Hacker' Indonesia

Anggota DPR RI Roy Suryo mengecam tindakan hacker RI yang membajak situs Malaysia. Tindakan itu dikhawatirkan mengganggu perundingan dua negara juga memperburuk suasana.

“Tindakan para pembajak situs ini kan sifatnya sendiri-sendiri, tidak ada korelasi secara langsung dengan pemerintah. Karena atas nama pribadi, tentu saja tindakan hacker tidak memberi implikasi apapun,” ujarnya saat dihubungi Selasa (31/8).

Tidak hanya itu, pembajakan situs dapat mempersulit atau menunda perundingan Indonesia dan Malaysia pada 6 September nanti. Rencana kedua negara ini menyangkut perjanjian batas negara.

“Mereka (hacker)mungkin ingin menunjukkan rasa tidak suka, tapi malah dikhawatirkan menghambat kerja sama kedua negara,” kata pengamat telematika ini.

Roy Suryo khawatir bahwa Malaysia nantinya malah mendapat kesempatan untuk semakin menekan Indonesia. “Bisa saja mereka (Malaysia) merasa tidak suka kemudian memunculkan isu balasan yang bisa membuat nama baik Indonesia jadi dipertanyakan.”

Tidak hanya itu, Roy Suryo menganggap bahwa tindakan hacker Indonesia tidak akan berdampak pada keputusan pemerintah. “Ini kan dua hal yang berbeda. Apa yang dilakukan di dunia maya tentu tidak ada hubungannya dengan kejadian di realita. Tindakan tersebut sekadar wujud kemarahan pribadi yang tersalur lewat kebebasan berekspresi.
Selengkapnya >>>

'Hacker' RI Kuasai Ratusan Situs Malaysia

Ulang tahun Malaysia 2010 kembali jadi ajang pelampiasan hacker Indonesia. Hingga siang ini ratusan situs Malaysia telah dibajak dan hacker memamerkan lagu Gebyar-Gebyar.



Berdasarkan pengamatan Police Line, ratusan situs Malaysia telah dibajak. Pelaku mempublikasikan diri dengan nama indonesiancoder, serverisdown, indonesiahacker, kill9, malangcyber, arumbia dan soldier of Allah.

Tidak hanya itu, sebagai wujud aktualisasi diri sebagai warga Indonesia, pembajak situs ini juga mencantumkan lagu Gebyar-gebyar yang diciptakan oleh Gombloh dan dipopulerkan oleh Band Cokelat.

Tampilan di layar situs tersebut bertuliskan, “Kehancuran bangsa Indonesia yang berada di negara Malaysia paling berat adalah hilangnya semangat hidup karena selalu ditindas oleh Malaysia. Bubarkan negara boneka Malaysia.”

“Kami sebagai Bangsa Indonesia tidak akan diam dan inilah cara kami membalas perlakuan kalian terhadap Indonesia,” tulis hacker itu di situs Malaysia yang dibajak.

Berdasarkan keterangan dari sebuah forum, tindakan ini diambil sebagai wujud kekesalan atas perlakuan Malaysia sekaligus bertepatan dengan ulang tahun negara itu, 31 Agustus.
Selengkapnya >>>

Situs Malaysia Di Hack Sebanyak 116 Situs Oleh Cracker Indonesia

Perseteruan antara Indonesia VS Malaysia di dunia Cyber ini ternyata semakin memanas, setelah di hack 116 situs Malaysia oleh cracker Indonesia di saat hari kemerdekaan negara tersebut yang ke 52 tahun. Tindakan ini pasti sebagai respon akan rentetan tindakan tidak arif pihak Malaysia kepada bangsa Indonesia yang terakhir memplintirkan lagu kebangsaan Indonesia Raya menjadi sangat nyeleneh dan membangkitkan rasa amarah setiap anak bangsa yang membacanya.

Dan sekarang 116 situs mereka menjadi sasaran para cracker Indonesia dengan mendeface tampilan muka situs-situs tersebut dengan tulisan dari cracker yang berbunyi:

“Hari ini tepat tangal 31 Agustus 2009, Negara yang sangat tidak creative, negara yang suka mencuri kebudayaan indonesia, negara yang warganya suka menjadi dalang pengeboman di indonesia, negara yang telah banyak menyiksa saudara kita para TKI yang menumpang mencari nafkah di negara tersebut, negara yang telah melecehkan lagu kebangsaan kita, negara yang telah banyak menghina-hina indonesia di internet, negara yang telah mencuri pulau sipadan & ligitan dari negara kita, negara yang telah banyak memasuki perairan kita tanpa izin, negara yang mendapatkan kemerdekaan nya dari inggris, telah merayakan hari kemerdekaan negaranya.

Kami sebagai warga negara indonesia yang baik akan ikut memeriahkan kemerdekaan negara tersebut dengan cara kami sendiri. Yah tepat cara kami sendiri, Cara kami memeriahkan hari ulang tahun negara tersebut adalah dengan melakukan mass deface terhadap site-site negara tersebut. Berikut list site-site negara tersebut yang telah berhasil kami ambil alih.”

http://kurniakebal.com/indonesia.html

http://goiyoo.com/indonesia.html

http://nckt.com.my/indonesia.html

http://waittsb.com/indonesia.html

http://avowstech.com/indonesia.html

http://lmhwee.com/indonesia.html

http://goodcarelab.com/indonesia.html

http://interisland-sg.com/indonesia.html

http://ubiq1.com/indonesia.html

http://repfon.com/indonesia.html

http://academyadelphi.com/indonesia.html

http://tinmine-kl.com/indonesia.html

http://topsstudio.com/indonesia.html

http://winstravel.com.my/indonesia.html

http://rightgoals.com/indonesia.html

http://h20creative.com/indonesia.html

http://ahar-law.com/indonesia.html

http://jointtm.com/indonesia.html

http://venkat-transport.com.my/indonesia.html

http://msvfoods.com/indonesia.html

http://berjayabintangtimur.com.my/indonesia.html

http://newviking.com.my/indonesia.html

http://exaprisemm2h.com/indonesia.html

http://lucaschua.com/indonesia.html

http://anarkalihairdye.com/indonesia.html

http://wengsong.com.my/indonesia.html

http://ketravel.com.my/indonesia.html

http://relprosurgical.com/indonesia.html

http://txmservices.com/indonesia.html

http://stetsgroup.com/indonesia.html

http://justcerdik.com/indonesia.html

http://malaysiawelove.com/indonesia.html

http://murugantrading.com/indonesia.html

http://nbkinterior.com/indonesia.html

http://cherngfong.com/indonesia.html

http://yeenanthamleong.com/indonesia.html

http://pes-sg.com/indonesia.html

http://ixpdev.com/indonesia.html

http://pesonasenifoto.com/indonesia.html

http://bagsmalaysia.com/indonesia.html

http://jobsu1.com/indonesia.html

http://freecheapsite.com/indonesia.html

http://rnrengr.com/indonesia.html

http://HYH-ASEAN.org/indonesia.html

http://muzakraf.com.my/indonesia.html

http://PinnacleRestDemand.com/indonesia.html

http://dmarc.com.my/indonesia.html

http://I-PResources.com/indonesia.html

http://pms.com.my/indonesia.html

http://digilife.com.my/indonesia.html

http://fengshui.net.my/indonesia.html

http://pactechnologies.com.my/indonesia.html

http://rit.com.my/indonesia.html

http://propertiesu1.com/indonesia.html

http://msvfoods.com/indonesia.html

http://PinnacleRestDemand.com/indonesia.html

http://pumpkinproject.com/indonesia.html

http://nfirc.com/indonesia.html

http://rezamyt.com.my/indonesia.html

http://youth.org.my/indonesia.html

http://sjkckk2.edu.my/indonesia.html

http://soulart.com.my/indonesia.html

http://brilliantbag.com/indonesia.html

http://privilegenetwork.com/indonesia.html

http://remcorporation.com/indonesia.html

http://fxcmindonesia.com/indonesia.html

http://milaandbarton.com/indonesia.html

http://fxcmmalaysia.com/indonesia.html

http://fastrekglobal.com/indonesia.html

http://MORINOKAZE.COM.MY/indonesia.html

http://auto-charge.net/indonesia.html

http://nldlajpbranch.com/indonesia.html

http://sistersinislam.org.my/indonesia.html

http://plastechind.com/indonesia.html

http://healin.com.my/indonesia.html

http://citrineone.com/indonesia.html

http://indiavisa.com.my/indonesia.html

http://sgivacationclub.com/indonesia.html

http://wingspan.com.my/indonesia.html

http://kbc.com.my/indonesia.html

http://ippbm.gov.my/indonesia.html

http://coolcreative.com.my/indonesia.html

http://muzaventures.com/indonesia.html

http://winarich.com/indonesia.html

http://hydro-k.com/indonesia.html

http://laya.com.my/indonesia.html

http://lifecare2u.com/indonesia.html

http://al-faizeen.com.my/indonesia.html

http://klys.com.my/indonesia.html

http://muzaventures.com/indonesia.html

http://bionet-int.com/indonesia.html

http://egift.com.my/indonesia.html

http://fefi-bags.com/indonesia.html

http://nexxone.com/indonesia.html

http://jsloostudio.com/indonesia.html

http://topsstudio.com/indonesia.html

http://pdaunion.com.my/indonesia.html

http://focusarchitect.com/indonesia.html

http://dmn.com.my/indonesia.html

http://digilife.com.my/indonesia.html

http://youth.org.my/indonesia.html

http://sjkcfoonyew4.edu.my/indonesia.html

http://bagsmalaysia.com/indonesia.html

http://myfesclan.com/indonesia.html

http://huzzen.com/indonesia.html

http://equrus.com/indonesia.html

http://izymix.com/indonesia.html

http://sjkcfoonyew1.edu.my/indonesia.html

http://ypchua.com/indonesia.html

http://freecheapsite.com/indonesia.html

http://modtech-audio.com/indonesia.html

http://www.rondemo.com/

http://stu.org.my

http://globalmarine.com.my

http://www.mgpskuantan.edu.my

http://artside.info/

Ternyata situs-situs Malaysia yang di ubah merupakan situs kementrian seperti situs Departemen Pendidikan hingga situs Departemen Pariwisata tinggal ketinggalan semuanya DI HACK!

Dan dalam tampilan muka situs tersebut juga terdapat tulisan ini:

“Hacked By INDONESIA

Ini dadaku, mana dadamu?

Kalau Malaysia mau konfrontasi ekonomi
Kita hadapi dengan konfrontasi ekonomi

Kalau Malaysia mau konfrontasi politik
Kita hadapi dengan konfrontasi politik

Kalau Malaysia mau konfrontasi militer
Kita hadapi dengan konfrontasi militer

Soekarno, 1963”

Sejauh ini situs-situs di atas telah dikembalikan ke tampilan semua oleh para admin dan moderatornya, namun situs cracker sebagai markas besar para craker Indonesia tidak bisa di akses karena kehabisan Bandwidth karena banyaknya yang mengakses situs tersebut, well just want to say hope everything will be ok.
Selengkapnya >>>

Yogyacarderlink Ikut Deface Situs Malaysia

Genderang perang antar hacker Indonesia dengan Malaysia rupanya telah ditabuh. Setelah, sebelumnya dua kelompok dari yadoyy666 (Indonesia) dan alien crew (Malaysia) berseteru. Kini, giliran Yogyacarderlink yang ambil bagian.



Aksi para hacker Yogyacardelink ini dilakukan dengan mengacak-acak situs milik Malaysia yang beralamat di http://welfordmedical.com/news_details.php. Situs milik perusahaan Welford, yang merupakan penyedia jasa alat-alat kesehatan untuk rumah sakit itu berhasil disusupi dengan meninggalkan jejak khas mereka berupa foto siluet.

Selain foto siluet khas Yogyacarderlink, mereka juga menampilkan pesan yang berisi nada profokatif,

You want Cyberwarfare ?? I give you now

Selain menyambangi bagian dalam situs tersebut, hacker ini juga merusak tampilan depannya. Ini setelah kanal news dan event situs tersebut mereka infeksi dengan kata-kata yang berisi "v3n0m OwnZ Your System".

Seperti diketahui, dalam beberapa hari terakhir rupanya telah terjadi perseteruan antara hacker Indonesia dan Malaysia. Kedua hacker, yang masih-masing mengatasnamakan yadoyy666 (Indonesia) dan alien crew (Malaysia) saling unjuk kekuatan dengan melakukan aksi deface.

Tak pelak, beberapa situs Indonesia seperti Pemuda Hanura, Gerbang Linux, KBRI Beirut, dan FK Usakti 95, berhasil disambangi alien crew.
Selengkapnya >>>

Situs Malaysia Terus Dihajar Hacker Indonesia

Aksi saling retas antara hacker Indonesia dan Malaysia belum berhenti. Tak ada ampun, kali ini empat halaman web Malaysia yang dibobol.

Tiga situs pertama adalah http://pancommonwealth2008.kkr.gov.my/,
http://www.malaysiaskills.kkr.gov.my/, dan http://aseanskills.kkr.gov.my/. Wajah ketiga situs itu berubah dengan tampilan gambar dua iblis yang membawa garputala dan tersenyum. Terpampang pula tulisan besar "Vires" juga "indo counter attack". Sementara sang peretas meninggalkan identitas dirinya sebagai "netheroes".

Halaman web penjual CCTV online yang beralamat di http://cctv2u.my/ juga turut jadi sasaran penyusupan. Halaman depan situs itu dikotori dengan tulisan "Got Hacked!? bL4Ck_3n91n3 was here!!!!". Sebuah bendera Merah Putih juga berkibar di antara produk-produk yang dijual.

Berdasar informasi yang diperoleh dari peretas.freeforums.org, peretas melakukan aksi ini sebagai balas dendam atas aksi hacking yang juga dilakukan hacker Negeri Para Datuk itu. Dalam thread di forum tersebut, tertulis pula petikan pidato mantan Presiden Sukarno tentang aksi ganyang Malaysia.

"Ini dadaku, untuk Indonesiaku," tulis pesan dalam thread itu.

Sebelumnya, puluhan situs Tanah Air diretas hacker Malaysia yang mengatasnamakan "Anti-Indon". Situs-situs itu antara lain http://waktuband.com, http://visitbalikpapan.com, http://urologi.or.id, http://pks-mesir.com, http://kontak-jodoh-islam.com, http://kbri-beirut.org, http://jayakarta.ac.id, dan http://link.or.id.
Selengkapnya >>>

Heboh, Dokumen Rahasia Militer AS Bocor

Sekitar 90 ribu dokumen rahasia milik militer Amerika Serikat (AS) bocor ke publik. Dokumen itu mengungkap sejumlah insiden yang tidak dilaporkan oleh militer AS selama enam tahun bertugas di Afganistan. Termasuk sejumlah operasi militer yang menyebabkan tewasnya sejumlah warga sipil di sana.

Situs yang memposting dokumen-dokumen tersebut pertama kali adalah WikiLeaks pada Minggu, 25 Juli 2010. Lalu, The New York Times, surat kabar Inggris Guardian, dan harian Jerman, Der Spiegel diberi akses awal untuk membuka dokumen-dokumen tersebut.

Gedung Putih pun bereaksi. Pusat pemerintahan AS itu mengecam pengungkapan dokumen itu karena dianggap mengancam keselamatan warga Amerika dan mitra-mitra AS.

Dokumen itu menjelaskan detail serangan yang dilakukan unit operasi khusus rahasia AS yang disebut Task Force 373 terhadap pihak yang disebut AS sebagai tokoh pemberontak dan teroris. Beberapa serangan tersebut menyebabkan sejumlah warga sipil AS terbunuh.

Di antara target operasi unit khusus AS adalah Shah Agha, yang oleh Guardian disebut sebagai seorang intelijen yang tewas bersama empat orang lain pada Juni 2009.

Tokoh lain yang tewas adalah pejuang Libya, Abu Laith al-Libi, yang dalam dokumen disebut sebagai komandan senior militer Al-Qaeda.

Operasi militer untuk memburu al-Libi pada Juni 2007, menewaskan sejumlah orang. Menurut salah satu dokumen yang bocor, enam pejuang musuh tewas. Demikian pula dengan tujuh orang non-pejuang yang semuanya masih anak-anak.
Selengkapnya >>>