Tampilkan postingan dengan label Phising. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Phising. Tampilkan semua postingan

Kejahatan Teknologi Informasi


Kebutuhan akan teknologi Jaringan Komputer semakin meningkat. Selain sebagai media penyedia informasi, melalui Internet pula kegiatan komunitas komersial menjadi bagian terbesar, dan terpesat pertumbuhannya serta menembus berbagai batas negara. Bahkan melalui jaringan ini kegiatan pasar di dunia bisa diketahui selama 24 jam. Melalui dunia internet atau disebut juga cyberspace, apapun dapat dilakukan.

Segi positif dari dunia maya ini tentu saja menambah trend perkembangan teknologi dunia dengan segala bentuk kreatifitas manusia. Namun dampak negatif pun tidak bisa dihindari. Tatkala pornografi marak di media Internet, masyarakat pun tak bisa berbuat banyak.

Seiring dengan perkembangan teknologi Internet, menyebabkan munculnya kejahatan yang disebut dengan “CyberCrime” atau kejahatan melalui jaringan Internet. Munculnya beberapa kasus “CyberCrime” di Indonesia, seperti pencurian kartu kredit, hacking beberapa situs, menyadap transmisi data orang lain, misalnya email, dan memanipulasi data dengan cara menyiapkan perintah yang tidak dikehendaki ke dalam programmer komputer. Sehingga dalam kejahatan komputer dimungkinkan adanya delik formil dan delik materil.

Delik formil adalah perbuatan seseorang yang memasuki komputer orang lain tanpa ijin, sedangkan delik materil adalah perbuatan yang menimbulkan akibat kerugian bagi orang lain. Adanya CyberCrime telah menjadi ancaman stabilitas, sehingga pemerintah sulit mengimbangi teknik kejahatan yang dilakukan dengan teknologi komputer, khususnya jaringan internet dan intranet.
Selengkapnya >>>

Hacker VS Cracker


Hackers are like kids putting a 10 pence piece on a railway line to see if the train
can bend it, not realising that they risk de-railing the whole train
(Mike Jones: London interview).

Untuk mempelajari masalah keamanan, ada baiknya juga mempelajari
aspek dari pelaku yang terlibat dalam masalah keamanan ini, yaitu para
hackers and crackers. Buku ini tidak bermaksud untuk membahas secara
terperinci masalah non-teknis (misalnya sosial) dari hackers akan tetapi
sekedar memberikan ulasan singkat.

Istilah hackers sendiri masih belum baku karena bagi sebagian orang
hackers mempunyai konotasi positif, sedangkan bagi sebagian lain
memiliki konotasi negatif. Bagi kelompok yang pertama (old school), untuk
pelaku yang jahat biasanya disebut crackers. Batas antara hacker dan
cracker sangat tipis. Batasan ini ditentukan oleh etika. moral, dan integritas
dari pelaku sendiri. Untuk selanjutnya dalam buku ini kami akan
menggunakan kata hacker sebagai generalisir dari hacker dan cracker,
kecuali bila diindikasikan secara eksplisit.

Paul Taylor dalam disertasi PhDnya [47] mengungkapkan adanya tiga
kelompok, yaitu Computer Underground (CU), Computer Security Industry (CSI), dan kelompok akademis. Perbedaan antar kelompok ini kadangkadang
tidak tegas.

Untuk sistem yang berdomisili di Indonesia secara fisik (physical) maupun
lojik (logical) ancaman keamanan dapat datang dari berbagai pihak.
Berdasarkan sumbernya, acaman dapat dikategorikan yang berasal dari luar
negeri dan yang berasal dari dalam negeri. Acaman yang berasal dari luar
negeri contohnya adalah hackers Portugal yang mengobrak-abrik beberapa
web site milik pemerintah Indonesia.

Berdasarkan motif dari para perusak, ada yang berbasis politik, eknomi, dan
ada juga yang hanya ingin mencari ketenaran. Masalah politik nampaknya
sering menjadi alasan untuk menyerang sebuah sistem (baik di dalam
maupun di luar negeri). Beberapa contoh dari serangan yang menggunakan
alasan politik antara lain:

• Serangan dari hackers Portugal yang mengubah isi beberapa web site
milik pemerintah Indonesia dikarenakan hackers tersebut tidak setuju
dengan apa yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia di Timor Timur.
Selain mengubah isi web site, mereka juga mencoba merusak sistem
yang ada dengan menghapus seluruh disk (jika bisa).

• Serangan dari hackers Cina dan Taiwan terhadap beberapa web site
Indonesia atas kerusuhan di Jakarta (Mei 1998) yang menyebabkan etnis
Cina di Indonesia mendapat perlakukan yang tidak adil. Hackers ini
mengubah beberapa web site Indonesia untuk menyatakan ketidaksukaan
mereka atas apa yang telah terjadi.

• Beberapa hackers di Amerika menyatakan akan merusak sistem milik
pemerintah Iraq ketika terjeadi ketegangan politik antara Amerika dan
Irak.
Selengkapnya >>>

Penipu di Jejaring Sosial Pakai Umpan Baru

Menurut laporan terakhir Spam Report bulanan yang dirilis Symantec, dalam beberapa bulan belakangan, muncul tren situs penipuan (phising) yang memalsukan merek-merek jejaring sosial.

Dalam upayanya untuk mengelabui pengguna, penipu menggunakan banyak taktik dan umpan baru. Tujuannya agar dapat mengelabui pengguna sehingga mereka memberikan informasi pribadi mereka.

“Salah satu contohnya adalah website phishing dengan nama “Webcam” dan yang menyediakan gambar webcam di halaman phishing-nya,” sebut Symantec dalam laporannya.

Di sini, situs itu memberi kesan bahwa mereka menyediakan fasilitas webcam untuk pengguna agar dapat berinteraksi satu sama lain di jejaring sosial. Padahal, situs aslinya sebenarnya tidak menyediakan fasilitas itu.

Metode kedua, kata Symantec, penipu memanfaatkan pornografi sebagai umpan untuk mencuri data pribadi pengguna. Caranya, website phishing itu mengklaim bahwa situs jejaring sosial tertentu telah mengeluarkan edisi baru untuk pengguna dewasa.

“Jejaring sosial edisi ‘baru’ tersebut mengesankan bahwa pengguna dapat melihat video dewasa dari skandal-skandal terkenal yang diambil dari kamera tersembunyi,” kata Symantec. “Lebih lanjut, situs phisihing itu mengklaim bahwa pengguna juga bisa berinteraksi dan bergabung dalam chatting khusus dewasa,” sebut Symantec.

Pada metode penipuan ini, situs penipu menyatakan bahwa pengguna bisa mengetahui berita terbaru mengenai skandal-skandal aktris terkenal. Situs juga berisi gambar porno. Tampilan dan nuansa situs dibuat untuk meningkatkan daya tarik pornografi tersebut.

Metode ketiga, umpan yang digunakan adalah penawaran palsu berupa software untuk meng-hack (hacking software). Website penipu yang menggunakan metode ini menyediakan konten yang sudah dimodifikasi sehingga mirip seperti versi alternatif dari sebuah jejaring sosial yang ditujukan untuk hacker profesional.

“Phisher terus menggunakan bentuk-bentuk umpan baru dan berbeda yang semuanya memiliki tujuan yang sama. Membuat pengguna yakin bahwa mereka akan mendapatkan manfaat jika memberikan informasi dan login ke situs yang mereka buat,” sebut Symantec.

Namun demikian, Symantec menyebutkan, tentu saja jika pengguna menjadi korban dari penipuan itu, phisher akan berhasil mencuri informasi rahasia mereka untuk pencurian identitas.
Selengkapnya >>>

Software Pengaman untuk Twitter

Popularitas Twitter ataupun Facebook yang melejit belakangan ini tak lepas dari perhatian dan ancaman para hacker. Hal ini merangsang inisiatif seorang peneliti dari Israeli Security untuk menciptakan sejenis software update pengamanan (security vulnerability) untuk pengguna Twitter.

Aviv Raff, peneliti tersebut, berencana untuk mempublikasikan software pengamanan Twitter yang diupdate setiap hari selama Juli mendatang. Karena, disinyalirnya pada bulan tersebut para hacker akan menyerang Twitter lebih gencar.

“Nantinya, akan saya publikasikan segala update software pengaman terbaru Twitter melalui website twitpwn.com,” kata Raff dalam blognya, seperti VIVAnews kutip dari InformationWeek

“Ketika para hacker mulai menyarangkan varian-varian worm baru ke Twitter melalui celah tertentu, setidak-tidaknya kurang dari 24 jam saya akan publikasikan obatnya,” kata Raff, yang menganggap update harian tersebut sebetulnya sudah lebih dari cukup.
Sekadar diketahui, Raff merupakan peserta event inisiatif bertajuk “Month of Browser Bugs” pada Juli tiga tahun silam. Event tersebut dimaksudkan untuk merangsang perhatian publik terhadap ancaman pada browser Internet. Juli tahun ini, ia berambisi untuk memperlakukan hal yang sama pada Twitter melalui “Month of Twitter Bugs.”

Dalam posting blog sebelumnya, Raff memaparkan masalah pengamanan Twitter yang paling signifikan terletak pada API (application programming interface)-nya, yang sangat berpotensi menjadi wadah worm-worm baru. Mei silam, ia baru saja menciptakan sebuah kode untuk membendung serangan pada website twitpic.com, yang menggunakan Twitter API.

Tak hanya itu, kekhawatiran Raff dilatarbelakangi bertambah terusnya masalah keamanan yang dirundung Twitter. April lalu, diketahui worm Twitter yang dibuat oleh bocah 17 tahun telah 'mematikan' 190 akun dan menghasilkan sekitar 10.000 tweet spam.

Lebih ironis, Maret lalu, sekitar 750 akun Twitter di-hack dengan cybersquatting dan digunakan untuk mengirimkan spam.

Ketika itu, reaksi Twitter yang diwakili salah satu pendirinya, Biz Stone mengatakan, pihaknya akan segera mengaudit sekaligus mengembangkan layanan pengamanan tambahan. Namun, sampai saat ini belum ada tindak lanjut apa-apa dari pengelola situs mikroblog yang berusia tiga tahun itu.
Selengkapnya >>>

1 Juta Halaman Website Diserang

Lebih dari satu juta halaman website dilaporkan telah menjadi korban serangan dedemit maya. Pelaku menyuntikkan kode-kode pemrograman dan mengarahkan pengunjung situs tersebut ke situs penjualan software palsu.



Pakar keamanan yang dikutip detikINET dari Reuters, Sabtu (2/4/2011), menyebut serangan ini sebagai 'mass injection', dan tercatat sebagai serangan terbesar yang pernah ada untuk versi ini.

Websense, pihak yang mendeteksi serangan massal tersebut di awal minggu lalu menyebut aksi ini sebagai 'LizaMoon'.

Senior Manager lembaga riset keamanan Websense, Patrik Runald, mengatakan pengguna akan melihat bahwa telah di-redirect ketika mereka coba mengakses situs yang telah terinfeksi tersebut.

Namun sejauh ini, mereka yang menjadi target serangan dilaporkan masih sebatas situs-situs kecil. Belum ditemukan situs populer milik perusahaan atau pemerintah yang jadi korban.

Tidak dijelaskan dengan jelas siapa pelaku atau dari mana asal serangan ini, yang pasti ujung-ujungnya motif pelaku diduga terkait uang.

"Serangan seperti ini akan bertahan dalam jangka waktu lama. Sekali mereka masuk, maka akan tetap bertahan dengan kita. Serangan LizaMoon ini tidak akan hilang dalam satu hari," pungkas Runald.
Selengkapnya >>>

Cara Meng-Update-kan Status Teman Facebook Kalian

Pernahkah kalian berpikir untuk meng-update-kan status teman Facebook kalian tanpa harus membobol akun Facebook-nya ???



Kejadian serupa begitu marak akhir - akhir ini, dan sebagian pengguna Facebook menganggap itu adalah VIRUS. Sebenarnya itu semua hanya kumpulan script IFRAME dari Link update status Facebook versi mobile http://m.facebook.com/

Berikut adalah source code IFRAME yang saya maksud :


nb : silahkan edit "message.value" di atas sesuai dengan keinginan anda

How to use :
1. Copy paste script di atas ke notepad, trus save as .php atau .html [misal : status.php atau status.html]. Jangan lupa pada 'save as type' pilih "All Files"]

2. Cari hostingan gratisan, sebagai bahan percobaan dan upload file .php/.html tadi ke hostingan

3. Setelah anda upload, coba klik/eksekusi pada browser sendiri link/url dimana posisi file tersebut anda upload.

4. Buka halaman PROFIL Facebook anda, apabila status anda terupdate sendiri setelah anda meng-klik url/link tadi berarti anda berhasil.
Selengkapnya >>>

Warga Liberia Tipu Janda Rp5 M Lewat Facebook

Keberadaan situs jejaring sosial seperti Facebook kini menjadi media paling populer dan digandrungi setiap orang, mulai sekadar mencari teman hingga jodoh. Namun, di sisi lain, Facebook kerap menjadi alat bagi pelaku kejahatan untuk melakukan aksinya, seperti penipuan.


Bahkan, berbagai modus kejahatan melalui Facebook mulai berkembang. Yang tergolong baru yakni penipuan yang mengincar janda-janda melalui situs jejaring sosial.

Seperti yang terjadi pada RN, perempuan pengusaha kaya yang tertipu oleh lelaki berkewarganegaraan Liberia berinisial MRGG (45). Akibatnya, RN tertipu hingga Rp5 miliar.

"Pelaku, MRGG, memang mengincar para perempuan, terutama janda yang memiliki akun Facebook," kata Kepala Satuan Cyber Crime Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, AKBP Hermawan, di Jakarta, Rabu 2 Februari 2011.

Modus yang dilakukan pelaku, menurut dia, awalnya sebatas perkenalan dengan tersangka. Singkat cerita, korban yang merupakan janda itu, kemudian meminta pelaku mengenalkannya dengan seorang pria untuk dijadikan istri.

Untuk lebih meyakinkan korban, tersangka kemudian membuat akun di Facebook dengan nama Josh. Di Facebook itu, tersangka memasang foto-foto lelaki berkulit putih yang bertampang keren dan gagah. Hal itu dilakukan agar korban merasa yakin dan memilih untuk segera berkenalan.

Tidak hanya itu, Hermawan melanjutkan, pelaku juga memasang foto lelaki kulit putih itu bersama anaknya. Upaya itu untuk memperlihatkan seolah-olah pria yang penyayang anak, sehingga korban tertarik.

Setelah itu, korban dan tersangka menjalin komunikasi yang intensif melalui chatting. Tersangka pun mengeluarkan rayuan gombalnya agar mendapatkan semua keinginannya. Bahkan, tersangka berjanji akan menikahi korban, meskipun keduanya tidak pernah bertemu sekali pun.

Tersangka kemudian mengaku membutuhkan uang banyak karena harus masuk ke rumah sakit. Bahkan, pelaku meminta anak kecil untuk berteriak meminta tolong kepada korban, melalui handphone. "Itu dilakukan agar korban semakin percaya," ujar dia.

Karena merasa iba dan mulai mencintai pelaku, korban akhirnya mempercayai dan rela mengeluarkan uang senilai total Rp5 miliar.

"Uang itu ada yang sebagian ditransfer ke bank di Thailand dan ada yang diambil langsung oleh tersangka dengan berpura-pura menjadi kurir 'Josh'," jelas dia.

Karena merasa telah tertipu, korban kemudian melaporkan perbuatan tersangka ke Polda Metro Jaya pada Januari 2011.

Polisi akhirnya berhasil mengamankaan tersangka di rumahnya di Centex, Ciracas, Jakarta Timur pada Rabu 2 Februari 2011. Dari tersangka, polisi menyita uang tunai senilai total Rp260 juta terdiri atas mata uang euro, bath, dolar AS, dan rupiah.

Selain itu, polisi menyita sebuah laptop, iPad, dan sejumlah handphone.

Tersangka, menurut Kasat, telah melakukan aksinya sejak 2006. Hal itu dikuatkan adanya beberapa bukti transfer uang ke rekeningnya sejak 2006.

Polisi menduga, kegiatan penipuan tersangka merupakan sindikat. Hingga kini, polisi masih mengejar satu teman tersangka berinisial Br yang pernah melakukan penipuan modus sama senilai Rp8 juta terhadap wanita janda asal Indonesia. "Teman-temannya ada di Indonesia, Bangkok, dan Malaysia," ujarnya.

Selain itu, pihaknya akan mengeluarkaan red notice bagi daftar pencarian orang (DPO) yang berkewarganegaraan Liberia tersebut. Tersangka yang kini ditahan juga akan dicekal.

Untuk mengantisipasi modus kejahatan itu, Kasat meminta kepada masyarakat pengguna Facebook untuk tidak mudah menambah atau selektif jika ada seseorang yang ingin berteman melalui jejaring sosial itu. "Jangan add orang yang belum dikenal. Bisa jadi itu para pelaku kejahatan yang tengah mengincar korbannya," tuturnya.
Selengkapnya >>>

Internet dan SMS di Mesir Lumpuh Total

Beberapa saat sebelum kelompok oposisi melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran, Mesir dilanda pemblokiran akses layanan internet dan SMS.

Seperti dikutip dari situs Mashable, penyedia layanan internet besar di Mesir yang berbasis di Italia, Sebone, mengatakan bahwa sama sekali tidak ada trafik internet dari Mesir sejak 00.30 pagi waktu Mesir.

Beberapa reporter dan warga Mesir juga melaporkan hal yang sama, bahkan layanan SMS pun juga terblokir. Padahal, kelompok oposisi mengandalkan media sosial untuk mengorganisasikan rencana-rencana mereka.

Misalnya saja, melalui jejaring mikroblog Twitter, akan dapat dijumpai dengan mudah hashtag '#Jan25' yang mengacu pada komunikasi pada saat aksi unjuk rasa 25 Januari lalu.

"Saya curiga blokir internet ini hanya bagian kecil dari upaya pemerintah yang disiapkan untuk menangkal aksi oposisi Jumat ini," kata Ben Wederman, jurnalis CNN yang telah meliput di Mesir melalui tweetnya.

Pemerintah Mesir sendiri sebelumnya telah memblokir layanan Facebook dan Twitter di negaranya, namun langkah itu bisa diakali oleh para oposan dengan menggunakan situs proxy, software dan aplikasi mobile, maupun koneksi aman via Virtual Private Network.

Gerakan oposisi di Mesir sendiri terinspirasi oleh gerakan revolusi di Tunisia yang telah memaksa Presiden Zine El Abidine Ben Ali, yang telah berkuasa selama 23 tahun. Adapun di Mesir, pemerintahan Presiden Hosni Mubarak telah berkuasa selama 31 tahun sejak 1981.
Selengkapnya >>>

Akun Zuckerberg Jebol, Keamanan FB Diperkuat

Kini terbukti jelas betapa lemahnya sistem keamanan jejaring sosial Facebook dari incaran orang-orang yang tak bertanggung jawab.
Belum lama ini akun Facebook pendirinya Facebook sendiri, Mark Zuckerberg, berhasil dijebol oleh peretas (hacker). Hacker tersebut memposting sebuah pesan unik di status Zuckerberg.



"Biarkan hacking ini dimulai: bila Facebook butuh uang dan tak pergi ke bank, kenapa Facebook tak membiarkan penggunanya berinvestasi di Facebook secara sosial? Kenapa tidak mengubah Facebook menjadi sebuah 'bisnis sosial' seperti yang dilakukan oleh pemenang Nobel Muhammad Yunus? http://bit.ly/fs6rT3 Bagaimana pendapatmu? #hackercup2011"

Tim Facebook sendiri rada telat mengetahui adanya postingan ini, karena 'status palsu' Zuckerberg itu sempat mendapat jempol 'Like' dari 1.803 pengguna Facebook, dan bahkan dikomentari oleh sekitar 500 orang.

Belakangan, postingan tersebut dihilangkan, namun screenshotnya sudah keburu diabadikan oleh situs Techcrunch. Menurut situs Forbes, sepertinya komentar sang hacker ditujukan untuk 'memprotes' investasi Goldman Sachs pada Facebook baru-baru ini.

Sementara hashtag (tanda '#') 'hackercup' menurut situs Computerworld, mengacu pada sebuah kompetisi yang tengah berlangsung untuk menguji layanan Facebook.
Yang jelas, peristiwa ini merupakan penyusupan terhadap akun Facebook kedua di pekan ini, setelah sebelumnya akun Presiden Prancis Nicolas Sarkozy juga bobol.
Selengkapnya >>>

Tips Aman Belanja di Internet

Saat ini banyak sekali toko belanja online dengan koleksi barang yang berkualitas dan harganya lebih terjangkau. Hal ini tentu sangat memanjakan Anda yang tidak memiliki waktu ke pusat perbelanjaan untuk berbelanja.

Jika Anda melakukan belanja secara online, jangan hanya memperhatikan barang dan harga saja, karena yang tidak kalah penting adalah segi keamanannya. Agar belanja online yang lakukan aman, ikuti trik berikut.

1. Pilih situs atau laman belanja yang bereputasi baik
Berbelanjalah di laman yang memiliki reputasi baik, Anda bisa mengetahuinya dengan menanyakan pada teman atau melihatnya di internet. Baca dan pastikan terdapat kebijakan perlindungan privasi pelanggan. Jika tidak terdapat kebijakan tersebut, data Anda berisiko dijual atau dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

2. Gunakan nama dan password baru
Buatlah alamat e-mail khusus untuk berbelanja online. Jangan gunakan e-mail yang biasa Anda gunakan untuk bekerja, berhubungan dengan teman dan keluarga atau laman jejaring sosial. Hal itu untuk menghindari, kejahatan internet yang menggunakan data pribadi Anda.

3. Jangan berbagi komputer
Usahakan untuk tidak berbelanja menggunakan komputer yang digunakan banyak orang. Komputer yang paling baik untuk melakukan belanja online adalah komputer pribadi Anda. Hal itu karena komputer pribadi lebih terjamin perlindungannya dari virus, spyware, dan terdapat proteksi firewall.

Jika komputer yang Anda gunakan untuk berbelanja, juga digunakan orang lain, risiko terdapat spy software cukup tinggi. Data pribadi Anda terutama yang terkait keuangan untuk transaksi pembayaran bisa dicuri.

4. Hati-hati saat mengisi data
Laman belanja yang bereputasi baik tidak akan mengirimkan e-mail atau tampilan pop up, untuk meminta Anda mengonfirmasi akun yang telah dibuat, dengan login dalam tampilan tersebut. Jika Anda mendapatkan e-mail yang meminta Anda melakukan klik pada link untuk melakukan konfirmasi, tidak masalah.
Selengkapnya >>>

Cek Penggunaan Identitas di Dunia Maya

Untuk mendaftarkan diri di layanan yang ada di dunia maya, tiap pengguna perlu identitas atau yang sering disebut dengan user ID. Identitas ini biasanya tidak selalu berupa nama asli, tetapi bisa juga menggunakan nick (nickname) atau nama samaran.

Bagi beberapa orang, nickname merupakan identitas yang khas untuk dirinya, seperti layaknya nomor KTP. Bagi pengguna seperti ini, di setiap situs yang ia daftar, ia menggunakan user ID yang sama. Selain untuk kemudahan, reputasi dari nick atau user ID yang khas bisa dibangun, ke arah yang diinginkan si pemilik nickname.

Masalahnya, saat ini situs yang menyediakan berbagai layanan jumlahnya kian banyak. Seorang pengguna mungkin sudah lupa apakah ia sudah pernah mendaftarkan diri di Yahoo, Gmail, Facebook, atau Wordpress, misalnya. Daripada susah payah mengingatnya, gunakan saja jasa Usernamecheck untuk mencari di mana saja Anda pernah mendaftar.

Caranya sangat mudah. Kunjungi situs Usernamecheck di www.usernamecheck.com lalu masukkan nick atau user ID yang biasa Anda gunakan. Maka secara otomatis, dalam beberapa menit saja ia akan menyebutkan di mana saja nickname yang bersangkutan pernah mendaftarkan diri. Kalau Anda yakin Anda belum pernah mendaftarkan sebuah user ID di situs tertentu, bisa jadi orang lain yang menggunakannya. Gampang kan?

Saat ini Usernamecheck mampu melacak ke 68 situs layanan untuk mencari user ID yang Anda maksud.
Selengkapnya >>>

Ada Trojan di Balik Iklan Yahoo dan Google

Hati-hati saat tertarik dengan iklan online. Sebab, kini banyak malware (malicious software atau program jahat) yang bersembunyi di balik berbagai iklan online.

Temuan terakhir dari para peneliti dari perusahaan anti virus Avast yang dikutip dari situs CNet, mengungkap malware-malware yang memanfaatkan celah keamanan di berbagai platform aplikasi iklan milik Yahoo, Fox, dan Google.

Para pakar keamanan Avast mengatakan bahwa Platform iklan yang paling banyak dirasuki malware adalah Yahoo Yield Manager dan Fimserve milik Fox Audience Network, yang diperkirakan mencapai lebih dari 50 persen dari iklan online yang terinfeksi.

Dalam jumlah yang lebih kecil, platform Google DoubleClick dan MySpace juga ditumpangi malware. "Ini bukan pemain kecil yang telah terinfeksi malware, melainkan server iklan yang terhubung dengan Google dan Yahoo," kata Lyle Frink, Manajer bidang Humas dari Avast.

Malware ditemukan di iklan-iklan yang menggunakan Java Script yang oleh Avast dinamakan 'JS:Prontexi'. Menurut pakar keamanan Avast Jiri Sejtko, script itu adalah program Trojan, yang mengincar sistem Windows.

Trojan itu mencari yang memiliki celah keamanan Adobe Reader, Adobe Acrobat, Java, QuickTime, dan Flash. Walaupun pengguna komputer tak mengeklik link apapun, trojan ini bakal langsung menginfeksi sebuah komputer, sesaat setelah browser memuat (loading) iklan yang telah dirasuki malware.

Iklan-iklan yang telah terinfeksi trojan itu telah berseliweran di dunia maya sejak Desember lalu. Menurut data Avast, ada sekitar 2,6 juta komputer pelanggan yang telah dirasuki trojan ini. Hampir 530 ribu di antaranya mendapatkannya dari iklan Yield Manager, dan 16.300 lainnya dari Google DoubleClick.

Perwakilan Yahoo mengatakan pihaknya tengah menyelidiki masalah ini, namun belum bisa memberikan banyak informasi. "Kami telah mengidentifikasi masalah ini dan sedang berusaha untuk melumpuhkannya di sistem kami," kata Yahoo kepada CNet.

Juru bicara Google juga mengaku telah menemukan malware di iklannya dan tengah memperbaiki masalah ini. "Saat sistem otomatis kami berhasil mengidentifikasi masalah ini, kami langsung berhenti mengoperasikan iklan yang telah terkena malware, dan kami akan terus memperbaiki sistem keamanan kami," kata juru bicara Google.

Praktek penyisipan malware melalui iklan memang mulai marak. Praktek ini disebut juga sebagai malvertising (malicious advertising). Sebelum ini, beberapa iklan di New York Times, TechCrunch, Drudge Report, dan WhitePages.com juga sempat kerasukan malware.
Selengkapnya >>>

Symantec Norton Internet Security 2011

Tiap Oktober, Symantec menghadirkan rilis terbaru dari bundel aplikasi pengamanan mereka yakni Norton Anti Virus (NAV) dan Norton Internet Security (NIS). Oktober kali ini vendor tersebut menghadirkan NAV dan NIS 2011.

Seperti diketahui, Norton Internet Security merupakan bundel aplikasi pengamanan yang lebih lengkap dibanding Norton Anti Virus. Fitur seperti perlindungan saat melakukan transaksi online, penangkal hacking, parental control, dan pemberitahuan tentang situs penipuan merupakan fitur yang tidak disediakan pada NAV tetapi terdapat di NIS.

Jika dibandingkan dengan Norton 360, NIS juga sudah cukup lengkap. Anda yang tidak membutuhkan fasilitas seperti optimalisasi kinerja PC serta layanan backup otomatis dan penyimpanan online hingga 2GB cukup memilih Norton Internet Security. Lalu, apa yang menarik dari versi 2011 ini?

Fitur
Pada menu utama aplikasi pengamanan PC dan pelindung identitas saat online terbaru ini, di bagian bawah, terdapat peta Dunia. Yang menarik, peta tersebut bukanlah sekadar pajangan, melainkan peta interaktif.

Bila Anda klik di bagian manapun di peta tersebut, maka Norton Internet Security 2011 akan menyediakan daftar urutan kota-kota yang menghadirkan ancaman terbesar di kawasan yang Anda klik tadi.

Bila Anda klik pada Map Details, maka akan memuncul informasi virus, trojan, ataupun malware lainnya yang sedang marak menyerang di bagian running text di bawah. Jika diklik di bagian info>> lalu klik View Details>> pada menu yang muncul, maka informasi seputar malware tersebut akan dipaparkan lengkap. Syaratnya, Anda perlu terhubung ke Internet agar database informasi malware tersebut dapat diambil dari server Symantec.

Yang menarik, jika Anda ingin melakukan pemindaian, selain melakukan pemindaian pada komputer, Anda juga bisa melakukan scanning pada link-link yang ada di Wall Facebook Anda. Caranya, klik Scan Now, lalu pilih Scan Facebook Wall. Setelah itu Anda akan diminta untuk login ke akun Facebook Anda.

Setelah mendapatkan izin, Norton Internet Security akan memindai link-link yang ada di wall Facebook Anda. Ia akan mengabarkan apakah link tersebut aman atau berbahaya untuk Anda klik. Fitur ini cukup bermanfaat mengingat saat ini banyak sekali kasus pencurian identitas lewat jejaring sosial ataupun metode social engineering lainnya.

Selain memindai link, Norton Internet Security 2011 juga memindai setiap file yang akan didownload oleh pengguna. Tujuannya adalah untuk mencegah bisa aplikasi atau file yang didownload merupakan aplikasi berbahaya (malware). Meski demikian, aplikasi ini tidak sampai melakukan pemindaian terhadap file yang diunduh menggunakan aplikasi download accelerator semacam Internet Download Manager.

Kinerja
Uji coba terhadap Norton Internet Security kami lakukan pada notebook Acer Aspire 4315 berprosesor Intel Celeron 560 kecepatan 2,13GHz dengan memori sebesar 2,5GB dan menggunakan sistem operasi Windows 7 Ultimate.

Saat instalasi, proses pemasangan bundel pengamanan berukuran 523MB ini sendiri hanya memakan waktu 46,9 detik. Berikut ini kondisi komputer sebelum dan sesudah diinstalasikan Norton Internet Security 2011.

Saat pengujian, kami mencoba melakukan pemindaian terhadap data sebesar 1GB yang terdiri dari 2.429 file dokumen dengan berbagai format seperti RTF, XLS, PDF, EML, ZIP, JPG, 3GP, dan MP3.

Meski proses pemindaian sendiri dapat diselesaikan dalam waktu 2 menit 38,7 detik, akan tetapi Symantec tidak menginformasikan berapa perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pemindaian. Meski tampak sepele, namun fasilitas seperti itu akan bermanfaat saat pengguna akan melakukan pemindaian dan meninggalkan komputernya. Proses full search juga menguras resource cukup banyak, khususnya bila komputer yang dimiliki kurang mumpuni.

Di Indonesia, Norton Internet Security 2011 sudah dipasarkan dengan harga kisaran Rp449.550 untuk lisensi tiga PC dan Rp269.550 untuk lisensi satu PC. Harga tersebut mencakup layanan untuk menggunakan produk, menerima update dan dukungan teknis selama setahun.

Pengguna Norton Internet Security dan Norton AntiVirus 2007 atau produk yang lebih baru dengan pembelian yang sah dapat menerima update produk terbaru melalui layanan berlangganan. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Norton Update Center.

Kelebihan:
- Kemampuan memindai URL termasuk di jejaring sosial untuk mencegah masuknya malware secara diam-diam

Kekurangan:
- Tidak memindai file yang didownload lewat download manager.
Selengkapnya >>>

Microsoft: Komputer Bervirus Dilarang Browsing

Menurut Scott Charney, seorang peneliti keamanan Microsoft, komputer yang mengandung virus seharusnya diblokir dari internet dan masuk ke karantina sampai mereka mendapatkan sertifikat ‘sehat’.

Dalam proposal yang diajukan oleh tim komputasi Microsoft, koneksi pengguna yang komputernya mengandung virus harus dibatasi untuk mencegah virus menyebar ke komputer lainnya.

“Sama seperti orang yang tidak mendapatkan vaksinasi. Ia membahayakan kesehatan orang lain,” kata Scott Charney, Corporate Vice President Computing Team Microsoft, seperti dikutip dari Sydney Morning Herald, 11 Oktober 2010.

Komputer yang tak terlindungi atau terkena virus membahayakan komputer lain dalam lingkungan komputer tersebut. “Intinya, kita perlu meningkatkan dan menjaga kesehatan perangkat milik konsumen yang terhubung ke internet untuk mencegah risiko yang lebih besar,” ucap Charney.

Charney menyebutkan, komputer harus memiliki sertifikat ‘bersih dan sehat’ sebelum diperkenankan terhubung ke internet. Jika perbaikan untuk komputer yang terkena virus sudah tersedia, komputer yang terkena virus akan dikabari untuk diminta mendownload solusi atau meng-update antivirus mereka.

Untuk itu, dalam proposal yang diajukan, Chavney menyebutkan bahwa setiap PC harus punya fungsi darurat di mana pengguna tetap bisa melakukan aktivitas tertentu. “Sama seperti layanan darurat untuk ponsel,” ucapnya.

Sebelum ini, sejumlah penyedia layanan internet di Amerika Serikat dan Eropa sudah berkali-kali mempertimbangkan untuk memblokir komputer bervirus dari internet. Akan tetapi langkah ini belum juga dilakukan karena sangat mahal dan hanya memberikan sedikit keuntungan bagi mereka.
Selengkapnya >>>

Cuma 20 Detik, Data-data iPhone Bisa Dibobol

Untuk pertama kalinya sejak diluncurkan pada 2008, sistem operasi iPhone 2.0 berhasil dijebol. Tak main-main, hanya dalam waktu 20 detik, dua pakar keamanan berhasil mendemokan bagaimana cara menjebol pesan-pesan SMS di handset iPhone, melalui lubang keamanan browser Safari di ponsel pintar itu.

Pada acara kontes hacking 'Pwn2Own' yang digelar di Vancouver baru-baru ini, Vincenzo Lozzo dari University of Luxembourg dan Ralf Phillipp Weinmann dari Zynamics mem-by-pass kode sinyal dan teknologi data preventions di ponsel yang biasanya bertugas mencegah sinyal dari sembarang sumber untuk bisa beroperasi di ponsel.

Untuk melakukan hal ini, keduanya memasukkan kode jahat melalui sebuah website, menggunakan teknik pengkodean yang dikenal dengan nama 'return-into-libc', atau 'return-oriented-programming'.
"Sejauh yang saya tahu, ini adalah demonstrasi pertama di publik, penggunaan teknik 'return-into-libc' di platform ARM (teknologi prosesor yang digunakan di iPhone-red)," kata Thomas Dullien, seorang pengamat dari Zynamics, dikutip dari TGDaily.

Dengan teknik tadi, Lozzo dan Weinmann berhasil mengakses seluruh database SMS di iPhone, mulai dari sent message, received message, bahkan deleted messages.

Bahkan teknik yang sama juga bisa digunakan untuk mengekstrak daftar nomor kontak, database email, foto-foto di galeri, dan tak ketinggalan juga file-file musik dari iTunes.

Dengan kesuksesannya menjebol iPhone, Lozzo dan Weinmann diganjar hadiah kontes senilai US$ 15 ribu (sekitar Rp 136 juta). Penyelenggara kontes pun berencana melaporkan celah keamanan di iPhone kepada pihak Apple.
Selengkapnya >>>

Tips Amankan Akun Twitter dan Facebook Anda

Belakangan ini perampasan user name dan password akun email, situs jejaring sosial dan media sosial lainnya lewat cara penipuan (phising) kian marak. Bahkan menurut data Symantec Spam & Phising Report November 2010, kejahatan phising naik 80 persen dibanding bulan sebelumnya.

Umumnya, pelaku menyebarkan link yang dibuat sedemikian rupa sehingga tidak mencurigakan bagi penerimanya di berbagai jejaring atau media sosial. Jika korban mengklik link tersebut, maka pelaku dapat dengan mudah mencuri data-data pribadi korban, termasuk user name dan password.

Berikut ini beberapa tips yang disarankan oleh Symantec, untuk menghindari agar akun Twitter, Facebook, atau email Anda tidak diserobot oleh orang lain yang tidak berkepentingan.

Yang sebaiknya dilakukan:
1. Berhenti berlangganan dari milis jika Anda tidak ingin menerima pesan lagi dari milis tersebut.

2. Ketika mendaftar untuk menerima email, periksa juga item-item tambahan apa saja yang Anda inginkan bersamaan dengan email yang dikirimkan.

3. Seleksi secara ketat situs-situs mana saja yang pantas Anda beritahukan alamat email Anda.

4. Hindari mengabarkan alamat email Anda di dunia maya. Pertimbangkan pilihan alternatif- misalnya, gunakan alamat email yang berbeda saat mendaftar pada milis tertentu, gunakan beberapa alamat email untuk berbagai tujuan berbeda, atau buat akun email sekali pakai.

5. Ikuti petunjuk yang disediakan oleh administrator, laporkan spam jika ada opsi untuk melakukannya.

6. Hapus semua spam.

7. Hindari mengklik pada link mencurigakan dalam email atau pesan IM, karena bisa saja akan menghubungkan ke situs palsu. Ketik manual alamat situs langsung pada kolomnya di browser lebih aman dibanding percaya pada link dalam pesan.

8. Pastikan bahwa sistem operasi selalu dimutakhirkan dengan update terbaru, dan gunakan software keamanan yang mumpuni.


Yang sebaiknya tidak Dilakukan:
1. Membuka lampiran dari email yang tidak dikenal. Lampiran ini dapat menginfeksi komputer Anda.

2. Membalas spam. Biasanya alamat emailnya dipalsukan, dan membalas email spam akan menghasilkan spam-spam lain.

3. Mengisi formulir dalam pesan yang meminta informasi pribadi atau keuangan atau kata sandi (password). Perusahaan bonafid tidak mungkin meminta informasi pribadi pelanggan lewat email. Jika ragu, hubungi perusahaan yang bersangkutan lewat mekanisme lain seperti menghubungi layanan kontak pelanggan.

4. Membuka pesan spam.

5. Membeli produk atau jasa dari pesan spam.

6. Meneruskan peringatan virus apapun yang anda terima melalui email.
Selengkapnya >>>

Keamanan, Instrumen Utama Aplikasi Web


Internet banking, e-pemerintah, dan semacamnya membutuhkan keamanan aplikasi Web. Era komputasi awan mendorong seluruh industri untuk mentransformasikan jaringannya ke tingkat yang lebih ringkas dan efisien. Beberapa industri ritel, seperti Internet banking, e-pemerintah, dan industri lainnya berbasis komputasi awan membutuhkan kesadaran lebih tentang pentingnya keamanan aplikasi Web.

Di sela Web Application Security Conference 2010, Indra Utoyo, chief information officer Telkom mengatakan bahwa kegagalan dalam keamanan aplikasi Web dapat memiliki konsekuensi serius bagi perusahaan.

"Seperti misalnya kerugian finansial atau bocornya informasi yang ujung-ujungnya juga mengakibatkan kerugian signifikan sebuah perusahaan," kata Indra dalam keterangan resmi ITSEC Asia, Senin 13 Desember 2010.

Menurut Indra, mengamankan aplikasi Web memang tidak mudah. Namun, pengembang aplikasi Web umumnya kurang ahli dalam bidang keamanan dan seringkali tidak mengerti jika aplikasi Web memerlukan investasi yang signifikan.

"Intinya, untuk mengamankan aplikasi Web dibutuhkan kesadaran keamanan pada semua tingkatan dalam perusahaan, mulai dari pengembang, eksekutif, sampai pengguna," tuturnya.

Sementara itu, Marek Bialoglowy, Chief Technology Officer ITSEC Asia menuturkan bahwa pengamanan aplikasi Web seperti Internet Banking, e-government, adalah instrumen yang sangat penting. Senada dengan Indra, untuk mengamankan aplikasi web bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan. Sebabnya, masih banyak perusahaan-perusahaan raksasa yang menjadi korban retas (hacking) melalui aplikasi Web.

"Para pengembang aplikasi Web perlu mendapatkan pengembangan teknologi keamanan pada apa yang mereka bangun. Itulah sebabnya konferensi ITSec Asia diadakan sebagai salah satu wadah bertukar informasi," kata Bialoglowy.

Untuk diketahui, konferensi Web App Sec 2010 diselenggarakan oleh ITSEC Asia untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya keamanan aplikasi web, termasuk Internet Banking, e-pemerintah, atau dalam komputasi awan. Forum ini memang memfokuskan diri pada aspek keamanan dari seluruh instrumen yang ada dalam aplikasi Web.

Terdapat enam pembicara pakar yang turut berpartisipasi dalam konferensi ini, termasuk Indra Utoyo, Marek Bialoglowy, Nor Ramzani Abdul Rahim (chief technical director PT Scan Nusantara), Ruhimat (CISA Manager-Veda Praxis) ,Sheran Gunasekera (Zenzonsult), Michael Sargent (Technical Advisor PT Scan Nusantara), Ariesto Kosasih.
Selengkapnya >>>

Situs Mastercard dan Visa Diserang Hacker

Situs internet perusahaan kartu kredit terkemuka, Mastercard dan Visa, sempat diserang para peretas (hacker), Rabu 8 Desember 2010 waktu setempat. Serangan terjadi setelah perusahaan itu memblokir aliran sumbangan ke laman pembocor rahasia AS, WikiLeaks.

Menurut laman harian Telegraph, serangan para peretas itu bernama "Operasi Payback." Sebelumnya, kalangan peretas yang bersimpati dengan WikiLeaks bertekad akan melakukan perang di dunia maya (cyber war) bila laman yang didirikan Julian Assange itu mendapat serangan bertubi-tubi dari berbagai pihak karena sepak terjangnya mengungkap rentetan informasi sensitif berupa memo diplomatik rahasia AS.

Operasi itu dilakukan oleh kelompok peretas yang dikenal dengan julukan Anonymous (tanpa nama), dan diduga beranggotakan 1.500 hingga 2.000 orang. Mereka menyerbu laman Mastercard dan Visa sehingga sempat sulit diakses oleh kalangan awam. Namun, saat coba diakses VIVAnews pada Kamis pagi, 9 Desember 2010, laman Mastercard kembali berfungsi normal, begitu pula dengan laman Visa, yang kembali bisa diakses walau butuh waktu cukup lama.

Serangan hacker terjadi setelah Mastercard dan Visa menyatakan tidak lagi memproses sumbangan dari publik kepada WikiLeaks. "Kami akan menyerang apapun atau siapapun yang mencoba menyensor WikiLeaks, termasuk perusahaan miliaran dolar," demikian pernyataan Anonymous.

Sementara itu, jurubicara Mastercard, menyatakan bahwa laman mereka kembali normal dan bisa melayani pelanggan setelah mendapat serbuan akses dalam waktu bersamaan sehingga membuat laman tersebut berfungsi lambat.

Jurubicara Visa juga mengaku bahwa laman mereka, tidak seperti biasa, sempat sulit diakses. "Kami minta maaf atas ketidaknyamanan para pengguna kartu kredit. Namun, ini tidak berdampak apapun atas transaksi dengan Visa," tutur jurubicara itu.
Selengkapnya >>>

Video Hacker WikiLeaks tentang Perang Cyber

Setelah seorang remaja 16 tahun ditahan oleh polisi Belanda karena dituduh mendukung serangan terhadap situs MasterCard dan PayPal, tak lama kemudian situs kepolisian dan situs resmi Kejaksaan Belanda dilaporkan tumbang.



Seperti dikabarkan oleh kantor berita China Xinhua yang mengutip laporan media Belanda, situs kepolisian Belanda lumpuh karena serangan yang dilancarkan para peretas. Seorang juru bicara kepolisian Belanda membenarkan serangan tersebut.

Sementara para jaksa penuntut pemerintah Belanda hingga kini juga masih menyeldiki masalah yang menimpa situs mereka. Media lokal Belanda mengatakan bahwa serangan tersebut adalah respon atas penangkapan remaja 16 tahun yang dicokok akibat menyerang situs Mastercard, Visa, dan PayPal.

Menurut CBC, media Belanda menyebut para aktivis hacker (hacktivist), yang menamakan diri sebagai Anonymous, adalah kelompok yang mengaku bertanggung jawab terhadap berbagai serangan terhadap situs-situs yang dianggap memusuhi situs pembocor dokumen rahasia WikiLeaks.

Melalui sebuah operasi yang mereka namakan Operation Payback, kelompok hacker ini memproklamirkan perang terhadap 'musuh-musuh' WikiLeaks. Kepada Russia Today, salah seorang perwakilan kelompok Anonymous angkat bicara.

Perwakilan hacker itu antara lain menegaskan bahwa mereka akan berjuang membersihkan nama WikiLeaks. Oleh Karenanya, mereka menyerang situs-situs yang membekukan akun WikiLeaks, seperti MasterCard, Visa, dan PayPal.

"Kami lakukan serangan ini karena perusahaan-perusahaan ini telah menghentikan pendanaan WikiLeaks, merampas dana dari WikiLeaks, walaupun belakangan PayPal bersedia mengembalikannya secara terpaksa," kata hacker itu kepada Russia Today.
Menurutnya, mereka berhasil melumpuhkan situs-situs itu dengan penyerangan Distributed Denial of Service (DDoS) yaitu menghujani situs dengan trafik agar situs tersebut sibuk dan tidak bisa diakses oleh pihak lain.

Dengan sebuah program sederhana, kata dia, seseorang yang bukan ahli internet bisa membantu kelompok Anonymous melancarkan serangan mereka. Kini Anonymous mengklaim memiliki lebih dari 9 ribu orang yang secara sukarela mendukung misi mereka.

Ia juga mengatakan tidak akan menyerang situs Amazon, yang sebelumnya menghentikan jasa hosting server bagi WikiLeaks. "Kami bukan kelompok yang berbahaya, kami beraksi berdasarkan upaya kami membela kebebasan berpendapat dan menyebarkan informasi, dan menyerang Amazon kami nilai terlalu berlebihan," katanya.

Yang tak kalah penting, hacker Anonymous itu mengatakan, serangan mereka terhadap situs-situs itu bukan hanya untuk kesenangan semata melainkan untuk kebebasan informasi.

"Kami melakukan serangan ini karena situs-situs ini melawan WikiLeaks. Perusahaan-perusahaan semacam ini melakukan permainan yang kejam terhadap publik, kami akan membuat mereka kalah. Mereka akan kalah di setiap waktu."
Selengkapnya >>>

400 Juta Serangan Facebookers Spam

Sebagai 400 juta Facebooker telah menjadi target spammer. Dengan perangkat lunak berbahaya yang dirancang untuk mencuri password dan data lainnya, spammer siap untuk menginfeksi komputer agar pengguna. Informasi ini diungkapkan oleh peneliti dari McAfee, sebuah perusahaan spesialis keamanan komputer.

"Selama dua hari terakhir, jutaan pesan spam telah dikirim dan berhasil kita terdeteksi oleh pengguna yang menjalankan perangkat lunak keamanan kami," kata Dave Marcus, Direktur Security Research dan Komunikasi McAfee.

Marcus mengatakan, bahwa pesan spam tampaknya berasal dari agar resmi dengan alamat email yang sepertinya terlalu nyata tetapi sebenarnya palsu. "Contohnya seperti alamat pengirim email dari help@facebook.com," kata Marcus.

Pesan ini mengatakan bahwa password user Facebook yang sudah di-reset, dan pengguna harus men-download lampiran yang berisi password baru.

"Pesan dalam bahasa Inggris yang tampak sempurna dari sisi tata bahasa, tetapi ada sesuatu yang aneh pada salam penutup, yaitu Terima kasih, Anda dapat," kata Marcus.

Menurut Marcus, lampiran yang dikirimkan sebenarnya adalah sebuah program kuda Trojan yang akan menginfeksi komputer pengguna tanpa tanda-tanda terlihat. Menurut McAfee, spam juga akan berisi berbagai program malware lain termasuk pencurian password, program antivirus palsu, atau kode botnet.

Fitur, pengguna yang menerima email dari "dapat" tidak perlu membuka email.
Selengkapnya >>>