Tampilkan postingan dengan label Paypal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Paypal. Tampilkan semua postingan

Kelompok Hacker Ajak Pemboikotan PayPal

Anonymous, kelompok hacker yang mendukung situs peniup peluit Wikileaks, mem-posting pernyataan resmi ajakan untuk memboikot situs layanan transfer dan pembayaran online, PayPal. Pernyataan resmi itu dibuat sebagai protes kepada PayPal, yang dianggap tidak adil karena menolak aksi donasi kepada Wikileaks melalui PayPal.


Bersama kelompok hacker lain, Lulzsec, Anonymous mem-posting ajakan boikot PayPal ini di sebuah situs text-sharing, Pastebin. Selain menolak digunakan untuk donasi Wikileaks, PayPal juga dianggap membantu aparat keamanan dalam melacak para hacker, yang kemudian ditahan.

"Alasannya sederhana, kami, rakyat, merasa terganggu dengan ketidakadilan tersebut. Kami tidak akan hanya duduk dan membiarkan kami dihancurkan oleh korporasi mana atau pemerintah mana pun," tulis pesan di situs Pastebin itu, seperti dikutip dari CNN.

"Kami tidak takut terhadap kalian, dan kami tak perlu kalian takutkan. Kami bukan teroris, tapi kalian (yang teroris)," lanjut pesan itu.

Sejak awal bulan ini penyelidik federal Amerika Serikat, FBI, setidaknya telah menahan 14 orang atas tuduhan meretas (hacking) situs PayPal. Aksi serangan oleh para hacker memang marak dilakukan setelah PayPal menolak donasi yang dikumpulkan Wikileaks.

Dalam pesan tersebut, FBI juga dikritik karena menahan orang-orang, hanya karena melakukan "operasi cyber modern yang etis". Menurut pesan itu, tidak adil menahan orang yang melakukan peretasan atau hacking atas dasar protes. Karena, aksi hack itu tidak dilakukan untuk mengambil keuntungan.

Aksi boikot ini kemudian mengajak orang-orang untuk menutup akun PayPal mereka. Anonymous dan Lulzsec juga meminta orang-orang untuk menyebar ajakan boikot PayPal ini di jejaring sosial, seperti Twitter.

Namun, hingga saat ini belum terlihat dampak dari ajakan para hacktivist (aktivis hacker) tersebut. "Kami tidak melihat ada perubahan dalam operasional kami," ucap juru bicara PayPal dalam email kepada CNN, kemarin.
Selengkapnya >>>

Warga Liberia Tipu Janda Rp5 M Lewat Facebook

Keberadaan situs jejaring sosial seperti Facebook kini menjadi media paling populer dan digandrungi setiap orang, mulai sekadar mencari teman hingga jodoh. Namun, di sisi lain, Facebook kerap menjadi alat bagi pelaku kejahatan untuk melakukan aksinya, seperti penipuan.


Bahkan, berbagai modus kejahatan melalui Facebook mulai berkembang. Yang tergolong baru yakni penipuan yang mengincar janda-janda melalui situs jejaring sosial.

Seperti yang terjadi pada RN, perempuan pengusaha kaya yang tertipu oleh lelaki berkewarganegaraan Liberia berinisial MRGG (45). Akibatnya, RN tertipu hingga Rp5 miliar.

"Pelaku, MRGG, memang mengincar para perempuan, terutama janda yang memiliki akun Facebook," kata Kepala Satuan Cyber Crime Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, AKBP Hermawan, di Jakarta, Rabu 2 Februari 2011.

Modus yang dilakukan pelaku, menurut dia, awalnya sebatas perkenalan dengan tersangka. Singkat cerita, korban yang merupakan janda itu, kemudian meminta pelaku mengenalkannya dengan seorang pria untuk dijadikan istri.

Untuk lebih meyakinkan korban, tersangka kemudian membuat akun di Facebook dengan nama Josh. Di Facebook itu, tersangka memasang foto-foto lelaki berkulit putih yang bertampang keren dan gagah. Hal itu dilakukan agar korban merasa yakin dan memilih untuk segera berkenalan.

Tidak hanya itu, Hermawan melanjutkan, pelaku juga memasang foto lelaki kulit putih itu bersama anaknya. Upaya itu untuk memperlihatkan seolah-olah pria yang penyayang anak, sehingga korban tertarik.

Setelah itu, korban dan tersangka menjalin komunikasi yang intensif melalui chatting. Tersangka pun mengeluarkan rayuan gombalnya agar mendapatkan semua keinginannya. Bahkan, tersangka berjanji akan menikahi korban, meskipun keduanya tidak pernah bertemu sekali pun.

Tersangka kemudian mengaku membutuhkan uang banyak karena harus masuk ke rumah sakit. Bahkan, pelaku meminta anak kecil untuk berteriak meminta tolong kepada korban, melalui handphone. "Itu dilakukan agar korban semakin percaya," ujar dia.

Karena merasa iba dan mulai mencintai pelaku, korban akhirnya mempercayai dan rela mengeluarkan uang senilai total Rp5 miliar.

"Uang itu ada yang sebagian ditransfer ke bank di Thailand dan ada yang diambil langsung oleh tersangka dengan berpura-pura menjadi kurir 'Josh'," jelas dia.

Karena merasa telah tertipu, korban kemudian melaporkan perbuatan tersangka ke Polda Metro Jaya pada Januari 2011.

Polisi akhirnya berhasil mengamankaan tersangka di rumahnya di Centex, Ciracas, Jakarta Timur pada Rabu 2 Februari 2011. Dari tersangka, polisi menyita uang tunai senilai total Rp260 juta terdiri atas mata uang euro, bath, dolar AS, dan rupiah.

Selain itu, polisi menyita sebuah laptop, iPad, dan sejumlah handphone.

Tersangka, menurut Kasat, telah melakukan aksinya sejak 2006. Hal itu dikuatkan adanya beberapa bukti transfer uang ke rekeningnya sejak 2006.

Polisi menduga, kegiatan penipuan tersangka merupakan sindikat. Hingga kini, polisi masih mengejar satu teman tersangka berinisial Br yang pernah melakukan penipuan modus sama senilai Rp8 juta terhadap wanita janda asal Indonesia. "Teman-temannya ada di Indonesia, Bangkok, dan Malaysia," ujarnya.

Selain itu, pihaknya akan mengeluarkaan red notice bagi daftar pencarian orang (DPO) yang berkewarganegaraan Liberia tersebut. Tersangka yang kini ditahan juga akan dicekal.

Untuk mengantisipasi modus kejahatan itu, Kasat meminta kepada masyarakat pengguna Facebook untuk tidak mudah menambah atau selektif jika ada seseorang yang ingin berteman melalui jejaring sosial itu. "Jangan add orang yang belum dikenal. Bisa jadi itu para pelaku kejahatan yang tengah mengincar korbannya," tuturnya.
Selengkapnya >>>

Tips Aman Belanja di Internet

Saat ini banyak sekali toko belanja online dengan koleksi barang yang berkualitas dan harganya lebih terjangkau. Hal ini tentu sangat memanjakan Anda yang tidak memiliki waktu ke pusat perbelanjaan untuk berbelanja.

Jika Anda melakukan belanja secara online, jangan hanya memperhatikan barang dan harga saja, karena yang tidak kalah penting adalah segi keamanannya. Agar belanja online yang lakukan aman, ikuti trik berikut.

1. Pilih situs atau laman belanja yang bereputasi baik
Berbelanjalah di laman yang memiliki reputasi baik, Anda bisa mengetahuinya dengan menanyakan pada teman atau melihatnya di internet. Baca dan pastikan terdapat kebijakan perlindungan privasi pelanggan. Jika tidak terdapat kebijakan tersebut, data Anda berisiko dijual atau dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

2. Gunakan nama dan password baru
Buatlah alamat e-mail khusus untuk berbelanja online. Jangan gunakan e-mail yang biasa Anda gunakan untuk bekerja, berhubungan dengan teman dan keluarga atau laman jejaring sosial. Hal itu untuk menghindari, kejahatan internet yang menggunakan data pribadi Anda.

3. Jangan berbagi komputer
Usahakan untuk tidak berbelanja menggunakan komputer yang digunakan banyak orang. Komputer yang paling baik untuk melakukan belanja online adalah komputer pribadi Anda. Hal itu karena komputer pribadi lebih terjamin perlindungannya dari virus, spyware, dan terdapat proteksi firewall.

Jika komputer yang Anda gunakan untuk berbelanja, juga digunakan orang lain, risiko terdapat spy software cukup tinggi. Data pribadi Anda terutama yang terkait keuangan untuk transaksi pembayaran bisa dicuri.

4. Hati-hati saat mengisi data
Laman belanja yang bereputasi baik tidak akan mengirimkan e-mail atau tampilan pop up, untuk meminta Anda mengonfirmasi akun yang telah dibuat, dengan login dalam tampilan tersebut. Jika Anda mendapatkan e-mail yang meminta Anda melakukan klik pada link untuk melakukan konfirmasi, tidak masalah.
Selengkapnya >>>

Penipu Curi Uang Pemakai iTunes Lewat PayPal

Sejumlah pengguna melaporkan bahwa mereka dikenai tagihan sebesar ribuan dolar AS akibat penipuan. Tagihan tersebut dikenakan pada akun iTunes lewat PayPal.
Seorang juru bicara Apple mengungkapkan pada San Jose Mercury News bahwa perusahaannya menyadari akan adanya masalah tersebut.
“Di antara sejumlah perbaikan keamanan pada iTunes, kini pengguna perlu melakukan beberapa kali entri terhadap kode pengamanan kartu kredit,” kata juru bicara tersebut, seperti dikutip dari Apple Insider, 24 Agustus 2010.

Akan tetapi, kata juru bicara tersebut, jika kartu kredit atau password akun iTunes pengguna dicuri dan digunakan di iTunes, Apple menyarankan pengguna untuk menghubungi institusi keuangan terkait untuk memblokir kartu kredit. “Kami juga merekomendasikan pengguna untuk langsung mengganti password akun iTunes-nya,” ucapnya.

Pertengahan tahun ini, iTunes diserang oleh pengembang dan penipu akun. Sejumlah pengembang aplikasi memanfaatkan celah yang ada di sana untuk mendongkrak ranking penjualan mereka. Ketika itu, Apple menyebutkan, ada 400 akun yang dibajak dari sekitar 150 juta pengguna aktif iTunes.

Pekan ini, Apple juga mempertebal keamanan akun Apple ID mereka yang juga digunakan di iTunes. Kini pengguna harus melakukan verifikasi terhadap informasi akun mereka saat mereka login ke perangkat baru, dan password akun iTunes baru harus setidaknya memiliki 8 karakter yang memiliki kombinasi huruf kapital.
Selengkapnya >>>