Tampilkan postingan dengan label WordPress. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label WordPress. Tampilkan semua postingan

Server WordPress Dibobol


WordPress.com, salah satu layanan blog paling populer, mengalami insiden keamanan. Beberapa server mereka dibobol.

Hal ini diungkapkan pendiri WordPress, Matt Mullenweg, dalam blog resminya. "Automattic (perusahaan di balik WordPress) jadi korban pembobolan low-level alias root di beberapa server kami," tulis Matt,

Menurutnya, ada kemungkinan data apapun yang ada di server itu telah berhasil diakses oleh pelaku.

"Kami sedang meneliti dan mengkaji log serta rekaman data dari kejadian itu untuk melihat sejauh mana informasi yang terekspos, dan kami mengamankan ulang jalur-jalur yang digunakan," ujarnya.

Matt memperkirakan source code yang ada di dalam server itu telah disalin. Meski WordPress bersifat Open Source, Matt menuturkan ada hal-hal sensitif di dalam server dari kode Automattic dan rekanan.

Saran Matt bagi pengguna WordPress, seperti dituliskannya, hanyalah apa yang sudah pernah mereka sarankan sebelumnya. Ini termasuk memperkuat password, menggunakan password yang berbeda-beda untuk setiap situs yang dipakai dan mengubah password yang masih sama.

"Penyelidikan kami masih berlangsung dan butuh waktu. Seperti sudah saya katakan, kami mengambil langkah yang tegas untuk mencegah insiden serupa di masa depan," ia menandaskan.
Selengkapnya >>>

Hacker Kembali Serbu Blog WordPress

Hacker kembali membidik sejumlah situs yang menggunakan platform WordPress. Serangan kali ini mempengaruhi website yang disimpan di berbagai penyedia hosting termasuk DreamHost, GoDaddy, Bluehost, dan Media Temple.



Selain itu, sistem manajemen konten berbasis PHP lainnya seperti Zen Cart eCommerce juga telah disasar oleh serangan cyber tersebut.

“Situs web yang di-hack tampaknya telah dirasuki script yang akan menginstall malware pada sistem pengguna,” kata David Dede, pakar keamanan dari Sucuri Security, seperti dikutip dari TG Daily, Selasa 11 Mei 2010.

Selain itu, Dede menyebutkan, script yang dimasukkan juga mencegah browser seperti Firefox dan Chrome, yang memiliki fasilitas browsing yang aman memberitahu pengguna bahwa ada bahaya di situs bersangkutan.

“Saat bot pencari Google menemukan halaman yang telah dirasuki script tersebut, halaman tersebut merespons Google dengan memberikan kode yang tidak berbahaya,” kata Dede.

Di blog miliknya, David Dede telah memberikan solusi pembersihan untuk website yang telah terkontaminasi script berbahaya tersebut.

“Perlu dicatat, kami tidak menyalahkan WordPress di sini. Jika masalah ada di WordPress, jumlah situs yang terinfeksi akan jauh lebih besar,” ucap Dede.

Dede menyebutkan, kemungkinan infeksi tersebut masuk dari celah keamanan yang ada di dalam sebuah plugin. Atau bisa juga seseorang berhasil mencuri banyak password admin ke situs berbasis WordPress.

“Selain itu, situs yang di-hack berada di shared hosts, sejauh ini tidak ada yang di private server,” kata Dede. “Jadi, masalah juga tidak berada di perusahaan penyedia hosting. Yang pasti, satu kesamaan adalah semua situs yang diserang berada di shared server,” kata Dede.
Selengkapnya >>>