Tampilkan postingan dengan label Carding. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Carding. Tampilkan semua postingan

Hacker Bobol Data 360 Ribu Nasabah Citigroup


Peretas atau hacker berhasil membobol data lebih dari 360.000 nasabah kartu kredit Citigroup Inc. Angka ini jauh lebih besar dari dugaan awal ketika pembobolan pertama kali teridentifikasi.

Menurut laman Associated Press, Citigroup dalam pernyataan Rabu, 15 Juni 2011, menegaskan bahwa para nasabah tersebut berasal dari daerah Amerika Utara. Angka itu adalah satu persen dari 21 juta nasabah Citi di wilayah itu.


Sebelumnya, pekan lalu, Citigroup mengumumkan adanya pembobolan sistem kartu kredit. Mereka memperkirakan data nasabah yang berhasil dibobol berjumlah 200.000 nasabah. Namun menurut laporan kemarin, data nasabah yang disusupi berjumlah 360.083.

Bank ini mengatakan peretasan diketahui pada 10 Mei lalu. Para hacker menyusup melalui sistem rekening online basis Amerika utara. Di antara yang berhasil diketahui oleh para penjahat dunia maya ini adalah nama, nomor rekening, kontak dan alamat e-mail nasabah.

Namun, tulis pernyataan bank ini, mereka tidak berhasil mendapatkan nomor jaminan sosial, tanggal kelahiran, tanggal kadaluarsa dan kode rahasia kartu kredit. Informasi ini adalah informasi penting yang dipergunakan di setiap transaksi.

Menanggapi kasus ini, Citigroup telah mengirimkan surat ke lebih dari 200.000 nasabahnya, berikut dengan kartu kredit baru. Citigroup mengatakan bahwa mereka tidak berwenang dalam melihat transaksi nasabah dan meminta para nasabah sendiri yang memeriksa apakah ada transaksi tidak dikenal.

Peretasan kali ini adalah satu lagi pembobolan skala besar yang menimpa perusahan maupun institusi raksasa dunia. Sebelumnya, IMF menyatakan situsnya dibobol pada Minggu kemarin. sebelumnya pada awal bulan ini, akun email ratusan ribu orang di Gmail berhasil dibobol.
Selengkapnya >>>

Kejahatan Teknologi Informasi


Kebutuhan akan teknologi Jaringan Komputer semakin meningkat. Selain sebagai media penyedia informasi, melalui Internet pula kegiatan komunitas komersial menjadi bagian terbesar, dan terpesat pertumbuhannya serta menembus berbagai batas negara. Bahkan melalui jaringan ini kegiatan pasar di dunia bisa diketahui selama 24 jam. Melalui dunia internet atau disebut juga cyberspace, apapun dapat dilakukan.

Segi positif dari dunia maya ini tentu saja menambah trend perkembangan teknologi dunia dengan segala bentuk kreatifitas manusia. Namun dampak negatif pun tidak bisa dihindari. Tatkala pornografi marak di media Internet, masyarakat pun tak bisa berbuat banyak.

Seiring dengan perkembangan teknologi Internet, menyebabkan munculnya kejahatan yang disebut dengan “CyberCrime” atau kejahatan melalui jaringan Internet. Munculnya beberapa kasus “CyberCrime” di Indonesia, seperti pencurian kartu kredit, hacking beberapa situs, menyadap transmisi data orang lain, misalnya email, dan memanipulasi data dengan cara menyiapkan perintah yang tidak dikehendaki ke dalam programmer komputer. Sehingga dalam kejahatan komputer dimungkinkan adanya delik formil dan delik materil.

Delik formil adalah perbuatan seseorang yang memasuki komputer orang lain tanpa ijin, sedangkan delik materil adalah perbuatan yang menimbulkan akibat kerugian bagi orang lain. Adanya CyberCrime telah menjadi ancaman stabilitas, sehingga pemerintah sulit mengimbangi teknik kejahatan yang dilakukan dengan teknologi komputer, khususnya jaringan internet dan intranet.
Selengkapnya >>>

Hacker Jual Murah Situs Pemerintah AS

Ternyata, di kalangan para peretas (hacker), situs-situs pemerintahan AS dihargai begitu murah. Menurut laporan terbaru dari firma keamanan komputer Imperva, kontrol terhadap situs-situs pemerintahan AS diperjualbelikan mulai dari harga US$33-US$499 (Rp 300 ribu sampai Rp 4,5 juta).



Seperti dikutip dari situs ComputerWorld, pada sebuah forum 'bawah tanah' yang merupakan pasar gelap di kalangan hacker, Imperva menemukan adanya jual beli beberapa situs web pemerintah AS, termasuk situs milik kalangan militer.

Di antaranya adalah situs Pharmacoeconomic Center milik Departemen Pertahanan AS yang menganalisa penggunaan obat-obatan bagi militer, dan veteran AS. Lalu ada situs negara bagian Utah AS dan Michigan, situs pemerintahan Italia, maupun beberapa situs universitas di AS.

Tak hanya menjual situs pemerintah, para peretas juga mengobral beberapa informasi rahasia yang mereka curi dari berbagai situs hanya seharga US$20 (180 ribu) untuk 1000 informasi rahasia tadi.

Biasanya informasi ini diperlukan para spammer atau penipu online untuk melancarkan aksi-aksinya. Sejauh ini, Bar-Yosef mengatakan ada sekitar 16 situs pemerintahan dan 300 ribu data rahasia orang yang diperjualbelikan di forum itu.

Hacker Jual Murah Situs Pemerintah AS
Situs negara bagian, departemen pertahanan, dan militer AS dijual murah oleh para peretas.
SENIN, 24 JANUARI 2011, 12:24 WIB Indra Darmawan

Hacker menjual murah kontrol terhadap situs-situs pemerintahan AS (identityfraudnews.com)
BERITA TERKAIT
China, Surga Bagi Para Hacker
Intelijen AS Interogasi Hacker Wikileaks
Situs ITS Punya Celah
Hacker Pembobol 114.000 Data iPad Dicokok FBI
Hacker Penjebol Email Palin Dibui 20 Tahun

Ternyata, di kalangan para peretas (hacker), situs-situs pemerintahan AS dihargai begitu murah.
Menurut laporan terbaru dari firma keamanan komputer Imperva, kontrol terhadap situs-situs pemerintahan AS diperjualbelikan mulai dari harga US$33-US$499 (Rp 300 ribu sampai Rp 4,5 juta).
Seperti dikutip dari situs ComputerWorld, pada sebuah forum 'bawah tanah' yang merupakan pasar gelap di kalangan hacker, Imperva menemukan adanya jual beli beberapa situs web pemerintah AS, termasuk situs milik kalangan militer.
"Anda bisa membeli akses administrator situs-situs tersebut dengan mudah," ujar Noa Bar-Yosef, Senior Security Strategis Imperva. Padahal, semua itu adalah situs penting.
Di antaranya adalah situs Pharmacoeconomic Center milik Departemen Pertahanan AS yang menganalisa penggunaan obat-obatan bagi militer, dan veteran AS. Lalu ada situs negara bagian Utah AS dan Michigan, situs pemerintahan Italia, maupun beberapa situs universitas di AS.
Tak hanya menjual situs pemerintah, para peretas juga mengobral beberapa informasi rahasia yang mereka curi dari berbagai situs hanya seharga US$20 (180 ribu) untuk 1000 informasi rahasia tadi.
Biasanya informasi ini diperlukan para spammer atau penipu online untuk melancarkan aksi-aksinya. Sejauh ini, Bar-Yosef mengatakan ada sekitar 16 situs pemerintahan dan 300 ribu data rahasia orang yang diperjualbelikan di forum itu.

Bar-Yosef memperkirakan, hacker mampu mencuri data rahasia tersebut menggunakan serangan yang disebut SQL Injection. Biasanya laman web yang menyediakan boks pencarian atau form pengisian, bisa diserang, karena boks tersebut akan berhubungan langsung dengan database.

Menurutnya, tidak perlu keahlian teknis yang mendalam untuk melakukan hal itu. Bahkan hacker pemula yang biasa disebut dengan istilah 'script kiddies', bisa melakukan serangan jenis ini.

Namun, serangan SQL Injection bisa berakibat fatal. Misalnya pada kasus jebolnya sistem pembayaran milik perusahaan Heartland dan 7-Eleven oleh peretas bernama Albert Gonzalez.
Selengkapnya >>>

White Hat Never Die

Di dunia cyber ada dua golongan yang menguasai berbagai lini. Dari dunia blogging sampai dunia hacking. Dua golongan itu adalah golongan white hat dan black hat. Sebelum masuk ke pembahasan saya mari kita bahas dulu definisi mereka.



Sebaiknya black hat dulu. Black hat (topi hitam) adalah golongan yang mengedepankan kecurangan bahkan kejahatan. Apa saja yang digolongkan jahat dalam dunia internet? Yang jelas ya pornografi. Software bajakan, termasuk Anda pakai IDM setelah 1 bulan tidak bayar atau pakai adobe potoshop pakai crack atau main game dengan serial number yang nyari bukan beli. Judi-judian, narkoba, dll.

Tadi itu yang di keseharian kita (tidak semua). Nah, yang bukan keseharian kita ada yang namanya bobol akun orang. Entah itu fb, gmail, paypal, dan macem-macem lainnya. Atau merusak website seseorang. Itu biasanya dilakukan oleh hacker.

Mungkin keterangan rancu saya diatas membuat Anda sedikit paham apa itu blackhat. Sekarang mari simak tentang apa itu white hat. White hat (topi putih) adalah golongan yang mengedepankan kemanusiaan. Contohnya, software nginstall lewat installer yang bayar 50 ribu sampai 100 ribu. Tentu saja legal karena multiple license.

Tidak pernah belajar hacking untuk menyalahi orang lain. Belajar hacking hanya untuk keamanan saja. Tidak pernah berjudi lewat internet. Pokoknya semua yang baik-baik saja yang dilakukan.

Kita masuk dunia blogging...

Dalam dunia blogging tentu saja ada yang blackhat ada pula yang white hat. Blackhat dalam dunia blogging banyak. Ada copy paste (baca: Original Content vs Copas Content), ada nyolong feed, ada auto blog, ada penipu. Termasuk dalam dunia SEO. Blackhat SEO ada banyak. Yaitu backlink yang tidak alami. Nyari backlink lewat auto backlink, pakai jasa, pakai software, dll. Traffic juga ada yang blackhat. Pakai traffic exchange, auto surf, dll.

Sepertinya semuanya ada dalam diri seorang blogger. Termasuk saya. Namun blackhat yang enak itu tidak pernah enak di akhir. Enak diawal cuma sebentar dan menderita diakhir. Kerugian copas content sudah saya bahas (silakan klik link diatas). Nyolong feed buat auto blog pernah saya ajarkan disini. Itu tidak baik. Jika ketahuan yang punya bisa dikenai sanksi copyright.

Autoblog tidak baik karena bisa blognya dianggap spam. Juga yang lewat translate nanti hasilnya tidak bisa kebaca manusia. Dan bagi penipu tentu tahulah ancamannya apa. Memang semuanya enak diawal tetapi menderita tiada tara diakhir.

SEO juga. Google memang bisa diakali robotnya. Tapi setiap tahun pasti ada perbaikan. Backlink bisa bikin SERP turun sekarang. Artikel copas semakin ketendang. Dan yang menang pastilah yang white hat.

Sebenarnya saya menulis ini karena pengalaman pribadi dibanned Google AdSense 4 kali. Yang keempat tidak hanya akun Google AdSense tapi akun Google keseluruhan termasuk blogspot dan email. Lalu saya disadarkan. Bahwa white hat lebih enak.

Anda tidak perlu pusing dibanned Google, dibenci blogger lain, dicap penipu. Memang yang white hat tidak semudah blackhat. Tapi semua yang telah Anda berikan pastinya akan memberikan timbal balik yang sama bahkan lebih!

Jangan berhenti ngeblog! Semangat posting! Tetaplah dijalan White Hat! Karena...

"White hat never die"
Selengkapnya >>>

1 Juta Halaman Website Diserang

Lebih dari satu juta halaman website dilaporkan telah menjadi korban serangan dedemit maya. Pelaku menyuntikkan kode-kode pemrograman dan mengarahkan pengunjung situs tersebut ke situs penjualan software palsu.



Pakar keamanan yang dikutip detikINET dari Reuters, Sabtu (2/4/2011), menyebut serangan ini sebagai 'mass injection', dan tercatat sebagai serangan terbesar yang pernah ada untuk versi ini.

Websense, pihak yang mendeteksi serangan massal tersebut di awal minggu lalu menyebut aksi ini sebagai 'LizaMoon'.

Senior Manager lembaga riset keamanan Websense, Patrik Runald, mengatakan pengguna akan melihat bahwa telah di-redirect ketika mereka coba mengakses situs yang telah terinfeksi tersebut.

Namun sejauh ini, mereka yang menjadi target serangan dilaporkan masih sebatas situs-situs kecil. Belum ditemukan situs populer milik perusahaan atau pemerintah yang jadi korban.

Tidak dijelaskan dengan jelas siapa pelaku atau dari mana asal serangan ini, yang pasti ujung-ujungnya motif pelaku diduga terkait uang.

"Serangan seperti ini akan bertahan dalam jangka waktu lama. Sekali mereka masuk, maka akan tetap bertahan dengan kita. Serangan LizaMoon ini tidak akan hilang dalam satu hari," pungkas Runald.
Selengkapnya >>>

Warga Liberia Tipu Janda Rp5 M Lewat Facebook

Keberadaan situs jejaring sosial seperti Facebook kini menjadi media paling populer dan digandrungi setiap orang, mulai sekadar mencari teman hingga jodoh. Namun, di sisi lain, Facebook kerap menjadi alat bagi pelaku kejahatan untuk melakukan aksinya, seperti penipuan.


Bahkan, berbagai modus kejahatan melalui Facebook mulai berkembang. Yang tergolong baru yakni penipuan yang mengincar janda-janda melalui situs jejaring sosial.

Seperti yang terjadi pada RN, perempuan pengusaha kaya yang tertipu oleh lelaki berkewarganegaraan Liberia berinisial MRGG (45). Akibatnya, RN tertipu hingga Rp5 miliar.

"Pelaku, MRGG, memang mengincar para perempuan, terutama janda yang memiliki akun Facebook," kata Kepala Satuan Cyber Crime Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, AKBP Hermawan, di Jakarta, Rabu 2 Februari 2011.

Modus yang dilakukan pelaku, menurut dia, awalnya sebatas perkenalan dengan tersangka. Singkat cerita, korban yang merupakan janda itu, kemudian meminta pelaku mengenalkannya dengan seorang pria untuk dijadikan istri.

Untuk lebih meyakinkan korban, tersangka kemudian membuat akun di Facebook dengan nama Josh. Di Facebook itu, tersangka memasang foto-foto lelaki berkulit putih yang bertampang keren dan gagah. Hal itu dilakukan agar korban merasa yakin dan memilih untuk segera berkenalan.

Tidak hanya itu, Hermawan melanjutkan, pelaku juga memasang foto lelaki kulit putih itu bersama anaknya. Upaya itu untuk memperlihatkan seolah-olah pria yang penyayang anak, sehingga korban tertarik.

Setelah itu, korban dan tersangka menjalin komunikasi yang intensif melalui chatting. Tersangka pun mengeluarkan rayuan gombalnya agar mendapatkan semua keinginannya. Bahkan, tersangka berjanji akan menikahi korban, meskipun keduanya tidak pernah bertemu sekali pun.

Tersangka kemudian mengaku membutuhkan uang banyak karena harus masuk ke rumah sakit. Bahkan, pelaku meminta anak kecil untuk berteriak meminta tolong kepada korban, melalui handphone. "Itu dilakukan agar korban semakin percaya," ujar dia.

Karena merasa iba dan mulai mencintai pelaku, korban akhirnya mempercayai dan rela mengeluarkan uang senilai total Rp5 miliar.

"Uang itu ada yang sebagian ditransfer ke bank di Thailand dan ada yang diambil langsung oleh tersangka dengan berpura-pura menjadi kurir 'Josh'," jelas dia.

Karena merasa telah tertipu, korban kemudian melaporkan perbuatan tersangka ke Polda Metro Jaya pada Januari 2011.

Polisi akhirnya berhasil mengamankaan tersangka di rumahnya di Centex, Ciracas, Jakarta Timur pada Rabu 2 Februari 2011. Dari tersangka, polisi menyita uang tunai senilai total Rp260 juta terdiri atas mata uang euro, bath, dolar AS, dan rupiah.

Selain itu, polisi menyita sebuah laptop, iPad, dan sejumlah handphone.

Tersangka, menurut Kasat, telah melakukan aksinya sejak 2006. Hal itu dikuatkan adanya beberapa bukti transfer uang ke rekeningnya sejak 2006.

Polisi menduga, kegiatan penipuan tersangka merupakan sindikat. Hingga kini, polisi masih mengejar satu teman tersangka berinisial Br yang pernah melakukan penipuan modus sama senilai Rp8 juta terhadap wanita janda asal Indonesia. "Teman-temannya ada di Indonesia, Bangkok, dan Malaysia," ujarnya.

Selain itu, pihaknya akan mengeluarkaan red notice bagi daftar pencarian orang (DPO) yang berkewarganegaraan Liberia tersebut. Tersangka yang kini ditahan juga akan dicekal.

Untuk mengantisipasi modus kejahatan itu, Kasat meminta kepada masyarakat pengguna Facebook untuk tidak mudah menambah atau selektif jika ada seseorang yang ingin berteman melalui jejaring sosial itu. "Jangan add orang yang belum dikenal. Bisa jadi itu para pelaku kejahatan yang tengah mengincar korbannya," tuturnya.
Selengkapnya >>>

Tips Aman Belanja di Internet

Saat ini banyak sekali toko belanja online dengan koleksi barang yang berkualitas dan harganya lebih terjangkau. Hal ini tentu sangat memanjakan Anda yang tidak memiliki waktu ke pusat perbelanjaan untuk berbelanja.

Jika Anda melakukan belanja secara online, jangan hanya memperhatikan barang dan harga saja, karena yang tidak kalah penting adalah segi keamanannya. Agar belanja online yang lakukan aman, ikuti trik berikut.

1. Pilih situs atau laman belanja yang bereputasi baik
Berbelanjalah di laman yang memiliki reputasi baik, Anda bisa mengetahuinya dengan menanyakan pada teman atau melihatnya di internet. Baca dan pastikan terdapat kebijakan perlindungan privasi pelanggan. Jika tidak terdapat kebijakan tersebut, data Anda berisiko dijual atau dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

2. Gunakan nama dan password baru
Buatlah alamat e-mail khusus untuk berbelanja online. Jangan gunakan e-mail yang biasa Anda gunakan untuk bekerja, berhubungan dengan teman dan keluarga atau laman jejaring sosial. Hal itu untuk menghindari, kejahatan internet yang menggunakan data pribadi Anda.

3. Jangan berbagi komputer
Usahakan untuk tidak berbelanja menggunakan komputer yang digunakan banyak orang. Komputer yang paling baik untuk melakukan belanja online adalah komputer pribadi Anda. Hal itu karena komputer pribadi lebih terjamin perlindungannya dari virus, spyware, dan terdapat proteksi firewall.

Jika komputer yang Anda gunakan untuk berbelanja, juga digunakan orang lain, risiko terdapat spy software cukup tinggi. Data pribadi Anda terutama yang terkait keuangan untuk transaksi pembayaran bisa dicuri.

4. Hati-hati saat mengisi data
Laman belanja yang bereputasi baik tidak akan mengirimkan e-mail atau tampilan pop up, untuk meminta Anda mengonfirmasi akun yang telah dibuat, dengan login dalam tampilan tersebut. Jika Anda mendapatkan e-mail yang meminta Anda melakukan klik pada link untuk melakukan konfirmasi, tidak masalah.
Selengkapnya >>>

Tips Membuka Situs Terlarang

Koneksi internet bermanfaat untuk dukung pekerjaan. Tapi kalau banyak blokir, repot juga. Meski tidak berniat negatif, seorang pengguna biasanya hanya bisa pasrah kalau koneksi internet yang ada di hadapannya sudah diamankan. Sebetulnya, demi hal-hal yang positif, ada sedikit tips yang bisa dimanfaatkan.

Cara Pertama
Gunakan jasa mesin pencari seperti Google ataupun Yahoo untuk membuka website yang ingin Anda kunjungi. Sebagai contoh, jika www.police-line.tk diblokir oleh administrator jaringan, lakukan pencarian dengan menggunakan kata kunci www.police-line.tk. Kalau sudah selesai, buka kopi dari halaman tersebut yang disimpan pada cache search engine yang Anda gunakan.

Cara Kedua
Metode lain mengakses ke situs terlarang yang diblokir adalah menggunakan IP address dari situs tersebut. Bukan alamat URL-nya seperti biasa. Teknik ini dapat menembus blokir berbasis URL yang biasa digunakan. Sebagai contoh, bila situs www.myspace.com diblokir oleh sekolah atau kampus Anda, ketikkan saja IP addressnya yakni 216.178.39.11 di address bar browser. Untuk mendapatkan nomor IP dari alamat yang diinginkan, Anda bisa menggunakan layanan IP conversion tools yang banyak tersedia di internet. Atau, gunakan saja cara sederhana. Dengan fasilitas ping yang ada di sistem operasi, Anda juga bisa mendapatkannya. Misalnya dengan mengetikkan ping www.myspace.com di menu Start > Run.

Cara Ketiga
Beberapa mini web browser dapat membantu Anda untuk membuka website yang dilarang. Contohnya Opera Mini Browser. Silakan coba install dan jalankan untuk membuka website yang tidak dapat dibuka oleh browser versi PC. Contoh lainnya adalah menggunakan browser yang terintegrasi pada software Real Player. Selain dapat membantu Anda dalam membuka website yang diblokir, browser milik software ini juga mampu menembus beberapa fasilitas terlarang yang dimiliki oleh website yang bersangkutan. Contohnya mendownload video. Banyak situs yang menyediakan video memblokir video yang ada di situ untuk didownload langsung oleh pengunjung. Oleh Real Player, blokir tersebut kadang bisa ditembus.

Cara Keempat
Cara terakhir ini adalah cara yang paling manjur. Menggunakan software atau utility anonymizer yang diinstalasikan di PC kerja atau notebook yang digunakan. Tools anonymous browsing ini dapat melindungi identitas Anda di internet dan memberikan akses ke situs-situs yang harusnya tidak boleh dibuka di jaringan internet Anda.

Beberapa tips tersebut bisa Anda manfaatkan untuk mengakses website yang diblokir oleh sekolah, kampus, warnet, kantor, ataupun area publik lainnya. Satu hal yang perlu diperhatikan, pemblokiran situs-situs tertentu oleh administrator jaringan tentu ada alasannya. Demi keamanan jaringan komputer Anda terhadap serangan dari luar, atau agar pengguna dalam jaringan tersebut disiplin dan efisien dalam menggunakan koneksi. Sebaiknya mintalah izin pada administrator atau atasan sebelum Anda membuka situs-situs yang dilarang. Daripada kena sanksi atau dipecat.
Selengkapnya >>>

Cek Penggunaan Identitas di Dunia Maya

Untuk mendaftarkan diri di layanan yang ada di dunia maya, tiap pengguna perlu identitas atau yang sering disebut dengan user ID. Identitas ini biasanya tidak selalu berupa nama asli, tetapi bisa juga menggunakan nick (nickname) atau nama samaran.

Bagi beberapa orang, nickname merupakan identitas yang khas untuk dirinya, seperti layaknya nomor KTP. Bagi pengguna seperti ini, di setiap situs yang ia daftar, ia menggunakan user ID yang sama. Selain untuk kemudahan, reputasi dari nick atau user ID yang khas bisa dibangun, ke arah yang diinginkan si pemilik nickname.

Masalahnya, saat ini situs yang menyediakan berbagai layanan jumlahnya kian banyak. Seorang pengguna mungkin sudah lupa apakah ia sudah pernah mendaftarkan diri di Yahoo, Gmail, Facebook, atau Wordpress, misalnya. Daripada susah payah mengingatnya, gunakan saja jasa Usernamecheck untuk mencari di mana saja Anda pernah mendaftar.

Caranya sangat mudah. Kunjungi situs Usernamecheck di www.usernamecheck.com lalu masukkan nick atau user ID yang biasa Anda gunakan. Maka secara otomatis, dalam beberapa menit saja ia akan menyebutkan di mana saja nickname yang bersangkutan pernah mendaftarkan diri. Kalau Anda yakin Anda belum pernah mendaftarkan sebuah user ID di situs tertentu, bisa jadi orang lain yang menggunakannya. Gampang kan?

Saat ini Usernamecheck mampu melacak ke 68 situs layanan untuk mencari user ID yang Anda maksud.
Selengkapnya >>>

Hacker Terpopuler Sepanjang Masa

Selain pengguna internet biasa, dunia maya juga dipenuhi oleh mereka yang disebut sebagai hacker yang disebut cracker atau black hat hacker. Kegemaran mereka adalah mengeksploitasi sistem komputer dan melakukan apa yang disebut sebagai cybercrime.


Sebagian dari mereka melakukannya demi kesenangan dan memenuhi rasa penasaran semata, sementara sebagian lainnya melakukannya demi mencari keuntungan pribadi. Berikut ini adalah beberapa ‘black hack’ hacker terpopuler di komunitasnya.

Jonathan James
Nama James mendadak beken karena ia merupakan orang pertama yang dijebloskan ke pengadilan gara-gara hacking. Ketika dikurung, ia baru berusia 16 tahun.

Dalam sebuah wawancara dengan stasiun TV swasta di Amerika Serikat, ia menyebutkan, “Saya hanya bermain dan melihat-lihat,” ucap James, seperti dikutip dari ITSecurity, 16 November 2010. “Yang menarik buat saya adalah tantangan apa yang bisa saya dapatkan kalau berhasil,” ucapnya.

Yang jadi target James adalah organisasi kelas atas. Sebagai contoh, ia memasang backdoor di server Defense Threat Reduction Agency (DTRA). Organisasi itu merupakan salah satu unit di Departemen Pertahanan AS yang bertugas mengurangi ancaman terhadap AS dan sekutunya dari senjata konvensional, senjata khusus, biologis, kimia, hingga nuklir.

Backdoor yang dibuat oleh James memungkinkannya melihat email sensitif dan mengambil data username dan password karyawan.

James juga berhasil masuk ke komputer-komputer NASA dan mencuri software yang secara total bernilai sebesar US$1,7 juta atau sekitar Rp15 miliar.

Menurut Departemen Kehakiman, software yang dicuri adalah software pendukung lingkungan fisik International Space Station yang mengontrol temperatur dan kelembaban di tempat tinggal astronot di ruang angkasa tersebut.

Akibatnya, NASA terpaksa mematikan sistem komputer mereka dan mengalami kerugian hingga sebesar US$41 ribu atau Rp366 juta. Menurut James, ia mendownload kode software itu untuk mendukungnya dalam mempelajari bahasa pemrograman C.
“Kode itu sendiri jelek, tidak pantas dinilai sebesar US$1,7 juta seperti yang diklaim NASA,” ucap James.

Melihat kejahatan yang dilakukan, kalau saja James atau yang dikenal dengan nama c0mrade di dunia maya itu sudah berusia dewasa, ia pasti akan mendapat hukuman setidaknya 10 tahun penjara. Berhubung masih di bawah umur, ia hanya dihukum dilarang menggunakan komputer dan menjadi tahanan rumah selama enam bulan dengan percobaan. Akan tetapi, berhubung ia melanggar hukuman, ia dipenjara selama 6 bulan.

Saat ini, James mengaku sudah insaf, tidak akan melakukan kejahatan serupa dan berencana untuk mendirikan perusahaan keamanan.

Adrian Lamo
Lamo populer karena ia berhasil menyusup ke New York Times dan Microsoft. Dijuluki ‘hacker tunawisma’ karena ia menggunakan komputer di tempat umum seperti kedai kopi dan perpustakaan untuk melancarkan serangannya.

Penyusupan yang dilakukan Lamo umumnya merupakan percobaan penetrasi lewat celah keamanan yang ia temukan, mengeksploitasinya, kemudian mengabarkan perusahaan yang ia susupi seputar celah yang ada. Ia juga sempat menyusup ke Yahoo, Bank of America, Citigroup, dan Cingular.

Jika white hacker disewa perusahaan untuk melakukan uji coba penetrasi, itu merupakan hal yang legal. Akan tetapi, yang dilakukan Lamo tidak. Saat ia masuk ke intranet New York Times, ia melihat informasi pribadi kontributor, termasuk nomor Social Security. Lamo juga masuk ke akun LexisNexis milik surat kabar tersebut dan mencuri informasi rahasia.

Akibatnya, ia dikenai denda sebesar US$65 ribu, tahanan rumah selama 6 bulan dengan masa percobaan dua tahun. Setelah masa hukumannya berakhir, ia bekerja sebagai jurnalis dan pembicara di berbagai event.

Kevin Mitnick
Mitnick dikenal saat ia dicari-cari oleh pihak berwajib. Tindak-tanduknya dipublikasikan besar-besaran di media massa meski kejahatan yang ia lakukan sebenarnya tidak terlalu signifikan.

Meski begitu, Departemen Kehakiman menyatakan bahwa Mitnick merupakan: “The most wanted computer criminal in United States history.” Bahkan eksploitasi yang dilakukannya diangkat ke dalam dua film yakni Freedom Downtime dan Takedwon.

Mitnick punya sejumlah pengalaman hacking sebelum melakukan kejahatan yang membuatnya populer. Ia memulainya dengan menyusup ke jaringan kartu transportasi massa di Los Angeles untuk mendapatkan tumpangan bus gratis.

Setelah itu, ia mencurangi billing telepon. Meski melakukan kejahatan lain, Mitnick akhirnya ditangkap karena menerobos jaringan komputer Digital Equipment Corporation dan mencuri software.

Kelakuan Mitnick makin parah setelah ia melakukan hacking dari seantero negeri selama dua setangah tahun. Dalam artikel bertajuk ‘hacker komputer legendaris yang keluar dari penjara’ di CNN, disebutkan bahwa Mitnick sering masuk ke jaringan komputer, mencuri rahasia perusahaan, mengacaukan jaringan telepon dan masuk ke sistem peringatan dini negara.

Kini Mitnick telah meninggalkan masa lalunya sebagai black hat hacker dan menjadi anggota aktif di komunitas. Sempat dibui selama 5 tahun, dengan 8 bulan di antaranya dikurung di sel terkucil, Mitnick sekarang bekerja sebagai konsultan keamanan komputer, penulis dan juga pembicara.
Selengkapnya >>>

Virus Stuxnet Hantui Iran dan Indonesia

Worm trojan Stuxnet yang mengincar sistem kontrol industri, SCADA, ternyata paling banyak menyerang komputer di negara Iran.

Seperti dikutip dari situs BusinessWeek, berdasarkan data dari firma keamanan Symantec, hampir 60 persen dari sistem yang terinfeksi worm Stuxnet berada di Iran.

Sementara Indonesia dan India menjadi negara berikutnya yang menjadi tujuan serangan worm ini dengan prosentase komputer terinfeksi 18 persen dan 8 persen.

Stuxnet pertama kali ditemukan pada bulan lalu oleh sebuah perusahaan keamanan asal Belarusia bernama VirusBlokAda, dan menyerang software otomatisasi yang banyak digunakan di bidang industri (pabrik-pabrik), bernama SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition).

Worm ini menyerang melalui USB drive yang terinfeksi. Ia memanfaatkan celah keamanan di Windows dan sertifikat digital yang cukup ternama untuk menjebol data-data rahasia perusahaan dari sistem SCADA dan mengirimnya ke internet.

"Ini adalah bukti bahwa W32.Stuxnet dibuat dan didistribusikan untuk maksud pencurian dokumen infrastruktur kritikal di beberapa organisasi di negara tertentu," kata Vikram, Thakur, dari Symantec, pada blog resmi perusahaannya.

Kendati penyebaran worm ini tidak terlalu masif, tapi diperkirakan antara 15 ribu hingga 20 ribu komputer telah terinfeksi. Symantec berhasil mengarahkan server pusat worm ini ke komputernya, dan dalam tiga hari saja, sebanyak 14 ribu alamat IP berusaha untuk terhubung dengan server pusat worm ini.

Symantec mengaku tak begitu mengerti mengapa Iran, Indonesia, dan India menjadi negara yang paling banyak terimbas. Namun menurut Symantec, siapapun yang membuat worm ini memang mengincar perusahaan-perusahaan yang berada di wilayah tersebut.

Dari tanggal yang tertera pada digital signature yang dimunculkan oleh worm ini, kata Levy, malware ini telah ada sejak Januari lalu. Saat itu, Siemens didesak untuk menarik divisi usahanya di Iran oleh LSM pro-Israel bernama Stop the Bomb. Desakan terhadap Siemens muncul bersamaan dengan peringatan 65 tahun pembebasan kamp Auschwitz.

"Walaupun Iran adalah salah satu negara yang paling terinfeksi, mungkin juga hal itu disebabkan karena negara itu adalah tempat di mana mereka jarang memiliki antivirusnya saat ini," kata Elias Levy, Senior Technical Director, Symantec Security Response, kepada BusinessWeek.

Siemens telah memposting sebuah software gratis yang mampu memindai keberadaan worm ini, dan hingga kini telah diunduh lebih dari 1500 kali.
Selengkapnya >>>

Symantec Norton Internet Security 2011

Tiap Oktober, Symantec menghadirkan rilis terbaru dari bundel aplikasi pengamanan mereka yakni Norton Anti Virus (NAV) dan Norton Internet Security (NIS). Oktober kali ini vendor tersebut menghadirkan NAV dan NIS 2011.

Seperti diketahui, Norton Internet Security merupakan bundel aplikasi pengamanan yang lebih lengkap dibanding Norton Anti Virus. Fitur seperti perlindungan saat melakukan transaksi online, penangkal hacking, parental control, dan pemberitahuan tentang situs penipuan merupakan fitur yang tidak disediakan pada NAV tetapi terdapat di NIS.

Jika dibandingkan dengan Norton 360, NIS juga sudah cukup lengkap. Anda yang tidak membutuhkan fasilitas seperti optimalisasi kinerja PC serta layanan backup otomatis dan penyimpanan online hingga 2GB cukup memilih Norton Internet Security. Lalu, apa yang menarik dari versi 2011 ini?

Fitur
Pada menu utama aplikasi pengamanan PC dan pelindung identitas saat online terbaru ini, di bagian bawah, terdapat peta Dunia. Yang menarik, peta tersebut bukanlah sekadar pajangan, melainkan peta interaktif.

Bila Anda klik di bagian manapun di peta tersebut, maka Norton Internet Security 2011 akan menyediakan daftar urutan kota-kota yang menghadirkan ancaman terbesar di kawasan yang Anda klik tadi.

Bila Anda klik pada Map Details, maka akan memuncul informasi virus, trojan, ataupun malware lainnya yang sedang marak menyerang di bagian running text di bawah. Jika diklik di bagian info>> lalu klik View Details>> pada menu yang muncul, maka informasi seputar malware tersebut akan dipaparkan lengkap. Syaratnya, Anda perlu terhubung ke Internet agar database informasi malware tersebut dapat diambil dari server Symantec.

Yang menarik, jika Anda ingin melakukan pemindaian, selain melakukan pemindaian pada komputer, Anda juga bisa melakukan scanning pada link-link yang ada di Wall Facebook Anda. Caranya, klik Scan Now, lalu pilih Scan Facebook Wall. Setelah itu Anda akan diminta untuk login ke akun Facebook Anda.

Setelah mendapatkan izin, Norton Internet Security akan memindai link-link yang ada di wall Facebook Anda. Ia akan mengabarkan apakah link tersebut aman atau berbahaya untuk Anda klik. Fitur ini cukup bermanfaat mengingat saat ini banyak sekali kasus pencurian identitas lewat jejaring sosial ataupun metode social engineering lainnya.

Selain memindai link, Norton Internet Security 2011 juga memindai setiap file yang akan didownload oleh pengguna. Tujuannya adalah untuk mencegah bisa aplikasi atau file yang didownload merupakan aplikasi berbahaya (malware). Meski demikian, aplikasi ini tidak sampai melakukan pemindaian terhadap file yang diunduh menggunakan aplikasi download accelerator semacam Internet Download Manager.

Kinerja
Uji coba terhadap Norton Internet Security kami lakukan pada notebook Acer Aspire 4315 berprosesor Intel Celeron 560 kecepatan 2,13GHz dengan memori sebesar 2,5GB dan menggunakan sistem operasi Windows 7 Ultimate.

Saat instalasi, proses pemasangan bundel pengamanan berukuran 523MB ini sendiri hanya memakan waktu 46,9 detik. Berikut ini kondisi komputer sebelum dan sesudah diinstalasikan Norton Internet Security 2011.

Saat pengujian, kami mencoba melakukan pemindaian terhadap data sebesar 1GB yang terdiri dari 2.429 file dokumen dengan berbagai format seperti RTF, XLS, PDF, EML, ZIP, JPG, 3GP, dan MP3.

Meski proses pemindaian sendiri dapat diselesaikan dalam waktu 2 menit 38,7 detik, akan tetapi Symantec tidak menginformasikan berapa perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pemindaian. Meski tampak sepele, namun fasilitas seperti itu akan bermanfaat saat pengguna akan melakukan pemindaian dan meninggalkan komputernya. Proses full search juga menguras resource cukup banyak, khususnya bila komputer yang dimiliki kurang mumpuni.

Di Indonesia, Norton Internet Security 2011 sudah dipasarkan dengan harga kisaran Rp449.550 untuk lisensi tiga PC dan Rp269.550 untuk lisensi satu PC. Harga tersebut mencakup layanan untuk menggunakan produk, menerima update dan dukungan teknis selama setahun.

Pengguna Norton Internet Security dan Norton AntiVirus 2007 atau produk yang lebih baru dengan pembelian yang sah dapat menerima update produk terbaru melalui layanan berlangganan. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Norton Update Center.

Kelebihan:
- Kemampuan memindai URL termasuk di jejaring sosial untuk mencegah masuknya malware secara diam-diam

Kekurangan:
- Tidak memindai file yang didownload lewat download manager.
Selengkapnya >>>

Penipu Curi Uang Pemakai iTunes Lewat PayPal

Sejumlah pengguna melaporkan bahwa mereka dikenai tagihan sebesar ribuan dolar AS akibat penipuan. Tagihan tersebut dikenakan pada akun iTunes lewat PayPal.
Seorang juru bicara Apple mengungkapkan pada San Jose Mercury News bahwa perusahaannya menyadari akan adanya masalah tersebut.
“Di antara sejumlah perbaikan keamanan pada iTunes, kini pengguna perlu melakukan beberapa kali entri terhadap kode pengamanan kartu kredit,” kata juru bicara tersebut, seperti dikutip dari Apple Insider, 24 Agustus 2010.

Akan tetapi, kata juru bicara tersebut, jika kartu kredit atau password akun iTunes pengguna dicuri dan digunakan di iTunes, Apple menyarankan pengguna untuk menghubungi institusi keuangan terkait untuk memblokir kartu kredit. “Kami juga merekomendasikan pengguna untuk langsung mengganti password akun iTunes-nya,” ucapnya.

Pertengahan tahun ini, iTunes diserang oleh pengembang dan penipu akun. Sejumlah pengembang aplikasi memanfaatkan celah yang ada di sana untuk mendongkrak ranking penjualan mereka. Ketika itu, Apple menyebutkan, ada 400 akun yang dibajak dari sekitar 150 juta pengguna aktif iTunes.

Pekan ini, Apple juga mempertebal keamanan akun Apple ID mereka yang juga digunakan di iTunes. Kini pengguna harus melakukan verifikasi terhadap informasi akun mereka saat mereka login ke perangkat baru, dan password akun iTunes baru harus setidaknya memiliki 8 karakter yang memiliki kombinasi huruf kapital.
Selengkapnya >>>

Hacker Peras Selebriti Papan Atas

Dua hacker Jerman berhasil mengakses komputer milik lebih dari 50 artis pop terkemuka, termasuk Justin Timberlake dan Lady Gaga. Mereka berupaya mencuri lagu-lagu yang belum dirilis dan mengirimkan ancaman berbau pemerasan.

Pasangan hacker tersebut, menurut kepolisian Jerman, menggunakan program sederhana berupa trojan yang dapat menerobos masuk ke jaringan komputer pribadi. Mereka kemudian mencuri ratusan dokumen termasuk musik, kartu kredit, email dan foto.

Menurut pihak berwajib, dua hacker ini berusaha memeras Kesha, meski penyanyi papan atas AS berusia 24 tahun itu tidak memberikan uang yang diminta. Caranya, mereka mengancam akan menyebarkan foto artis tersebut yang sedang tak berbusana dan beradegan intim.

Bangga dengan keberhasilan yang diraih, kedua pelaku kemudian menyombongkan diri di forum dan menyatakan berhasil melakukan hacking terhadap selebritis papan atas.

“Pada dasarnya, kasus ini merupakan penerobosan dan publikasi ilegal serta memata-matai menggunakan Trojan,” kata Rolf Haferkamp, jaksa penuntut, seperti dikutip dari Independent, 3 Desember 2010. “Tidak ada yang spesial dari sisi metode yang digunakan. Hanya membutuhkan sedikit pengetahuan dan ketekunan untuk berhasil melakukan kriminal seperti ini,” ucapnya.

Tuduhan kejahatan ini terungkap setelah penggemar Kelly Clarkson mengabari penyanyi asal AS, seputar lagu-lagunya yang belum dirilis namun sudah tersedia di Internet. Ia kemudian menginformasikan pada polisi dan mendorong penyelidikan yang melibatkan FBI dan German Federal Police Service.

Meski dua hacker tersebut – satu berusia 17 tahun dari Duisburg dan seorang lagi berusia 23 tahun asal Wessel – belum dihukum, sejumlah laporan menyebutkan bahwa mereka telah mengakui perbuatannya pada polisi.

Sven Kilthau-Lander, Director of Public Relations di Jerman yang bertanggungjawab atas publikasi artis seperti Lady Gaga dan Rihanna menyebutkan, kejadian ini merupakan hal yang sangat menakutkan. “Kini tidak ada yang bisa merasa aman di manapun ia berada,” ucapnya.

Kilthau-Lander juga menyebutkan, akibat hacking tersebut, sejumlah penyanyi memajukan jadwal peluncuran album musik mereka.
Selengkapnya >>>

Keamanan, Instrumen Utama Aplikasi Web


Internet banking, e-pemerintah, dan semacamnya membutuhkan keamanan aplikasi Web. Era komputasi awan mendorong seluruh industri untuk mentransformasikan jaringannya ke tingkat yang lebih ringkas dan efisien. Beberapa industri ritel, seperti Internet banking, e-pemerintah, dan industri lainnya berbasis komputasi awan membutuhkan kesadaran lebih tentang pentingnya keamanan aplikasi Web.

Di sela Web Application Security Conference 2010, Indra Utoyo, chief information officer Telkom mengatakan bahwa kegagalan dalam keamanan aplikasi Web dapat memiliki konsekuensi serius bagi perusahaan.

"Seperti misalnya kerugian finansial atau bocornya informasi yang ujung-ujungnya juga mengakibatkan kerugian signifikan sebuah perusahaan," kata Indra dalam keterangan resmi ITSEC Asia, Senin 13 Desember 2010.

Menurut Indra, mengamankan aplikasi Web memang tidak mudah. Namun, pengembang aplikasi Web umumnya kurang ahli dalam bidang keamanan dan seringkali tidak mengerti jika aplikasi Web memerlukan investasi yang signifikan.

"Intinya, untuk mengamankan aplikasi Web dibutuhkan kesadaran keamanan pada semua tingkatan dalam perusahaan, mulai dari pengembang, eksekutif, sampai pengguna," tuturnya.

Sementara itu, Marek Bialoglowy, Chief Technology Officer ITSEC Asia menuturkan bahwa pengamanan aplikasi Web seperti Internet Banking, e-government, adalah instrumen yang sangat penting. Senada dengan Indra, untuk mengamankan aplikasi web bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan. Sebabnya, masih banyak perusahaan-perusahaan raksasa yang menjadi korban retas (hacking) melalui aplikasi Web.

"Para pengembang aplikasi Web perlu mendapatkan pengembangan teknologi keamanan pada apa yang mereka bangun. Itulah sebabnya konferensi ITSec Asia diadakan sebagai salah satu wadah bertukar informasi," kata Bialoglowy.

Untuk diketahui, konferensi Web App Sec 2010 diselenggarakan oleh ITSEC Asia untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya keamanan aplikasi web, termasuk Internet Banking, e-pemerintah, atau dalam komputasi awan. Forum ini memang memfokuskan diri pada aspek keamanan dari seluruh instrumen yang ada dalam aplikasi Web.

Terdapat enam pembicara pakar yang turut berpartisipasi dalam konferensi ini, termasuk Indra Utoyo, Marek Bialoglowy, Nor Ramzani Abdul Rahim (chief technical director PT Scan Nusantara), Ruhimat (CISA Manager-Veda Praxis) ,Sheran Gunasekera (Zenzonsult), Michael Sargent (Technical Advisor PT Scan Nusantara), Ariesto Kosasih.
Selengkapnya >>>

Situs Mastercard dan Visa Diserang Hacker

Situs internet perusahaan kartu kredit terkemuka, Mastercard dan Visa, sempat diserang para peretas (hacker), Rabu 8 Desember 2010 waktu setempat. Serangan terjadi setelah perusahaan itu memblokir aliran sumbangan ke laman pembocor rahasia AS, WikiLeaks.

Menurut laman harian Telegraph, serangan para peretas itu bernama "Operasi Payback." Sebelumnya, kalangan peretas yang bersimpati dengan WikiLeaks bertekad akan melakukan perang di dunia maya (cyber war) bila laman yang didirikan Julian Assange itu mendapat serangan bertubi-tubi dari berbagai pihak karena sepak terjangnya mengungkap rentetan informasi sensitif berupa memo diplomatik rahasia AS.

Operasi itu dilakukan oleh kelompok peretas yang dikenal dengan julukan Anonymous (tanpa nama), dan diduga beranggotakan 1.500 hingga 2.000 orang. Mereka menyerbu laman Mastercard dan Visa sehingga sempat sulit diakses oleh kalangan awam. Namun, saat coba diakses VIVAnews pada Kamis pagi, 9 Desember 2010, laman Mastercard kembali berfungsi normal, begitu pula dengan laman Visa, yang kembali bisa diakses walau butuh waktu cukup lama.

Serangan hacker terjadi setelah Mastercard dan Visa menyatakan tidak lagi memproses sumbangan dari publik kepada WikiLeaks. "Kami akan menyerang apapun atau siapapun yang mencoba menyensor WikiLeaks, termasuk perusahaan miliaran dolar," demikian pernyataan Anonymous.

Sementara itu, jurubicara Mastercard, menyatakan bahwa laman mereka kembali normal dan bisa melayani pelanggan setelah mendapat serbuan akses dalam waktu bersamaan sehingga membuat laman tersebut berfungsi lambat.

Jurubicara Visa juga mengaku bahwa laman mereka, tidak seperti biasa, sempat sulit diakses. "Kami minta maaf atas ketidaknyamanan para pengguna kartu kredit. Namun, ini tidak berdampak apapun atas transaksi dengan Visa," tutur jurubicara itu.
Selengkapnya >>>

Mencuri Password Komputer dengan Cookies

Komputer adalah salah satu media untuk menjelajahi dunia maya. Dalam komputer adalah beberapa informasi yang bisa kita pelajari, terutama memulihkan informasi rahasia yang tersimpan di komputer. Salah satunya adalah username dan password untuk menjalankan perintah di web. Biasanya, informasi penting disimpan dalam file bernama Cookie.

Cookie adalah file yang berisi informasi yang dicatat oleh browser dan disimpan dalam sebuah direktori khusus di komputer. fungsi Cookie adalah untuk mengenali pengguna ketika mengunjungi web. Ketika mengunjungi halaman rumah, situs akan menggunakan informasi Cookie untuk menjalankan perintah.

Jumlah informasi yang disimpan dalam cookie begitu banyak dan beragam, termasuk username dan password pengguna.

Mencuri akun dalam tutorial ini akan menggunakan alat yang disebut Multi Password Recovery 1.1.5 oleh Alexandr Demchenko. Utilitas ini biasanya digunakan untuk memulihkan password hilang atau lupa untuk mencoba dengan membaca informasi dalam file Cookie. Walaupun fungsinya sangat bagus, tetapi kita dapat menggunakannya untuk membongkar file datang untuk mencari cookie yang tersimpan.

Akun yang dapat dicuri oleh Multi Password Recovery adalah FTP account, Email Client, Instant rasul dan Browser. Dalam beberapa percobaan, Mozilla Firefox bisa melarikan diri. Namun, ada cara lain pembongkaran informasi Cookies Mozilla Firefox.

Langkah-langkah tersebut adalah:
1. Download Multi Password Recovery 1.1.5 Portable edisi sini
2. Rar Ekstrak file ke folder, kemudian Kami pergi ke folder tempat ekstrak Multi Password Recovery hasilnya disimpan
3. MPR.exe Jalankan file dengan klik ganda.

Multi Password Recovery jendela menampilkan informasi seperti Windows Explorer. Klik Audit Password untuk menampilkan account lemah. Dalam folder Browser, MPR akan menampilkan password dari catatan Browser.

Untuk Antisipasi
Untuk mengantisipasi password dicuri melalui teknik di atas, bersihkan cookie eksplorasi di internet dengan langkah-langkah berikut:

Di Mozilla Firefox pilih menu Tools> Clear Private Data. Periksa "Cookies" dan tekan tombol "Clear Private Data Now".

Pada Windows Explorer (Internet Explorer versi 7), pilih menu Tools>> Hapus Riwayat Browsing, kemudian klik pada "Delete Cookies".

Pada Browser Opera, pilih Peralatan>> Hapus data pribadi dan klik tombol "Hapus" Tombol

Dalam Google Chrome Browser, pilih Tools / Pengaturan>> Clear Browsing Data dan klik pada "Clear Browsing Data"
Selengkapnya >>>

Menemukan Alamat Email Facebook dengan Google

Melalui Google mesin pencari raksasa, kita dapat menemukan alamat email untuk berbagai keperluan seperti mempromosikan web / blog atau untuk mencari daftar teman di situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter.

Google membuka layanan seluas-luasnya bagi penggunanya untuk mencari daftar email dengan pencarian penyaringan dan memasukkan kata kunci tertentu.

Pada pandangan pertama, daftar alamat email tidak terlalu penting. Namun, daftar email dapat digunakan untuk mengirim email spam dan hal-hal lain yang mengganggu privasi.

Berikut adalah beberapa kata kunci yang dapat digunakan untuk mencari daftar alamat email dengan menggunakan mesin pencari google:

"* @ Hotmail.com"
Order google untuk menampilkan alamat email hotmail. Tanda bintang (*) dalam kata kunci untuk menampilkan daftar semua alamat email. Kita bisa memasukkan kata kunci yang lebih spesifik dengan mengetik "ku@hotmail.com *" untuk meminta google untuk menampilkan alamat email yang memiliki kata "ku". Situs penyedia layanan email, dapat diubah tergantung pada kebutuhan lainnya.

"* @ Gmail.com" 2010
Meminta google untuk menampilkan alamat email terbaru pada tahun 2010. Biasanya, google menampilkan alamat email di kotak komentar situs, apabila pemilik pada saat menulis komentar.

"* @ Gmail.com" daftar
Meminta google untuk menampilkan alamat email melalui web yang dipublikasikan untuk umum pengunjung mereka pelanggan.

"* @ Gmail.com" site: facebook.co m
Kata kunci ini meminta google untuk menampilkan alamat email tertentu dari situs jejaring sosial seperti facebook. Anda bisa mengganti dengan situs jejaring sosial lainnya.

"* @ Gmail.com" "ind" site: facebook.com
Meminta google untuk menampilkan daftar email hanya dari facebook dari Indonesia. Kata kunci dapat lebih dieksplorasi dengan hanya mengganti IND dengan USA atau UKA untuk menampilkan email dari Negara Amerika dan Inggris.

Antisipasi
Jika kita tidak ingin google menampilkan alamat email kita dalam daftar hasil pencarian, jangan mengetik alamat email kami saat menulis komentar pada sebuah situs, karena dapat diindeks oleh google.

Selain itu, ketika kita terdaftar dalam keanggotaan kelompok pada sebuah situs, kita dapat meminta administrator untuk menjaga privasi kita dengan tidak menampilkan alamat email kami.
Selengkapnya >>>

Hacker Cantik Diseret ke Pengadilan

Selama ini 'pekerjaan' hacker selalu identik dengan pria, namun bagi Kristina Svechinskaya, hacker pun bisa dilakukan oleh wanita cantik sekalipun. Bahkan 'prestasinya' pun tak kalah mentereng dari kaum adam.

Kristina Svechinskaya yang telah dijuluki sebagai "hacker wanita terpanas di dunia", baru-baru ini muncul di ruang sidang New York City untuk menghadapi tuduhan mencuri USD35 ribu bersama geng Eropa Timur yang terkenal dengak teknik ZBot cyber.

Dilansir melalui NY Times, Jumat (8/10/2010) Svechinskaya yang menjalani sidang tersebut menangis mendekati bangku mengenakan celana jins ketat dan Slinky, sepatu bot setinggi betis. Seksi? Tentu! Bahkan dia lebih mirip artis ketimbang seorang hacker.

"Kristina telah didakwa dengan satu hitungan persekongkolan untuk melakukan penipuan bank dan satu hitungan penggunaan paspor palsu." terang ahli keamanan dari Sophos Graham Cluley.

"Ya, jaksa mengklaim bahwa Svechinskaya direkrut untuk bergabung di organisasi tersebut yang berjumlah lebih dari dua lusin dan memiliki kontak dengan hacker komputer dan individu yang dapat memberikan paspor palsu," tambahnya.

Namun, tidak ada yang benar-benar mempunyai bukti, bahkan jika dia terbukti bersalah, bahwa dia seorang hacker.
Selengkapnya >>>

Polisi Bekuk Komplotan Hacker Bernilai USD30 Juta

Kepolisian Rusia berhasil membekuk sepuluh orang hacker yang diduga berpenghasilan USD30 juta per bulan lewat aksi-aksinya di dunia maya. Komplotan Hacker tersebut kerap menyebarkan virus, email jahat ke sejumlah komputer untuk sekedar mendapatkan informasi kartu kredit atau memeras pengguna komputer.

Lifenews.ru, melansir kesepuluh orang tersebut dibekuk di kota Moskow. Menurut keterangan kepolisian setempat, salah satu aksi komplotan ini terbilang cukup unik.

Para tersangka menciptakan virus komputer yang dapat memblokir semua program di komputer pengguna. Hacker tersebut kemudian, menempatkan gambar porno di layar komputer pengguna. Di layar tersebut hacker juga mencantumkan permintaan kepada pengguna untuk mengirim SMS ke nomor tertentu. Dan bila pengguna sudah mengirim sms maka hacker akan meminta tebusan uang kepada pengguna bila ingin menerima kode yang dapat akan membuka blokir komputer.

Satu korban ditagih sekira 300 rubel atau USD10. Namun, polisi berhasil melacak nomor ponsel yang biasa digunakan para komplotan.

"Sejauh ini para tersangka telah diamankan dan mereka mampu meraup sekira USD30 juta per bulan," kata juru bicara kepolisian.
Selengkapnya >>>