Ericsson Modernisasi Jaringan Indosat menjadi DC-HSPA +42 Mbps

Ericsson memberikan dukungan penuh kepada Indosat untuk melakukan modernisasi jaringan telekomunikasi melalui teknologi canggih untuk meningkatkan layanan mobile broadband-nya.

Dalam hal ini, Ericsson akan memungkinkan Indosat untuk memiliki akses internet DC-HSPA+ berkecepatan 42 Mbps. Teknologi ini sekaligus menjadikan Indosat sebagai operator pertama di Asia, dan kedua di dunia yang menawarkan layanan ini bagi pelanggan.

Dalam hal ini, Ericsson ditugaskan untuk menyediakan berbagai teknologi tercanggih seperti perangkat radio dengan kemampuan Multi Standard Radio (MSR) yang memungkinkan satu kabinet Radio Base Station untuk memancarkan sinyal multi teknologi (GSM, WCDMA, LTE). Hal ini membuat Indosat semakin siap untuk mengadopsi evolusi teknologi dalam layanan telepon selular dan dengan cepat dapat merealisasikan layanan LTE (Long Term Evolution atau 4G) di masa mendatang.

Manfaat yang tidak kalah penting dari modernisasi jaringan ini adalah efisiensi biaya operasional berupa penghematan pemakaian daya listrik sampai 50 persem dan efisiensi kebutuhan ruangan sampai 67 persen, hal ini juga merupakan salah satu upaya Indosat untuk mendukung penciptaan 'green telco' di industri telekomunikasi. Hal ini yang sudah dimulai Indosat dengan mempelopori penggunaan energi alternatif bagi BTS selulernya.

"Kami sangat bangga dapat menghadirkan akses internet tercepat DC-HSPA+ 42Mbps per user sebagai yang pertama di Asia dan kedua di dunia. Selain memberikan kecepatan akses tercepat hingga 42Mbps per user, melalui Modernisasi Jaringan, Indosat juga turut mendukung penciptaan green telco di industri telekomunikasi karena mampu mengurangi penggunaan daya listrik serta lebih ramah lingkungan. Hal ini tentunya juga akan menciptakan efisiensi bagi perusahaan," ujar President Director & CEO Indosat Harry Sasongko.

"Dalam pertumbuhan mobile broadband, negara Indonesia sangatlah penting. Hal ini lah yang menyebabkan Ericsson merasa bangga menjadi mitra bagi Indosat dalam kesepakatan ini. Kesepakatan yang meliputi teknologi tercanggih ini akan terus mendorong perkembangan mobile broadband di Indonesia," ujar CEO Ericsson dalam video sambutannya dari Stockholm, Swedia.

Upaya Indosat menghadirkan DC-HSPA+ 42Mbps secara komersial ini juga merupakan upaya untuk segera memanfaatkan tambahan frekuensi 3G (second carrier) yang belum lama ini diperoleh dari pemerintah. Hal ini menunjukkan keseriusan Indosat dalam mengelola tambahan frekuensi 3G yang memang sangat dibutuhkan oleh pelanggan dan masyarakat untuk mendapatkan kapasitas lebih besar dan kecepatan lebih tinggi bagi akses broadband mereka.

Dengan kecepatan akses download hingga 42Mbps, pelanggan dan masyarakat pengguna mobile broadband Indosat akan mendapatkan kecepatan akses yang belum pernah didapatkan sebelumnya, untuk mengakses berbagai aplikasi/konten (messaging, social networking, streaming, dan lainnya) melalui media internet secara lebih mudah dan lebih cepat dengan mobilitas penuh.

Sebelumnya di tahun 2009 Indosat telah memperkenalkan akses HSPA+ yang memberikan kecepatan akses downlink (Downlink Speed) hingga 21 Mbps dan kecepatan uplink hingga 5.8 Mbps. Saat ini Indosat telah berhasil menyelesaikan peningkatan akses HSPA+ hingga 21 Mbps tersebut dan telah melayani secara komersial kepada pelanggan dan masyarakat.
Share