Dianggap Kriminal, Hacker Jatim Crew Protes

Dedemit maya yang menamakan dirinya Jatim Crew kembali berulah. Kali ini yang menjadi korbannya adalah sebuah situs konsultan hukum. Mereka memprotes karena selama ini mereka dianggap kriminal.

Berdasar pantauan PoliceLine, Sabtu (26/6/2010) sekitar pukul 11.30, situs yang beralamat di http://konsultasihukumonline.com/ menjadi sasaran 'curahan hati' para hacker tersebut. Dalam aksinya mereka tidak mendeface halaman muka situs tersebut. Jatim Crew juga menyampaikan bahwa mereka tidak mendelete satu file pun, pada situs yang mereka incar.

"UNTUK BAPAK DAN IBU PEMERHATI HUKUM SEKALIAN..... MOHON UNTUK TIDAK SERTA-MERTA MENGANGGAP KAMI PARA HACKER ADALAH TINDAK KRIMINAL.... KAMI JUGA MANUSIA, KAMI JUGA PUTRA BANGSA......DAN KAMI PUNYA SIKAP PATRIOTIS UNTUK MEMBELA BANGSA INI DENGAN CARA KAMI.....," tulis pesan yang terpampang di halaman depan situs tersebut.

Pelaku yang menamakan dirinya W3-DOZ tersebut, juga mengutarakan bahwa ulah mereka yang seringkali disebut Cyber Crime tidaklah benar.

"UNTUK BAPAK-IBU PEMERHATI HUKUM SEKALIAN KENAPA SELALU MEMVONIS TINDAKAN KAMI SEBAGAI KEJAHATAN? SEBAGAI CYBER CRIME......ISTILAH YANG BAPAK-IBU AMBIL UNTUK KAMI..... MOHON....PERHATIKAN NASIB SEBAGIAN KECIL DARI KAMI....YANG MESKIPUN PUNYA KEAHLIAN, TAPI TETAP SAJA DI SEPAK JAUH KE LEMBAH PENGANGGURAN KARENA KAMI HANYALAH LULUSAN IJAZAH RENDAH....," tambahnya.

Dalam situsnya, Jatim Crew lebih mengedepankan aspek koordinasi dengan para admin dari web site yang menjadi target. Jatim Crew biasanya memberi Informasi kepada admin dan memberi kelonggaran 1X24 jam bahkan 3x24 jam untuk membernarkan system security di website yang telah menjadi target.
Selengkapnya >>>

Facebook Indonesia Di-hack?

Sebuah keganjilan ditemukan pada situs Facebook berbahasa Indonesia. Pada halaman muka situs ini, terdapat tulisan aneh yang tidak pernah ada sebelumnya. Diduga, Facebook berbahasa Indonesia dihack. Benarkah?

Pantauan PoliceLine, Senin (12/7/2010), halaman muka Facebook Indonesia, tepatnya di bawah kata MENDAFTAR terdapat tulisan aneh.



"trnyt hslny tdk memuaskn..hikzhikz," demikian bunyi tulisan pendek yang tertera di halaman Facebook tersebut. Tulisan aneh ini diketahui telah bertengger di Facebook Indonesia sejak Minggu (11/7/2010).

Namun sejauh ini, belum ada keluhan dari para pengguna Facebook Indonesia. Kemungkinan besar tidak banyak yang menyadarinya.

Selain itu, insiden ini memang hanya sedikit mengubah tampilan Facebook. Sedangkan akses ke situs jejaring sosial itu tidak terganggu.

Pada versi Bahasa Inggris tulisan itu berbunyi 'It's free (and always will be)'. Ada apa dengan Facebook sebenarnya? Serangan pihak iseng atau salah penerjemahan?

Update: Pada Senin (12/7/2010), pukul 07:00 WIB, tampilan halaman awal Facebook telah kembali normal. Teks aneh yang tadinya muncul kini kembali bertuliskan: Gratis (sampai kapan pun).
Selengkapnya >>>

'Live Chat' Facebook Bisa Mata-Matai Orang Lain

'Cacat' pada 'Live Chat' Facebook, memungkinkan para penggunanya bisa memata-matai semua orang di jaringan pertemanan mereka.

Akibat cacat ini, tak ayal Facebook pun dihujani kritikan. Pasalnya, fitur privasi yang seharusnya dirancang untuk melindungi para pengguna, dapat dengan mudah dibobol bahkan dengan trik paling sederhana sekalipun. Mereka pun mendesak Facebook segera memperbaiki kerentanan tersebut.

Hanya dengan menggerakkan dan mengklik tetikus, pengguna bisa melihat teman dalam daftar 'live chats' dan aktivitas terbaru yang mereka lakukan.

"Saya tahu Facebook ingin agar penggunanya saling berbagi informasi. Namun saya tida yakin bahwa ini mewakili apa yang ada dalam benak mereka." kata ahli keamanan Steve O'Hear yang pertama kali melaporkan masalah ini.

Dikutip PoiceLine dari Daily Mail, Jumat (7/5/2010), Facebook sempat menghilangkan fasilitas chatting untuk sementara waktu, untuk memperbaiki kerentanan tersebut.

Dengan adanya kasus ini, para ahli keamanan internet semakin gencar menyatakan keprihatinan mereka soal keamanan berjejaring sosial. Apalagi, Facebook yang
merupakan situs jejaring sosial nomor satu di dunia itu rentan menginfeksi 400 juta penggunanya.

Sementara itu, juru bicara Facebook menyebutkan mereka sama sekali tidak bermaksud untuk membuat fasilitas 'live chat' untuk bisa dilihat oleh orang lain.

"Setelah menerima laporan tersebut, teknisi kami segera memperbaikinya dan menonaktifkan fitur chatting untuk sementara waktu," tandasnya.
Selengkapnya >>>

Twitter Diserbu 'Hacker', 1.000-an Account Terbajak

F-Secure mengamati sebuah keganjilan pada layanan mikroblogging populer Twitter. Ada 1.000 lebih account yang nampak jadi korban pembobolan.

Hal itu disampaikan Mikko Hypponen, Chief Research Officer perusahaan antivirus F-Secure, dalam blog resmi F-Secure yang dikutip detikINET, Selasa (22/6/2010).

"Selama 12 jam terakhir, ada lebih dari 1000 account Twitter yang jadi korban serangan dengan metode yang belum diketahui," tulis Mikko.

Gejala account yang kena serangan ini adalah mengirimkan tweet berbunyi 'Hacked by Turkish Hackers'. Menurut Mikko, kebanyakan yang jadi korban adalah pemilik account dari Israel.

Belum jelas apa metode yang digunakan para penyerang dalam aksi ini. Namun Mikko menduga, ada serangan Phishing bagi pengguna Twitter dalam Bahasa Ibrani. Selengkapnya >>>

Diserbu 'Hacker Turki', Twitter Sempat Banyak Error

Situs mikroblogging Twitter diduga sempat jadi korban aksi pihak yang menamakan diri 'Turkish Hackers'. Pada saat kejadian, situs yang sedang naik daun itu sempat mengalami banyak error.


Adalah perusahaan antivirus dan keamanan komputer F-Secure yang awalnya mendeteksi keganjilan pada Twitter. Menurut Mikko Hypponen, Chief Research Officer F-Secure, ada sekitar 1.000-an account yang tiba-tiba memunculkan pesan 'Hacked by Turkish Hackers'.

Bukan sekadar Re-Tweet (menampilkan ulang pesan dari sesama pengguna Twitter-red), para korban itu nampak mengirimkan pesan dari interface yang sama dan tidak diketahui pasti. Menurut pengamatan Mikko, kebanyakan korban berasal dari Israel.

Nah, seperti dikutip detikINET dari pernyataan resmi Twitter, Selasa (22/6/2010) serangan tersebut bersamaan dengan meningkatnya jumlah error pada layanan Twitter. "Kami melihat tingkat error yang tinggi secara periodik pada Twitter.com," sebut pernyataan Twitter.

Tingkat error yang tinggi itu terjadi pada 21 Juni 2010 waktu setempat, kurang lebih pada saat yang sama F-Secure mulai memperhatikan adanya aksi 'Hacked by Turkish Hackers' tadi. Setelah beberapa jam Twitter melaporkan tingkat error menurun hingga ke level sedang.

Tidak jelas apakah aksi yang diamati F-Secure berhubungan langsung dengan banyaknya error di Twitter. Bisa jadi keduanya hanya kebetulan belaka. Satu hal yang jelas, serangan yang diamati oleh F-Secure itu sendiri nampaknya sudah mereda. Selengkapnya >>>

Demam iPad di Gedung Putih 'Undang' Para Pembobol

Demam iPad sedang melanda Gedung Putih, hampir semua pekerja Kepresidenan AS dikabarkan memiliki gadget anyar itu. Namun, bukan menikmatinya, para pemilik iPad itu justru harus menghadapi serangan dari pihak tak bertanggungjawab.


Tak hanya di gedung putih, dilaporkan ada 114.000 pengguna iPad lainnya yang jadi korban aksi tersebut. Para korban termasuk pejabat keuangan, teknologi, pihak media maupun militer terkena imbasnya. Di antaranya Walikota New York Michael Bloomberg, kepala staff Gedung Putih Rahm Emanuel, wartawan Diane Sawyer, produser film Harvey Weinstein dan CEO New York Times Janet Robinson.

Nama-nama besar itu jadi korban sebuah serangan yang memanfaatkan kelemahan pada jaringan AT&T, bukan kelemahan pada perangkat iPad itu sendiri. Dalam serangan itu, email pengguna iPad di atas, dan 114.000 lainnya, berhasil diketahui oleh pihak bernama Goatse Security.

Dikutip detikINET dari Bignews Network, Jumat (11/6/2010), pelaku merangsek ke dalam jaringan 3G yang disediakan AT&T khusus untuk iPad. Pihak AT&T sendiri telah meminta maaf kepada semua pelanggannya atas kejadian ini dan mengaku telah memperbaiki sistem keamanan mereka.

"Kami akan terus menyelidiki dan menkonfirmasi kepada semua pelanggan yang email-nya terkena serangan," ujar juru bicara AT&T Mark Siegel. Selengkapnya >>>